
Keesokan harinya.
"KAMU IBLIS, ARK! KAMU BENAR-BENAR IBLIS!"
Setelah pesta semalam, Jay berpikir kalau kehidupan mereka akan menjadi lebih baik. Siapa sangka, setelah latihan pagi bersama, dia sekali lagi ditugaskan untuk membongkar trotoar sekitar rumah di seberang jalan.
Selain Jay, ada juga Darin, Yonas, dan Vadim. Dua anggota baru itu menatap ke arah Jay dengan heran. Benar-benar tidak menyangka kalau pria itu memiliki keberanian untuk berteriak seperti itu padahal Ark jelas mendengarnya.
"Kak Jay adalah sahabat Master. Dia hanya melampiaskan rasa kesalnya. Jangan terlalu kalian pikirkan. Setelah beberapa saat, kalian akan terbiasa."
Stacy yang lewat diikuti oleh Natasha dan Shani berkata santai.
Sementara keempat pria disuruh untuk membongkar trotoar, ketiga wanita itu disuruh untuk membersihkan rumah tersebut. Lebih tepatnya, mengosongkan barang-barang di lantai tiga dan lantai satu, kemudian membersihkan lantai dua agar bisa dihuni.
Sedangkan bagaimana mengurus barang-barang di lantai satu dan tiga, sudah jelas, Jay yang bertugas untuk "mencari kayu bakar".
Sedangkan barang-barang yang terbuat dari logam apapun, Ark menyuruh mereka untuk menyimpannya di beberapa ruang berbeda sesuai dengan jenisnya.
Melihat ke arah Jay yang menghancurkan cor beton dengan tubuh dipenuhi keringat, Stacy tiba-tiba menoleh ke arah Shani.
__ADS_1
"Sebaiknya kamu berhati-hati padanya. Kak Jay tidak jahat, tetapi dia begitu buruk soal wanita."
Mendengar bisikan Stacy, Shani menatap sosok Jay yang tampak seperti pekerja keras. Bukan hanya itu, pria itu memang tampak tinggi dan tampan.
Jay yang sebelumnya mengeluh tiba-tiba menoleh. Melihat sosok Shani, dia tersenyum ramah sambil memasang pose cool.
"Apakah kamu sudah terbiasa dengan tempat ini, Shani? Mungkin pekerjaannya agak berat, tapi yakinlah, tempat ini lebih baik daripada kebanyakan kelompok lain di luar sana."
Melihat Jay tanpa malu-malu langsung bertindak sok cool padahal sebelumnya mengutuk atas ketidakadilan dunia dan hal-hal lainnya, Shani tercengang di tempatnya. Saat itu, Natasha memegang tangannya lalu menariknya.
"Jujur saja, meski tidak menyukai Stacy, aku masih setuju dengan pendapatnya. Jangan bergaul dengan pria itu, tidak baik untukmu."
"Setidaknya berbisik agar aku tidak mendengarnya, woy!"
Jay langsung berteriak dengan ekspresi kesal di wajahnya. Sementara itu, Stacy cekikikan dan Natasha hanya tersenyum. Mereka segera membawa Shani yang linglung untuk membersihkan rumah itu.
Sementara itu, di markas utama, Abigail dan kedua anaknya mengurus kebun di belakang rumah. Ark sendiri mengurus taman di atap karena hanya dirinya dan Jay yang boleh naik ke tempat ini. Sedangkan menyuruh Jay untuk mengurus tempat ini, dia benar-benar tidak yakin.
Lagipula, ketika Ark pergi menyelamatkan Abigail dan kedua anaknya dari kelompok Reaver dan Jay merawat taman, saat kembali ... Ark melihat tanaman-tanaman berharga itu sudah sekarat!
__ADS_1
Setelah mengurus taman di atap, Ark menyiapkan beberapa wadah berupa polibag. Dia kemudian pergi keluar dari rumah dan mulai mengurus Devil's Vines.
Karena sudah sangat rimbun, Ark harus memangkas dan mengarahkan ke mana cabang-cabang itu harus tumbuh. Selain itu, dia juga berencana untuk melakukan stek karena tanaman ini sebenarnya mudah dibudidayakan.
Potong, tancapkan ke tanah subur dengan potongan daging atau tulang zombie di bawahnya, siram air dan sesekali darah zombie.
Dengan cara sesederhana itu, Devil's Vines diperbanyak dan hidup sehat!
Alasan kenapa Ark memutuskan untuk mengurus rumah lain padahal bangunan utama markas masih longgar adalah sebagai gudang dan kebun.
Ark mengembangkan ingin mengembangkan lahan di kanan, kiri, serta belakang rumah itu untuk membudidayakan ubi jalar yang mudah tumbuh dan bisa dibilang sangat bermanfaat.
Selain itu, dia akan menggunakan rumah itu untuk menggunakan ruangan-ruangan di rumah itu untuk menampung besi, tembaga, dan beberapa logam lain. Meski seperti rongsokan, bukan berarti hal-hal tersebut tidak berguna. Hanya saja, benda itu belum bisa digunakan dengan perkembangan mereka saat ini.
Melihat ke arah rekan-rekannya yang sedang bercanda dan tertawa di seberang jalan, Ark yang sedang memangkas beberapa bagian Devil's Vines bergumam.
"Tunggu selama tujuh hari, kemudian lanjutkan misi untuk mencaplok area perumahan."
>> Bersambung.
__ADS_1