Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Aku Yang Akan Menanggungnya


__ADS_3

Beberapa hari berlalu begitu saja.


Tanpa terasa, sudah waktunya bagi para pemimpin Aliansi Dark Triangle berkumpul. Sama seperti sebelumnya, mereka berkumpul di tempat pertukaran. Yaitu cabang Dark Caravan.


Duduk di ruang rapat, enam orang diam di tempat mereka. Mereka adalah Ark, Lisa, Julian, Berto, Joseph, dan Siegfried. Empat tamu tampaknya ingin menanyakan sesuatu, tetapi merasa agak ragu saat melihat ekspresi Ark.


Tidak seperti biasanya dimana wajah Ark tampak dingin dan tak acuh. Saat ini, wajah pemuda itu tampak dingin dan suram. Tampaknya sedang memiliki banyak masalah yang harus dihadapi.


"Katakan saja apa yang kalian inginkan."


Karena tidak ada yang memulai pembicaraan, Ark akhirnya membuka mulutnya.


Saat itu, Joseph mengangkat tangan kanannya lalu mulai bicara.


"Di sini aku ingin membahas suatu hal yang memiliki hubungan dengan Aliansi Dark Triangle.


Seharusnya kalian semua tahu betapa kacaunya beberapa waktu terakhir. Badai salju, zombie menggila, monster mengamuk, dan beberapa hal lainnya.


Hal tersebut bukan hanya memiliki dampak buruk, tetapi juga memiliki dampak baik.


Mungkin karena ketakutan, banyak orang mulai datang untuk bergabung ke Aliansi Dark Triangle dari seluruh penjuru kota. Bukan hanya Black Panther, aku yakin Silver Cross juga menerima banyak anggota berkualitas.


Berkat kekacauan ini, semakin banyak orang juga ingin bergabung dengan Dark Caravan. Mungkin itu juga memiliki banyak manfaat untukmu, Hades.


Meski begitu, hal tersebut juga memiliki efek negatif.


Dikarenakan banyaknya anggota baru, kelompok kami (Joseph dan Julian) memiliki konsumsi makanan yang berlebihan. Jika terus seperti ini, semua orang pasti akan berakhir kelaparan dan tidak memiliki kekuatan untuk bertarung."


"Kalau begitu berhentilah menerima anggota baru." Ark berkata datar.


"Tidak mungkin." Joseph menggelengkan kepalanya. "Jika kita membuang kesempatan emas untuk merekrut anggota-anggota potensial, sulit untuk merekrut di masa depan. Hal ini masih sebanding dengan resiko."


"Itu hanya tindakan bunuh diri."


"Tentu saja bukan tindakan bunuh diri. Jika kita bisa bekerjasama dalam menghadapi situasi ini—"


"Kalian ingin aku memberikan pasokan makanan lebih banyak?"


Ark langsung memotong ucapan Joseph. Dia menatap pria tersebut dengan dingin.


"Bukankah ini situasi win-win, Hades?


Jika kita bisa menyerap lebih banyak bakat, kemajuan kita pasti menjadi lebih cepat. Tentu saja Black Panther dan Silver Cross tidak akan meminta secara cuma-cuma. Dua kelompok akan membayar secara penuh."


"Di musim dingin ini, semua kebutuhan menjadi lebih sulit ditemukan, Joseph. Aku tidak menaikkan harga tinggi sudah merupakan toleransi kepada kalian.


Tolong jangan terlalu berlebihan."


"Ini juga kesempatan besar bagi kita, Hades. Selama kita bisa melewati ini ... semuanya pasti akan berjalan lebih baik di masa depan."


"Ya, dalam tanda kutip ... selama kita bisa melewati ini." Ark mengangkat bahu. "Kamu pasti tahu seberapa mengerikan para zombie dan binatang bermutasi itu. Beban kerja terlalu tinggi."


Mendengar ucapan Ark, Joseph dan Julian saling memandang. Mereka tidak menyangka kalau beberapa rumor yang mereka temukan ternyata benar.


Julian mengangkat tangan kanannya.


"Apakah Dark Caravan memulai perburuan besar-besaran? Apakah rumor itu benar?"

__ADS_1


"Itu bukan rumor, tetapi fakta memang seperti itu." Ark membalas tak acuh.


"Kenapa kalian melakukan hal semacam itu, Ark?"


"Tentu saja untuk mengurangi korban."


Ark menopang dagu. Meski pernah berkata kalau dirinya tidak peduli seberapa banyak orang yang mampu bertahan, tetapi pemuda itu masih mengurangi apa yang bisa dia kurangi. Tidak ingin terjadi korban berlebihan seperti kehidupan sebelumnya.


Meski kejadian saat ini disebut sebagai bencana, tetapi Ark juga menganggapnya sebagai peluang.


"Kenapa kamu melakukan hal gila semacam itu, Ark?" tanya Julian.


"Setelah bulan pertama, setelah bulan ke tiga, setelah bulan ke enam ...


Menurut kalian, kapan gelombang kekacauan yang mengakibatkan banyak korban itu akan terjadi berikutnya?"


Mendengar pertanyaan Ark, mata Joseph, Julian, Siegfried, dan Berto tampak penuh kejutan. Bahkan Lisa yang duduk diam juga tampak kaget.


"Kamu bilang ... selesai satu tahun, monster-monster itu kembali mengamuk dan menjadi lebih kuat?" Joseph berkata dengan ekspresi tidak percaya di wajahnya.


"Kemungkinan besar seperti itu."


"Kamu tidak bercanda kan, Ark?" tanya Julian.


"Untuk apa aku bercanda tentang hal semacam ini."


"..."


Joseph dan Julian langsung menghirup udara dingin. Mereka tidak bisa membayangkan apa yang terjadi jika gelombang monster dan zombie yang lebih kuat terjadi.


"Jadi, apa yang kamu dan Dark Caravan lakukan saat ini adalah—"


Ark langsung membalas ucapan Julian.


"Aku tidak menyangka kamu benar-benar memiliki ide yang begitu berani. Bahkan menanggung beban berat seperti itu di pundakmu, Hades." Joseph berkata dengan ekspresi kagum di wajahnya.


Julian menarik napas dalam-dalam. Dia kemudian menatap ke arah Ark dengan ekspresi rumit. Setelah beberapa saat, dia akhirnya berkata.


"Bolehkah aku memberitahu sesuatu yang aku anggap penting, Kawan-kawan."


"Ada apa, Julian?" tanya Joseph.


"..." Ark menatap ke arah Julian dalam diam.


"Anggota Third Scars mulai menangkap orang secara terang-terangan. Tampaknya orang-orang itu dikirim ke markas Imperial Tiger. Aku tidak tahu kebenarannya, tetapi ada kemungkinan besar kalau ...


Mereka digunakan sebagai subjek uji coba penelitian tertentu."


Julian berkata dengan ekspresi serius di wajahnya. Mata Joseph terbelalak. Dia langsung menggebrak meja dengan ekspresi marah.


"Orang-orang itu ..." Joseph menggertakkan gigi. Dia kemudian melihat ke arah Ark. "Apakah kamu tidak marah, Ark?"


"Tentu saja aku marah." Ark menjawab datar.


"Omong-omong. Apakah kamu telah mendengar informasi penting ini, Ark?"


Julian menatap ke arah Ark dengan ekspresi serius.

__ADS_1


"Informasi apa?"


"Kalau ada beberapa "yang terbangun" di Imperial Tiger dan Third Scars."


CRACK!


Cangkir yang Ark pegang langsung hancur. Saat itu Lisa tiba-tiba berkata.


"Berhentilah menghancurkan sesuatu, Kak."


Lisa menghela napas panjang. Menurutnya, Ark selalu terbawa emosi ketika membicarakan sesuatu yang berhubungan dengan Vadim. Tampaknya pembelotan orang itu menjadi tanda hitam dalam hatinya. Membuatnya merasa ingin menghancurkan sesuatu ketika memikirkannya.


"Sudah aku duga kalau ini ada hubungannya denganmu, Ark." Julian berkata dengan ekspresi serius.


"Apa yang kalian bicarakan?" tanya Joseph bingung.


Melihat tatapan serius Julian, Ark menghela napas panjang. Pemuda itu akhirnya berkata.


"Vadim berkhianat. Kemungkinan besar dia melarikan diri ke Imperial Tiger atau Third Scars."


Setelah perkataan tersebut terucap dari mulut Ark, suasana ruangan tiba-tiba menjadi dingin.


Julian menatap ke arah Ark kemudian berkata, "Tampaknya kamu harus menjelaskan semuanya kepada Joseph, Ark."


Mendengar itu, Ark sekali lagi menghela napas panjang. Setelah itu, dia akhirnya menjelaskan, "Sebenarnya ..."


Menyelesaikan penjelasan, Ark duduk diam sambil bersandar. Memejamkan matanya dengan ekspresi lelah di wajahnya.


Joseph menatap ke arah Ark dan Julian dengan ekspresi tidak percaya.


"Keberadaan ramuan evolusi," gumam Joseph dengan ekspresi penuh kejutan.


"Apakah kamu akan membereskan mereka, Ark?" tanya Julian.


"Tidak." Ark menggelengkan kepalanya. "Kelompokku tidak memiliki waktu untuk hal sepele semacam ini."


"Orang-orang gila dari dua kelompok itu menangkap orang sebagai bahan eksperimen, Ark!"


"Mereka bahkan tidak menangkap lebih dari seratus orang. Menyingkirkan zombie dan beast jelas lebih penting!"


"Kamu ..."


Julian bangkit lalu mendekati Ark. Dia hendak meraih kerah pakaian Ark, tetapi tangannya langsung ditampik.


"BAGAIMANA KAMU BISA BEGITU DINGIN, ARK?! MEREKA SEMUA MANUSIA, SAMA SEPERTI KITA!!!"


"Mereka manusia, bukan berarti mereka tidak salah. Aku juga tidak mengenal mereka." Ark tampak tak acuh. "Lagipula, pengorbanan mereka bisa dianggap pengorbanan kecil untuk kepentingan yang lebih besar!"


"ARK ..." Julian menggertakkan gigi. "KAMU BENAR-BENAR B-JINGAN!!!"


SWOOSH!


Julian mengayunkan tinjunya, tetapi langsung ditangkap Ark dengan ekspresi tak acuh. Saat itu juga, dia berkata dengan ekspresi tegas.


"JIKA KAMU TIDAK BISA MELAKUKANNYA ..."


"BIARKAN AKU YANG MENANGGUNGNYA!"

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2