
Satu hari berlalu.
Sementara sosok Ark dan beberapa anggota Sword of Sufferings menghilang seolah tidak pernah ada, kejadian besar langsung terjadi di kota.
Pemerintahan baru.
Entah siapa yang memulainya, tetapi rumor tentang Julian, sang pahlawan yang menyatukan seluruh kota mulai menyebar di segala penjuru kota. Hal tersebut membuat banyak pengungsi dan survivor penasaran. Mereka ingin tahu apa yang Julian coba lakukan ke depannya.
Dikarenakan berita tersebut, Joseph langsung melakukan gerakan cepat. Dia mengirim perwakilan dari Black Panther untuk mengunjungi semua kelompok di kota. Mereka berencana untuk menyatukan semua kelompok menjadi satu kesatuan.
Bukan memaksa mereka untuk bergabung, tetapi menggunakan sistem aliansi seperti sebelumnya. Namun, ada beberapa aturan yang ditentukan. Jadi meski beraliansi, tetapi tidak semua hal bisa dibebaskan.
Sebagian kecil menolak karena mereka memilih untuk lebih mandiri. Terlebih lagi, mereka memiliki kebebasan lebih banyak. Tidak lagi terikat pada aturan. Namun, sebagian besar menyetujui usulan Joseph.
Sementara itu, Julian yang sebenarnya agak bingung akhirnya mengikuti pengaturan yang dibuat oleh Joseph.
Menurut Joseph, momen ini sangat cocok digunakan untuk menyatukan orang-orang di seluruh kota.
Sementara semua orang sibuk, beberapa hari berlalu begitu saja. Tanpa terasa, sudah tiga hari sebelum tahun baru.
Musim semi dan bencana besar akan segera tiba!
Saat itu, sosok yang begitu terkenal tiba-tiba muncul di markas Silver Cross. Kondisi markas yang awalnya sangat ramai langsung menjadi sunyi ketika melihat kedatangan orang itu.
Sosok berjubah hitam duduk di punggung serigala putih raksasa. Di langit, tampak dua gagak raksasa berwarna putih yang selalu terbang mengawasi.
"Aku tidak menyangka kamu akan datang ke tempat ini, Hades."
Keluar dari markas, Julian menatap ke arah Ark dengan ekspresi tidak percaya di wajahnya.
"Masuklah."
"En."
Ark mengangguk ringan. Dia kemudian mengikuti Julian pergi menuju ke kantor Silver Cross.
"Kamu benar-benar sigap, Ark."
Di dalam ruangan, Julian langsung duduk di kursinya. Dia mempersilahkan Ark duduk. Setelah beberapa saat, pria itu hanya diam sambil menatap sosok Ark dengan ekspresi rumit.
Menurut apa yang diperhatikan oleh Joseph, Dark Caravan ikut ambil bagian dalam perang sebelumnya. Namun, berbeda dengan Black Panther dan Silver Cross yang muncul di permukaan. Mereka melakukan semuanya dalam diam. Masalahnya ...
'Kenapa mereka melakukannya?'
Julian menjadi lebih bingung daripada sebelumnya. Bukan hanya diangkat sebagai pemimpin secara tiba-tiba, sekarang dia juga harus menghadapi berbagai hal rumit.
"Bagaimana dengan korbannya?" ucap Ark dengan ekspresi datar di wajahnya.
"Ugh!"
Mendengar pertanyaan Ark, Julian langsung lengah. Mengingat banyak korban sebelumnya, dia hanya bisa menghela napas panjang. Ekspresi sedih dan penuh keengganan tampak di wajahnya.
"Terlalu banyak korban. Setengah dari anggota dan setengah awakener benar-benar meninggal dalam perang ini.
Seharusnya ... Seharusnya aku mempersiapkan segalanya dengan lebih hati-hati!"
__ADS_1
"Setidaknya jangan sampai pengorbanan mereka sia-sia."
"Tentu saja aku tidak akan membiarkan hal semacam itu terjadi!" seru Julian dengan ekspresi serius di wajahnya.
"Kalau begitu aku bisa yakin."
Ark mengangguk ringan.
Melihat ke arah Ark yang tampak begitu santai, Julian menjadi lebih serius.
"Tolong katakan alasan kedatangan kamu, Ark. Kenapa kamu datang ke tempat ini begitu tiba-tiba dan tampak sangat disengaja? Kamu pasti tahu kalau kondisi sedang kacau sejak perang usai, kan?"
"Ya." Ark mengangguk ringan. "Kamu harusnya waspada seperti itu. Cukup baik, tetapi aku tidak datang tanpa alasan yang jelas. Aku datang untuk menyampaikan empat hal secara langsung."
"Menyampaikan sesuatu?" Julian tampak bingung.
Ark memejamkan mata lalu menghela napas panjang. Membuka matanya, pemuda itu kemudian menatap Julian dengan senyum ramah.
"Pertama, aku mengakui kekalahanku. Aku tidak menyangka kalau kalian bisa menang hanya dengan tekad semata. Padahal, aku mendengar kalau kalian kalah dalam jumlah. Kalian telah melakukannya dengan baik!"
"..."
Julian tercengang. Dia tidak menyangka kalau Ark yang biasanya tampak sombong dan agak gila benar-benar datang untuk menepati janjinya. Hanya saja, Julian masih agak kecewa karena rekan-rekannya yang tumbang tidak bisa lagi kembali.
Saat Julian memikirkan banyak hal dan pikirannya melayang entah ke mana, suara Ark kembali terdengar.
"Ke dua, anggap saja ini permintaan maaf sekaligus rasa terima kasih karena telah membuka mata ... mulai musim semi, aku akan memberikan 150 potion evolusi untuk kalian.
Meski tidak bisa menyebarkan resep, tetapi menambah 15 awakener setiap bulannya setidaknya bisa menambah kekuatan kalian, kan? Jika bukan karena bahan utama cukup langka, mungkin aku bisa—"
"Itu sudah cukup, Ark. Kamu sudah mengakui kalau perjuangan kami tidak sia-sia sudah cukup. Kamu tidak perlu menambahkan banyak hal semacam itu. Jika tidak, situasi dalam Aliansi Dark Triangle pasti akan canggung."
"Itu—"
Melihat ekspresi serius di wajah Ark, Julian tidak bisa melanjutkan perkataannya. Dia akhirnya mengangguk dan berkata.
"Terima kasih."
"Tidak." Ark menggelengkan kepalanya. "Aku yang harusnya berterima kasih. Omong-omong, ada dua hal penting lainnya."
"Apakah itu sangat penting?"
"Ya. Ke tiga, aku ingin memberi sebuah peringatan."
"Peringatan?"
"Benar. Aku ingin kamu mengumumkan kepada semua orang bahwa bencana mungkin segera datang.
Seperti yang terjadi sebelumnya, bencana susulan biasanya akan tiba di waktu tertentu. Setelah bulan pertama, setelah bulan, ke tiga, setelah bulan ke enam, dan selanjutnya ...
Seharusnya pada saat tahun baru.
Kamu tidak melupakan itu, kan?"
"..."
__ADS_1
Julian hanya diam, tetapi alisnya sudah terjalin erat. Dia benar-benar mengabaikan hal tersebut sebelumnya. Namun karena memiliki kemungkinan tinggi, pria itu tidak lagi berani melakukan hal tersebut.
Saat itu, Ark kembali berbicara.
"Aku ingin memberi pengingat kepada kalian. Jika bisa bertarung, maka bertarunglah. Jika tidak bisa, setidaknya bersembunyi di tempat perlindungan untuk menunggu kekacauan berakhir. Memulai lagi setelah sedikit lebih tenang.
Aku tidak ingin pemerintahan yang baru saja berdiri dilenyapkan hanya karena kecerobohan kecil."
"Terima kasih, Ark. Aku akan segera mengumumkannya."
"Aku bisa lega ketika mendengarnya."
"Bagaimana dengan yang terakhir?"
"Terakhir? Itu tidak terlalu penting.
Aku akan mengumumkan sesuatu, yaitu kelompokku ... Sword of Sufferings bisa menerima tamu mulai musim semi. Setelah kekacauan akhirnya terselesaikan."
"Sword of Sufferings? Bukan Dark Caravan?"
"Ya. Dark Caravan sendiri sebenarnya lebih seperti nama toko yang Sword of Sufferings dirikan."
"Tunggu! Kamu bilang akan menerima tamu? Itu berarti ... kamu akan mengumumkan lokasi markasmu?"
"Ya."
"Dimana?!"
Melihat ekspresi serius sekaligus penasaran Julian, Ark tersenyum. Setelah beberapa saat, dia akhirnya berkata.
"Markas Sword of Sufferings adalah ..."
"Salah satu zona merah, Perumahan Elit."
Mendengar jawaban tersebut, Julian langsung terkejut. Belum sempat mengatakan apa-apa, Ark telah berdiri. Pemuda itu mengeluarkan sebuah belati indah lalu meletakkannya di atas meja.
"Satu senjata saja tidak cukup. Gunakan belati ini sebagai senjata cadangan."
"Eh? Tunggu! Apakah kamu akan pergi langsung setelah mengatakan itu?"
Ark telah berjalan pergi, tetapi terhenti.
"Memangnya apa lagi?"
"Aku belum mengembalikan pedangmu. Aku juga belum sempat menjamu kamu sebagai tamu. Kamu ... benar-benar pergi setelah mengatakan hal-hal semacam itu?"
"Pedang dan belati itu adalah hadiah untukmu. Aku harap kamu bisa menggunakannya dengan baik.
Semoga keduanya bisa membantumu.
Kamu sibuk mengurus banyak hal. Aku tidak akan mengganggu. Selain itu, ingatlah kalau kamu bisa bertamu ke tempat Sword of Sufferings setelah semuanya lebih tenang."
Baru berjalan beberapa langkah, Ark kembali terhenti. Dia menoleh ke arah Julian lalu berkata dengan senyum di wajahnya.
"Omong-omong, selamat telah membuat pemerintahan baru dan menjadi pemimpinnya, Pahlawan."
__ADS_1
Setelah mengatakan itu, Ark memakai kembali topengnya lalu pergi. Benar-benar meninggalkan Julian terdiam di tempatnya.
>> Bersambung.