Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Dark Winter


__ADS_3

"Kamu ... Ingin menanggung semua beban? Ingin melawan Imperial Tiger dan Third Scars dengan kelompokmu?"


Melihat ke arah Julian, Ark tersenyum. Meski memiliki senyum di wajahnya, itu sama sekali bukan senyum ramah. Sebaliknya, senyum di wajahnya mengandung sedikit ejekan dan provokasi.


"Aku tidak peduli. Setidaknya, Silver Cross berisi "manusia" yang masih peduli dengan "manusia" lainnya!"


"Kamu benar-benar serius ingin menantang dua kelompok itu dengan para pemuda lemah yang bisa runtuh karena embusan angin?" ucap Ark dingin.


"Kami akan melakukannya!" tegas Julian.


Ark bangkit lalu membuka kedua tangannya sambil memasang ekspresi provokasi.


"Bahkan jika kamu bicara seperti itu, aku tidak akan membuang-buang bahan berharga untuk membuat ramuan evolusi dan mensponsori kalian.


Jika kalian ingin melakukannya, maka lakukan sendiri! Biarkan aku melihat ...


Apakah tekad membara seperti api itu bisa menghancurkan tatanan rantai makanan!"


"Hades ..." gumam Joseph.


Mendengar ucapan Joseph, Ark langsung menunjuk ke arah pria itu. Dengan tatapan dingin, dia berkata, "Sebaiknya kamu tidak ikut campur masalah ini, Joseph."


Ancaman terang-terangan Ark jelas membuat Joseph merasa agak ragu. Namun dia tiba-tiba mengingat beberapa sosok yang telah mengorbankan diri untuk dunia lebih baik. Menghela napas panjang, dia akhirnya berdiri.


"Aku sangat menghormati kamu, Hades. Namun kali ini, aku harus setuju dengan Julian.


Apa yang dilakukan oleh Imperial Tiger dan Third Scars sudah berlebihan. Aku ingin menghentikan mereka. Walau tidak pasti apakah orang yang ditangkap bersalah atau tidak, tetapi tindakan berlebihan seperti itu harus dihentikan.


Mungkin mengorbankan kebaikan kecil untuk kebaikan yang lebih besar sama sekali tidak cocok untuk kami."


Jawaban tersebut membuat Ark terkejut. Dia mundur beberapa langkah, menunduk lalu menutup wajahnya dengan tangan kirinya. Setelah beberapa saat, tawa mengerikan terdengar di ruangan tersebut.


"HAHAHAHA!!!"


Niat membunuh muncul dari tubuh Ark. Hal tersebut langsung membuat orang-orang dalam ruangan bergidik ngeri. Mereka langsung merasa gugup sampai tubuh mereka membatu. Tidak bisa bergerak.


Lisa langsung bangkit dan berdiri di depan Ark untuk menghalanginya.


"Emosimu semakin tidak stabil, Kak. Tenangkan dirimu."


Mengabaikan Lisa, Ark malah bergumam seolah berbicara kepada dirinya sendiri.


"Menarik ... Benar-benar menarik ..."


"Apakah ini keadilan?"

__ADS_1


"Apakah ini kemunafikan?"


"Apakah ini kenaifan?"


"..."


Sepasang mata hitam legam berubah menjadi biru, berkilat dingin sambil mengawasi orang-orang di depannya seperti seekor predator yang mengamati mangsanya.


"Kalau begitu mari buat taruhan!"


"Lima belas ... Aku menduga kalau jumlah "awakener" di dua kelompok lawan sekitar lima belas orang! Jadi aku akan memberikan ramuan evolusi untuk lima belas orang.


Kemudian aku ingin melihat. Apakah 15 orang yang terpilih benar-benar bisa dipercayai sebagai pahlawan. Atau sebaliknya ... melarikan diri karena keserakahan mereka!


Jika aku kalah, kamu tidak perlu membayar apapun untuk ramuan yang aku berikan!


Aku akan mengaku kalau masih ada orang-orang baik dan tidak serakah. Orang-orang yang bisa dipercaya dan dianggap sebagai pahlawan."


Melihat ke arah Ark, Julian menarik napas dalam-dalam.


"Bagaimana jika kamu yang menang."


"BUNUH!"


Ark menjawab singkat. Dia kemudian menunjukkan seringai keji di wajahnya.


Setelah apa yang kulakukan selesai, aku akan membunuh kalian dan mengejar orang-orang yang telah melarikan diri.


Aku akan mengirim orang-orang untuk mencari petunjuk.


Selama ada yang menyembunyikan sesuatu ...


BUNUH!


BUNUH!


BUNUH!


AKU AKAN MEMBUNUH DAN MENJADIKAN KOTA INI SEBAGAI LADANG KEMATIAN.


BIARKAN SEMUA ORANG TAHU BAHWA KEHIDUPAN INI KEJAM!


BIARKAN SEMUA ORANG MENGERTI KALAU DUNIA INI TIDAK MEMERLUKAN KENAIFAN SEPERTI DUNIA SEBELUMYA.


JIKA TIDAK ADA YANG MENGERTI, LENYAPKAN SEMUA ORANG DI KOTA LALU PERGI MENUJU KOTA LAINNYA!"

__ADS_1


Ark menatap tepat ke mata Julian.


"Bagaimana, Pahlawan? Apakah kamu yakin bahwa kalian benar-benar pahlawan? Atau hanya seorang anak yang bermain dengan kata keadilan?"


"Mengorbankan seluruh kota. Kakak, kamu—"


"Diamlah, Lisa. Diamlah ketika dua orang dewasa sedang bicara."


Ark kembali melirik ke arah Julian.


"Jika kamu takut, lebih baik—"


"KEBAIKAN MASIH ADA DI DUNIA! APA YANG DIBUTUHKAN ADALAH SALING PERCAYA!"


Julian melewati Lisa dan berdiri di depan Ark dengan ekspresi tegas di wajahnya. Menarik napas dalam-dalam, dia kembali berkata.


"WALAUPUN BANYAK ORANG YANG LEBIH MEMENTINGKAN DIRI SENDIRI, BUKAN BERARTI TIDAK ADA ORANG YANG PEDULI DENGAN SESAMA!


MENGORBANKAN SELURUH KOTA?!


JANGAN BERCANDA DENGAN NYAWA ORANG LAIN, B-JINGAN!"


Julian langsung meninju wajah Ark.


Ark sama sekali tidak merespon, hanya menerima pukulannya. Dia menatap ke arah mata tegas Julian dengan ekspresi penuh kejutan.


"AKU, JULIAN MENANGGAPI TANTANGANMU!


NAMUN BUKAN UNTUK MENGORBANKAN SELURUH KOTA.


JIKA MEMANG ORANG YANG AKU PERCAYA BERKHIANAT, AKU AKAN MENGEJAR DAN MEMBUNUH MEREKA.


AKU AKAN MEMBAYAR 100 KALI LIPAT DARI HARGA YANG KAMU INGINKAN.


AKU AKAN MEMBUBARKAN SILVER CROSS. DAN ...


AKU AKAN MEMOTONG LEHERKU SENDIRI KARENA BEGITU NAIF DAN TIDAK BISA BERADAPTASI DENGAN DUNIA INI!"


Mendengar itu, tubuh Ark gemetar. Senyum tidak bisa menghilang dari wajahnya. Dia langsung mengambil pisau lalu memotong telapak tangannya. Pemuda itu menghambat regenerasi dan melemparkan pisau ke arah Julian.


Menerima pisau tersebut, Julian terkejut. Dia kemudian melihat Ark yang mengulurkan tangannya dan akhirnya mengerti apa yang dimaksud.


Julian juga memotong telapak tangannya. Setelah itu, dia menjabat tangan Ark.


Dengan demikian, perjanjian mereka disepakati.

__ADS_1


Pada akhirnya ... musim dingin ini akan menjadi salah satu musim dingin paling penting sekaligus paling gelap dalam sejarah baru umat manusia.


>> Bersambung.


__ADS_2