Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Kursus Gratis


__ADS_3

Ark melirik ke arah ulat sutera raksasa yang tubuhnya terpotong.


"Pedang," ucap Ark santai.


Memiliki ekspresi agak bingung, pria yang Ark tolong masih menyerahkan pedangnya.


Melihat pedang dengan bilah tidak terawat, Ark melirik pria tersebut. Merasakan tatapannya, pria itu merasa agak malu.


"Lain kali, kalian semua harus menjaga senjata kalian baik-baik. Senjata yang tajam dan baik adalah rekan yang tidak pernah mengkhianati kalian di medan pertempuran."


Mengabaikan orang-orang yang linglung, Ark berjalan mendekati ulat sutera raksasa yang telah terpotong. Dia kemudian menusuk tepat di bagian belakang kepala makhluk tersebut.


Suara memekik langsung keluar dari mulut makhluk itu. Darah hijau kembali berceceran. Sekali lagi membuat anggota Silver Cross terpana.


"Aku sudah bilang, lebih baik kalian hati-hati. Bukan hanya manusia, tetapi makhluk bermutasi di alam juga licik dan berbahaya.


Contohnya ulat sutera raksasa ini. Bukan hanya berkamuflase baik di dedaunan dan menembakkan benang sutera lengket untuk menjebak mangsanya, makhluk ini juga bisa melesat untuk mengigit kalian sampai mati.


Untuk apa kalian melamun? Datang kemari dan pelajari! Tidak setiap hari kalian mendapatkan kelas (pelajaran) bertahan hidup secara gratis!"


Mendengar ucapan Ark, orang-orang itu mulai berkerumun. Mereka melihat ke arah lelaki yang mengenakan jubah hitam dan topeng dengan ekspresi penuh antisipasi.


Ark membuat gerakan ringan untuk memotong tubuh ulat sutera, tetapi tidak ada yang terjadi. Hanya muncul goresan. Saat itu, suara tenang menjelaskan.


"Begitulah jika kalian yang melakukannya. Bukan hanya kalian tidak bisa memotong menjadi dua, paling-paling kalian menggores bahkan lebih sedikit daripada ini.


Ada dua alasan. Pertama, kualitas senjata kalian buruk. Bukan hanya buruk, tetapi tidak dirawat dengan baik. Kedua, kalian tidak cukup kuat.


Karena tampaknya banyak dari kalian yang tidak percaya, kalian boleh mencobanya."


Berto melirik ke arah Julian. Melihat ketuanya mengangguk, dia kemudian maju.


Selain Julian, Berto adalah salah satu pengguna pedang paling kuat di Silver Cross. Sedangkan Jimmy, pria tersebut menggunakan tombak.


"Tolong izinkan saya mencobanya, Mr Hades!"


Berto mencengkeram erat pedang di tangannya. Meski pedangnya tidak begitu baik, tetapi masih cukup terawat. Ark mengangguk ringan sebagai tanggapan.


Pria itu mencengkeram gagang pedang dengan kedua tangan, mengangkatnya tinggi-tinggi. Dia kemudian melakukan tebasan dengan sekuat tenaga.


Swoosh!


Suara memotong angin terdengar. Namun pemandangan aneh membuat semua orang terkejut.


Seperti yang Ark katakan, Berto sama sekali tidak bisa memotong makhluk tersebut menjadi dua. Bedanya, pria itu masih bisa melukai tubuh ulat sutera raksasa. Namun setelah menghitung kekuatan Berto dan senjatanya, ekspresi anggota Silver Cross lain tampak buruk.

__ADS_1


"Jujur saja, jika kalian menganggap makhluk bermutasi sama lemahnya dengan zombie, kalian salah besar.


Makhluk bermutasi itu sangat kuat, khususnya ras serangga. Jadi jika kalian ingin aman, sebaiknya coba untuk menjauhkan diri dari mereka."


"Lalu ... apakah kita harus diam dan menunggu mati, Mr Hades?" salah satu anggota Silver Cross bertanya dengan nada putus asa.


"Apakah rasa depresi membuat kalian menjadi bodoh? Menunggu mati? Tentu saja tidak!"


"..."


Sudut bibir orang-orang itu berkedut. Ark telah menjelaskan bahwa manusia sangat sulit melawan makhluk bermutasi. Namun sekarang dia yang menganggap mereka bodoh.


Orang-orang itu merasa tidak tahan! Benar-benar merasa ditindas!


"Kuat, tetapi bukan berarti sempurna. Kita manusia, sebagai ras cerdas, seharusnya bisa berpikir lebih baik. Bukankah ini akhir dunia, daripada membuang otak kalian, aku harap kalian menggunakannya secara bijak. Jadilah lebih pintar!


Lihat tubuh ulat sutera ini. Tampak memiliki beberapa garis kerutan, bukan? Dibandingkan area lebar dipenuhi lemak dan sulit ditembus, seharusnya lebih mudah ditembus."


Setelah mengatakan itu, Ark menebas secara ringan di tempat tersebut. Meski tidak memotongnya menjadi dua karena tidak menggunakan seluruh tenaga, tetapi luka yang tercipta sedikit lebih besar daripada bekas serangan Berto.


Hal tersebut langsung mengejutkan anggota Silver Cross!


"Kamu juga bisa melihat kalau kepala makhluk ini besar dan keras, tetapi coba perhatikan baik-baik.


Di antara sambungan antara belakang kepala dan tubuh, ada tempat yang tidak terlindungi. Tampaknya cukup rapuh, jadi ..."


"Seharusnya ini adalah titik lemah dan fatal bagi ulat sutera raksasa. Jadi ketika bertarung, kalian harus membidik tempat ini.


Jadi, pertanyaannya ... bagaimana cara kalian harus bertarung?"


Pada saat itu, Jimmy kembali mengangkat tangannya.


"Baik! Sekali lagi kamu, wakil ketua Silver Cross!"


Ark berkata dengan ekspresi santai. Melihat ke arah Jimmy yang menatapnya dengan ekspresi serius sambil memiringkan kepala.


"Jika semua ulat sutera raksasa bisa melompat dan melesat, itu berarti kita harus menjaga jarak. Masalahnya, membidik tempat yang pas secara langsung itu jelas sulit. Belum lagi ketika makhluk itu menyerang. Jadi ..."


Jimmy mengerutkan kening, tampak agak ragu.


"Pukul saja dengan senjata ketika melompat mendekat. Ketika melihat kesempatan, baru tikam sampai mati."


Ark langsung menjawab keraguan Jimmy dengan santai. Melihat ke arah pria yang mengangguk dengan ekspresi tercerahkan, dia tidak bisa tidak bertanya.


"Apakah kamu benar-benar tidak berniat untuk mendaftar, Jimmy-boy? Ujiannya pasti tidak akan sulit bagimu. Karaktermu juga tampak cocok."

__ADS_1


Belum sempat Jimmy menjawab, Julian langsung berteriak.


"ENYAH!"


"Aku hanya bercanda." Ark mengangkat bahu dengan ekspresi datar.


Meski suara Ark begitu monoton sehingga sulit dibedakan apakah bercanda atau serius, Julian menjadi tertekan. Pria itu diam-diam memutuskan kalau para bawahannya tidak boleh terlalu banyak berinteraksi dengan pedagang licik itu.


Jika tidak, para bawahannya yang berharga pasti benar-benar diculik olehnya!


"Omong-omong, aku punya kabar baik dan buruk. Mana yang ingin kalian dengar terlebih dahulu?"


"Kabar baik, lalu buruk." Julian berkata dengan ekspresi datar. "Lebih baik sedikit senang sebelum mendengar kabar buruk. Lagipula, sudah terlalu banyak melewati hal-hal buruk."


Mendengar itu, Ark mengangguk. Dia kemudian mengembalikan pedang kepada pemiliknya sembari menjelaskan.


"Kabar baiknya, hanya satu ulat sutera yang menyergap kita. Jadi ketika membunuhnya, kita bisa mempelajarinya. Setidaknya membuat anggota Silver Cross bersiap."


"Bersiap?" tanya Julian dengan ekspresi aneh. "Lalu, kabar buruknya?"


"Seperti yang kalian ketahui, di alam, biasanya para ulat tidak hidup menyendiri. Jadi aku yakin, setidaknya ada puluhan ulat sutera tidak jauh di depan sana.


Untuk amannya, pikirkan saja jumlahnya lebih dari seratus. Jadi ketika melihat lebih sedikit, kita bisa merasa lega."


Ucapan Ark langsung membuat anggota Silver Cross merasakan keringat dingin membasahi punggung mereka. Bibir mereka tampak agak pucat, tubuh mereka sedikit gemetar saat membayangkan lebih dari seratus ulat sutera raksasa siap menyergap mereka.


Pada saat mental mereka semua down dan merasa putus asa, suara Ark yang datar dan santai datang seperti cahaya mentari pagi. Mengusir rasa dingin yang melilit tubuh mereka.


"Bukankah ini waktunya untuk melakukan praktik setelah teori? Bukankah itu hanya seratus ulat? Jika kalian takut, bisakah kalian bertahan di dunia kejam ini sampai akhir?


Ayolah. Dunia ini sama sekali tidak cocok untuk ditinggali orang-orang cengeng dan suka mengeluh.


Kamu boleh merasa takut dan menjadi pengecut, tetapi tidak boleh bersembunyi di sudut sampai mati. Meski sedikit, bergerak ke depan, ubah dirimu ...


Ubah nasibmu dengan kedua tanganmu sendiri!"


Setelah mengatakan itu, Ark berbalik dan berjalan maju ke depan diikuti anggota Dark Caravan lainnya. Saat itu juga, suaranya kembali terdengar.


"Jadi, apakah kalian ingin bersembunyi di sudut atau mencoba melangkah meski sulit?


Berhenti banyak berpikir dan tentukan saja sekarang!"


Mendengar ucapan Ark, orang-orang yang awalnya ragu tampak lebih bertekad. Dipimpin oleh Julian yang maju, satu per satu dari mereka melangkah ke depan sambil mencengkeram erat senjata di tangan mereka.


Bersiap untuk melakukan pertempuran yang sebenarnya!

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2