Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Sword of Mist


__ADS_3

Keesokan harinya.


Setelah melepaskan Jay dan melakukan perbincangan cukup panjang semalaman, Ark melakukan rutinitas pagi seperti biasanya. Namun, hari ini ada hal lain yang perlu dia tangani.


Ark menyerahkan banyak tugas untuk Roxanne dan merasa sedikit menyesal karena membebani wanita itu. Jadi hari ini pemuda tersebut berencana untuk membereskan beberapa pekerjaan penting yang tertunda. Salah satunya ...


Menghadapi Dedric yang datang dengan orang-orang dari Blade of Areia.


Dikarenakan Ark pergi dengan dua rekannya untuk melakukan tugas khusus, akhirnya Roxanne yang datang untuk menjemput Dedric dan rombongan.


Meski begitu, wanita tersebut juga telah melakukan tugasnya dengan baik. Tidak hanya menerima, tetapi dia juga memilih siapa yang pantas menjadi anggota dan tidak pantas. Pada akhirnya, 150 orang termasuk Dedric dipilih.


Ditambah dengan seratus orang yang datang terlebih dahulu, jumlah anggota tambahan adalah 250 orang. Hampir menyamai jumlah anggota Sword of Sufferings!


Ark berjalan melewati halaman belakang.


Meski mansion itu sangat besar dan luas, tetapi Roxanne dan orang-orang dari Sword of Sufferings tidak membiarkan mereka masuk tanpa persetujuan Ark. Jadi, akhirnya orang-orang itu mendirikan tenda di halaman belakang yang sangat luas.


Tentu saja, karena mereka menjadi anggota sementara (magang), para prajurit membantu mereka membuat tenda yang layak huni. Bukan hanya kain yang diikat secara acak.


Rencananya, orang-orang ingin membuat rumah kayu dari hutan sekitar mansion setelah Ark kembali.


Melihat kedatangan Ark, Dedric dan Ian langsung memanggil semua orang untuk berkumpul.


Mereka langsung membuat barisan yang begitu rapi. Menyambut Ark dengan begitu hormat dan tulus.


“Selamat pagi, Ketua!” teriak mereka serempak.


“Ya. Selamat pagi juga untuk kalian.”


Ark mengangguk ringan dengan ekspresi datar di wajahnya. Tatapannya langsung menyapu Dedric dan Ian. Pemuda itu kemudian menyuruh mereka berdua mendekat.


“Kemari.”


“Baik, Ketua!” jawab Dedric.


Melihat Dedric dan Ian yang berdiri di depannya, Ark mengelus dagu. Menyadari perbedaan mereka, pemuda itu berkata.


“Tampaknya kamu mengalami masa-masa sulit ketika kembali.”


“Ugh!” Dedric tersenyum masam.


“Nanti kamu dan Ian mengikuti aku.”


Setelah mengatakan itu, Ark berjalan maju lalu berdiri di depan ratusan orang. Beberapa saat kemudian, dia berkata dengan ekspresi tegas.


“Tugas kalian hari ini adalah melakukan latihan dasar di pagi hari. Setelah itu, pergi dengan senior kalian untuk memotong pohon.


Bangun rumah kayu sesuai dengan rencana. Tidak perlu besar, tetapi kokoh dan bisa ditinggali. Buat rumah yang nyaman untuk berlindung dari angin dan hujan.

__ADS_1


Tenang saja. Senior kalian memiliki banyak pengalaman dalam membangun. Khususnya para pengrajin yang bisa mempercepat proses pembangunan. Jadi, seharusnya kalian bisa mendapatkan tempat tinggal nyata dalam waktu kurang dari satu bulan.


Sekarang, kalian boleh bubar!”


“Ya, Ketua!” jawab mereka semua serempak sambil memberi hormat.


Pada saat Ark berbalik pergi, mereka pun ikut bubar. Segera pergi untuk melakukan tugas masing-masing.


Ark sendiri langsung mengajak Dedric dan Ian menuju mansion karena ada yang ingin dia bahas dengan mereka berdua.


***


Sekitar setengah jam kemudian, dalam kantor Ark.


Dedric dan Ian duduk di kursi dengan ekspresi gugup di wajah mereka. Keduanya bahkan tidak menyentuh teh panas yang disajikan di depan mereka. Sebaliknya, malah selalu fokus pada Ark yang duduk santai sambil menikmati teh pagi.


“Jangan terlalu gugup. Minum teh kalian terlebih dahulu sebelum bicara.


Mendengar itu, Dedric dan Ian saling memandang lalu mengangguk. Kemudian, mereka berdua ikut minum teh.


Merasakan teh hangat yang dibuat khusus, pikiran mereka berangsur-angsur menjadi lebih tenang. Mereka berdua tampak terkejut, tetapi segera tenang karena sudah terbiasa melihat Ark membuat keajaiban.


Hanya bisa bersyukur secara diam-diam karena tidak memilih jalan yang berlawanan dengan Ark dan Sword of Sufferings.


Melihat ke arah Dedric dan Ian yang tidak lagi tegang, Ark akhirnya membuka mulutnya.


“Karena kalian sudah tenang. Maka mari kita mulai pembicaraannya.”


“Pertama-tama, ceritakan padaku apa yang terjadi setelah kamu kembali ke markas Blade of Areia. Aku ingin mendengar semua ceritanya. Semakin detail, semakin baik.”


Mendengar pertanyaan tersebut, Dedric termenung. Setelah beberapa saat, barulah pria itu membuka mulutnya.


“Sama seperti yang anda pikirkan, Ketua. Banyak yang terjadi setelah saya kembali. Terlebih lagi, bukan hal-hal baik melainkan hal buruk.


Banyak petinggi Blade of Areia merasa tidak puas dengan keputusan yang saya buat. Mereka berkata kalau saya sembrono dan telah dicuci otak. Namun, saya pikir merekalah yang menyedihkan karena terlalu bangga.


Seperti katak dalam sumur yang belum melihat dunia.”


Selesai mengeluh, Dedric menatap ke arah Ark. Menyadari kalau pemuda itu tidak marah, dia menghela napas lega. Pria itu kemudian melanjutkan.


“Kesepakatan kita dengan Blade of Areia masih sama seperti sebelumnya. Bedanya, sekarang pemimpin kelompok itu bukan aku. Jadi, kita bisa membicarakan kapan penambangan akan dimulai.”


“Lupakan soal penambangan. Katakan padaku, bagaimana respon anggota kelompok lainnya?”


Ark langsung memotong dan menanyakan apa yang ingin dia ketahui. Benar saja, ekspresi Dedric langsung berubah ketika mendengar pertanyaan Ark.


“Mereka membenci kami dan menyebut kami sebagai pengkhianat. Tidak hanya itu, banyak orang tua yang melempari kami sambil mengutuk kami. Terkadang itu membuat saya berpikir, apakah keputusan ini tepat atau tidak.”


“Itu adalah keputusan yang tepat.”

__ADS_1


“Eh?”


Jawaban Ark yang tiba-tiba membuat Dedric terkejut. Saat itu, pemuda yang kerap dipanggil Hades itu kembali bicara.


“Pilihan kalian tepat. Kalian sama sekali tidak perlu menyesali keputusan itu.


Pikirkan baik-baik. Kenapa orang-orang itu bersikap baik kepada kalian ketika kalian berada di Blade of Areia lalu marah ketika kalian keluar?


Jawabannya sederhana. Orang-orang yang mengaku lemah dan tidak berdaya itu terlalu bergantung pada kalian. Karena kalian tidak lagi merawat mereka yang ‘lemah dan membutuhkan’, kalian dianggap salah.


Namun setelah kamu pikir baik-baik. Apa hubunganmu dengan mereka? Keluarga? Kerabat? Atau apa?


Mereka bukan siapa-siapa.


Apakah mereka memberi kalian sesuatu? Membantu kalian dalam menghadapi sesuatu?


Tidak. Mereka hanya membuang napas sambil memuji, hal yang bahkan anak kecil bisa lakukan.


Pada kenyataannya, orang-orang hanya malas karena tidak ingin menggunakan kedua tangan dan kaki mereka sendiri. Berlindung di balik kata ‘lemah dan tak berdaya’ sambil menyuruh kalian sebagai kuli.”


Ucapan Ark membuat Dedric dan Ian tercengang. Mereka memiliki pemikiran untuk menolak, tetapi kata-kata jahat dan beracun itu masuk ke dalam otak mereka dengan cepat.


Saat itu, Ark menunjuk ke arah jantung mereka berdua.


“Ingat dan tanamkan baik-baik dalam hati kalian.


Alasan kenapa kalian bergabung adalah untuk bertahan hidup dan menjadi lebih kuat, setidaknya agar bisa berdiri di dunia yang kejam ini.


Bukannya berencana menakuti kalian, tetapi kalian semua ... 250 orang telah membuat kontrak dengan iblis.


Aku ingin jiwa kalian, hidup dan mati kalian. Sebagai gantinya, aku akan memberikan semuanya sesuai dengan harganya. Bekerja lebih banya, dapatkan lebih banyak.


Semakin berkontribusi, semakin banyak manfaat yang didapat.


Aku memperlakukan semuanya sama rata. Semakin mempunyai rasa memiliki dan banyak kontribusi, aku juga akan semakin memperhatikan.


Apakah kalian mengerti?”


“YA, KETUA!” jawab Dedric.


Ian juga mengangguk dengan ekspresi tegas.


Melihat kedua orang yang sudah masuk dalam jaring, Ark sedikit mengangkat sudut bibirnya. Pemuda itu kemudian kembali berkata.


“Mulai dari sekarang, kalian berdua dan 248 orang lainnya bukan lagi anggota Blade of Areia.


Aku akan menyebut kalian semua sebagai ‘Sword of Mist’, kelompok cabang Sword of Sufferings dari kota ini. Dengan begini, itu berarti aku memberi kalian kesempatan. Bisa menggunakannya atau tidak ...”


Ark membuka kedua tangannya.

__ADS_1


“Itu tergantung pada usaha kalian.”


>> Bersambung.


__ADS_2