
Hal ini seharusnya tidak terjadi.
Dalam dua puluh hari, selain Old Franky, Shani, Nathan, dan Nala. Semua anggota Sword of Sufferings telah menyelesaikan evolusi pertama. Bukan hanya itu, bahkan Abigail dan Darin telah mendapatkan Miracle Root pertama mereka.
Seperti yang diminta sebelumnya, Darin mendapatkan Miracle Root dari zombie merah tipe kekuatan. Sedangkan Abigail, mengikuti saran Ark, wanita itu mengambil Miracle Root dari zombie hijau tua tipe kecepatan.
Ark bahkan mengakui bahwa keberuntungan mereka sangat baik.
Selain mereka berdua, anggota lain juga telah memikirkan Miracle Root yang cocok bagi diri mereka. Natasha, dia jelas memilih Miracle Root tipe kekuatan mirip dengan Darin. Yonas, tanpa diduga pria itu memilih tipe pertahanan yang sampai sekarang belum pernah kelompok mereka temui. Vadim menginginkan tipe vitalitas, jenis regenerasi karena memiliki kemungkinan besar untuk menyembuhkan mata kirinya dan juga luka-luka parah dalam tubuhnya.
Lisa sendiri juga memilih tipe kecepatan. Bahkan jika kurang cocok bagi dirinya, gadis itu bersikeras. Alasannya sederhana, agar mirip Abigail yang juga cocok dengan skill Tarian Kupu-kupu dan Lebah miliknya.
Hanya saja, Ark cukup kecewa. Selain Jay dan Abigail yang menunjukkan bakat khusus, anggota lain sama sekali tidak membangkitkan bakat khusus. Meski sudah tahu bahwa probabilitas sangat rendah, tetapi dia masih merasa masam. Tampaknya mimpi tim elit dengan kemampuan bakat khusus tidak bisa dibuat.
Realita sama sekali tidak sama dengan imajinasi!
Meski begitu, Ark sendiri sudah sangat yakin. Saat ini, Sword of Sufferings adalah kelompok yang paling kuat di antar seluruh kelompok di kota ini.
Negara? Benua? Dunia? Ark tidak pernah berpikir begitu jauh karena seluruh energinya harus difokuskan di kota ini!
Bahkan jika dia fokus, perubahan dunia sama sekali tidak bisa diduga. Ark sendiri sudah kehabisan tenaga untuk mengurus hal-hal yang mungkin terjadi di wilayah ini. Belum lagi negara atau bahkan dunia!
Ark duduk di sofa dengan ekspresi muram. Pemuda itu ingat dengan jelas, Debby berada di puncak level satu. Ada kemungkinan besar makhluk itu menerobos tingkat dua, menggila dan akhirnya menyerang pemiliknya sendiri.
Melihat awan kelabu di angkasa dengan petir yang menari sebagai hiasannya, Ark mengeluh dalam hati.
'Inilah alasan kenapa aku tidak ingin memercayai siapapun. Manusia saja tidak bisa dipercaya, apalagi binatang mutan yang memusuhi manusia dan menganggapnya sebagai makanan.'
Ark menatap ke arah Jay dan Old Franky. Melihat betapa serius ekspresi mereka, dia akhirnya bertanya.
"Apa yang kamu inginkan sekarang, Old Franky? Seperti yang kamu tahu, pekerjaan patroli memang memiliki resiko. Itulah sebabnya aku menyuruh Lisa untuk lebih banyak berlatih daripada bermain-main.
Pergi ke luar untuk berpura-pura menjadi penegak keadilan. Cara mudah untuk bunuh diri."
"..."
__ADS_1
Jay sebenarnya kurang setuju. Dia agak kesal karena selalu dipanggil "Paman" oleh gadis itu. Namun, pria itu tahu kalau Lisa sebenarnya gadis baik. Hanya saja benar-benar keras kepala. Itulah kenapa Jay hanya diam, sama sekali tidak berniat membela.
Bruk!
Old Franky tiba-tiba bersujud. Pria tua itu membenturkan kepalanya ke lantai dan berteriak lantang.
"Aku mohon, Ketua! Aku tahu kalau gadis itu ceroboh dan keras kepala, tetapi dia tidak jahat. Aku akan melakukan apa saja asalkan kamu menyelamatkannya!
Jadi aku mohon, tolong selamatkan Lisa!"
Melihat pria tua yang biasanya sombong itu bersujud di lantai, Ark terkejut. Dia tidak menyangka kalau ilmuwan kasar dengan harga diri tinggi itu sampai bersujud.
"Apakah kebanggaanmu hanya sampai segini, Old Franky? Kamu benar-benar bersujud?"
"Aku tidak peduli! Aku telah kehilangan istriku ketika melahirkan putraku. Aku telah kehilangan putraku dan menantuku dalam kecelakaan bertahun-tahun lalu.
Kebanggaan apa! Aku hanya seorang kakek tua yang tidak ingin kehilangan cucunya!"
"..."
Mendengar raungan marah, sedih, sekaligus tak berdaya dari Old Franky membuat Ark menghela napas panjang. Dia benar-benar tahu apa yang pria tua itu rasakan. Pemuda itu hanya memiliki satu keluarga, yaitu adiknya. Dia benar-benar khawatir dan tidak berdaya, ingin menyelamatkan adiknya tetapi terpisah begitu jauh.
"Aku akan mencarinya."
Ark berkata dengan nada datar. Hal tersebut membuat Jay terkejut. Old Franky bahkan merasa salah dengar.
Ark kemudian berjalan menuju ke kamarnya untuk bersiap. Dia mengambil coat, memakai sarung tangan, dan sepatu. Kemudian pemuda itu berjalan ke sebuah kotak kayu lalu membukanya.
Di sana, tampak sebuah pedang melengkung dengan bilah tajam terbalik. Sebuah kerajinan sederhana, tetapi tampak indah. Dia telah membuatnya sendiri dengan banyak usaha. Mampu memotong besi seolah itu bukan apa-apa.
Meraih gagang pedang, pemuda itu mengelus tubuh pedang yang telah dihaluskan sembari berkata.
"Kita akan mencari mangsa yang cocok."
Mata Ark berkilat dingin ketika senyum lembut muncul di bibirnya.
__ADS_1
"Sosok pantas untuk menjadi makhluk yang kamu habisi untuk pertama kalinya."
***
Sementara itu, di area perumahan elit cukup jauh dari markas.
"Aku benar-benar tidak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini."
Tubuh Lisa gemetar karena kelelahan. Dia menatap ke langit gelap dengan senyum sedih di wajahnya.
"Tampaknya aku benar-benar tidak bisa menepati janjiku. Aku harus meninggalkan kakek sendirian."
Tetes demi tetes air jatuh dari langit. Hujan lebat mulai turun membasahi bumi. Gadis kecil yang telah kehilangan senjata maupun semangatnya itu kembali berkata.
"Pergilah, Debby. Tinggalkan saja aku di sini. Dengan begitu, setidaknya kamu masih bisa selamat."
Sosok Black Doberman yang dipenuhi dengan luka masih berdiri di depan Lisa dengan keempat kakinya. Makhluk tersebut terus menggeram, membuat ancaman kepada sosok yang berada beberapa meter di depan mereka berdua.
Tubuh mirip, bahkan lebih besar daripada harimau biasa. Seluruh tubuhnya berwarna hitam legam, dengan mata hijau cerah dan pupil vertikal. Dua taring panjang tampak seperti dua pedang yang siap mencabik mangsanya.
Seekor binatang mirip dengan harimau pedang dengan ekor kalajengking yang membuat penampilannya lebih ganas menatap sosok Lisa dan Debby!
Menganggap keduanya sebagai mangsanya!
"Pergi dari sini, Debby! Kamu tidak mungkin bisa mengalahkannya!
Tinggalkan aku sendiri! Lagipula ... aku sudah diracuni."
Lisa berteriak dengan putus asa. Saat itu juga, sosok makhluk mirip dengan harimau pedang dan Debby tiba-tiba menoleh ke satu arah.
Di bawah tirai hujan, sosok pemuda tampan dengan mata biru berjalan dengan tenang. Menarik senjata aneh yang mirip pedang, tetapi bukan sepenuhnya pedang dari sarungnya, dia mulai berbicara.
"Tampaknya aku salah paham kepadamu, Little Blacky."
Ark kemudian melihat ke arah sosok harimau bergigi pedang dengan ekspresi datar. Pemuda itu bergumam dengan suara yang hanya bisa dia dengar.
__ADS_1
"Siapa sangka, semua ini adalah ulahmu ... Abyssal Shadow Lynx."
>> Bersambung.