
"Darin."
"Iya, Ketua?"
"Ketika kamu pergi, kamu harus mengingat sesuatu yang sangat penting."
Darin menatap ke arah Ark yang duduk di kursinya sambil memejamkan mata dengan ekspresi aneh. Dia tidak menyangka kalau ketuanya masih begitu peduli padanya.
"Ini hanya tips kecil. Bahkan jika kamu kabur dan tidak kembali, hal ini tidak akan merugikanku."
"Saya mengerti." Darin mengangguk.
"Jika kamu bertemu dengan zombie berwarna aneh, merah, kuning, hijau, dan sebagainya ... larilah."
Ucapan Ark membuat Darin terdiam di tempatnya. Sudut bibirnya berkedut. Dia merasa pemuda tampan itu sedang mempermainkan dirinya.
'Merah, kuning, hijau ... memangnya mereka lampu lalu lintas?'
Meski tidak membuka matanya, Ark tahu bahwa Darin tidak memercayai dirinya.
"Meski kamu tidak percaya, lebih baik kamu mendengarkannya. Bukannya aku menyumpahi dirimu agar bertemu dengan salah satu dari mereka. Namun, aku harap kamu bisa bertahan bahkan jika bertemu dengan mereka.
Warna merah cerah. Zombie dengan warna seperti itu biasanya memiliki kemampuan untuk menggandakan kekuatan serangan mereka.
Warna kuning pucat. Zombie dengan warna seperti itu biasanya memiliki tubuh besar, agak lambat, tetapi pertahanannya sangat kuat.
Warna hijau pucat. Zombie dengan warna itu memiliki tubuh kurus dan sedikit bungkuk itu memiliki kecepatan luar biasa. Tentu saja, ada kelemahannya, yaitu tubuhnya cukup rapuh.
Warna hijau gelap. Zombie dengan tubuh kekar itu memiliki kemampuan cukup luar biasa, yaitu regenerasi yang dia miliki."
Mendengar ucapan Ark, Darin termenung. Setelah beberapa saat, dia akhirnya sadar dan bertanya.
"Bagaimana dengan warna lain, Ketua? Seperti merah darah yang kamu temui di kantor polisi sebelumnya?"
"Warna merah gelap dengan topeng tengkorak putih bertanduk di kepala. Aku tidak perlu menjelaskannya. Lagipula, jika kamu bertemu dengannya, kamu jelas akan langsung mati.
Selain empat yang aku sebutkan di awal, untuk saat ini, kamu tidak perlu tahu. Bahkan, jika kamu bertemu dengan empat zombie yang aku sebutkan tadi ... larilah.
Untuk dirimu yang sekarang, masih tidak mungkin untuk mengalahkan mereka. Namun, kamu masih memiliki kesempatan untuk melarikan diri. Jadi larilah.
Tidak perlu malu. Lagipula ... menjadi berani dan ceroboh hanya akan membunuhmu."
Darin melihat ke arah Ark yang duduk sambil memejamkan mata. Orang itu tidak mengatakan apa-apa lagi, jadi pada akhirnya dia membalas.
"Saya mengerti, Ketua."
__ADS_1
***
Kulit merah cerah, agak oranye. Tubuh berotot, tetapi cukup busuk. Wajah manusia penuh kerutan dengan rambut acak-acakan.
Setelah memperhatikan, Darin menyimpulkan bahwa apa yang menghadang mereka adalah zombie spesial tipe kekuatan.
Pemuda itu merasa gugup. Jantungnya berdegup kencang. Dia ingin berbalik dan berlari ke arah lain. Namun setelah melihat Yonas dan dua orang lainnya, Darin mengingat janjinya.
Tubuhnya berkeringat. Tangannya memegang tombak dengan begitu erat. Menatap zombie di kejauhan, pemuda itu berpikir.
'Maafkan aku karena melanggar perintahmu, Ketua. Namun, jika aku melarikan diri, kenangan tentang kejadian ini akan menghantui pikiranku. Jadi ...
Bahkan jika aku mati, setidaknya aku telah berjuang menempuh jalan hidupku yang baru.'
Darin menarik napas dalam-dalam. Setelah dirinya cukup tenang, pemuda itu berkata.
"Kalian lari. Ambil jalan memutar dan masuk ke rumah itu lewat pintu belakang. Karena zombie itu telah melihat kita, dia pasti tidak akan tinggal diam jika kita semua melarikan diri bersama.
Jadi ... aku akan tinggal untuk menahannya."
Ucapan Darin langsung membuat Yonas dan dua orang lain terkejut.
"Darin—"
"Tidak apa-apa. Pergilah."
Yonas menatap ke arah Shani dan Vadim. Pada saat melihat adiknya, dia merasa sangat rumit. Hati kecilnya berkata untuk tinggal, tetapi egonya berkata bahwa dirinya harus membawa adiknya pergi dari tempat itu.
Pada akhirnya, Yonas berbalik sambil berteriak.
"MAAFKAN AKU, DARIN!"
Shani dan Vadim terkejut ketika melihat Yonas melarikan diri. Keduanya memandang ke arah Darin dengan ekspresi rumit sebelum akhirnya juga ikut pergi.
Melirik ke arah tiga orang yang pergi menghilang lewat gang, Darin menghela napas panjang.
'Setidaknya, jika seperti ini, tidak akan ada penyesalan lain ... kan?'
Darin menggeleng ringan. Pemuda tersebut kemudian menatap ke arah zombie spesial tidak jauh darinya.
"Sepertinya tinggal kita berdua di sini?"
Darin memegang tombak di tangannya dengan erat.
Saat itulah, zombie spesial langsung bergegas ke arahnya dengan cepat. Pemuda itu hendak menghindar, tetapi dia tidak menyangka, zombie yang dibilang memiliki kekuatan besar tersebut memiliki kecepatan yang lebih cepat daripada zombie normal. Saking cepatnya, membuat Darin curiga apakah informasi yang dia dapat dari Ark salah.
__ADS_1
Darin langsung memasang gerakan bertahan dengan tombaknya, tetapi ...
Bang!
Sosok Darin langsung terhempas beberapa meter. Dia terpental begitu jauh sampai berguling-guling di aspal.
Ugh!
Dalam sekali pukulan, Darin merasa seluruh organ dalamnya terguncang. Kepalanya langsung terasa pusing.
Jangankan Darin, bahkan Ark yang sebelumnya bertarung dengan zombie spesial setelah evolusi (sebelum mendapatkan Miracle Root) juga masih bisa dihempaskan. Padahal, kondisi tubuhnya berkali-kali lebih baik daripada Darin.
"Jadi ini alasan kenapa Ketua melarangku untuk bertarung dengan zombie spesial."
Darin bangkit dengan ekspresi pucat. Dia meludahkan sesuap darah sebelum menatap ke arah zombie spesial yang berjalan ke arahnya.
Ya ... tidak berlari apalagi menyerang dengan gila. Sebaliknya, berjalan dengan tenang seolah menganggap bahwa Darin bukanlah apa-apa. Seperti kucing yang bermain-main dengan tikus!
"Biarpun aku mati ... setidaknya aku harus mencoba mengulur waktu agar orang-orang itu selamat dan kematianku tidak sia-sia."
Darin memegang tombak dengan tatapan penuh dengan tekad. Namun sebelum dia sempat maju ke depan dengan putus asa, sebuah batu dilemparkan ke arah zombie spesial tersebut. Saat itu juga, suara pria yang napasnya naik-turun terdengar.
"Jangan kira kami semua takut kepadamu, Zombie bodoh!"
Darin menoleh ke belakang. Dia terkejut melihat tiga orang yang sebelumnya melarikan diri tiba-tiba kembali. Bukannya senang, pemuda itu langsung berteriak marah.
"Apa yang kalian lakukan di sini?! Kenapa kalian kembali?! Aku sudah bilang, ini bukan zombie biasa dan—"
"Kami tidak buta dan kami tahu bahwa zombie tersebut bukan zombie biasa! Namun ... kami tetap tidak ingin pergi meninggalkan rekan kami sendiri!"
Ucapan Yonas langsung membuat Darin tertegun. Menurut ajaran Ark, mengorbankan diri demi orang lain sebenarnya kurang layak karena mereka belum tentu peduli kepada kita. Namun, dari cukup banyaknya orang yang selamat, tentu saja ... ada beberapa orang yang pantas diperjuangkan. Orang-orang yang pantas disebut rekan seperjuangan.
Melihat ke arah Yonas, Shani, dan Vadim ... Darin berseru tak puas.
"Dasar bodoh! Jika kalian mati, jangan pernah menyalahkan siapapun. Aku telah memberi kalian kesempatan untuk melarikan diri."
Berjalan mendekat bersama saudari dan temannya, Yonas menjawab.
"Aku tidak peduli karena banyak orang mengatakan hal yang sama kepadaku. Lagipula, kuakui ...
Aku memang bodoh!"
Berhadapan dengan zombie spesial, keempat orang itu memiliki tekad bertarung yang jelas dalam tatapan mereka.
Takut ... tetapi tidak berniat mundur!
__ADS_1
>> Bersambung.