Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Berkemas dan Kembali


__ADS_3

Empat hari berlalu sejak eksekusi Tyler.


Di kantor, Ark duduk di kursinya sambil menopang dagu. Pemuda itu menatap ke depan dengan ekspresi tertarik di wajahnya.


“Apakah kamu yakin ingin mengambil jalan ini, Lexie?”


“Saya ingin bergabung dengan Sword of Sufferings, Tuan Hades! Saya bersumpah untuk selalu setia dan menjalankan segala perintah anda.”


Lexia berlutut. Ekspresinya berubah. Sama sekali tidak tampak seperti perempuan naif yang perlu dilindungi. Perasaan cinta murni, membutuhkan pahlawan, dan semacamnya sirna darinya. Hanya menyisakan sosok wanita yang lebih tenang dan tegas.


Tampak seperti seorang ksatria.


“Menarik.” Ark mengangguk ringan. “Mengumpulkan para perempuan yang merasa tertindas dan dianggap tidak berguna dan menyatukan mereka dalam satu kelompok. Melakukan kerjasama untuk mengumpulkan tanaman bermutasi dan memberikan seluruh poin hanya untuk satu orang. Ide yang sangat berani, tetapi yang lebih mengherankan ... mereka mau mempercayaimu.”


Ark menatap ke arah wajah Lexie lalu memiringkan kepalanya.


“Bagaimana kamu melakukannya?”


“Kharisma!” jawab Lexie dengan tegas.


“Kamu begitu percaya diri dengan penampilanmu?” Ark bertanya dengan nada main-main.


“Bukan itu yang saya maksud, Tuan Hades.”


Lexie masih berlutut. Dia menatap ke lantai dengan wajah tegas. Setelah menenangkan diri, dia mulai menjelaskan.


“Saya terinspirasi dari anda, Tuan Hades. Suatu hal yang paling saya kagumi dari anda selain kekuatan dan kecerdasan, adalah kharisma anda.


Berdiri di depan semua orang. Menjadi sosok nomor satu di mata banyak orang. Menjadi sosok yang mau membukakan jalan bagi mereka. Anda ... benar-benar sangat luar biasa.


Dari sana, saya mulai berpikir. Saya jelas tidak bisa mengandalkan diri saya sendiri untuk bersaing dengan orang-orang. Lalu, saya menyadari kalau kami, para perempuan dari kelompok pemetik herbal terlalu lemah. Selain itu, kami juga ditekan, ditindas, dan akhirnya berpikir kalau kami memang hanya beban.


Pada saat itu, saya berpikir. Jika ada seseorang yang memimpin para perempuan dan menunjukkan jalan bagi mereka. Kemungkinan mereka yang ‘lemah’ lebih mudah bersatu. Bersatu dengan tujuan yang sama, menjadi lebih kuat dan mampu melindungi diri kami sendiri tanpa bantuan dari laki-laki.


Itulah bagaimana tim kami terbentuk.”


Ark sama sekali tidak merubah ekpresinya. Dia memiringkan kepalanya ke arah lain lalu membalas ucapan wanita itu.

__ADS_1


“Meski memujiku tidak akan mengubah apa-apa, tetapi aku cukup menyukainya.


Bukan hanya karena penampilan atau keterampilanmu berbicara, tetapi juga visimu. Kamu melihat ke tempat jauh dan tahu tujuanmu. Bukan hanya tahu tujuan, tetapi juga tahu bagaimana harus melangkah.


Hey, Lexie? Apakah kamu memiliki minat untuk menjadi ketua cabang kota ini?”


“EH???” Mata Lexie terbelalak.


“Aku tidak akan memberimu posisi ini secara langsung. Aku hanya berkata, visimu masih kurang. Namun, kamu memang memiliki potensi.


Apakah kamu hanya ingin memimpin kelompok perempuan yang berisi belasan atau paling banyak tiga puluh orang? Aku rasa, selama kamu mau berusaha, judul ketua cabang bisa dalam genggamanmu.


Merekrut, mengorganisir, lalu memperkuat semua anggota perlahan tapi pasti. Kamu cukup cocok sebagai pemimpin. Aku hanya bicara soal potensi. Apakah kamu bisa sampai di tempat itu atau jatuh menjadi ‘Tyler no 02’, itu tergantung pada kinerjamu.


Jadi, bangun! Aku menerimamu bergabung di cabang Sword of Sufferings!


Mulai hari ini, kamu adalah orang nomor satu di cabang karena belum ada orang lain yang bergabung. Apakah kamu bisa memimpin bawahanmu dan mendominasi cabang ini, atau disusul oleh orang lain yang bergabung setelah dirimu ... itu tergantung pada kinerjamu.”


Mendengar itu, Lexie langsung bangkit. Memiliki ekspresi tegas di wajahnya, dia berkata dengan tegas.


***


Sekali lagi, lima hari berlalu.


“Apakah sejak awal ini yang kamu incar, Kak? Sebuah tim yang terdriri dari 31 perempuan yang mendominasi kelompok pemetik herbal. Hari ini, 6 dari mereka, termasuk ketuanya sudah menjadi anggota cabang.”


Dalam kantor Ark, Lisa berbaring di sofa sambil melihat ke arah pemuda itu dengan ekspresi penasaran. Pada awalnya, dia berpikir kalau strategi Ark berantakan. Namun siapa sangka, ternyata sekali lagi pemuda itu mengejutkan dirinya.


Mengumpulkan orang. Memberi mereka harapan untuk hidup lebih baik. Membiarkan mereka tumbuh lebih cepat dengan mengandalkan keserakahan, dan saling menelan. Mengambil satu orang untuk menunjukkan bagaimana mewah dan mulianya hidup anggota cabang. Menghapus satu orang untuk menakuti sisanya, menyadari kalau ada batas yang tidak boleh dilanggar. Sedangkan sentuhan terakhir ...


Buat sebuah arena pacu dimana mereka berlomba-lomba untuk membentuk tim kuat agar bisa naik ke atas, hidup lebih baik tanpa harus melanggar batas. Tetap menjadi ‘anak baik’ di bawah Sword of Sufferings.


Sebuah cara yang akhirnya bisa membentuk cabang dalam waktu kurang satu bulan. Menyiapkan fondasi kokoh sehingga mereka tinggal membangun bangunan ketika kembali lagi ke kota ini. Lagipula ...


Besok mereka akan pergi, kembali ke markas utama!


Tinggal dua minggu sebelum musim dingin tiba. Membawa banyak barang bawaan, pergerakan mereka akan sedikit lebih lambat daripada saat datang ke kota. Jadi, mereka harus kembali sedikit lebih awal.

__ADS_1


“Ya ... tidak masalah kalau kamu tidak menjawabnya.” Lisa mengangkat bahu. “Omong-omong. Apakah orang-orang sudah bergegas kembali, ya?”


“Tim lain seharusnya memulai perjalanan kembali tiga atau empat hari yang lalu.” Ark menjawab dengan nada santai.


“Omong-omong. Bagaimana dengan ramuan evolusi level 1, Kak? Apakah memang perlu membawanya? Meski berguna, kita juga sudah memiliki kebun penuh dengan tanaman itu, kan?”


“Tentu saja kita tidak membawanya karena terlalu memakan tempat. Selain itu, sebenarnya jumlahnya tidak begitu banyak, cocok untuk melakukan investasi.”


“Investasi?” tanya Lisa.


“Dalam waktu ini, ada sebelas orang yang telah menjadi anggota cabang dan menunjukkan kelayakan. Ada 6 perempuan di satu tim, dan 5 laki-laki dari lima tim berbeda. Aku akan melakukan investasi pada mereka.


Sekarang, Lexie telah menyerap 5 dan sisanya telah menyerap 3 botol ramuan evolusi. Itu berarti, butuh 75 botol agar mereka bisa menembus level pertama. Di sini, kita masih memiliki 90 botol. Itu lebih dari cukup.”


“Kamu ingin membiarkan mereka mengalami evolusi tetapi meninggalkan mereka di sini? Apakah mereka akan setia?”


Lisa mengangkat alisnya, menatap Ark seolah salah dengar. Dia jelas mengenal pria yang dipanggil Hades dan betapa pelitnya orang itu. Jadi rencana membagi-bagikan kepada orang lalu melepaskan mereka, benar-benar berbeda dengan gaya Ark.


“Aku tidak peduli apakah mereka setia atau tidak. Bahkan jika membelot, mereka tidak akan bisa membuat gelombang. Lagipula, mereka bahkan belum menyerap miracle root pertama.


Alasan aku melakukannya sebenarnya untuk memberi mereka kesempatan. Setidaknya, dengan adanya 11 manusia yang mencapai evolusi, ada kemungkinan bagi orang-orang di kota ini selamat melewati musim dingin dan gelombang binatang buas di tahun baru.


Selain itu, beberapa kelompok cukup besar akan berkembang setelah kita pergi. Kemudian ... kita hanya perlu menangkap mereka semua ketika datang ke sini di musim semi. Langsung menyelesaikan banyak masalah, bahkan mungkin menyatukan kota dalam sekali gerakan.”


“Cih! Kamu benar-benar masih mengerikan, Kak!”


Lisa memutar matanya. Akhirnya mengetahui alasan orang itu ‘berbuat baik’ kepada orang-orang di kota ini.


Melihat Lisa yang tampak tidak puas, Ark hanya mengangkat bahu. Pemuda itu kemudian berkata.


“Segera kemasi barang bawaanmu. Besok kita akan kembali ...”


Ark menopang dagu dengan senyum tipis di bibirnya.


“Pulang ke markas utama Sword of Sufferings.”


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2