
Tiga hari kemudian.
Semua orang di kota tampak sibuk. Sementara Sword of Sufferings masih menjaga wilayahnya, Black Panther memilih untuk pindah ke pusat pemerintahan baru. Mengambil sabuah gedung tidak jauh dari markas Silver Cross.
Dalam tiga hari ini, mereka semua sangat sibuk. Selain mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk orang-orang yang akan pergi, banyak pengrajin di dua kelompok diajari oleh Ark untuk membuat senjata level satu yang cukup baik lengkap dengan perisai. Bisa dibilang, mereka semua sangat sibuk.
Sementara itu, ratusan orang yang tidak bisa bertarung di kirim ke perbatasan kota tempat para semut sebelumnya muncul. Tidak disuruh menjaga, tetapi mereka diberi tugas untuk menggali. Seratus prajurit level dua dikirim oleh Sword of Sufferings untuk membantu mereka.
Pasukan yang bisa bertarung dari Silver Cross dan Black Panther bertugas untuk berburu dan terus membersihkan monster di sekitar area markas pusat. Entah itu zombie atau binatang buas bermutasi, dengan bantuan dari beberapa tim kecil Sword of Sufferings, mereka bisa mengatasinya.
Selain itu, ada juga tim yang ditugaskan untuk mengumpulkan minyak dari berbagai mobil dan tempat penyimpanan minyak. Minyak tersebut kemudian diangkut dengan kereta yang ditarik oleh Debby dan para husky bermutasi. Bisa dibilang, kehidupan mereka menjadi lebih sibuk, tetapi juga tampak lebih berarti dibandingkan sebelumnya dimana mereka hanya merasa putus asa, mengeluh, dan menunggu kematian.
Beberapa waktu ini, Ark juga sangat sibuk. Dia terus bergerak dari markas Sword of Sufferings kemudian pergi ke markas Silver Cross, bolak-balik untuk mengurus banyak hal.
Di ruang rapat Silver Cross, enam orang kembali berkumpul.
“Apakah ada masalah?” tanya Ark langsung ke intinya.
“Dalam pembuatan jebakan dan pengumpulan minyak berjalan dengan lancar, Kak.” Lisa langsung menjawab.
“Pembuatan pedang dan perisai juga berjalan sangat lancar, kebutuhan segera terpenuhi.” Joseph berkata dengan santai.
“Area di sekitar markas juga sudah dibersihkan,” tambah Siegfried.
“Bantuan untuk orang-orang yang akan pindah telah disiapkan, tetapi …” Ekspresi Julian menjadi agak serius. “Ada sedikit masalah.”
“Katakan, Julian. Ada apa?” tanya Ark.
“Semenjak invasi para semut bermutasi sebelumnya, para zombie menjadi tidak stabil. Saat ini, para zombie membuat banyak masalah, khususnya mereka yang keluar dari rumah sakit dan stadion. Bukan hanya jumlah mereka banyak, tetapi jumlah tipe khusus juga bermunculan. Jadi mengirim orang-orang melewati daerah tersebut jelas berbahaya.”
Mendengar penjelasan Julian, ekspresi semua orang langsung menjadi serius. Meski mereka semua tidak terlalu memperhatikan zombie, tetapi bukan berarti makhluk itu bukan masalah. Sebaliknya, mereka juga salah satu musuh yang sulit ditangani.
“Kalau begitu biarkan aku yang mengurusnya.”
Suara keras dan agak ceroboh terdengar. Pintu kantor terbuka, lalu sosok Jay masuk ke dalam ruangan.
__ADS_1
“Kamu kan …”
Joseph terkejut. Dia tidak menyangka kalau ada orang yang tiba-tiba masuk. Namun pria itu sama sekali tidak menghentikan Jay karena juga mengenalnya. Lagipula, pria itu yang Ark tunjuk untuk menyampaikan pengumuman. Jadi, Joseph hanya mengalihkan pandangannya ke arah Ark.
“Apa yang kamu lakukan di sini, Jay? Kamu sudah sembuh?” Ark tampak terkejut.
“Jika aku tidak pergi, aku pasti harus tidur di luar rumah.” Jay berkata dengan nada canggung.
Mendengar itu, semua orang langsung menjadi bingung. Sementara itu, Ark langsung sadar. Berbeda dengan Shirona dan Kurona yang berada di level tiga, Jay sendiri berada di level empat. Belum lagi, dia telah menyerap miracle root.
Jelas, Mona mengetahui kalau Jay akhirnya sembuh total dan mengusirnya dari rumah. Bisa dibilang, pria itu bahkan tidak memiliki kesempatan bersantai beberapa hari setelah kesembuhan. Langsung diminta maju ke barisan depan oleh istrinya sendiri. Bahkan jika itu untuk kepentingan Sword of Sufferings, tetap saja itu masih agak kejam.
“Dia adalah sahabatku sekaligus wakil dari Sword of Sufferings, Jay. Sebagian dari kalian pasti mengenalnya. Selain aku, dia adalah yang terkuat dalam kelompok kami.”
“Ya. Meski benci mengakuinya, tetapi apa yang Kakak katakan memang benar.” Lisa berkata dengan nada tidak senang.
Mengabaikan Lisa, Ark malah fokus ke Jay dan bertanya dengan nada serius.
“Apakah kamu benar-benar ingin melakukannya, Jay? Kamu tahu? Ini harus dilakukan dengan serius tanpa main-main.”
Ark langsung melirik ke arah Julian dan Joseph karena ingin mengetahui pendapat mereka. Sebagai aliansi, meski dia memiliki ide, tetapi Ark sadar dia tidak bisa menang sendiri. Semuanya juga perlu musyawarah.
Mengerti yang dimaksud oleh Ark, Joseph dan Julian saling memandang. Belum lagi, mereka semua mengetahui kemampuan Ark dan Sword of Sufferings. Jadi Joseph akhirnya berbicara.
“Jika Jay serius ingin melakukannya dan mampu melakukannya, Black Panther tidak punya pendapat.”
“Silver Cross juga tidak memiliki pendapat.”
Ark mengangguk ringan sebelum melihat ke arah Jay. Pemuda itu kemudian langsung berkata dengan nada serius.
“Kalau begitu aku akan menyetujui permintaanmu. Ingat, misimu adalah membunuh sebanyak yang kamu bisa tanpa harus bergegas ke sarang mereka. Pukul saja mereka sampai mundur ke sarang, jangan biarkan mereka keluar dan membuat lebih banyak kekacauan.”
“Dimengerti!” ucap Jay tegas.
Dengan ditambahkannya Jay, berbagai tugas akhirnya bisa berjalan dengan lebih lancar. Sekali lagi, waktu kembali berlalu seperti air yang mengalir dengan tenang.
__ADS_1
Keesokan harinya.
Hari ini telah menjadi hari ke sepuluh sejak Ark dan tiga orang lainnya bertempur melawan Raja Semut. Meski tidak lama, tetapi di sisi manusia, mereka telah mempersiapkan banyak hal untuk tindakan balasan. Hanya saja … semuanya menjadi agak aneh karena sama sekali tidak ada semut bermutasi yang datang ke kota.
Setelah membuat pengaturan, Ark kemudian kembali ke markas Sword of Sufferings. Dia berniat untuk membiarkan Natasha mengambil alih markas secara penuh dan bersiap dalam mode bertahan karena dirinya akan langsung pergi ke garis depan dengan orang-orang yang telah dipilih.
Di kamar Kurona dan Shirona.
Dua gadis itu duduk di atas ranjang dengan ekspresi lebih baik. Meski tubuh mereka telah pulih, tetapi keduanya masih memerlukan waktu untuk beradaptasi, jadi Ark tidak memperbolehkan mereka ikut dalam perang ini. Keduanya jelas tampak enggan, khususnya ketika mengetahui makhluk apa yang akan Ark lawan.
Jay sebelumnya juga bertekad untuk ikut, tetapi Ark memintanya untuk menjaga barisan belakang agar para zombie dan binatang buas tidak ikut campur. Jadi, pada akhirnya sudah disimpulkan bahwa dia akan melawan Raja Semut sendiri.
“Kalau begitu berjanjilah pada kami, Senior.” Kurona berkata dengan ekspresi tegas.
“Ya! Berjanjilah pada kami, Senior.” Shirona menambahkan.
“Berjanjilah pada kami kalau kamu akan kembali hidup-hidup!” ucap mereka serempak.
Pada awalnya Ark tertegun. Dia kemudian melihat tekad di mata mereka berdua. Pemuda itu bisa melihat kalau keduanya benar-benar tidak ingin kehilangan satu sosok yang telah mereka anggap sebagai keluarga.
Menarik napas dalam-dalam, Ark berkata dengan lembut.
“Aku berjanji.”
Setelah menemani Kurona dan Shirona, Ark kemudian pergi. Pada saat keluar dari kamar mereka dan menutup pintu, senyum lembut di wajahnya langsung berubah menjadi ekspresi datar.
‘Sungguh, aku terlalu jahat karena berbohong pada mereka, bukan?’
‘Lagipula, melawan monster tingkat bencana seperti itu …’
‘Siapa yang yakin akan kembali hidup-hidup?’
Sosok Ark berjalan di menuruni tangga, pergi dari tempat itu tanpa mengucapkan sepatah kata tambahan. Tidak ingin lagi menumpuk kebohongan di atas harapan orang-orang.
>> Bersambung.
__ADS_1