Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Tidak Bisa Diatur


__ADS_3

Pagi di hari berikutnya.


Di bawah pohon besar dekat trotoar, tampak Black Doberman raksasa berbaring. Ada juga kereta yang mencolok, tampak tidak pada tempatnya. Di kursi sipir, tampak sosok Darin yang bersandar sambil memangku tombak miliknya.


Keempat gadis ada dalam kereta. Sementara itu, Ark duduk di cabang pohon besar. Bersandar sambil menikmati udara sejuk di pagi hari.


Bukan hanya mereka yang telah tiba. Banyak kelompok kecil dan menengah yang beristirahat di pinggir jalan. Mereka membuat kelompok-kelompok tersendiri. Ada yang berisi sepuluh, ada juga kelompok menengah yang mengirim dua puluh sampai tiga puluh orang.


Tidak ada yang duduk di tengah jalan atau menghalangi jalan.


Semalam, ketika Ark dan timnya datang, puluhan zombie di sekitar telah dibersihkan. Sedangkan zombie berjumlah ratusan, tampaknya mereka telah pindah dari lokasi ini. Mengalami rasa krisis karena keberadaan taman kota (hutan) yang mengancam mereka.


Suara langkah kaki terdengar.


Banyak orang melihat ke arah sumber suara. Di sana, tampak sosok Julian yang berjalan diikuti Jimmy, Berto, dan lima puluh orang lainnya.


Mereka berjalan menuju ke arah kereta Dark Caravan berada. Berhenti di depan kereta lalu menatap sosok yang duduk di kursi kusir dan di atas pohon.


"Aku tidak menyangka kamu benar-benar datang, Hades."


Julian benar-benar terkejut ketika mendengar bahwa Dark Caravan tiba di lokasi tadi malam. Meski memberikan undangan, dia juga mengingatkan Ark kalau misi penaklukan taman kota ini memiliki niat lain. Namun siapa sangka, pemuda yang dikenal sebagai Hades itu benar-benar mengabaikan peringatan darinya.


Bukan hanya itu. Ark malah memberi saran kepadanya untuk membawa lima puluh pejuang terbaik yang dia miliki. Padahal, awalnya Julian berniat membawa 25 pejuang dan 25 anggota biasa. Namun setelah diyakinkan, dia akhirnya berangkat dengan kekuatan terbaiknya.


"Aku rasa kamu benar-benar mendengarkan saranku, Julian."


Ark duduk santai di atas pohon. Sama sekali tidak berniat turun. Masih bersandar ke batang pohon sambil melirik ke arah Julian.


"Masih pagi, tapi kalian benar-benar bersemangat."


Pemuda itu mengangkat bahu dengan tatapan datar. Tampak begitu santai. Tidak begitu peduli dengan tatapan orang-orang yang diarahkan kepadanya.


"HAHAHAHA! AKU TAHU KAMU BUKANLAH PENGECUT, HADES!"


Suara tawa bahagia menggema. Sosok pria tinggi hampir dua setengah meter yang tampak seperti singa raksasa berjalan bersama sosok pria dingin dengan bekas luka horizontal yang nyaris membelah wajahnya. Di belakang mereka, tampak sekitar lima puluh orang yang memiliki penampilan ganas dan kejam.


Menatap ke arah Ark yang duduk bersandar di atas pohon, pria seperti singa itu berkata dengan lugas.


"TURUNLAH, HADES! AKU INGIN MENANTANGMU! AYO BERTARUNG!"


Mendengar ucapan pria tersebut, rekannya langsung mengerutkan kening. Dia langsung berkata.


"Ini berbeda dengan apa yang kita sepakati, Leon."


"SIAPA YANG PEDULI! AKU HANYA INGIN MELAWAN HADES. JADI JANGAN GANGGU AKU, DRACO!"


"Kamu—"

__ADS_1


"Kalian tidak perlu berdebat."


Suara datar dan monoton Ark terdengar. Menatap ke arah Leon, Draco, dan orang-orang dari Third Scars, pemuda itu berkata.


"Aku tidak ingin membuang-buang waktu untuk bertarung. Lagipula, tujuanku datang kali ini hanya untuk membantu dalam misi penaklukan."


"KAMU MEMBUATKU KECEWA, HADES! TURUN! AYO BERTARUNG LAYAKNYA LAKI-LAKI SEJATI!"


"Maaf. Tampaknya orang-orang penting telah datang, jadi itu tidak mungkin."


Ark menatap banyak kelompok besar yang tiba. Mereka tampaknya memenuhi jalan. Saat itu juga, suara keras dan tegas terdengar.


"BAGI SELURUH KETUA KELOMPOK, HARAP BERKUMPUL DI LAPANGAN BASKET!"


Saat ini mereka semua berkumpul di bagian selatan taman kota. Sama sekali tidak menyebar untuk mengelilingi taman kota. Lagipula, hutan itu sebenarnya sangat luas. Seribu orang masih kurang untuk mengelilinginya.


Ark melompat turun dari atas pohon. Dia kemudian berjalan ke arah Julian lalu menepuk pundaknya. Dia menyempatkan diri untuk melirik Leon dan berkata.


"Kita tidak bisa bertarung sekarang, Kucing Besar. Mari kita tunda lain waktu jika ada kesempatan."


Sama sekali tidak peduli dengan ucapan Ark, Leon sudah bergegas ke arahnya lalu mengayunkan tinjunya.


Swoosh! BANG!


Suara ledakan yang teredam terdengar. Sosok Ark yang pendek dibandingkan Leon yang seperti monster mengulurkan tangannya yang ramping. Langsung menahan pukulan dengan telapak tangan. Bahkan memegang erat tinju Leon dengan mudah.


"Aku bilang lain kali, Kucing Besar."


"Ayo pergi, Julian."


Leon yang masih memasang posisi meninju tercengang di tempatnya. Setelah kedua orang itu pergi, dia tiba-tiba tertawa terbahak-bahak.


"HAHAHAHA! BENAR-BENAR MONSTER! AKU TIDAK SALAH!


KAMU BENAR-BENAR LAWAN SANGAT KUAT YANG SELAMA INI AKU INGINKAN, HADES!!!"


Mendengar ucapan Leon, Draco menatap ke arah wakilnya tersebut dengan ekspresi heran.


"Apakah dia sekuat yang kamu maksud, Leon?"


Mendengar pertanyaan Draco, Leon meliriknya dengan seringai di wajahnya.


"Tulang jariku retak ketika dia mencengkeramnya."


Mendengar itu, ekspresi Draco langsung berubah menjadi lebih serius. Dia benar-benar tidak menyangka kalau Hades bahkan lebih kuat daripada apa yang dibayangkan olehnya.


'Sudah pasti ... yang berani menentang Imperial Tiger untuk memenggal kepalanya bukan pria biasa. Seorang monster nyata!'

__ADS_1


Pikir Draco yang melihat Ark dan Julian menghilang di kerumunan.


***


Beberapa saat kemudian, di lapangan basket.


Bukan hanya Ark, Jay, dan Draco. Namun semua ketua kelompok berkumpul di sana. Selain pemimpin tujuh penguasa dan Ark dari Dark Caravan. Ada dua puluh ketua dari kelompok menengah. Kelompok kecil sama sekali tidak dihitung dan tidak diperbolehkan untuk berkumpul.


"Perkenalkan, saya Zander. Saya adalah orang yang memimpin pasukan Imperial Tiger dalam operasi penaklukan ini.


Saya ingin membagi rencana untuk misi penaklukan tersebut. Kami ingin membagi pasukan Imperial Tiger menjadi delapan bagian. Kemudian kelompok kalian akan dimasukkan ke dalam tim sesuai dengan pengaturan.


Setelah pembagian selesai. Kita bisa memulai operasi pada tengah hari."


Pada saat itu, sosok berjubah hitam dan bertopeng mengangkat tangan. Tampak tak acuh, bahkan sembrono.


"Apakah anda memiliki pertanyaan ... Mr Hades?" Mata Zander menyempit.


"Maafkan ketidaksopanan saya, Mr Zander. Namun, saya rakyat kecil tidak begitu percaya dengan kalian. Tampaknya teman-teman dari kelompok lain juga sama.


Kami tidak ingin diatur untuk mati oleh kalian."


Ark berkata dengan nada santai.


"Apa maksudmu, Mr Hades?"


Mendengar suara dengan nada penuh ancaman, Ark sama sekali tidak peduli.


"Kalian ingin membagi delapan karena arah mata angin dan bentuk hutan yang mirip lingkaran, bukan?


Lalu aku memiliki saran. Coba hitung secara kasar. Imperial Tiger memiliki 250 orang, enam kelompok besar lain 50 orang. Itu berarti jumlahnya 550 orang.


Ditambah 20 kelompok menengah yang berjumlah sekitar 400 orang, dan beberapa kelompok kecil. Berarti jumlah total sekitar 1000 orang.


Aku memiliki saran yang bagus!


Bagaimana jika pasukan Imperial Tiger dibagi menjadi dua lalu memilih arah mata angin. Enam kelompok besar lain mengurus enam arah mata angin lainnya. Para pasukan dari kelompok menengah akan dibagi untuk membantu keenam kelompok besar.


Bukankah itu baik?"


Mendengar itu, ekspresi orang-orang di Imperial Tiger tampak buruk. Sementara itu, orang-orang di kelompok campuran tampak lebih senang.


Ark kemudian membuka kedua tangannya dan berkata.


"Dengan begitu, kita bisa melihat. Siapa yang kuat dan siapa yang lemah.


Aku rasa para pemimpin kelompok besar akan setuju. Lagipula, aku yakin mereka suka bersaing dan menunjukkan ..."

__ADS_1


"SIAPA YANG SEBENARNYA TIDAK BERGUNA?!"


>> Bersambung.


__ADS_2