Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Evaluasi dan Persiapan Ekspedisi


__ADS_3

Menyelesaikan perburuan, semua orang kembali ke markas dengan muatan penuh.


Selain bahan-bahan yang bisa diproses, daging yang dianggap beracun dan tidak bisa dimakan ditinggalkan. Tentu saja, untuk daging beberapa binatang buas bermutasi level 3 yang cukup langka, Ark memilih untuk memakannya. Lagipula, untuk saat ini daging makhluk level 3 masih memiliki sedikit efek perbaikan pada tubuhnya. Sedangkan daging makhluk level 1 dan 2 sudah tidak lagi berguna.


Menurut pendapat dan pengalaman dari eksperimen yang dilakukannya, tidak lama lagi daging binatang level 3 tidak akan berguna untuknya. Meski begitu, sekarang Ark telah memiliki fisik daging yang sangat kuat bahkan tanpa menggunakan ‘armor ksatria’ miliknya. Pemuda itu bahkan yakin bisa menghabisi hampir semua makhluk level 3 dengan tangan kosong dan tanpa keterampilan apapun.


Di sini, keuntungan mengambil miracle root dari binatang buas dengan potensi makhluk tingkat tinggi tergambar sangat jelas.


Ark bisa merasakan kekuatan Kraken dan Raja Semut yang sangat berlebihan. Bukan hanya dua miracle root tersebut, miracle root dari zombie Anya dan Abyssal Shadow Lynx juga mengalami evolusi. Menurut pemuda itu, semuanya terjadi karena ramuan yang telah dia minum dan konsumsi jantung Hydra yang dia makan untuk memulihkan diri.


Bisa dibilang, sekarang Ark telah menjadi jack of all trades yang sebenarnya. Dia tidak kekurangan kekuatan serangan, kecepatan, pertahanan, regenerasi, bahkan kemampuan telekinesis. Hal tersebut belum termasuk berbagai kemampuan miracle root lainnya. Namun, ada satu masalah.


Ark menjadi sulit untuk dipuaskan!


Sekarang pemuda itu merasa kalau dirinya tidak ingin menerima miracle root yang lebih buruk daripada Kraken atau Raja Semut. Dia hanya ingin menerima kekuatan makhluk tingkat penguasa yang bisa dianggap bencana berjalan ketika tumbuh sampai level tertentu.


Selain itu, kelebihan kekuatan juga membuat Ark menjadi semakin mati rasa. Perasaan bahagia, syukur, sedih, atau bahkan kegembiraan bertarung mulai menjadi lebih tumpul. Ark merasa, jika tidak segera mencari solusi, cepat atau lambat dia akan kehilangan semua itu.


“Apakah kamu baik-baik saja, Kak?”


Melihat ke arah Ark yang sekarang lebih sering melamun, Lisa bertanya dengan nada cukup khawatir. Sejak kembali dari ekspedisi, dia merasa kalau pemuda itu telah banyak berubah. Bukan hanya kekuatan atau penampilan, tetapi suatu hal lain dalam dirinya.


“Tampaknya aku akan membatalkan rencana ekspedisi, atau lebih tepatnya ... menggantinya.”


Ark berkata dengan nada malas. Hal tersebut membuat Lisa yang duduk di sebelahnya bingung.


“Kenapa? Padahal kamu sudah mempersiapkannya hampir satu bulan, Kak? Biasanya kamu tidak akan memulai rencana yang tidak kamu yakini, kan?”


“Bukan begitu, Lisa.”


“Lalu apa maksudmu?”


“Tampaknya aku juga akan memimpin tim dan pergi melakukan ekspedisi.”


“Kamu tidak tinggal di markas?” tanya Lisa.


“Rasanya semuanya telah berjalan dengan lancar. Berada di tempat sempit dan terlalu nyaman membuatku merasa bingung. Sepertinya aku perlu jalan-jalan untuk menjernihkan kepala.”

__ADS_1


Melihat ekspresi kosong di wajah Ark, Lisa linglung. Gadis itu merasa, dia akan kehilangan sesuatu yang penting jika membiarkan Ark pergi. Tangan gadis itu mengepal erat lalu berkata.


“Kalau begitu aku akan ikut denganmu menjadi wakil ketua kelompok.”


Lisa berkata dengan seringai di wajahnya.


“Sebaiknya kamu tinggal di markas. Old Franky akan khawatir jika kamu berlarian ke sana-sini.”


“Tenang saja, sekarang aku lebih kuat daripada lelaki tua itu. Selain itu, ada kamu yang akan menjagaku, Ketua Bau!”


“Memangnya aku pengasuh bayi?” Ark memutar bola matanya.


“Hehehe~”


Lisa hanya tertawa sebagai tanggapan. Dia bersandar pada Ark, lalu memejamkan mata tanpa mengatakan apa-apa. Kereta pengangkut barang yang ditarik Debby pun terus melaju menuju ke markas.


***


Malam harinya, di lapangan lingkaran luar markas Sword of Sufferings.


“Pertama-tama, aku ucapkan selamat kepada kalian karena telah menyelesaikan latihan dengan sangat baik. Kalian semua, 225 orang dinyatakan lulus seleksi dalam latihan ini!


Tim 1 akan dipimpin oleh Jay dan Mona, anggota di bawahnya adalah 55 orang. Tim 2 akan dipimpin oleh Saito, anggota di bawahnya adalah 60 orang. Tim 3 akan dipimpin oleh Draco dan Leon, anggota di bawahnya adalah 60 orang.


Sedangkan Tim 4 akan dipimpin oleh aku dan Lisa, anggota di bawahnya adalah 50 orang.”


Mendengar ucapan Ark, semua orang langsung terkejut. Khususnya mereka yang akan menjadi pemimpin. Orang-orang itu sama sekali tidak menyangka kalau Ark akan ikut dan memimpin tim. Saat itu juga, suara pemuda itu kembali terdengar.


“Apakah kamu ingin meminta seseorang untuk menjadi wakil ketua, Saito? Jika ada, katakan.”


“Sebenarnya, saya ingin mencoba mengajak Claus, Tuan.”


Mendengar itu, Ark langsung mengerutkan kening. Meski dalam satu bulan ini Claus sudah bergabung dengan kelompok, dia masih belum bisa mempercayai pria paruh baya itu seutuhnya. Selain itu, Claus sendiri bilang kalau dirinya tidak ingin keluar. Ingin tinggal di markas dan hidup dengan nyaman.


“Apakah kamu bercanda, Saito?” Draco mengangkat alisnya.


“Orang itu belum bisa kita percaya.” Leon berkata dengan ekspresi jengkel.

__ADS_1


“Aku ingin memberinya kesempatan. Jika dia tidak bisa dipercaya, maka aku akan memaksanya mewariskan kemampuannya lalu membunuh pria itu dengan tanganku sendiri. Resikonya juga terlalu besar karena kita akan kehilangan keterampilan Claus. Namun, aku merasa ...


Ini bisa jadi kesempatan agar dia benar-benar memiliki Sword of Sufferings di hatinya.”


Setelah mengatakan itu, Saito menatap ke arah Ark.


“Bagaimana menurut anda, Tuan?” tanya Saito.


“Kamu boleh mencobanya.” Ark berkata datar setelah memikirkannya baik-baik.


“BOS! Apakah kamu serius?” Leon berteriak dengan ekspresi tidak percaya.


“Saito benar, Leon. Sudah saatnya memastikan apakah Claus bisa dipercaya atau tidak. Sudah waktunya bagi dia memilih benar-benar terintregasi dengan kelompok atau tidak.


Jika berhasil, aku tidak keberatan jika dia tinggal di markas selamanya setelah ekspedisi selesai. Jika gagal, itu berarti dia harus dihapuskan. Selain itu, tampaknya kamu memiliki kepercayaan diri untuk mengalahkan orang itu dengan mudah, Saito.


Apakah kamu sudah menemukan makhluk yang cocok untukmu?”


Mendengar pertanyaan Ark, Saito mengangguk tegas.


“YA, TUAN!”


Melihat ekspresi Saito, semua orang terkejut. Jay langsung menggosok hidungnya. Lisa berkata dengan nada tidak puas.


“Tampaknya si wajah lumpuh akan segera menyalip banyak jenderal lain jika dibiarkan.”


“Kita sekali lagi tertinggal beberapa langkah, Draco!” ucap Leon tidak puas.


“Diam, Leon! Aku juga tahu.”


Beberapa orang menatap ke arah Saito dengan ekspresi serius, penuh dengan rasa persaingan. Sementara itu, masih seperti biasa, pria itu masih memasang ekspresi datar.


Melihat perasaan penuh persaingan dan tidak mau kalah di antara para jenderal, Ark mengangguk ringan. Memang suasana kompetisis semacam ini yang dia inginkan.


“Kita semua akan berangkat tiga hari kemudian, jadi persiapkan diri kalian. Selain itu ...”


Pemuda itu kemudian melirik ke arah Saito, lalu berkata.

__ADS_1


“Besok aku akan membantumu memburu makhluk itu.”


>> Bersambung.


__ADS_2