Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Cangkang dan Capit


__ADS_3

“Mereka pasti hanya bercanda, kan?”


Melihat Ark yang berdiri sendirian di depan, orang-orang dari Blade of Areia tercengang. Sama sekali tidak percaya apa yang mereka lihat dan dengar. Namun, apa yang terjadi selanjutnya membuat mata mereka semakin terbelalak.


Para anggota Sword of Sufferings langsung bangkit. Mereka mengangkat senjata masing-masing lalu berjalan ke arah Ark dengan tim mereka masing-masing. Meninggalkan Scorpio yang terdiam di tempatnya dan tidak tahu harus melakukan apa.


“Bukankah aku sudah bilang hanya memerlukan 5 tim? Lakukan rotasi bergiliran?”


Mendengar ucapan Ark, mereka tampak ragu.


Saat itu, Ark juga melihat betapa bersemangat dan bertekadnya mereka. Mengangkat sudut bibirnya, pemuda itu kembali berkata.


“Karena kalian tampak begitu bersemangat, maka aku tidak akan menghentikan kalian. Itu berarti, aku juga tidak mengizinkan kalian mundur di tengah jalan. Terus bertarung sampai selesai meski tubuh kalian lelah dan runtuh.


Jadi, apakah kalian benar-benar sudah memutuskan?”


“YA, KETUA!!!”


Melihat mereka, Ark menunjuk ke arah para kepiting koral biru yang keluar dari gua dengan pedangnya lalu berkata.


“Lihat enam lima kepiting besar itu? Lima tim akan menjaga lima kepiting besar di level 3 seukuran mobil itu dan aku akan mengurus satu. Sisa tim akan mengurus kepiting level 1 dan level 2. Setelah kepiting level 3 dibereskan, semua membantu dalam menyingkirkan lainnya.


Kalau begitu, habisi mereka.”


“OOHHH!!!”


Mengikuti perintah Ark, semua orang langsung bergegas maju dengan penuh semangat. Orang-orang itu tampak ganas dan tegas, tetapi sama sekali tidak berani melanggar perintah Ark.


Mereka juga mengetahui batasan. Itulah kenapa orang-orang itu melakukan apa yang Ark katakan karena itu adalah pilihan paling masuk akal.


Swoosh!


Bersama dengan embusan angin, sosok Ark menghilang dari pandangan orang-orang. Ketika muncul, dia telah melewati ratusan kepiting koral biru, menuju kepiting raksasa seukuran mobil tanpa sedikitpun melambat.


Klang! BANG!


Capit raksasa melesat ke arah leher Ark, tetapi langsung ditangkis oleh pemuda itu tanpa merubah ekspresi. Dia kemudian menendang keras makhluk itu tepat di kepalanya. Membuat kepiting seukuran mobil terpental belasan meter ke belakang.


“Cih!”


Melihat sama sekali tidak ada goresan pada tubuh makhluk itu, Ark langsung mendecak tak puas. Pemuda itu kembali mendekatinya. Melihat kedatangannya, kepiting koral biru dengan marah mengayunkan capitnya.


Kali ini Ark tidak menangkisnya. Pemuda itu mempercepat gerakannya lalu melesat ke samping kepiting raksasa. Belum sempat makhluk itu bereaksi, dia menebas dengan kuat dan cepat.


SLASH!

__ADS_1


Suara dentuman keras terdengar ketika capit raksasa jatuh ke tanah. Kepiting raksasa langsung membuat suara melengking karena rasa sakit yang dia derita. Namun, makhluk itu tidak memiliki kesempatan untuk membalas karena saat itu Ark menikam perut lalu memotongnya sampai belakang.


BRUK!


Tubuh kepiting raksasa jatuh ke tanah, berkedut beberapa kali sebelum berhenti bergerak. Saat itu, Ark mengibaskan pedangnya untuk membuang cairan amis dari tubuh kepiting sambil bergumam.


“Satu.”


Dipimpin oleh Ark, pertarungan 65 orang melawan ribuan kepiting raksasa berjalan dengan sangat lancar tanpa kendala.


Di pertengahan pertarungan, Blade of Areia mencoba untuk ikut ambil bagian tetapi akhirnya terpukul mundur karena bukan lawan kepiting koral biru level 2, apalagi level 3.


Setengah hari kemudian, pertempuran akhirnya berakhir dengan kemenangan Sword of Sufferings dan Blade of Areia.


Dikarenakan kematian raja kepiting level 4 dengan ukuran sebesar mini bus, para kepiting level 1 dan level 2 melarikan diri ke danau. Benar-benar tidak berani tinggal di tempat itu lebih lama lagi.


Ark juga tidak meminta bawahannya mengejar mereka. Bukan hanya agar spesies itu tidak punah, tetapi karena pergi ke danau dengan ceroboh sama dengan meminta kematian.


Saat ini, semua orang melihat satu arah yang sama.


Di atas kepala raja kepiting yang sangat besar, Ark duduk dengan ekspresi tak acuh di wajahnya. Tubuhnya basah karena darah dan air dari tubuh kepiting. Namun pemuda itu sama sekali tidak peduli. Dia hanya menatap ke arah medan pertempuran dengan mata merahnya tanpa mengatakan apa-apa.


Meski begitu, setiap orang yang melihatnya merasa hormat. Entah itu karena kekuatan atau aura yang berbeda dari orang-orang biasa.


Di depan mata terkejut semua orang, pemuda itu merobek daging kepiting dengan sekali gigitan lalu menelannya.


“Seperti yang aku duga, karena bentuk capit yang berbeda dan sangat tertutup, dagingnya tidak beracun.”


Ark sudah mengetahui informasi tersebut, tetapi tidak langsung mengatakannya karena tampak aneh dan mencurigakan. Itu juga sebabnya Ark meminta bawahannya untuk memotong bagian capit dengan rapi.


“Apakah anda serius, Ketua?”


Dari semua orang, Gordon adalah yang paling senang ketika mendengar informasi tersebut. Beberapa saat kemudian, suara sorakan bahagia terdengar dari mulut anggota Sword of Sufferings.


“Itu benar.” Ark mengangguk ringan.


Konformasi dari Ark membuat orang-orang berteriak kegirangan. Senang karena bisa menemukan sumber makanan baru yang berlimpah.


“Itu berarti malam ini kita akan berpesta, Sobat!”


“Benar-benar mengejutkan! Setelah bertarung keras karena tidak menggunakan ‘itu’, ternyata ada hadiah tersembunyi. Rasa lelahku tersapu begitu saja!”


“Hahaha! Kamu benar. Hanya menggunakan yang bertama masih terlalu berat untuk kita, apalagi jika meniru ketua yang tidak menggunakannya sama sekali.”


“...”

__ADS_1


Apa yang dimaksud orang-orang dengan ‘itu’ tentu miracle root.


Dalam misi ini, Ark meminta bawahannya hanya menggunakan kemampuan pertama agar tidak membuat orang-orang ketakutan. Sedangkan dirinya sendiri hanya bertarung dengan modal fisik dan keterampilan pedang.


Jelas membuatnya cukup kesulitan melawan makhluk level 3 apalagi di atasnya.


“Omong-omong, sebelum berpesta, kalian harus mengambil jarahan terlebih dahulu.


Dalam pertarungan ini, apa yang paling berharga adalah cangkang atas tubuh capit raksasa. Sisanya, seperti kaki dan organ dalam tidak cocok dikonsumsi. Membuatnya menjadi pupuk atau semacamnya jelas tidak realistis.


Jadi, buang saja ke danau hitam dan biarkan menjadi makanan para ikan serta penghuni danau lainnya.”


“Dimengerti!” jawab mereka serempak.


Melihat ke arah anggota Sword of Sufferings yang masih hidup dan menendang (sangat sehat) membuat Dedric, Ian, dan anggota Blade of Areia lain merasa iri sekaligus kagum.


Saat itu, Ark menghampiri Dedric lalu berkata.


“Kalian boleh mundur dan mencari tempat aman terlebih dahulu. Kami tidak akan mengambil mangsa yang kalian habisi, jadi kalian bisa tenang.”


“Saya mengerti, Tuan Ark. Namun, apakah itu benar-benar bisa dimakan? Tidak beracun atau ada semacam parasit yang berbahaya?”


“Terserah kalian untuk percaya atau tidak. Jika kalian percaya, aku sarankan untuk mengambil capit utuh. Bukan yang retak karena mungkin terkena cipratan darah atau kotoran.”


“Terima kasih banyak.”


Dedric membungkuk sopan pada Ark. Bukan hanya dia, para bawahannya juga melakukan hal yang sama. Kecuali mereka yang terluka parah atau tak sadarkan diri, tidak bisa menggerakkan tubuh mereka secara leluasa.


“Sama-sama.”


Ark mengangguk ringan sebelum berjalan kembali. Namun, langkahnya tiba-tiba terhenti sebelum kembali berkata.


“Meski raja kepiting sudah mati dan kebanyakan sudah melarikan diri ke danau, bukan berarti tidak ada yang masih tertinggal di gua. Untuk mencegah sesuatu yang tidak perlu, lebih baik kita mundur ke titik aman lalu mendirikan tenda untuk beristirahat.


Kita akan melanjutkan pencarian besok.”


Melihat Ark pergi setelah mengatakan itu, Dedric mengangguk sopan.


“Dimengerti.”


Mengangkat kembali kepalanya, Dedric menatap ke arah Ark dan pasukan dari Sword of Sufferings dengan ekspresi rumit. Benar-benar tidak menyangka kalau perbedaan antara kedua kelompok bisa sampai begitu ekstrem.


Saat itu juga, mata pria itu memancarkan tekad kuat. Tampaknya telah membulatkan keputusannya!


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2