
Sementara itu, di markas Sword of Sufferings.
Di gudang penyimpanan, banyak anggota inti berkumpul untuk membantu Kurona dan Shirona menurunkan barang bawaan mereka. Mendengar penjelasan kedua gadis itu, banyak anggota terkejut.
"Kamu bilang, Ketua dan Wakil Ketua pergi ke zona merah ... aquarium raksasa?"
Darin bertanya dengan ekspresi terkejut di wajahnya.
"Apa yang kamu khawatirkan, Darin? Ketua Bau pasti akan baik-baik saja. Meski benci mengakuinya, dia benar-benar sangat kuat!"
"Apa yang Lisa katakan benar. Senior pasti baik-baik saja."
"Ya! Senior pasti baik-baik saja!"
"..."
Melihat kepercayaan buta mereka kepada Ark, Darin tidak bisa berkata-kata. Memang benar, sosok yang dipanggil Hades itu kuat, tetapi Darin masih khawatir. Lagipula, aquarium raksasa identik dengan air. Pertempuran di air benar-benar berbeda dengan pertempuran di darat.
Terlebih lagi jika melawan makhluk aquatik. Jelas, daripada keuntungan, manusia memiliki banyak kerugian ketika melawannya mereka.
Melihat bagaimana orang-orang begitu tenang, Darin sama sekali tidak menjelaskan karena takut mereka khawatir. Saat itu, tatapannya bertemu dengan Old Franky yang memandangnya. Melihat ekspresi agak khawatir di wajah lelaki tua itu, Darin menggelengkan kepalanya. Meminta Old Franky untuk diam, jangan sampai membicarakannya!
Setelah menurunkan muatan dan beristirahat sebentar, Kurona dan Shirona kembali pergi. Sama sekali tidak berniat tinggal lama karena berpikir Ark telah menunggu mereka.
Melihat kereta Dark Caravan pergi di kejauhan, Darin hanya bisa berdoa.
'Semoga semuanya baik-baik saja.'
Pikir pemuda itu sebelum menghela napas panjang sambil menggelengkan kepala.
***
Ark melihat ke arah kolam gelap. Tatapannya menjadi semakin dingin.
__ADS_1
"Tidur? Tidak ... lebih tepatnya menunggu mangsa, kah?"
Pemuda itu bergumam pelan. Dia kemudian melihat gelembung muncul di kolam. Pada awalnya hanya beberapa, tetapi semakin lama semakin banyak. Beberapa saat kemudian, permukaan air mulai bergejolak saat sosok hitam naik ke permukaan.
Berenang di permukaan, makhluk itu memiliki tinggi beberapa meter. Tubuhnya berwarna merah gelap, nyaris berwarna hitam. Tampak pola cincin berwarna biru di sekujur tubuhnya. Menyala dengan warna indah tetapi juga memberi peringatan bagi musuhnya kalau dirinya beracun dan berbahaya.
Ya. Itu adalah gurita cincin biru.
Tidak seperti gurita cincin biru pada umumnya yang memiliki ukuran kecil, makhluk ini memiliki evolusi unik, mirip dengan Abyssal Shadow Lynx. Sangat berbeda dengan jenisnya ketika bermutasi.
Tubuh utamanya (bagian kepala) sebesar mobil mini cooper. Delapan tentakel berada di dalam kolam, tetapi Ark yakin panjangnya pasti lebih dari tiga meter, mungkin empat meter! Tidak kalah daripada spesies gurita raksasa di laut dalam!
Makhluk ini sangat beracun. Belum lagi karena mutasi khusus, permukaan kulitnya dilapisi duri-duri kecil seperti ikan buntal. Belum lagi, gurita ini juga terkenal karena kecerdasannya!
Kraken.
Begitulah orang-orang di kehidupan Ark dulu memanggilnya. Sosok makhluk dalam mitologi yang biasanya menghancurkan kapal para pelaut lalu menariknya ke dasar samudera. Bukan karena orang-orang membuat nama secara berlebihan. Sebaliknya, makhluk ini juga sangat berbahaya karena memiliki sangat banyak kemampuan.
Ark mengingat dengan jelas bagaimana mengerikannya makhluk ini di kehidupan sebelumnya. Apa yang dia anggap paling mengerikan darinya adalah kemampuan regenerasi dan adaptasi. Bisa dibilang ... makhluk ini nyaris abadi.
Matahari yang nyaris terbenam mewarnai langit dengan warna merah. Melihat sosok gurita cincin biru raksasa itu, Ark merasa melihat lukisan makhluk yang keluar dari jurang neraka.
'Benar-benar keras kepala," pikir Ark ketika melihat makhluk itu.
Berbeda dengan makhluk ganas yang langsung menyerang, gurita itu menatap ke arah Ark dengan tenang. Tampaknya begitu damai, seperti sarjana tua yang tidak berbahaya. Namun sebagai orang yang telah menghadapi makhluk ini di kehidupan sebelumnya, pemuda itu sama sekali tidak akan tertipu.
Mata bulat seperti mutiara hitam melihat ke arah Ark dengan tatapan tidak berbahaya. Makhluk itu bahkan memiringkan kepalanya, membuat gerakan lucu yang benar-benar tidak cocok dengan penampilannya.
Melihat makhluk itu berenang ke tepi kolam, Ark berjalan mendekat dengan tatapan terpana. Mendekat, semakin dekat ... pemuda itu terus berjalan mendekat.
Swoosh!
Pada saat Ark sampai di jarak tiga meter dari tepi kolam, empat tentakel setebal ember langsung melesat ke arahnya. Mata pemuda yang awalnya menatap linglung langsung berubah menjadi tajam. Dia mencengkeram erat dua gagang katana di tangannya lalu menebas sembari menghindari keempat tentakel yang mencoba menangkapnya.
__ADS_1
BANG!!!
Tentakel setebal ember yang mengincar Ark membanting dengan kuat. Menghancurkan beberapa kursi penonton yang ada di sana. Tulang-tulang berserakan juga langsung dihancurkan dengan kejam.
SLASH!!!
Pedang Ark yang dilapisi pusaran angin langsung memotong salah satu tentakel makhluk itu. Dia menghindari serangan tiga tentakel lain lalu bergegas ke arah gurita tersebut. Saat itu juga, empat tentakel lain muncul dan bergegas ke arah Ark dengan cepat.
Pemuda itu menginjak lantai dengan kuat sebagai tumpuan lalu melakukan dash. Sosoknya melesat ke depan, dua pedang di tangannya menari. Berputar di udara seperti topan kecil yang mencabik tiga tentakel setebal ember. Tanpa keraguan, Ark langsung bertarung dengan serius.
Menghindari satu tentakel terakhir, Ark tersenyum di balik topengnya. Namun senyumnya membeku ketika melihat empat tentakel lain kembali muncul dari dalam air. Dua tentakel nyaris menangkap Ark, tetapi pemuda itu langsung memotongnya. Saat itu juga, satu tentakel lain setebal ember langsung memukul Ark dengan kuat.
BANG!!!
Sosok Ark menabrak dan menghancurkan kursi penonton dan tulang-tulang di sana. Asap langsung mengepul. Meski tidak sekuat pukulan udang mantis, pemuda itu merasa 'pukulan' gurita itu sangat kuat. Belum lagi ...
Uhuk! Uhuk!
Ark meludahkan beberapa suap darah. Di tempat gurita tadi memukul, tampak memar berwarna ungu. Jelas, pemuda itu telah diracuni.
Ark mengutuk para ilmuwan di kehidupan sebelumnya yang berkata kalau perubahan besar pada 'Kraken' terjadi di level empat. Sebelum memecah belenggu level tiga, makhluk itu seharusnya tidak berubah begitu banyak. Mereka bilang jumlah kaki masih 8, tetapi apa yang Ark lihat sekarang jelas 12. Dia benar-benar menyesal telah memercayai mereka!
Pemuda itu melihat gurita raksasa itu menarik kembali tentakel yang dipotong ke dalam air dengan tentakel yang masih utuh. Setelah beberapa saat, kaki-kaki gurita yang sebelumnya terpotong kembali tumbuh dengan kecepatan yang terlihat oleh mata.
'Memakan bagian tubuh dan menumbuhkan kembali, ya?'
Mengabaikan luka di perutnya, Ark bangkit. Uap panas menyelimuti tubuhnya. Pemuda itu tidak lagi hanya serius, tetapi berniat habis-habisan karena tahu makhluk di depannya tidak mudah dihabisi dengan trik belaka.
Memiliki ekspresi serius di wajahnya, pemuda itu berkata.
"Ini akan menjadi pertarungan yang panjang."
>> Bersambung.
__ADS_1