Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Mari Bicara


__ADS_3

Mendengar ucapan Ark, tiga orang yang tersisa dari tim berisi enam orang itu tampak ragu.


Saat itu, wanita misterius tiba-tiba membuang pipa logam di tangannya. Gerakannya yang begitu langsung membuat hampir semua orang terkejut. Kemudian, perhatian mereka dialihkan ke Jordan dan rekannya.


Ketika mereka menatap Jordan dan pria tinggi sembari menunggu jawaban mereka, wanita misterius tadi tiba-tiba berbalik dan berlari.


Kejadian tiba-tiba itu langsung membuat semua orang sekali lagi terkejut.


"Trik pintar."


Ark berdiri sambil berkata dengan nada datar.


"Aku akan mengejarnya. Sebaliknya, kamu urus dua orang sisanya."


Belum sempat mendengar jawaban dari Jay, Ark tiba-tiba melompat dari atap bangunan ke atap bangunan lain. Dia berlari dengan santai seolah-olah sedang berlari di tanah lapang.


"Parkour? Sejak kapan pria kantoran seperti kami melakukan hal-hal semacam itu?"


Melihat ke arah sahabatnya yang berlari mengejar wanita misterius dengan cara melompat dari satu bangunan ke bangunan lain seperti kucing liar yang sulit dikejar, sudut bibir Jay berkedut. Meski dia tahu bahwa Ark adalah seorang pembunuh, pemuda itu mengira bahwa sahabatnya pandai menyamar dan membunuh dalam dengan cara yang licik.


Siapa sangka, ternyata Ark juga melakukan banyak hal lainnya.


Melihat ke arah Ark yang telah menghilang, Jay yang gugup melompat turun. Tentu saja, tidak langsung melompat dari atap bangunan lantai dua. Dia melompat ke balkon sebelum melompat ke jalanan.


Meski tubuhnya sudah kuat, sudut bibir Jay masih berkedut karena nyeri ketika dia mendarat. Tampaknya, cara mendaratnya cukup mendominasi. Hanya saja, itu cara yang salah dan malah melukai dirinya dirinya sendiri.


Tidak ingin tampil memalukan (karena sebelumnya sudah tampak keren), Jay berjalan mendekat dengan ekspresi dingin di wajahnya.


Melihat itu, Stacy dan Darin terdiam. Sementara itu, Jordan dan rekannya masih merasa terintimidasi.


Jay melihat dua pria gemuk yang sekarat. Merasa agak kasihan, dia berkata.


"Akhiri penderitaan mereka, Stacy."


Stacy terkejut ketika mendengar itu. Namun, gadis tersebut masih memegang erat pedangnya lalu memenggal kepala dua orang itu.


Perilaku Jay jelas langsung membuat dua orang lainnya ketakutan.


Melihat ke arah dua pria itu, Jay mengerutkan kening. Ekspresinya tampak mengerikan. Hanya saja, pria yang sedang berpikir itu tidak sadar bahwa ekspresinya tampak mengerikan.


'Apa yang harus aku lakukan sekarang?'


Merasa agak pusing, Jay tiba-tiba merasa bahwa kehadiran Ark sangat penting. Lagipula ...


Dia tidak cukup baik dalam mengambil keputusan!


***

__ADS_1


Sementara itu, di jalanan kota yang sunyi.


"Apakah kamu tidak lelah?"


Wanita misterius itu terkejut ketika melihat lelaki tampan yang tiba-tiba berdiri tidak jauh di depan, menghalangi jalannya.


"Sejak kapan?"


Wanita itu benar-benar tidak tahu bagaimana lelaki itu tiba-tiba muncul. Apa yang dia ingat adalah, dia melarikan diri dan dikejar. Sama sekali tidak ingat bahwa dirinya telah disusul.


"Menyerah saja."


Ark berkata dengan nada tak acuh.


Mendengar perintah Ark, tatapan wanita itu menjadi dingin. Dia mengambil sebuah belati dari balik pakaiannya. Menatap pria tampan tak jauh di depannya, dia memiliki niat bertarung yang kuat.


Wanita tersebut langsung melesat ke arah Ark dengan cepat. Dia kemudian langsung menyerang dari kiri. Menargetkan leher pria itu!


Hanya saja, entah sejak kapan pria yang berdiri diam di tempatnya tiba-tiba meraih pergelangan tangannya. Merasakan genggaman kuat dari Ark, wanita itu mengayunkan kakinya. Langsung mencoba menendang kepalanya.


Akan tetapi, Ark tiba-tiba melepaskan genggamannya, membuat wanita itu goyah karena tubuhnya tidak seimbang.


PLAK!!!


Ark dengan santai langsung menampar wanita tersebut sampai berguling-guling di jalanan.


Wanita itu benar-benar terkejut. Tidak menyangka tamparan yang tampak ringan itu membuatnya terpental. Belum lagi, kepalanya langsung terasa pusing. Rasanya ingin pingsan!


"Menutupi wajah karena kecantikan hanyalah dosa di dunia yang kacau ini?"


Ark berkata dengan nada tak acuh.


Di depannya, tampak sosok wanita cantik. Rambut hitam lurus panjang, mata hazel, serta kulit cokelat terawat. Tampak kencang dan sehat.


"Kamu—"


Sebelum menyelesaikan ucapannya, wanita itu terkejut ketika melihat Ark memegang dagunya dan merenggut bibirnya. Kepalanya tiba-tiba semakin pusing. Wajahnya terasa panas, sama sekali tidak mengerti apa yang sedang terjadi.


Ketika Ark mundur dan berdiri dengan ekspresi datar di wajahnya, wanita itu merasa bingung. Sadar bahwa baru saja dipermainkan, dia langsung marah.


"B-JINGAN!!!"


Wanita itu langsung berdiri dan memukul, tetapi ditangkis oleh Ark dengan begitu mudahnya.


"Masih pemarah seperti biasanya ... Natasha."


Mendengar pria itu tiba-tiba menyebut namanya, wanita itu, Natasha langsung bingung.

__ADS_1


"Siapa kamu? Apa yang kamu coba lakukan?!"


Natasha mencoba memukul dan menendang, tetapi masih ditangkis oleh Ark dengan mudah.


"Ini hanya balas dendam kecil, Natasha. Kamu tidak perlu memikirkannya? Memangnya aku merenggut ciuman pertamamu atau apa?"


Natasha tertegun. Otaknya tiba-tiba terasa kosong. Namun melihat ke arah Ark yang sedikit mengangkat bibirnya, dia langsung sadar.


"B-JINGAN INI ..."


Memiliki wajah merah karena marah dan malu, Natasha langsung menyerang Ark dengan kejam. Namun setelah menyerang berkali-kali, dia masih saja gagal mendaratkan serangan berarti.


Kelelahan, Natasha menatap ke arah Ark dengan tatapan ganas.


"Aku tidak pernah mengingat telah menangkapmu?! Balas dendam apa yang kamu maksud? Teman? Keluarga?"


"Bukan semuanya."


Ark mengangkat bahu dengan ekspresi tak acuh.


Benar. Natasha di depannya adalah sosok polisi wanita yang cukup terkenal. Bukan hanya karena kecantikannya, tetapi juga ketegasannya dalam memerangi kejahatan.


"LALU KENAPA KAMU TIBA-TIBA MELAKUKAN HAL ITU?!"


Natasha benar-benar marah karena merasa telah dipermainkan. Belum lagi, meski ekspresi Ark datar, dia jelas melihat ejekan dalam mata gelap dan tak acuh itu. Belum lagi, Ark benar-benar mengambil ciuman pertamanya.


Rasanya sangat menyebalkan!


Melihat dada Natasha naik-turun dan wajahnya merah, tampak akan meledak kapan saja ... Ark merasa itu lucu.


Di kehidupan sebelumnya, Ark bisa dianggap cukup mengenal Natasha. Lagipula, mereka sama-sama pejuang di garis depan.


Hanya saja, sejak awal mereka sama sekali tidak cocok. Polisi yang menjunjung keadilan, kebaikan, dan perilaku baik lainnya dengan seorang pembunuh egois yang mementingkan diri sendiri. Dari sikap mereka saja, keduanya jelas tidak cocok.


Ucapan Ark sebenarnya juga tidak sepenuhnya salah.


Pemuda itu sering direpotkan oleh Natasha di kehidupan sebelumnya. Belum lagi, dia yang seorang serigala kesepian selalu ditargetkan oleh harimau betina itu. Jadi ... Ark benar-benar membalas dendam pada wanita cantik di depannya.


'Tampaknya rumor bahwa Natasha si harimau betina adalah perawan tua itu sama sekali tidak salah ...'


Mencuri ciuman pertama Natasha tidak membuat Ark merasa bersalah. Memegang dagu sambil melihat polisi wanita yang marah dan tampak hampir gila karena ingin mencabik-cabik dirinya membuatnya merasa semakin lucu.


Hanya saja, Ark merasa aneh. Menurutnya, sosok Natasha tidak mungkin berkolusi dengan para penjahat kecil seperti Kelompok Reaver yang namanya tidak pernah dia dengar. Belum lagi, meski benci mengakuinya, Ark tahu bahwa Natasha adalah salah satu dari beberapa orang yang benar-benar baik.


Setidaknya, dari orang yang pernah Ark temui dalam kehidupan sebelumnya.


Mengelus dagu sambil menatap Natasha yang marah, Ark membuka mulutnya.

__ADS_1


"Mari bicara."


>> Bersambung.


__ADS_2