
Berjalan ke depan, Ark tidak bisa tidak menghela napas panjang.
'Meski kurang meyakinkan, tetapi kami memang cukup beruntung.'
Pada saat Ark dan teman-temannya pertama kali mencari di taman kota, mereka sama sekali tidak jatuh ke sarang serangga. Meski kebanyakan dari mereka (monster) adalah level satu, tetapi jumlah mereka terlalu banyak. Jadi lebih baik berburu satu makhluk level dua yang lebih kuat. Contohnya Rotten Ghost Mantis.
Meski berbahaya dan kuat, tetapi makhluk semacam itu memiliki area teritorial yang cukup luas. Jadi sebenarnya ada kekurangan dan kelebihan.
Karena sama-sama di wilayah musuh, tim kecil dengan anggota kuat lebih memilih sedikit lawan meski levelnya lebih kuat. Namun jika itu pasukan dengan banyak orang, dibandingkan melawan makhluk kuat, mereka lebih suka berurusan dengan makhluk lemah dengan jumlah banyak.
Tidak hanya pertarungan lebih mudah, tetapi hal tersebut juga bisa digunakan sebagai sarana pelatihan anggota kelompok untuk mempertajam kemampuan menyerang, bertahan, dan berkolaborasi.
Berjalan sekitar tiga sampai empat puluh meter, mereka semua diperlihatkan area dengan vegetasi lebih lebat. Banyak daun-daun lebar yang tidak terlalu tinggi. Namun, banyak bekas gigitan serangga pada daun-daun di sana.
"Bersiap untuk bertarung."
Perkataan Ark langsung membuat orang-orang menjadi serius. Syaraf mereka menjadi tegang. Tampak gugup sebelum melakukan pertarungan yang sebenarnya.
"Ingat apa yang aku katakan sebelumnya."
Sebuah kalimat sederhana, tetapi memiliki arti berbeda untuk anggota Dark Caravan dan Silver Cross.
Bagi orang-orang di Silver Cross, maksud Ark adalah pelajaran yang mereka terima sebelumnya. Sedangkan bagi Dark Caravan adalah sebuah larangan yang Ark berikan kepada mereka sebelum tiba di taman kota.
Ya, sebuah larangan.
Ark melarang anggota kelompoknya untuk menggunakan skill yang mereka dapat dari Miracle Root. Dia juga menyuruh mereka menggunakan kekuatan secukupnya untuk mengelabui sekutu atau lawan. Membuat mereka tidak tidak tahu seberapa kuat anggota Sword of Sufferings sebenarnya.
Tidak hanya itu, Ark juga meminta mereka menggunakan pengalaman bertempur ini untuk melatih teknik mereka. Mengasah teknik agar menjadi lebih baik dan lebih cocok digunakan dalam pertempuran yang sebenarnya.
Swoosh! Swoosh! Swoosh!
Puluhan bayangan hitam sepanjang satu meter jatuh dari atas pohon. Karena lokasinya yang cukup gelap, bahkan ketika telah bersiap, banyak orang yang tampak kewalahan ketika melihat pemandangan tersebut.
"BUNUH!" tegas Ark.
Mendengar ucapan ketua mereka, lima orang dari Dark Caravan langsung menarik senjata dengan cepat. Mereka langsung melesat ke depan dengan segera. Bukan hanya tidak takut, tampaknya mereka cukup bersemangat.
Lisa melihat ulat sutera raksasa melesat ke arahnya dengan seringai di balik topengnya. Gadis itu memutar tubuhnya. Dua pedang pendek menari, lalu memotong makhluk tersebut menjadi tiga bagian.
Hanya saja, saat itu darah hijau langsung memercik ke jubah dan topengnya.
"BAH!!! BAU MACAM APA INI!"
__ADS_1
Merasakan darah hangat, lengket, dan bau membuat Lisa langsung berteriak marah. Dia langsung menusuk bagian belakang kepala ulat sutera raksasa yang menyambungkan kedua bagian tubuh. Membunuhnya dengan mudah.
Mendengar ucapan Lisa, keempat anggota lain bertarung lebih hati-hati. Karena agak berhati-hati, mereka memerlukan beberapa waktu lebih lama. Namun mereka juga bisa membereskan musuh dengan mudah.
"Hati-hati, Tamer."
Mendengar ucapan Ark yang datar, Lisa langsung waspada. Ulat sutera raksasa melesat ke arahnya. Gadis itu kembali menghindar lalu memotong. Ketika menusuk dan membunuh makhluk itu, dia terpana ketika ada ulat lain yang terbang ke arahnya.
Satu, dua, tiga ... beberapa ulat sutera raksasa melesat ke arahnya. Hal tersebut membuat Lisa lebih serius. Gerakan kedua pedangnya tampak lebih halus dan elegan. Namun ...
Pakaiannya tampak begitu kotor karena hampir keseluruhan ditutupi oleh darah hijau.
Apalagi, baunya benar-benar tidak tertahankan!
Pada saat Lisa serius untuk terus membunuh, dia tiba-tiba merasa agak aneh. Memang banyak ulat sutera yang melesat ke arahnya, tetapi tidak ada yang membuka mulut untuk menggigit atau membuat suara memekik.
Ekspresi Lisa tiba-tiba berubah jelek ketika melihat rahang ulat sutera raksasa yang telah dihancurkan. Dia tidak bisa tidak melihat ke arah tertentu.
Di sana, Ark terus menghindari serangan demi serangan ulat sutera raksasa. Namun, pemuda itu sama sekali tidak mencabut pedang atau belatinya.
Bukannya menggunakan senjata, dia malah menendang rahang makhluk tersebut secara langsung dan menghancurkannya. Sebelum ulat sutera raksasa jatuh ke tanah, pemuda tersebut menendang tubuh makhluk itu. Mengopernya ke arah Lisa dengan tatapan datar.
Slash!
"APA YANG COBA KAMU LAKUKAN, KETUA BAU?!"
"Maaf, bukannya kata bau lebih cocok untukmu dibandingkan aku?"
Mendengar ucapan Ark langsung membuat Lisa bergegas ke arah pemuda tersebut dengan marah.
"Karena kamu yang paling lemah dan paling malas berlatih, aku rasa pengganti latihan ini paling cocok untukmu."
Pada saat itu, seekor ulat sutera raksasa kembali terlempar ke arahnya. Karena muncul tepat di depannya, Lisa yang terkejut langsung menebasnya. Saat itu juga, darah hijau langsung memercik di topengnya.
Gadis itu langsung berdiam diri di tempat.
Dua pedang di tangannya jatuh lali menancap ke tanah. Hal tersebut membuat Ark dan anggota Sword of Sufferings lainnya terkejut.
"Apakah kamu—"
"UWAAAHHH!!! KAKEK, KETUA BAU MENGGANGGUKU!!!"
Orang-orang tiba-tiba terkejut ketika mendengar teriakan Lisa. Gadis itu langsung menangis di tempatnya.
__ADS_1
Para anggota Silver Cross sempat melirik, tetapi mereka sama sekali tidak berani lalai. Mereka sudah bertarung habis-habisan. Bahkan beberapa dari mereka terluka karena gigitan. Ada juga yang terkena benang sutera lengket.
"Jangan kira aku akan peduli, Gadis Kecil. Jika kamu terlalu manja, kamu tidak akan—"
"UWAAAHHH!!!"
Lisa, gadis pendek itu terus terisak. Benar-benar membuat Ark benar-benar terdiam. Dia tidak menyangka kalau gadis yang selalu mengaku dewasa ternyata sangat cengeng seperti gadis kecil.
Tidak tahan dengan suaranya dan tatapan anggota Sword of Sufferings lainnya, Ark menghela napas. Dia mendekati gadis tersebut. Karena Lisa pendek, dia sedikit menundukkan kepalanya.
Menatap mendekatkan wajahnya ke Lisa, Ark berkata lembut.
"Aku tahu ini agak kasar, tapi ini—"
Mata Lisa tiba-tiba berkilat ketika gadis itu langsung melompat dan memeluk leher Ark. Namun dibandingkan dengan pelukan romantis, gadis itu bergelantungan seperti monyet. Pada saat itu juga, dia langsung mengusapkan topeng yang menutupi wajahnya ke jubah Ark.
"KAMU!"
Ark langsung meraih belakang leher gadis kecil itu dan menariknya, seperti induk kucing membawa anaknya. Namun saat itu juga, Lisa mengusapkan kedua tangannya yang penuh darah hijau ke topeng Ark.
Pada saat itu, Ark langsung melempar gadis itu menjauh. Suara tawa penuh kemenangan menggema.
"HAHAHAHA! LIHAT ITU, KETUA BAU! ITU YANG DISEBUT PEMBALASAN!"
Lisa yang bangkit langsung menepuk dadanya dengan ekspresi bangga.
"JANGAN MAIN-MAIN DENGAN NONA INI!"
"..."
Melihat ke arah jubah mahal kotor serta aroma kuat yang menyerang indera penciumannya, Ark menatap ke arah Lisa dengan ganas. Sementara itu, empat orang dari Dark Caravan lain benar-benar terpana.
"Lisa, kamu ..."
"Jangan ingkari kata-katamu, Ketua Bau!"
Ark ingin langsung menangkap lalu memberi gadis itu pelajaran. Namun ucapan Lisa membuatnya tiba-tiba terdiam. Dirinya sendiri yang membuat peraturan agar mereka menyembunyikan kekuatan di depan orang-orang luar.
Menyadari kalau dirinya telah diperhitungkan dan dijebak oleh Lisa, Ark tampak muram.
Benar-benar tidak menyangka gadis kecil itu begitu licik!
>> Bersambung.
__ADS_1