Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Mulai Membuat Gerakan


__ADS_3

“Tolong jujurlah, Tuan. Apakah ada yang anda inginkan dari kami? Jika ada, anda bisa membicarakannya secara langsung.”


Gustav menatap ke arah Ark dengan ekspresi ngeri. Meskipun tampak tenang dan sedikit hormat, tetapi dia merasa kalau pemuda di depannya sedang bermain-main dengan mereka.


Gustav pernah mengalami pengalaman buruk dalam misi pengawalan. Dia dan rekan-rekannya dipermainkan oleh pembunuh dengan beberapa trik serta tipuan. Orang itu membuat mereka merasa kalau bisa menyelamatkan target pengawalan. Bisa lolos beberapa kali penyergapan.


Akan tetapi, sebenarnya pembunuh itu sejak awal membuat mereka menari-nari di telapak tangannya. Pada akhirnya, dia mengungkapkan kalau semua telah direncanakan. Pada akhirnya, kecuali tiga orang termasuk Gustav, sisanya mati di tangan orang itu bersama korban.


Gustav memiliki firasat kalau pemuda di depannya lebih berbahaya daripada orang gila itu.


“Kalau begitu aku tidak akan sungkan.” Ark mengangguk ringan.


Mendengar itu, Gustav menarik napas lega. Daripada bermain-main dengan beberapa trik, dia lebih suka melakukan semuanya dengan cara langsung. Jadi apa yang Ark katakan membuatnya merasa kalau beban di pundak langsung menjadi lebih ringan.


“Jadi, apa yang kalian inginkan dari kami, Tuan-tuan?” tanya Gustav.


“Pertama informasi. Aku ingin informasi tentang seluruh kota darimu. Baik itu kelompok-kelompok besar yang paling menonjol, penempatan wilayah mereka, dan informasi tentang pemimpin mereka. Selain itu, aku juga ingin informasi tentang beberapa wilayah di kota yang dianggap sebagai zona berbahaya dan alasannya.


Tentu saja, ini bukanlah paksaan. Aku ingin informasi, tetapi juga akan membayar dengan harga yang sesuai. Namun kalian harus ingat, informasi yang kalian sampaikan harus benar. Selain itu, kalian juga harus merahasiakan tentang kami. Cukup adil, bukan?”


“Apakah anda benar-benar akan membeli informasi, Tuan Hades?” tanya Gustav.


“Tentu saja, aku membeli informasi penting.”


“Begitu …”


Gustav tidak menyangka kalau informasi semacam itu benar-benar bisa dijual, jadi merasa agak bingung. Lagipula, ini bukan masa normal dimana bahan makanan murah. Pria itu merasa kalau cara Ark membuang-buang bahan makanan itu cukup aneh.


“Tentu saja kalian harus ingat. Kita berdagang, jadi tidak boleh ada kesalahan di sini. Jika sampai harga informasi tidak sesuai atau ada informasi yang salah …”


Niat membunuh langsung mencekik semua orang dalam ruangan. Mereka merasa takut dan sulit bernapas. Orang-orang itu kemudian melihat sepasang mata merah seperti rubi di balik topeng yang menatap ke arah mereka.

__ADS_1


Beberapa detik kemudian, niat membunuh itu langsung menghilang.


“Aku tidak membutuhkan rumor atau sesuatu yang tidak pasti. Aku ingin informasi yang benar, tepat, dan terperinci. Apakah kalian mengerti?”


Orang-orang itu langsung mengangguk seperti ayam mematuk nasi.


Sekitar dua jam kemudian.


Ark keluar dengan dua orang lain dari markas utama Thorn Dragon. Dia kemudian meminta orang-orang untuk bersiap. Beberapa saat kemudian, mereka langsung pergi dari tempat itu.


“Apakah kamu yakin kalau makanan itu sama sekali tidak beracun, Gustav?” Piero bertanya dengan heran.


“Seharusnya tidak. Kenapa?”


“Bukankah itu terlalu mudah? Maksudku, kita hanya memberi jawaban yang kita ketahui, tetapi mendapatkan jatah makanan yang jika digunakan secara irit, bisa untuk makan semua orang lebih dari satu minggu penuh.”


“Daripada menggunakan cara seperti itu, lebih mudah membunuh kita semua secara langsung. Mereka tidak akan repot-repot meracuni bahan makanan.”


“Itu artinya, pemuda yang disebut Hades itu merasa kalau informasi kita memiliki harga sebanyak itu. Karena orang seperti itu tidak akan merugi, dia pasti akan menggunakan informasi tersebut untuk membuat gerakan besar.


Kota ini pasti akan mengalami perubahan besar.”


Melihat ke arah Ark dan rekan-rekannya pergi, Gustav menghela napas panjang. Karena mengetahui badai akan segera tiba, dia berencana untuk membuat persiapan agar bisa bertahan melewatinya.


***


Setelah melakukan perjalanan beberapa waktu, Ark akhirnya tiba di tempat Draco dan Leon berada.


Sesampainya di sana, orang-orang yang menunggu kedatangan Ark langsung menyambutnya. Setelah itu, mereka mulai memasak sup daging dan bubur. Dalam perjalanan ini, mereka membawa sebuah kompor minyak portabel yang dibuat oleh para pengrajin. Meski apinya tidak terlalu besar, tetapi bisa dibawa ke mana-mana dengan mudah.


Usai makan bersama, Ark langsung meminta semua orang berkumpul untuk mendengarkan. Dia kemudian mulai menjelaskan semua informasi yang didapatkan dari Gustav.

__ADS_1


Selesai mendengarkan, Leon adalah yang pertama bereaksi.


“Apakah ini yang disebut dengan keadilan alam? Mereka tidak bijaksana dan tidak kuat. Orang-orang itu tidak menemukan bagian daging zombie yang bisa dimakan. Mereka tampaknya cukup buruk dalam melakukan penanaman ulang atau hal-hal semacamnya.


Akan tetapi, siapa sangka akan ada pohon seperti itu? Buah roti? Sungguh? Mendengarnya saja membuatku merasa lapar.”


“Menurut informasi, buah roti itu sebenarnya buah sukun yang bermutasi. Kulitnya menjadi lebih keras, tetapi jika dibakar luarnya dalam beberapa waktu, bagian dalamnya akan menjadi seperti roti kukus. Sungguh unik dan luar biasa,” tambah Draco dengan heran.


Melihat mereka berdua, Ark masih tenang. Saito menggelengkan kepalanya. Dia kemudian berkata dengan ekspresi kurang setuju.


“Meski buah itu baik, tetapi menurut mereka, buah tersebut sulit didapatkan. Pasti banyak korban ketika mereka mencoba mengambil buah. Bukankah mereka bilang ada ular besar yang tinggal di area pepohonan tersebut? Menurut deskripsi mereka … kekuatannya kemungkinan berada di sekitar level 3. Apakah aku benar, Ketua?”


“Memang seperti itu.” Ark mengangguk ringan. “Meski makhluk itu berada di level tiga dan tampaknya tidak memiliki banyak skill, tetapi tubuhnya sangat besar, jadi kemampuan fisiknya tidak perlu dikatakan lagi. Selain itu, kriterianya tampaknya cukup cocok denganmu, Draco. Apakah kamu mau mencobanya?”


Draco terkejut. Dia kemudian langsung menjawab dengan tulus. “Kalau diberi kesempatan, saya ingin melihatnya, Ketua.”


“Kalian semua tidak perlu terlalu kaku. Belum lagi, kalian seharusnya cukup mengenalku. Jadi, menurut kalian … apakah aku akan melepaskan kesempatan ini?”


Mendengar pertanyaan Ark, semua orang tertegun sejenak. Setelah beberapa saat, mereka langsung menunjukkan seringai di wajah mereka. Menurut orang-orang itu, ketua mereka jelas tidak akan melepaskan kesempatan emas. Jelas, target utamanya bukan binatang bermutasi atau buah roti itu, tetapi …


Anakan pohon roti yang seharusnya tumbuh di sekitar pohon utama!


“Melihat dari wajah kalian, seharunya kalian mengerti apa yang aku inginkan. Berbeda dengan bagian dalam perumahan elit yang sudah ada jagung, umbi-umbian, sayur, buah, dan berbagai tanaman khusus untuk potion … di luar perumahan elit masih begitu kosong. Kita telah memulai membersihkan area sekitar, bahkan memulai Great Wall Project.


Bayangkan saja, jika kita bisa membuat sebuah hutan kecil di salah satu sisi tembok besar yang berisi pohon roti, seluruh anggota lama dan calon anggota baru kelak pasti akan hidup lebih mudah. Jadi …”


Ark mengangkat sudut bibirnya.


“Mari kita mulai perburuannya.”


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2