
Sore di hari berikutnya.
"Ayunkan pedang dengan kuat! Kenapa kalian loyo? Belum makan?!"
Di jalanan yang dingin, dua puluh lima anggota baru yang masuk ke divisi pejuang berbaris rapi sambil berlatih teknik pedang. Sedangkan lima belas orang pekerja membantu hal lain. Lima laki-laki membantu Old Franky untuk membuat beberapa peralatan. Lima laki-laki lain diberi tugas untuk merawat senjata yang dikumpulkan. Sedangkan lima perempuan sisanya lebih sibuk. Mereka membantu Abigail dan Natasha dalam membuat berbagai jenis kerajinan.
Mereka membuat bantal dan selimut tebal untuk menghangatkan diri. Bahannya pembuatannya adalah kain sisa yang dikumpulkan musim sebelumnya, telah dibersihkan, dipotong rapi, dan disimpan. Kain tersebut digunakan untuk bagian luar, dijahit dengan benang yang dibuat dari kepompong ulat sutera raksasa. Sedangkan isiannya, Ark memasukkan bulu leher gagak yang lembut untuk sebagai isian bantal.
Tentu saja, karena jumlahnya tidak begitu banyak, hanya anggota inti yang mendapatkannya. Anggota lain dari Scarlet Sword dan Violet Sword juga mendapatkan jatah, tetapi dengan bahan berbeda. Isian bantal dan selimut tebal mereka adalah bulu enam husky yang dikumpulkan sejak lama.
Ya. Bulu husky.
Husky sendiri adalah jenis hewan yang bulunya sering rontok. Tentu saja bukan karena mengalami kebotakan atau semacamnya. Para husky sendiri memiliki proses yang disebut molting dimana mereka akan merontokkan bulu lama saat menumbuhkan bulu baru. Dan jumlahnya ... sangat banyak!
Sebenarnya bulu husky sendiri dianggap sampah dan biasanya dibuang. Namun Ark memilih untuk mengumpulkannya dan membuatnya sebagai berbagai benda lain yang bisa berguna bagi kehidupan kelompoknya.
Meski rasanya agak aneh, tetapi hal tersebut masih bisa dilakukan. Ark sendiri merasa agak beruntung karena bulu para husky tidak berbau aneh. Entah sejak awal memang seperti itu atau karena proses mutasi, dia sendiri tidak mengerti.
Yang pasti, selama itu berguna dan menguntungkan ... maka itu baik baginya!
Sedangkan bulu Debby si black doberman bermutasi, tidak ada orang bodoh yang akan menanyakannya. Jenis bulunya saja pendek dan tidak 'mekar' seperti para husky, jadi apa yang harus diambil? Jelas tidak ada!
Jika membahas black doberman dan husky, maka musim juga cukup mempengaruhi mereka. Dibandingkan dengan musim panas, musim dingin seperti ini sangat disukai para husky. Entah karena habitat asalnya atau alasan lain, Ark sendiri tidak terlalu memikirkannya. Hanya saja ...
"Berhentilah berlarian dan menggangu orang-orang latihan, Finn! Jangan menakuti mereka! Michi, Nike, Luna, Starla ... jangan ikut-ikutan! Contoh Debby yang tenang itu!"
Sementara Debby berada di rumah dan berbaring malas, kelima husky berlarian di sekitar perumahan elit. Meski mereka tidak mengganggu orang-orang yang latihan secara langsung, tetapi penampilan mereka benar-benar mengganggu fokus.
Jika dalam dunia normal, pemandangan para husky yang bermain kejar-kejaran sambil saling cakar atau menggigit tampak biasa, bahkan cukup menggemaskan.
Sedangkan apa yang Ark lihat saat ini ... benar-benar membuatnya bingung untuk berkomentar bagaimana.
Bayangkan saja, seekor husky bermutasi memiliki tinggi lebih dari dua meter dengan bulu lebat, taring, dan cakar tajam. Penampilannya sangat mirip, bahkan bisa disebut sebagai serigala asli. Binatang yang besar dan tampak ganas itu berlarian, bermain satu sama lain.
Benar-benar tidak tampak pada tempatnya!
__ADS_1
"Huh ..." Ark menghela napas panjang.
Pada saat itu, kelima husky berhenti bermain. Mereka kemudian menatap ke arah tertentu secara bersamaan.
Tiba-tiba, Huginn dan Muninn berputar-putar di langit sambil membuat suara nyaring.
Semua orang melihat ke arah dua gagak yang berputar-putar di area tertentu. Saat itu, suara Ark terdengar.
"Jika Huginn dan Muninn tidak menyerang, berarti ada dua alasan. Satu, makhluk itu terlalu kuat sehingga mereka menunggu bantuan. Dua, sosok yang mendekat adalah orang yang aku kenal. Bisa dibilang, bukan musuh."
Melihat ke arah Huginn dan Muninn yang terbang tanpa kepanikan, Ark tahu kalau jawabannya adalah yang terakhir. Menunggu sebentar, sosok yang tidak asing sampai di markas.
Orang itu adalah ... Darin dan Sansa.
Sosok Darin yang seharusnya tidak kembali ke markas tiba-tiba muncul. Melihat kedatangannya, banyak anggota baru yang bersikap hormat. Bagi mereka, Darin adalah pembimbing mereka. Orang yang mengajarkan dasar-dasar bertahan hidup sebelum bisa datang ke markas utama.
"Ada apa, Darin?"
Melihat kedatangan Darin, Ark langsung bertanya. Dia segera menghampirinya karena tidak biasanya pria itu bersikap tidak sabar dan terburu-buru.
"Persembunyian ... Tempat persembunyian para kanibal akhirnya ditemukan!"
Mendengar berita tersebut, mata Ark langsung menyempit. Dia kemudian langsung membuat pengumuman darurat.
"Para anggota inti langsung bergegas ke ruang rapat! Sisanya melanjutkan kegiatan masing-masing!"
Setelah mengatakan itu, Ark menoleh ke arah Darin lalu berkata.
"Kamu ikut denganku, Darin."
"Baik!" jawab Darin tegas.
Sementara Sansa segera ikut bermain dengan saudara-saudarinya, Ark dan Darin pergi ke ruang rapat.
Sampai di sana, semua orang segera berdatangan. Mereka tampak sedikit bingung karena sangat jarang Ark membuat rapat darurat seperti ini.
__ADS_1
"Abigail, tolong minta Shani membuat teh untuk semua anggota yang ikut rapat. Bawa juga beberapa makanan ringan."
"Baik!" ucap Abigail sebelum pergi meninggalkan ruangan.
"Kalian semua, duduk dan dengarkan aku."
Setelah semua orang duduk dengan tenang, Ark mengangguk. Dia melirik ke arah Darin sebelum menjelaskan.
"Seperti yang kalian ketahui, para kanibal akhir-akhir ini sering membuat ulah. Kita sendiri tidak menemui mereka, tetapi bukan berarti kita tidak harus berurusan dengan mereka.
Sama seperti zombie atau binatang buas yang mengincar nyawa kita, kanibal ... mereka adalah musuh!
Menurut informasi Darin, Black Panther telah menemukan lokasi persembunyian para kanibal. Karena itu, aku memiliki niatan untuk menyerbu lokasi tersebut untuk menyingkirkan mereka semua!
Zombie dan binatang buas sudah merepotkan untuk dihadapi! Tidak perlu ada lagi kanibal yang membuat kota semakin kacau! Siapa yang setuju dan siapa yang tidak?"
"KAMI SETUJU, KETUA!" jawab mereka serempak.
Mendengar jawaban itu, Ark tersenyum. Dia kemudian melirik ke arah Darin. Pria itu mengangguk sebagai balasan.
Darin kemudian mulai menceritakan semua informasi yang dia dapatkan. Dari penampilan para kanibal, perkiraan jumlah mereka, dan lokasi tempat mereka berada.
"Apakah kamu yakin informasi itu akurat, Darin?" tanya Ark.
Bukannya Ark tidak mempercayai Darin, tetapi dia takut pemuda itu disesatkan oleh Black Panther atau Silver Cross. Meski mereka semua beraliansi, tidak ada seseorang yang benar-benar mengerti hati orang lain kecuali dirinya sendiri.
"Tenang saja, Ketua. Aku telah memeriksa kebenarannya dengan mataku sendiri. Berita itu asli!"
Konfirmasi Darin membuat Ark mengangguk puas. Tatapannya menyapu seluruh orang dalam ruangan. Dia menarik napas dalam-dalam kemudian berkata.
"Kita akan membentuk tim yang akan dikirim. Setelah tiga hari persiapan ..."
"AKU INGIN PARA KANIBAL DIHAPUSKAN!"
>> Bersambung.
__ADS_1