
Setelah mencapai kesepakatan, Ark menatap ke arah Julian dengan ekspresi serius.
"Julian, kamu mungkin seorang pahlawan yang berkualitas. Namun, untuk menjadi pemimpin yang hebat ...
Kamu masih perlu banyak belajar."
Ucapan Ark membuat Julian dan Berto terkejut. Mereka berdua tidak menyangka kalau Ark akan berbicara kepada mereka dengan cara seperti itu.
"Mohon maaf, Tuan Hades. Meski belum begitu berpengalaman seperti Mr Joseph, saya rasa Ketua sudah cukup baik." Berto membela Julian dengan sikap hormat.
"Cukup baik sama sekali tidak cukup. Julian, dia masih perlu banyak belajar. Contohnya seperti saat ini. Meski pemerintahan baru mulai terbentuk, prosesnya terlalu lama. Bukan hanya terlalu lama, tetapi juga begitu berantakan.
Hal semacam itu akan membuka celah untuk oknum-oknum tertentu masuk dan mengacaukan segalanya.
Aku harap kalian bisa mendengarkan ucapanku dan mengingatnya baik-baik.
'SEMUANYA BARU SAJA DIMULAI.'
Kalian harus ingat itu.
Jangan sampai semuanya menjadi tidak terkendali karena aku tidak menyukainya. Selain itu, aku juga tidak ingin turun tangan dalam masalah ini. Namun, jika terpaksa ...
Aku pasti tidak akan bersikap lembut."
Mendengar ucapan Ark, ekspresi Julian menjadi lebih serius. Dia percaya kalau semua orang bisa diatur dan diubah menjadi lebih baik. Namun pria itu juga paham. Jika semuanya kacau, Ark akan ikut campur.
Itu berarti ... pembantaian lain mungkin akan terjadi!
"Tenang saja. Aku pasti akan mengaturnya!" tegas Julian.
"Aku harap juga begitu."
Ark berkata dengan ekspresi datar di wajahnya.
Setelah membicarakan bisnis, makan bersama, dan menghabiskan sedikit waktu bersantai ... orang-orang dari Silver Cross akhirnya pergi.
Melihat kepergian mereka, mata Ark berkilat dingin.
"Semoga saja ini akan menjadi pelajaran baginya."
Pemuda itu bergumam dengan suara yang hanya bisa dia dengarkan.
***
Tiga hari kemudian.
Saat ini, Sword of Sufferings mulai merekrut anggota baru. Di musim dingin sebelumnya, mereka telah merekrut 240 orang. Di antaranya 180 pejuang dan 60 pekerja. Bisa dibilang ...
Sword of Sufferings telah menjadi salah satu kelompok dengan anggota terbanyak di kota!
Mulai musim semi, mereka telah menyepakati perjanjian perekrutan baru. Sword of Sufferings akan menerima 50 anggota setiap 2 minggu sekali pada hari minggu. Mereka akan menerima 30 laki-laki dan 20 perempuan.
Pada awalnya, Silver Cross dan Black Panther menolak usulan Ark. Namun setelah mengetahui kalau Ark meminta tambahan perempuan, mereka akhirnya setuju.
Di mata kelompok-kelompok lain, laki-laki lebih diperlukan karena mereka akan menjadi tulang punggung kelompok. Orang-orang yang akan bertempur di barisan depan.
__ADS_1
Sebaliknya, perempuan dianggap tidak begitu berguna. Kebanyakan yang tersisa di akhir dunia justru pada perempuan cantik. Karena setiap orang tahu ... kenapa mereka diselamatkan.
Para perempuan biasanya berakhir dengan kehidupan buruk di apocalypse ini. Tentu saja, ada beberapa pengecualian. Namun kebanyakan dari mereka memang memiliki akhir buruk.
Bisa dibilang, bagi para perempuan, Sword of Sufferings seperti oasis di gurun pasir. Terlebih lagi, karena jumlah perempuan yang selamat lebih sedikit dari laki-laki, mereka bisa masuk ke dalam kelompok lebih mudah.
Meski begitu, tidak semua orang menghargai kelompok Sword of Sufferings.
Di hari perekrutan ini, akhirnya muncul orang-orang yang tidak diundang.
"Kamu tidak membawa mereka kan, Julian?"
Di depan gerbang komunitas perumahan elit, Ark dan pasukannya melihat ke arah Julian dan Berto yang memimpin 70 orang. Mereka diisi oleh 40 laki-laki dan 30 perempuan. Seperti sebelumnya, 10 orang laki-laki dan perempuan akan kembali jika tidak diterima hari ini.
Akan tetapi, selain 70 orang tersebut, ada juga puluhan pemuda lain yang datang ke depan gerbang wilayah Sword of Sufferings.
Lokasi markas Sword of Sufferings sekarang telah dikonfirmasi. Jadi banyak orang yang langsung datang ke sini untuk mendaftar bersama-sama.
Melihat ekspresi tak acuh Ark, Julian menghela napas panjang.
"Tentu saja aku tidak membawa mereka, Hades. Seperti yang disepakati sebelumnya, hanya orang-orang dengan syarat tertentu yang kami kirim."
"Kalau begitu aku bisa tenang." Ark mengangguk ringan. Dia kemudian melirik Darin dan Yonas. "Kalian pilih anggota baru terlebih dahulu. Aku akan mengurus mereka."
"Baik, Ketua!" jawab keduanya tegas.
Setelah berbicara dengan mereka, Ark langsung pergi ke belakang barisan untuk menemui puluhan pemuda-pemudi yang datang. Usia mereka bervariasi dari tujuh belas tahun sampai akhir dua puluhan tahun.
"Hormat kepada Tuan Hades!!!"
Melihat itu, Ark sedikit terkejut. Orang-orang ini jelas berbaris rapi dan tampak lebih teratur. Mereka tidak begitu sembrono, dan cukup bisa diandalkan.
"Angkat kepala kalian." Ark berkata dengan ekspresi santai.
Semua orang kemudian menatap ke arah Ark dengan ekspresi campur aduk. Takut, hormat, kagum, dan perasaan lainnya.
Meski tidak diumumkan secara terang-terangan, aksi Sword of Sufferings dalam perburuan musim dingin dan perang besar melawan para zombie serta binatang buas bermutasi telah tersebar di seluruh kota.
Di depan mereka adalah Hades, yang sekarang disebut-sebut sebagai Raja Tanpa Mahkota. Lelaki sengit yang bisa membantai manusia, zombie, atau binatang buas bermutasi dengan pedang di tangannya!
"Apakah ada alasan kenapa kalian datang ke tempat ini?" tanya Ark.
"Tolong izinkan kami bergabung dengan Sword of Sufferings!" ucap salah satu pria.
"TOLONG IZINKAN KAMI!!!" tambah orang-orang lain serempak.
Semua orang langsung berlutut serempak. Benar-benar seperti para ksatria yang menyambut raja mereka.
Mendengar itu, Ark mengangkat alisnya. Di balik topengnya, pemuda itu tampak sedikit terkejut. Dia benar-benar tidak menyangka kalau namanya telah tersebar begitu luas.
Menghadapi betapa antusiasnya mereka membuat Ark merasa agak canggung. Biasanya dia selalu berada di pihak yang berlawanan dengan banyak musuh dan orang yang membencinya. Jadi melihat tatapan hormat mereka ... pemuda itu merasa kurang nyaman.
"Aku sangat menghargai antusiasme kalian. Namun, aku harus minta maaf ..." Ark menggelengkan kepalanya. "Aku tidak bisa menerima kalian."
Semua orang langsung bingung. Mereka tidak menyangka kalau semua bisa berubah menjadi seperti ini. Mereka pikir, Ark akan mengetahui ketulusan mereka untuk bergabung dengan Sword of Sufferings.
__ADS_1
Salah satu pria yang memimpin mengangkat tangannya dan bertanya.
"Kalau boleh kami tahu, kenapa, Tuan Hades? Apakah kami kurang tulus? Apakah kami terlalu lemah? Atau karena apa?"
Mendengar itu, Ark menghela napas panjang.
"Tidak. Kalian tidak memiliki banyak kekurangan. Sebaliknya, aku pikir kalian cukup cocok bergabung dengan Sword of Sufferings.
Jika tebakanku benar, kalian pasti datang dari tempat yang jauh, bukan? Mungkin area pinggiran kota?"
"Anda benar, Tuan Hades." Pria itu mengangguk. "Anda bilang kami cocok. Lalu kenapa kami tidak diterima?"
"Peraturan," jawab Ark singkat.
"Peraturan?" tanya pria itu dengan ekspresi bingung.
"Ya." Ark mengangguk. "Kecuali kasus khusus, semua orang harus melalui tahapan untuk diterima. Prosesnya sendiri cukup lama."
"Bolehkah kami mengetahuinya?"
"Tentu saja boleh."
Ark tersenyum di balik topengnya sebelum menjelaskan.
"Pertama-tama, kalian harus mendaftar kelompok Silver Cross atau Black Panther. Di sana, kalian akan ditanyai banyak hal seperti nama, alamat sebelumnya, keluarga, keahlian, dan semacamnya. Jika kalian memiliki persyaratan yang diperlukan, kalian bisa mendaftar ke Sword of Sufferings.
Sword of Sufferings menerima 50 anggota setiap dua minggu. Tidak kurang, dan tidak lebih. Ini berguna untuk menjaga kestabilan. Selain itu, kami juga cukup ketat baik dalam latihan atau pembagian pekerjaan.
Dalam Sword of Sufferings, kalian harus mengisi identitas kalian dengan lengkap. Bisa dibilang, kelompok kami lebih ketat daripada kelompok lain dan lebih sulit dimasuki. Bahkan jika kalian masuk, mungkin sulit untuk keluar karena kami memiliki peraturan khusus, yaitu ...
Pengkhianat akan dihukum mati.
Jadi sebelum kalian mendaftar, pastikan untuk memikirkannya baik-baik."
Mendengar penjelasan Ark, semua orang mengangguk. Meski sebelumnya mereka belum mengerti sepenuhnya, mereka masih mengetahui garis besarnya. Jadi, orang-orang itu tidak terkejut. Namun, di depan mata Ark, mereka tampak sedikit gelisah.
"Apakah tidak ada cara langsung? Jika masuk ke dalam Silver Cross atau Black Panther, kita pasti ditahan dan tidak diperbolehkan mengikuti tes Sword of Sufferings."
"Ya. Aku dengar dua kelompok itu licik. Mereka menahan orang-orang berbakat. Jika seperti ini, kemungkinan kita masuk ke Sword of Sufferings pasti sulit."
"Sword of Sufferings memang pantas memegang gelar kelompok paling kuat. Namun cara masuknya terlalu sulit. Mungkinkah mereka terlalu percaya pada dua kelompok itu?"
"Aku dengar Sword of Sufferings lebih tertutup. Selain melakukan misi pemberantasan, mereka menutup diri. Tampaknya dua kelompok lain memanfaatkan ini."
"Mereka terlalu berlebihan!"
"..."
Mendengar bisikan orang-orang itu, mata Ark menyipit. Dia kemudian melirik ke arah Julian di kejauhan. Pemuda itu tidak bisa tidak berpikir.
'Tampaknya dugaanku benar. Jadi ...'
Ekspresi Ark menjadi semakin serius.
'Apa yang akan kamu lakukan dalam menghadapi situasi ini, Julian?'
__ADS_1
>> Bersambung.