
Sosok yang berdiri di depannya dalah seorang wanita cantik berusia di pertengahan tiga puluhan. Wanita dewasa dengan rambut bergelombang sepanjang bahu berwarna hitam dengan ujung diwarnai ungu gelap.
Wanita tersebut memiliki mata biru bak safir, paras cantik, dan tubuh terlatih. Hanya saja, dia tampak agak pucat dan kelopak di bawah matanya berwarna hitam. Membawa kesan malas, ceroboh, tetapi juga menarik.
“Beri aku api?”
Melihat wanita yang menggigit sebatang rokok, Ark merubah dua jarinya lalu menjentikkan api.
Ketika rokok di mulutnya menyala, wanita tersebut segera menyesapnya perlahan. Memejamkan mata sejenak, dia mengembuskan asap dengan wajah santai. Benar-benar tampak seperti pecandu.
Wanita itu langsung merangkul Ark sembari berkata.
“Ada apa ini? Apakah kamu merindukanku sehingga datang jauh-jauh untuk menemuiku? Atau kamu menyesal menolak tawaranku dulu?”
“Tawaran?” Ark memiringkan kepalanya.
Wanita itu langsung menggosokkan wajah pemuda itu ke kedua ‘melon’ yang dia bawa. Dia tertawa lalu berkata dengan nada malas dan sembrono.
“Tentu saja menghabiskan malam penuh warna dengan kakak cantik ini.”
Mendengar itu, Ark langsung mendorong wanita tersebut menjauh dengan satu tangan. Tanpa merubah ekspresinya, pemuda tersebut berkata.
“Aku benar-benar tidak memiliki waktu untuk bermain denganmu, Aisha.”
“Heh~ Kamu masih membosankan seperti dulu, Ark.”
Aisha mengembuskan asap rokok ke arah Ark, sama sekali tidak peduli apakah pemuda itu marah atau tidak. Melihat Ark masih berdiri di sana dengan wajah sedingin es di kutub utara, wanita tersebut mengangkat bahu.
“Jadi, apa yang kamu inginkan dariku?”
“Aku datang untuk memberimu kesempatan untuk melunasi janjimu.”
“Oh?” Aisha mengangka alisnya. “Maksudmu ...”
“Datang dan jadilah senjataku, Bone Spider.”
Ark berkata dengan nada tak acuh. Dia menatap langsung ke mata Aisha.
Bone Spider adalah julukan Aisha. Sebelumnya, wanita tersebut adalah anggota Reign of Shadow sama seperti Ark.
Jangan lihat betapa tidak sopan dan cerobohnya wanita itu sekarang. Pada kenyataannya, Aisha adalah wanita baik yang memiliki pengalaman hidup pahit.
Sebelumnya, Aisha adalah seorang polisi yang baik hati dan bertanggung jawab. Sosok perempuan yang menjunjung tinggi rasa keadilan.
__ADS_1
Hanya saja, menjunjung keadilan tanpa kekuatan nyata hanya membawa petaka.
Aisha menangkap pejabat yang melakukan korupsi besar. Namun, akhirnya pejabat tersebut tidak diadili karena kurangnya bukti. Setelah itu, mimpi buruk terjadi.
Kedua orang tuanya mengalami kecelakaan transportasi, adiknya ditemukan bunuh diri karena patah hati. Bahkan, Aisha dipecat dengan tidak terhormat karena sebuah tuduhan palsu.
Tidak selesai di sana. Setelah jatuh dan hancur, wanita yang bingung harus kemana benar-benar diculik.
Para penculik itu ternyata adalah suruhan pejabat yang pernah hampir tertangkap olehnya. Setelah itu, dia mengalami kehidupan yang tidak lebih baik dari neraka dunia.
Entah karena keberuntungan atau permainan takdir, satu bulan kemudian, ada sosok yang datang menyelamatkannya. Lebih tepatnya, datang untuk membunuh pejabat itu dan para bawahannya.
Seorang anak yang baru memasuki masa remajanya. Seorang bocah yang mengaku sebagai pengantar paket, tetapi benar-benar mampu membunuh banyak orang di usianya yang sangat muda.
Benar-benar mesin yang diciptakan untuk membunuh.
Setelah apa yang terjadi, Aisha yang tidak memiliki tujuan memaksa untuk mengikuti bocah tersebut. Pada akhirnya bergabung ke dalam organisasi pembunuh misterius bernama Reign of Shadow dan memulai hidup barunya di sana.
Berbeda dengan anggota lain yang misterius dan tidak memiliki latar belakang jelas, Aisha adalah kasus khusus. Wanita itu dianggap sebagai buronan karena kasus pembunuhan yang terjadi jatuh ke punggungnya.
Tentu saja, Aisha sama sekali tidak menyangkalnya. Sebaliknya, selain menyelesaikan misi, dia juga berlatih untuk membalas dendam.
Pada akhirnya, Aisha menjadi salah satu pembunuh paling terkenal yang telah berhasil membalas dendamnya. Membunuh orang-orang yang ada hubungannya dengan pejabat tersebut. Menghabisi mereka yang membunuh orang tua dan adiknya.
Hanya saja, Ark yang dulu sama sekali tidak peduli. Menyuruhnya untuk mengurus hidupnya sendiri.
Akhirnya, Aisha menyerahkan diri bersama dengan semua bukti tentang para pejabat dan orang-orang yang dia bunuh.
Meski bukti tersebut tidak bisa menghapus kesalahannya, Aisha tidak dijatuhi hukuman mati. Sebaliknya, dia dihukum dipenjara seumur hidup.
“Hey, Ark. Terakhir kali kita bertemu, kamu masih muda dan tampak lembut. Sekarang kamu menjadi semakin tampan, itu benar-benar tidak tertahankan. Bagaimana kalau bermain-main dengan kakak cantik ini? Aku akan menjamin kalau kamu mendapatkan pengalaman memuaskan.”
“Hentikan itu, Bodoh. Jangan dekat-dekat denganku, itu sangat menyebalkan.”
Melihat Aisha hendak memeluknya, Ark menutup mulut wanita itu dengan tangannya lalu mendorongnya mundur.
“Bukankah kamu ingin aku menjadi senjatamu? Kenapa tidak menjadi mainan saja? Kamu boleh melakukan semuanya dengan bebas, tidak perlu malu-malu.”
Aisha memeluk Ark dari belakang. Memiliki ekspresi malas di wajahnya, wanita tersebut bersandar pada bahu Ark.
Mengembuskan asap rokok ke wajah pemuda itu, Aisha bertanya.
“Jadi, apa perintahmu? Apakah ada musuh yang ingin kamu bunuh?”
__ADS_1
“Tidak juga.”
Ark mengambil sebatang rokok lalu menyalakannya.
“Lalu kenapa kamu repot-repot mencariku?”
“Karena kamu bisa dipercaya dan diandalkan.”
“Eh?”
Ucapan datar Ark membuat Aisha terpana. Wanita itu sama sekali tidak menyangka kalau Ark akan mengatakan kalimat seperti itu.
Ark sendiri tidak berbohong. Bukan hanya dapat dipercaya, tetapi Aisha memang dapat diandalkan.
Dari banyak rekannya di kehidupan sebelumnya, Aisha adalah salah satu orang yang paling mencolok. Tidak hanya kejam terhadap diri sendiri untuk mendapatkan kekuatan, tetapi wanita itu selalu mengingat janjinya.
Bahkan akhirnya, wanita itu menggunakan hidupnya sendiri untuk menyelamatkan Ark tanpa sedikitpun keraguan.
Bukan jenis pacar, kekasih, atau semacamnya. Namun, Aisha benar-benar menganggap dirinya sebagai keluarga. Itulah kenapa Ark sekarang juga tidak ragu untuk membawa wanita itu.
Pada awalnya, Ark tidak begitu mengingatnya karena banyak rekan yang berkorban. Dia telah menemui banyak orang di kehidupan sebelumnya. Belum lagi, pemuda itu sama sekali tidak menyangka kalau Aisha berada di kota ini.
Mendapatkan informasi dari Angela, Ark ingin memastikan apakah Aisha dari Cursed Berserkers adalah Bone Spider yang dia kenal.
“Kamu sekarang pandai menggoda? Aku benar-benar tidak menyangka itu akan terjadi. Namun, kamu seharusnya lebih baik dan kuat daripada aku. Kamu sama sekali tidak memerlukan bantuanku.
Apakah kamu datang untuk menolongku lagi, Bocah? Jika benar, bukankah itu berarti aku tidak bisa membayar hutang budi ini bahkan jika menjual diriku sendiri?”
Melihat Aisha yang menyeringai sambil menatap malas, Ark sama sekali tidak mengatakan apa-apa. Namun, melalui kontak mata, dia tahu kalau wanita tersebut menyetujui ajakannya.
“Omong-omong, apa yang akan kita lakukan dengan tubuh orang-orang ini, Ark?”
Mendengar pertanyaan itu, Ark mengembuskan asap rokok. Melirik ke arah Aisha, dia menjawab.
“Kumpulkan kepala mereka lalu kirim kembali ke markas masing-masing.”
“Heh~ Bukankah itu akan memancing perselisihan antara dua kelompok besar tersebut?”
Meski mengatakan itu, Aisha sama sekali tidak tampak peduli dengan konflik kedua kelompok besar. Dia malah menatap ke arah Ark.
Melihat pemuda yang sama sekali tidak merubah ekspresinya bahkan setelah membunuh banyak orang dan memancing konflik, Aisha sedikit menduga apa yang Ark inginkan. Wanita itu kemudian menyeringai sambil mengeluh dengan nada main-main.
“Sungguh bocah yang kejam~”
__ADS_1
>> Bersambung.