Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Situasi Dalam Kota


__ADS_3

Sementara itu, di suatu tempat dalam kota kabut.


“Apakah ada perkembangan aneh di sekitar?”


Sosok wanita paruh baya dengan wajah tegas duduk di kursi sofa usang. Di depannya, tampak empat orang berdiri dengan pakaian agak berantakan, tetapi mereka membawa senjata dan pelindung tubuh.


“Lapor, Nyonya! Selain kerusuhan di akhir tahun, sama sekali tidak ada anomali yang terjadi.”


Mendengar laporan itu, wanita paruh baya tersebut menghela napas lega. Dia kemudian berkata.


“Kalau begitu kalian bisa kembali.”


“Baik, Nyonya!” jawab mereka serempak.


Setelah mereka semua pergi, wanita paruh baya itu bersandar pada sofa sambil menghela napas panjang. Jika diperhatikan baik-baik, usianya hampir tidak bisa menutup kecantikannya. Rambut pirang bergelombang, mata biru, dan wajah tegas.


Penampilan wanita itu ... cukup mirip dengan Jay.


‘Dunia terkutuk ini ...’


Wanita itu mengeluh dalam hati. Ketika hendak memejamkan mata, pintu ruangan tiba-tiba terbuka.


“Jangan terlalu keras pada mereka, Lara.”


Sosok pria paruh baya, penampilan mirip dengan Jay versi lebih dewasa dan maskulin dengan kumis dan jenggot agak tebal masuk ke dalam ruangan.


“Seharusnya kamu tidak terlalu memanjakan mereka, Chris.”


Mereka adalah Lara dan Christopher, pemilik Golden Maple Group, perusahaan besar yang sangat terkenal sebelum apocalypse tiba. Identitas lain mereka adalah ... orang tua kandung Jay.


“Kita perlu melakukan semuanya secara bertahap, Sayang. Terburu-buru sama sekali tidak baik.”


“Jika kita tidak terburu-buru, kapan kita bisa keluar dari tempat terkutuk ini?! Sudah begitu lama kita terjebak di sini! Aku benar-benar sudah muak, Chris!”


Melihat ke arah wanita paling dicintainya, sosok yang biasanya tampak tegas dan mampu memimpin orang-orang sekarang begitu tertekan, Chris menghela napas panjang.


Pria itu duduk di sebelah Lara, lalu memeluknya dengan lembut sambil terus menepuk pundaknya.


“Sabar, Sayangku. Tenanglah, meski tampak ceroboh, bocah itu mudah beradaptasi dengan lingkungan. Dia pasti baik-baik saja.”


“Tapi berapa lama? Berapa lama kita bisa mencapai tingkat dimana bisa keluar dari tempat terkutuk ini tanpa takut dunia luar?”


Lara bersandar di dada Chris dengan ekspresi sedih. Setelah menghela napas panjang, dia langsung mengeluh.

__ADS_1


“Bocah k-parat dan tidak berbakti itu ...


Kenapa dia tidak mau tinggal dan mewarisi perusahaan? Apa bagusnya menjadi pekerja kantoran biasa?


Jika saja dia mau tinggal, aku pasti tidak akan kerepotan. Jika saja dia mau tinggal, kita pasti bisa hidup lebih aman dan nyaman. Jika saja dia mau tinggal, aku tidak perlu mengkhawatirkannya setiap hari.”


“...”


Chris hanya mendengarkan keluhan istrinya dalam diam. Tentu saja, dia juga memikirkan beberapa hal yang tak boleh diucapkan.


Misalnya, kenapa Jay memiliki watak seperti itu? Ya, karena perilaku keras kepala dan tegas itu diwariskan dari ibunya.


Tidak ingin membuat situasi menjadi semakin berantakan, Chris hanya diam dan mendengarkan.


Setelah beberapa saat, Lara akhirnya tenang. Duduk dengan tubuh lurus dan ekspresi tegas, dia kemudian bertanya.


“Orang-orang berkata kalau tidak ada pergerakan di sekitar wilayah kita dan lingkaran tengah. Namun, apakah lingkaran luar dan lingkaran dalam telah diperiksa? Apakah semuanya benar-benar baik saja?”


“Belum diperiksa, tetapi ... kamu serius untuk memeriksa lingkaran dalam?” tanya Chris.


Kota kabut dibagi menjadi 4 tempat yaitu lingkaran luar, lingkaran tengah, lingkaran dalam, dan pusat.


Lingkaran luar adalah bagian kota paling luar, jumlah monster di sana tidak begitu banyak.


Lingkaran tengah memiliki monster lebih banyak, tetapi kekuatannya masih tidak begitu berlebihan.


Sedangkan pusat itu sendiri adalah tempat dimana pohon raksasa berada.


Markas lima kelompok kuat, termasuk Golden Maple berada di lingkaran tengah. Sama sekali tidak ada kelompok yang bertahan di lingkaran dalam. Untuk lingkaran luar sendiri, tidak banyak kelompok besar yang menginginkannya karena sumber daya terbatas untuk anggota kelompok mereka.


“Lupakan.” Lara menggelengkan kepalanya. “Meski tidak bisa memeriksa lingkaran dalam, alangkah baiknya kita memeriksa lingkaran luar.”


“Baiklah.” Chris mengangguk. “Aku akan mengirim tiga tim kecil untuk memeriksa lingkaran luar di mana masih berada dalam wilayah kekuasaan kita.”


“Bagaimana dengan para kanibal? Apakah kita berhasil melacak mereka? Terakhir mereka muncul di musim dingin, kan?”


“Untuk kanibal, sama sekali tidak ada petunjuk.” Chris menggelengkan kepalanya.


“Para tikus tanah menjijikkan itu ...” Lara menggertakkan gigi.


Di kota ini, manusia seperti tikus bagi para zombie dan binatang bermutasi. Mereka tidak terlalu handal dalam bertarung. Masih bisa menangani makhluk level 1 dan level 2, tetapi level di atasnya adalah bencana bagi mereka.


Binatang bermutasi level 1 bisa dikalahkan satu tim kecil beranggotakan 4 sampai lima orang. Binatang level 2 bisa dikalahkan empat tim beranggotakan 5 orang.

__ADS_1


Ya ... itu juga yang dilakukan Ark di kehidupan sebelumnya.


Manusia lebih suka bersembunyi, hanya keluar untuk mencari makanan dan membawanya ke ‘sarang’ mereka.


“Bagaimana dengan perkembangan ramuan?” tanya Lara.


“Chelsea telah berusaha keras. Namun, tetap saja ada masalah. Meski tiga dari sepuluh orang subjek uji coba berhasil menembus batasan manusia normal, tetapi cacat dari ramuan generasi berikutnya belum hilang.” Chris menghela napas panjang.


“Masih memiliki efek berbahaya dimana mereka bisa mengamuk kapan saja? Emosi masih tidak stabil?” tanya Lara.


“Ya.” Chris mengangguk.


Jika anggota Sword of Sufferings mendengar apa yang Lara dan Chris katakan, mereka pasti akan terkejut karena tidak menyangka ada kelompok lain yang meneliti ramuan evolusi.


Meski belum sepenuhnya berhasil, tetapi perkembangan semacam itu jelas sudah baik dibandingkan kelompok di kota lain yang hanya sibuk mencoba bertahan.


Sedangkan Ark sendiri tidak akan terkejut. Meski ada yang membuat ramuan, menyempurnakan komposisi memerlukan waktu cukup lama. Namun, pasti akan ada kemajuan karena ...


Masih ada cukup banyak jenius di dunia ini!


***


Sementara itu, dalam sebuah bangunan tersembunyi di area lingkaran tengah.


“Kak Irene! Hari ini Kak Irene masak apa?”


Seorang gadis kecil berusia sekitar empat tahun mendekati wanita cantik dengan rambut merah dengan ekspresi penasaran di wajahnya. Di belakangnya, seekor ‘kucing besar’ berwarna putih mengendus, mengikuti gadis kecil itu dengan ekspresi penasaran.


“Master menemukan sayur dan jamur yang bisa dimakan. Jadi hari ini kita makan sup jamut.”


“Sup jamur? Wah! Hari ini kita makan makanan hangat, pasti enak.”


Mata gadis kecil itu langsung berbinar. Sejak datang ke kota ini, mereka biasanya makan buah-buahan. Meski enak, gadis kecil itu merasa agak bosan. Karena jarang makan sesuatu yang hangat, makanan hangat dianggap kenikmatan sendiri bagi mereka.


“Kak Irene ... kapan Mama akan kembali?” tanya gadis kecil itu.


“Tenang saja, Nona Eira. Master pasti akan segera kembali. Dengan kekuatan Master, pasti tidak akan ada kecelakaan.”


Irene menatap ke arah gadis itu dengan senyum ramah. Baru saja selesai bicara, suara lain terdengar di telinga mereka berdua.


“Apakah kamu merindukan Mama, Eira?”


Irene dan Eira menoleh ke sumber suara. Di sana, tampak sosok wanita anggun dengan rambut seputih salju. Sosok yang tidak hanya cantik, tetapi juga dijuluki White Angel karena kekuatannya.

__ADS_1


Wanita itu ... adalah Silvia.


>> Bersambung.


__ADS_2