Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Magang?


__ADS_3

Setelah beberapa saat, mereka semua membuat keputusan.


Delapan wanita yang mengikuti Roxanne memilih untuk tetap masuk ke dalam Dark Caravan. Sedangkan di kelompok Jimmy, tiga dari mereka memutuskan untuk menolak. Mungkin mereka berpikir kalau syarat Ark agak berlebihan.


Tentu saja Ark tidak marah karena itu adalah keputusan mereka. Dia sudah pernah bilang bahwa tidak ada yang gratis di kelompoknya. Dark Caravan ataupun Sword of Sufferings bukanlah organisasi amal, ada harga yang perlu dibayar.


Jadi pada akhirnya, Sword of Sufferings menambahkan 17 anggota baru. Sembilan wanita dan delapan pria.


Karena tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, mereka akhirnya memutuskan untuk kembali. Namun, mereka tidak langsung pergi menuju ke markas. Sebaliknya, mereka malah pergi ke tempat biasanya Dark Caravan dan Silver Cross berdagang.


Tempat itu adalah sebuah tanah lapang bekas tempat parkir. Lokasinya tepat di depan beberapa ruko (rumah toko) yang cukup besar.


Sampai di sana, Ark berkata.


"Kalian memang diterima, tetapi aku tidak bisa langsung memercayai kalian. Jadi, aku akan memberi waktu tujuh hari untuk magang.


Tugas pertama kalian adalah ..."


Ark menunjuk bangunan di depan mereka sebelum melanjutkan.


"Masing-masing kelompok harus membersihkan satu ruko, satu kelompok Jimmy dan satu kelompok Roxanne. Setelah itu, jadikan kedua ruko sebagai tempat layak tinggal.


Aku akan memberi kalian jatah makan dan minum selama satu minggu. Tentu saja, kalian tidak hanya membersihkan dan tinggal di sana, tetapi juga harus melatih keterampilan pedang dasar yang akan aku ajarkan kepada kalian.


Roxanne, kamu dan teman-temanmu mungkin cukup handal dalam bertarung. Namun, karena ini sebuah tugas, kalian tetap harus melaksanakannya.


Masa magang ini akan berlangsung dalam tujuh hari. Dalam waktu ini, kalian harus bertahan sendiri dan saling menjaga. Kalian harus waspada bukan hanya terhadap zombie atau binatang buas, tetapi sesama manusia lain.


Apakah ada yang keberatan?"


"Tidak!" ucap mereka serempak.


Daripada keberatan, Roxanne tampak lega. Jelas Dark Caravan tampak kuat dan misterius. Jika mereka langsung diterima dan dibawa, wanita justru akan curiga.


Sementara itu, Jimmy hanya bisa tersenyum pahit. Dalam perjalan menuju ke tempat ini, Ark sempat bertanya kepadanya perihal janji yang telah dibuat sebelumnya. Pria itu boleh tidak mengikuti masa magang ini dan pergi ke markas, tetapi teman-temannya harus tetap tinggal. Pada akhirnya, Jimmy memilih untuk ikut tinggal daripada pergi.


Bukan hanya karena rasa setia kawan, tetapi pria itu merasa kalau hubungannya dengan rekan-rekannya mungkin rusak jika hanya dirinya yang mendapatkan perlakuan khusus.


"Turunkan makanan dan air."


Ark meminta anggota Dark Caravan menurunkan makanan dan air yang mereka bawa. Jumlahnya tentu saja tidak terlalu banyak.


"Satu minggu. Kalian bisa makan dua kali sehari pada hari ke 1, 3, 5, dan 7. Sedangkan untuk hari ke 2, 4, dan 6 kalian makan satu kali sehari."


Ark berbicara dengan nada tak acuh. Bagi mereka (anggota Sword of Sufferings) yang sekarang makan tiga kali sehari, jumlah ini jelas kurang. Namun bagi orang-orang yang biasanya makan sekali sehari atau bahkan dua hari sekali, ini lebih dari cukup.


Belum lagi mereka baru dalam masa magang. Sebagai salah satu ujian, mereka tidak bisa terlalu dimanjakan.


Jika bukan karena Ark pernah membuat janji pada Jimmy dan berhutang budi kepada ayah Roxanne, dia akan menyuruh mereka bertahan tanpa makanan atau air. Jadi, walau terdengar cukup lama, ini lebih mudah daripada ujian yang Darin harus lakukan.


"Kalau begitu sampai jumpa satu minggu kemudian."


Ark berkata dengan suara monoton. Namun tujuh belas orang itu menjawab serempak dengan tegas.


"YA!!!" ucap mereka bersamaan.

__ADS_1


Saat itu, Darin turun dari kursi kusir. Dia langsung berjalan ke arah Jimmy. Sementara itu, Lisa juga berlari ke arah Roxanne. Keduanya tampaknya memiliki niat yang sama.


"Jimmy, kan?" ucap Darin santai.


"Iya? Apakah ada yang salah ... Charon?" tanya Jimmy dengan ekspresi bingung.


"Setahuku kamu pengguna tombak, jadi aku akan meminjamkan ini kepadamu."


Darin memberikan tombaknya kepada Jimmy.


"Dibandingkan batang besi berkarat yang kamu jadikan senjata, setidaknya tombak ini lebih baik.


Ketua bilang, senjata yang terawat adalah rekan yang baik dan bisa membantumu dalam pertarungan. Jadi tolong rawat dengan baik.


Aku berharap kamu berhasil dan bisa melindungi rekan-rekanmu."


Setelah mengatakan itu, Darin pergi.


"Terima kasih banyak!"


Jimmy membungkuk sambil berteriak dengan ekspresi tulus.


Sementara itu, Lisa yang memberikan pedangnya kepada Roxanne sedang memberi semangat.


"Mari bertemu satu minggu kemudian! Jaga kesehatan dan jangan hilang kewaspadaan! Aku akan menunggu kalian!"


Ketika Lisa berkata dengan ceria, Roxanne memeluknya sambil berkata.


"Terima kasih banyak, The Legendary Shadow Tamer."


Lisa sendiri terdiam. Berdiri di tempatnya dengan ekspresi kosong. Beberapa saat kemudian, dia melambai dengan gerakan kaku sebelum pergi sambil terus bergumam.


"Sesak ... Sesak ... Sesak ... Rasanya sesak dan sulit bernapas."


Sampai di dekat Ark, dia mendongak dan berkata dengan nada tegas.


"Mari prioritaskan untuk mencari pohon pepaya atau jenis pepaya bermutasi, Ketua!"


Melirik ke arah Lisa, Ark berkata.


"Apakah ada yang salah dengan kepalamu, Gadis Kecil?"


Tanpa menunggu Ark menolaknya, gadis itu langsung melompat dan melingkarkan tangannya ke leher pemuda tersebut dari belakang. Digendong sambil terus mengeluh tentang mencari pohon pepaya, karena rumor mengatakan ... jus pepaya bisa membesarkan "itu".


Ark dan timnya pun pergi dari tempat itu, meninggalkan dua kelompok kecil yang dipimpin oleh Jimmy dan Roxanne untuk menjalankan masa magang mereka.


***


Satu hari kemudian, Ark dan rekan-rekannya akhirnya tiba di markas.


Di sana, mereka langsung disambut oleh Jay dan anggota Sword of Sufferings lainnya.


Nathan dan Nala tampak bersemangat ketika melihat Ark kembali. Abigail dan Natasha tampak lega ketika melihat pemuda itu.


Old Franky juga lega ketika melihat cucunya baik-baik saja. Sementara Shani segera menghampiri dan memeluk Darin. Tampak seperti seorang istri yang puas ketika suaminya kembali.

__ADS_1


Jay menatap kosong sejenak. Dia memiringkan kepalanya dengan ekspresi ragu.


"Apakah kalian benar-benar melakukan ekspedisi?"


"Apa maksudmu, Jay?" ucap Ark datar.


"Maksudku ... kalian tampak baik-baik saja. Ya, bukannya aku ingin kalian celaka atau bagaimana. Namun, hanya membawa beberapa tanaman bermutasi?


Bukankah itu sama dengan apa yang kita lakukan selama ini?"


Ark diam sejenak. Menarik napas dalam-dalam, pemuda itu membalas.


"Lalu apa yang kamu pikirkan? Kami pergi melawan naga dan kembali secara heroik atau semacamnya?"


"Bukan begitu. Hanya saja, bukankah kalian seharusnya lebih banyak membawa barang jarahan dari binatang untuk dibuat sebagai senjata?"


"Tentu saja ada. Ikuti aku."


Mendengar ucapan Ark, Jay tampak bersemangat seperti bocah yang akhirnya dibelikan mainan. Namun, ekspresi bersemangat itu tidak bertahan lama.


"Apa-apaan ini? Kenapa kamu malah membawa banyak kepala serangga? Memangnya ini berguna?


Dimana ekor ular raksasa atau gading gajah bermutasi milikku? Bukankah seharusnya kamu membawakan hadiah kejutan seperti bahan untuk membuat senjata untukku?"


"Imajinasimu terlalu tinggi, Nak."


"..."


Ucapan Ark langsung membuat harapan Jay pupus.


Saat itu, Ark membawa bungkusan daun lalu membukanya. Dua tanduk merah yang tampak cukup tajam dan indah tampak di depan mata orang-orang. Membuat mereka sedikit terkejut.


Jay yang lesu menjadi bersemangat.


"Ini akan menjadi senjataku?! Pedang merah yang mendominasi?!


Aku tahu kamu tidak akan melupakan sahabatmu, Bung! Aku benar-benar terharu."


Jay menyeka sudut matanya. Tampak terharu dan sangat bersemangat.


"Kamu pengguna pedang satu tangan sementara ini cocok digunakan sebagai bahan membuat pedang bilah pendek. Jadi ini bukan untukmu.


Setelah diselesaikan, hasilnya akan menjadi milik Stacy."


Mendengar ucapan Ark, Jay tercengang.


"INI BUKAN MILIKKU?!"


Jay dan Lisa berteriak serempak. Jay merasa kesal karena dipermainkan. Sementara itu, Lisa yang sudah tahu kalau dua tanduk akan dibuat sebagai pedang pendek tidak menyangka kalau senjata itu tidak diberikan kepadanya.


Bukan hanya mereka, tetapi semua orang termasuk Stacy juga terkejut.


Benar-benar tidak menyangka kalau senjata itu akan jatuh ke tangan orang yang tidak mereka duga!


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2