
Mendengar ucapan Ark, ekspresi santai di wajah orang-orang langsung berubah menjadi serius.
Mereka, anggota Sword of Sufferings memiliki kebanggaan tersendiri. Bukan hanya kekuatan, mereka merasa bangga dengan kedisiplinan mereka.
Jadi, ketika bertemu dengan kelompok lain, mereka tidak ingin terlihat ceroboh dan teledor seperti kelompok yang didirikan secara asal-asalan.
Melihat semua orang langsung menghabiskan buah di tangan mereka, minum, lalu duduk dengan rapi membuat Ark benar-benar terdiam. Meski tindakan itu memang baik, tetapi perasaan orang-orang itu ingin pamer itu benar-benar agak tidak tertahankan.
‘Sungguh, orang-orang ini ...’
Ark menghela napas dalam hati. Meski senang melihat mereka sangat setia kepadanya, tetapi bagaimana cara mereka memandang dan meninggikan itu agak berlebihan.
Setelah beberapa saat menunggu, suara langkah kaki terdengar di telinga semua orang.
Pada saat itu, pintu depan diketuk.
Tok! Tok! Tok!
“Masuk.”
Pintu masuk terbuka. Saat itu juga, sosok wanita cantik berseragam militer berjalan masuk sambil memimpin para tentara. Namun, mereka semua langsung tertegun di tempat.
Di aula yang luas, Cassandra dan rekan-rekannya melihat ratusan pria berjubah hitam berbaris rapi. Orang-orang itu menoleh ke arah mereka dengan ekspresi serius, membuat mental mereka menciut.
Jauh dari barisan rapi tersebut, tampak sosok pemuda tampan yang duduk di anak tangga dengan wajah datar. Dari penampilannya saja, mereka tahu kalau dia adalah pemimpin para ‘gangster’ di tempat ini.
Hanya saja, mereka tidak tahu kalau Ark sendiri sebenarnya juga tidak bisa berkata-kata.
‘Bukankah cara menyambut tamu kalian terlalu mendominasi? Apakah ingin berpura-pura? Sama sekali tidak takut disambar petir karena sombong (mendapatkan karma buruk)?’
‘Selain itu, ada yang membuatku lebih penasaran.’
‘Sebenarnya siapa yang mengajari kalian bersikap sombong seperti itu? Dari sekian banyak petinggi, apakah kalian harus meniru Leon atau Jay yang kurang suplemen otak?’
Sudut bibir Ark berkedut. Menghela napas pendek, dia menatap sosok wanita cantik berambut pirang.
“Datang ke wilayah Sword of Sufferings kami ...” Ark memiringkan kepala. “Apakah ada keperluan penting sampai yang datang ke sini harus ketua dari Imperial Phoenix sendiri?”
Mendengar apa yang Ark katakan, mata Cassandra langsung menyempit. Dia sama sekali tidak menduga kalau orang-orang yang datang dari luar ternyata telah mengumpulkan informasi tentang dirinya.
“Tampaknya kalian memiliki hubungan yang sangat baik dengan Golden Maple Group sehingga mereka mau memberi informasi semacam itu.”
__ADS_1
Cassandra membalas sambil tersenyum. Meski tidak memberikan tekanan, tetapi dia tampak begitu percaya diri.
“Mungkin, bagi orang di kota ini, informasi tersebut terkesan murah. Namun, kami sama sekali tidak mendapatkan informasi itu secara cuma-cuma. Bahkan, informasi dasar pun kami dapatkan dengan usaha.”
Ark membalas dengan nada santai. Sama sekali tidak terlalu memikirkan apa yang dikatakan Cassandra. Jelas tidak terpancing dengan ucapan halus wanita itu. Karena memang pada kenyataannya Sword of Sufferings tidak memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Golden Maple Group.
“Oh?”
Cassandra sedikit terkejut. Sama sekali tidak menyangka akan mendapatkan balasan seperti itu.
“Dari displin kalian, tampaknya masih ada hubungannya dengan tentara atau kepolisian. Bagaimana jika membuat aliansi dengan Imperial Phoenix?”
Mendengar tawaran tersebut, Ark menggelengkan kepalanya.
“Tawaran yang cukup menarik, tetapi kami sama sekali tidak tertarik bekerja sama dengan kalian.”
Mendengar jawaban langsung dan tegas dari mulut Ark, Cassandra langsung mengerutkan kening. Saat itu juga, suara pemuda itu kembali terdengar.
“Kami, Sword of Sufferings adalah kelompok mandiri. Sama sekali tidak membutuhkan orang untuk berdiri, apalagi menjadi antek dari kelompok lain.”
“Sepertinya kamu salah paham atas sesuatu. Kami sama sekali tidak mengundangmu untuk menjadi bawahan atau cabang dari Imperial Phoenix.
Dengan bantuan dari kalian, jumlah orang akan bertambah. Kita bisa saling membantu orang-orang yang membutuhkan. Dengan lebih banyak orang, kita juga bisa menyelamatkan lebih banyak orang.”
“...”
Cassandra tampak terkejut. Dia sama sekali tidak menyangka kalau orang-orang yang tampak seperti prajurit itu samsa sekali tidak ada hubungannya dengan ketentaraan atau kepolisian. Dilihat dari mana saja, anggota Sword of Sufferings lebih mirip tentara dibandingkan mereka.
“Tentu saja, kami tidak menolak hubungan baik.”
“Maksudmu?” tanya Cassandra.
“Maksudku, Sword of Sufferings adalah organisasi netral. Kami tidak memihak siapapun. Kami bisa berdagang dengan kalian. Tentu saja, bertukar dengan sesuatu yang setara.
Kami, Sword of Sufferings, menerima perdagangan apapun. Kami membeli barang, informasi, dan juga menerima komisi. Mirip dengan merchant sekaligus tentara bayaran.”
“...”
Cassandra diam sejenak. Menatap ke arah Ark, mata wanita itu perlahan menyempit. Setelah beberapa saat mencerna apa yang pemuda itu katakan, dia membalas.
“Maksudmu, kalian berdagang dengan Golden Maple Group. Hubungan kedua kelompok tidak begitu spesial seperti yang kami bayangkan?”
__ADS_1
“Bisa dibilang benar, tetapi juga tidak.”
“Maksudmu?” Cassandra mengangkat alisnya, menatap Ark dengan ekspresi serius.
“Salah satu anggota kelompok kami memiliki hubungan dkat dengan Golden Maple Group. Meski begitu, kami adalah kelompok netral. Jadi, percaya atau tidak, itu tergantung pada kalian.”
“Jadi, barang apa yang kalian perdagangkan?”
“Aku dengar Imperial Phoenix memiliki kualitas senjata bagus, tetapi obat-obatan kurang. Kami bisa menjual obat-obatan kepada kalian. Tentu saja, dengan harga yang sesuai.”
“Apa yang kalian inginkan sebagai gantinya? Senjata?” tanya Cassandra.
“Maaf, kami tidak kekurangan senjata atau obat-obatan.” Ark menggelengkan kepalanya. “Sebagai gantinya, kami lebih suka menggantinya dengan bahan mentah. Biasanya, tumbuhan bermutasi tertentu. Semakin unik dan jarang, kemungkinan harganya semakin tinggi.”
Mendengar jawaban tersebut, Cassandra tampak serius. Walau apa yang Ark ucapkan tidak tampak berlebihan, tetapi wanita itu merasakan rasa percaya diri dari sosok pemuda tersebut.
Itu berarti, Ark yakin kerajinan senjatanya lebih baik dari Imperial Phoenix dan kerajinan obat-obatan lebih baik dari Golden Maple Group. Selain itu, tampaknya pemuda tersebut juga sangat menyukai penelitian karena mencari tanaman bermutasi yang belum dia ketahui.
‘Mungkinkah ... eksperimen manusia ada hubungannya dengan pemuda ini?’
Pertanyaan tersebut muncul dalam kepala Cassandra, tetapi wanita itu segera menepisnya. Jelas, Sword of Sufferings belum lama ini masuk ke dalam kota. Sedangkan cerita tentang eksperimen manusia telah terjadi sejak lama.
Seharusnya, kelompok tersebut sama sekali tidak ada hubungannya.
Cassandra kembali menatap tepat ke mata Ark. Wanita itu kembali memastikan.
“Jadi, kalian benar-benar tidak berencana untuk membuat aliansi dengan kami?”
“Tidak.” Ark membalas langsung. “Hubungan perdagangan bisa dilakukan, tetapi aliansi atau semacamnya tidak bisa dilakukan.”
“Begitu ...”
Cassandra mengangguk ringan. Dia sama sekali tidak bisa mengatakan sesuatu yang lebih karena posisi Imperial Phoenix yang tidak menguntungkan. Bukan hanya berada di markas pihak lain, tetapi jumlah personel juga jauh berbeda.
Jika sampai ada pertempuran, dari jumlahnya saja, Imperial Phoenix sudah dirugikan.
“Jika memang pembentukan aliansi tidak bisa dilakukan, maka biarlah. Sedangkan untuk perdagangan dua kelompok, kami akan memikirkannya matang-matang.
Kalau begitu, kami pergi."
Melihat Cassandra yang memilih mundur karena negosiasi gagal dan takut dirugikan, Ark mengangkat sudut bibirnya. Pemuda itu kemudian berkata.
__ADS_1
“Bagaimana kalau tinggal satu malam sehingga kalian bisa lebih mengenal kami?”
>> Bersambung.