
Satu minggu berlalu begitu saja.
Di depan markas cabang Sword of Sufferings yang dijaga ketat, lebih dari 700 orang berkumpul. Mereka semua adalah perwakilan dari tujuh kelompok terkuat di kota ini. Masing-masing kelompok datang membawa 100 prajurit. Selain untuk memastikan keamanan dalam perjalanan, mereka melakukan itu untuk mengantisipasi pertempuran jika diperlukan.
Sedangkan alasan mereka semua datang hari ini adalah … undangan yang ditulis oleh Hades untuk mereka.
Selain Crimson Jackals yang telah dihancurkan Sword of Sufferings, Ark mengundang sembilan kelompok lain termasuk dengan Emerald Goshawk dan Golden Crown. Total sembilan kelompok, tetapi dua kelompok memutuskan untuk tidak hadir.
“Apakah ini benar-benar markas Crimson Jackals yang terkenal buruk dan rendah itu?”
Melihat bangunan-bangunan bersih, dinding pembatas yang diperkuat, dan beberapa menara pengawas dari luar … Caroline bergumam dengan ekspresi tidak percaya. Dia kemudian melirik ke arah kakaknya, tetapi pria tersebut jelas sama terkejutnya dengan dirinya.
“Ternyata para perwakilan telah datang!”
Pintu gerbang terbuka, lebih dari tujuh ratus orang melihat sosok Demonte yang kurus, tetapi memiliki senyum di wajahnya. Pakaiannya tampak lebih rapi dibandingkan dengan mereka. Selain itu, ada sesuatu yang mencolok … yaitu gambar pedang hitam di lengan pria itu.
“Kami sangat menyambut antuasiasme kalian, hanya saja, menurut peraturan, hanya 3 orang per kelompok yang diizinkan masuk. Jadi sisanya dipersilahkan untuk menunggu di luar.”
“MEMANGNYA YANG MEMBUAT PERATURAN ITU SIAPA?! APAKAH KALIAN-“
“DIAM!!!”
Saat pria dengan penampilan ganas dari salah satu kelompok berteriak, sosok ketua dari Golden Crown langsung menyela ucapannya. Dia langsung menatap pria tersebut dengan tatapan garang. Hal tersebut langsung membuat ekspresi enam ketua kelompok lain menjadi serius.
Menrut mereka, kelompok Golden Crown biasanya lebih mendominasi. Belum lagi, ketua kelompok tersebut biasanya adalah yang paling tak acuh dan menyepelekan orang lain. Jadi saat melihat pria paruh baya yang bertindak begitu patuh, mereka jelas sangat terkejut.
“Tampaknya anda juga menganggap pertemuan ini dengan serius, Mr Franco.” Mattias berkata sopan dengan senyum di wajahnya.
“Tentu saja aku menganggapnya serius. Jika tidak, aku tidak akan membawa orang-orang terbaik dari kelompokku untuk datang.” Franco melirik ke arah Mattias. “Bukankah kamu juga menganggapnya dengan serius?”
Melihat sorot mata Franco, Mattias tertegun sejenak. Dia kemudian mengingat beberapa rumor yang menyebar lalu menatap pria itu dengan ekspresi tidak percaya. Namun saat menemukan jejak keputusasaan dalam mata Franco, Mattias langsung menyadari kalau rumor serangan terhadap Golden Crown itu benar.
“Semua orang, temukan tempat untuk beristirahat!” teriak Franco.
“Baik, Pak!” jawab bawahannya serempak.
__ADS_1
“Aku duluan,” tambah pria paruh baya itu ketika melirik ke arah Mattias.
Melihat Franco dan dua orang kepercayaannya pergi, Mattias menarik napas dalam-dalam. Dia kemudian menyuruh bawahannya untuk beristirahat, lalu pergi bersama dengan adik dan orang kepercayaannya.
Pada saat masuk ke area perumahan yang telah diubah menjadi markas cabang, mereka sekali lagi dikejutkan dengan kebersihan area tersebut. Bukan hanya itu, mereka juga melihat banyak orang bekerja di rumah-rumah besar yang berbeda. Ada yang sedang memilah beberapa logam, ada yang sedang membuat berbagai kerajinan, ada yang mengumpulkan berbagai tanaman aneh, dan yang paling mencolok adalah mereka yang mengumpulkan anakan pohon roti dalam banyak pot di halaman.
“Ini …”
Melihat perubahan total pada Crimson Jackals yang diambil alih oleh Sword of Sufferings kurang dari sebulan membuat mereka terkejut dan mulai meragukan perkembangan mereka selama ini. Saat itu, suara Demonte yang ramah terdengar.
“Menurut ketua, yang paling sulit adalah memulai. Beliau pernah memulainya, jadi ketika mengulang, semuanya berjalan begitu cepat tanpa banyak hambatan.”
“Orang yang kamu maksud itu … Hades?” tanya Caroline.
“Jika tidak?” Demonte mengangkat bahu. “Kami semua yang sekarang berada di sini adalah tahanan kelompok Sword of Sufferings, dan di kelompok ini … hanya ada satu ketua sekaligus tuan, yaitu Mr Hades.”
“Tahanan?” tanya Caroline dengan ekspresi bingung.
“Ya, tahanan. Meski namanya tahanan, tetapi kami lebih mirip pasukan cadangan atau rekrutan dari kelompok ini. Terikat dengan Sword of Sufferings, tetapi tidak memiliki kemampuan untuk masuk dan dianggap sebagai anggota nyata. Itulah yang dimaksud dengan tahanan.”
Bukan hanya Caroline, tetapi 20 orang perwakilan dari tujuh kelompok juga terdiam. Mereka benar-benar tidak menyangka kalau Sword of Sufferings menerapkan sistem semacam itu. Normalnya, orang-orang itu pasti akan merasa tidak puas dan memberontak. Namun apa yang mereka lihat adalah sebaliknya.
Orang-orang yang disebut tahanan dan dianggap tidak layak menjadi anggota Sword of Sufferings bekerja dengan patuh, bahkan tersenyum dan tertawa. Tampak begitu bahagia, tidak cocok dengan status mereka sebagai tahanan.
“Kita sampai.”
Suara Demonte kembali terdengar. Saat itu, mereka sampai di sebuah rumah yang lebih kecil dibandingan beberapa rumah lain. Namun tempat tersebut tidak kalah bersih. Bahkan terkesan lebih bersih dan tertata rapi.
Di depan pintu masuk, ada dua orang yang menunggu di sisi kiri dan kanan pintu. Sementara delapan belas orang lain tidak mengenali kedua orang itu, tiga lainnya mengenal mereka. Meski kedua orang itu sekarang tidak memakai jubah, tetapi Mattias, Caroline, dan temannya masih mengenal mereka.
Ya … keduanya adalah Draco dan Leon yang memimpin puluhan orang untuk membantai separuh dari anggota Emerald Goshawk!
“Yo! Ternyata kalian sudah sampai! Aku benar-benar bosan berdiri dan menunggu.”
Leon menggaruk belakang kepalanya. Dia kemudian menyeringai. Hanya saja, seringai tersebut tidak membuat orang lain senang. Sebaliknya, membuat orang-orang gugup karena merasa sedang ditatap oleh binatang buas.
__ADS_1
“Jangan menakuti mereka, Leon.” Draco langsung menyela. Dia kemudian melirik ke arah Demonte. “Kami akan menangani sisanya. Kamu bisa pergi.”
“Kalau begitu saya serahkan sisanya kepada anda, Mr Draco.”
Demonte memberi hormat lalu pergi. Saat itu, semua orang menatap ke arah Draco dan Leon.
Draco membuka pintu lalu berkata, “Tolong ikuti kami, Ketua telah menunggu kalian.”
Orang-orang itu pun mengikuti Draco dan Leon masuk ke dalam rumah.
Pertama-tama, mereka semua melihat ruang tamu yang kosong dan bersih. Bukan hanya ruang tamu, tetapi ruangan lain juga bersih tanpa perabot. Tidak ada tempat untuk menyembunyikan apa-apa. Bahkan tidak ada pajangan pada dinding, benar-benar bersih dan sedikit kosong.
Setelah berjalan beberapa waktu, mereka akhirnya sampai di depan pintu. Sebuah pintu tertutup biasa, tetapi membuat mereka semua merasa gugup.
“Kalian boleh masuk.”
Suara santai tetapi begitu tak acuh terdengar dari dalam ruangan. Kemudian, Draco membuka pintu sehingga orang-orang bisa masuk.
Pada saat orang-orang masuk ke dalam ruangan. Mereka langsung disambut dengan pemandangan ruang rapat yang luas dengan meja dan kursi tertata rapi. Pandangan mereka langsung beralih ke kursi utama, tempat ketua atau penyelenggara berada.
Di belakang kursi, berdiri dua sosok. Di sisi kiri, ada pria tampan dengan pakaian formal. Dia memejamkan mata, dengan sebuah katana di sisi kiri pinggangnya. Semua orang mengenalnya, karena pria itu adalah sosok yang mampu menyusup ke markas mereka dengan mudah untuk menyampaikan pesan.
Di sisi kanan, tampak sosok Stacy yang tersenyum ramah. Dia memakai pakaian rapi sambil membawa tumpukan kertas. Meski penampilannya cantik, tetapi entah kenapa … 21 orang yang baru saja tiba merasa agak takut.
Sementara itu, di kursi duduk sosok pemuda tampan dengan pakaian serba putih. Bahkan rambutnya juga berwarna putih seperti salju.
Pemuda tersebut membuka matanya, memperlihatkan iris mata merah bak rubi yang menatap mereka dengan dingin. Saat itu juga, suara tenang tetapi terdengar karismatik masuk ke dalam telinga mereka.
“Selamat datang di markas sederhana kami. Silahkan duduk dan bersantai, lalu …”
Ark memiringkan kepalanya.
“Mari berbincang-bincang sejenak.”
>> Bersambung.
__ADS_1