
Black Doberman, salah satu makhluk bermutasi yang terbilang sangat spesial. Miracle Root dengan kemampuan luar biasa.
Kata "harta" langsung muncul dalam pikiran Ark. Tanpa sadar, pemuda itu menjilat bibirnya dengan ekspresi penuh tekad.
Ekspresi Ark membuat Natasha dan Stacy terkejut. Mereka tidak menyangka, ketua yang biasanya sangat dingin bahkan tidak peduli ketika dikelilingi gadis cantik ternyata tampak begitu bersemangat ketika melihat monster semacam itu.
'Apakah pria ini memiliki kelainan tertentu?'
Pertanyaan itu langsung muncul dalam benak Stacy dan Natasha.
Mengabaikan kedua gadis yang terkejut, Ark fokus ke arah Black Doberman. Berbeda dengan zombie spesial, biasanya, Miracle Root yang didapat dari binatang buas memiliki dua kemampuan. Ya, bukan satu, tetapi dua. Bahkan terkadang tiga!
Itulah kenapa, apabila Miracle Root pertama tidak mengharuskan manusia menyerap dari zombie spesial agar bisa membiasakan dan memulai rute evolusi, manusia pasti memilih langsung menggunakan Miracle Root binatang buas.
Akan tetapi, di kehidupan sebelumnya, hal semacam itu telah diuji. Hasilnya, orang yang menyerap Miracle Root binatang buas sebagai Miracle Root pertama 99% mati. Sedangkan 1% dari mereka malah menjadi binatang buas berbahaya yang tidak memiliki akal sehat.
Black Doberman, harta hidup berisi Miracle Root dengan tiga kemampuan. Indera penciuman super, kekebalan racun tingkat rendah, dan berserk.
Indera penciuman super, seperti namanya, kemampuan itu tidak perlu dijelaskan. Kekebalan racun tingkat rendah, skill ini membuat manusia tidak perlu lagi takut dengan cakaran atau gigitan zombie, bahkan tidak takut dilukai oleh tikus bermutasi.
Sedangkan skill berserk, berbeda dengan skill pengganda atribut milik Jay, skill ini mirip tetapi dengan kekuatan dan kelemahan tersendiri. Kelebihannya, bukan menggandakan menjadi dua kali lipat, tetapi semua atribut ditingkatkan empat kali lipat untuk sementara waktu. Sedangkan kekurangannya, seperti nama skill, penggunanya akan menggila dan tidak berpikir jernih ketika menggunakan skill ini.
Siapapun yang ada di sekitarnya dianggap sebagai mangsa, baik itu kawan atau lawan, dia akan menyerangnya. Tentu saja, meski hampir mustahil diselesaikan, tetapi ada sedikit kemungkinan untuk mengendalikan skill ini. Ya, sangat sedikit, bahkan Ark memiliki keyakinan 10% untuk dirinya, dan kurang dari 3% untuk orang lain.
Meski demikian, tetap saja, empat kali lipat atribut sudah sangat memuaskan. Bahkan bisa dianggap sebagai skill pamungkas yang gila. Kartu truf yang bisa dikeluarkan pada saat terdesak!
Semakin lama melihat makhluk itu, Ark merasa makhluk itu seperti harta yang minta dijemput olehnya!
'Namun, Black Doberman masih berada di puncak level 1. Belum mengalami mutasi (evolusi) ke 2. Ini terlalu disayangkan.'
Orang yang telah mengalami evolusi ke dua bisa menyerap Miracle Root lain. Saat itu, mereka juga bisa menyerap Miracle Root dari makhluk level 1. Masalahnya, hal tersebut kurang efektif.
Jika menginginkan efek yang terbaik, orang yang telah mengalami evolusi ke dua sebaiknya juga menyerap Miracle Root dari makhluk level 2. Begitu pula seterusnya.
Sedangkan menyerap Miracle Root makhluk yang berada pada level di atasnya, kasusnya akan mirip dengan evolusi pertama yang menyerap Miracle Root milik binatang buas. Mereka akan mati.
'Haruskah aku melepaskannya? Namun, setelah pergi, makhluk ini pasti akan sulit ditemukan.
Sedangkan memotong keempat kakinya lalu dibawa kembali, hal itu terlalu disayangkan. Bahkan jika aku menyerapnya dan mendapatkan keuntungan, tetapi itu kurang maksimal!
Dalam kehidupan ini, aku tidak mau lagi merasakan penyesalan!'
Ark menggertakkan gigi. Tampak ragu dan bimbang.
__ADS_1
Saat itu, Ark melihat mata Black Doberman menjadi merah. Ekspresi pemuda itu langsung berubah. Dia langsung berteriak keras sembari melesat menuju ke arah makhluk tersebut.
"MUNDUR!!!"
Black Doberman langsung menyerang sosok Vadim yang tampak paling lemah dan paling dekat dengannya. Ekspresi kegilaan muncul di wajah makhluk itu. Namun, sosok Ark langsung menghalangi jalannya.
Menghindari gigitan, kedua tangan pemuda itu langsung melingkar di leher Black Doberman. Otot-otot tubuh Ark langsung muncul ketika dia mengerahkan seluruh tenaga sambil berteriak.
"JATUH UNTUKKU!!!"
BRUAK!
Makhluk itu langsung dibanting ke jalanan. Ark terus mencekik lehernya dan menahannya agar tidak bangkit.
Menggeram marah, Black Doberman mendorong Ark dengan kaki depannya. Kedua kaki makhluk itu langsung mencabik-cabik baju Ark, bahkan melukai kulitnya.
Sadar bahwa kedua tangan yang mencekik lehernya tidak mengendor, Black Doberman berhenti mencakar. Dia memaksakan diri untuk bangkit. Meski tubuh Ark kuat, tetapi dibandingkan dengan binatang buas di puncak level pertama, belum lagi menggunakan skill berserk, pemuda itu masih tidak ada apa-apanya.
Swoosh! BRUAK!
Sosok Ark terangkat lalu terlempar. Terbang jauh lalu menabrak pagar dengan keras.
"Ketua!!!" teriak anggota Sword of Sufferings lain.
"Aku tidak apa-apa. Lebih baik kalian tidak menyerangnya! Makhluk ini ... tidak boleh mati!"
Ark berkata dengan nada dingin. Ucapannya sangat tegas, sampai membuat anggota lain terkejut.
"Bukankah terlalu berbahaya untuk melepaskan makhluk seperti ini, Ark? Bukankah lebih baik membunuhnya sebelum tumbuh?"
"Makhluk itu tidak boleh mati terlalu awal, tetapi juga tidak boleh lolos."
Mendengar penjelasan Ark, Jay dan anggota Sword of Sufferings lainnya tampak terkejut. Ucapan ketua mereka memiliki makna yang jelas, yaitu ingin menangkap lalu mengurung makhluk ini hidup-hidup!
"Itu gila, Ark! Kamu—"
Ucapan Jay tercekat ketika melihat ekspresi teguh di wajah Ark. Dia tidak lagi menolak, tetapi hanya berdecak. Merasa agak lelah karena kegilaan ini.
Sementara itu, Ark bergumam dengan suara yang hanya bisa dirinya dengar.
"Skill berserk belum sempurna, hanya menggandakan atribut tiga kali lipat. Meski berat, seharusnya masih bisa."
Sambil berjalan dengan ekspresi dingin, Ark menarik sebuah belati dari belakang punggungnya. Matanya mulai berubah menjadi biru, tampak dingin dan kejam. Aura biru tipis menyelimuti bilah belati di tangan kanannya.
__ADS_1
"Lumpuhkan, potong otot-otot yang diperlukan. Jika itu tidak berhasil, potong keempat kakinya! Karena ...
Selama masih hidup, makhluk ini masih bisa digunakan!"
Di mata Ark, makhluk itu bukan lagi peliharaan atau rekan manusia. Hanya musuh, hanya benda yang harus dia miliki agar bisa mencapai ketinggian baru.
Membuka jalan menjadi lebih kuat untuk melindungi dirinya dan orang-orang di sekitarnya!
"Buat lingkaran jauh! Pastikan makhluk itu tidak lari ketika terpojok! SEKARANG!"
Mendengar ucapan Ark, anggota Sword of Sufferings langsung mundur. Menyebar jauh tetapi masih membentuk lingkaran. Menghadang jalan yang mungkin dilewati oleh makhluk itu.
Sosok Ark langsung melesat dengan cepat. Dia langsung bergegas ke arah Black Doberman. Tentu saja, makhluk itu juga tidak hanya diam dan menerima nasibnya.
Black Doberman juga langsung bergegas ke arah Ark. Mencoba menggigit dan mencabik-cabik orang yang menyerangnya.
Satu orang dan satu binatang, saling menyerang dengan ganas sambil mencoba menghindari setiap serangan lawan.
Slash! Slash!
Luka demi luka muncul di tubuh Black Doberman dan Ark.
Ya. Karena kalah dalam atribut, bahkan jika Ark memiliki teknik yang baik, dia masih menerima serangan meski hanya sesekali.
Lima belas menit berlalu dalam sekejap mata.
BRUK!
Black Doberman jatuh ke tanah. Tubuhnya dipenuhi luka. Makhluk itu berusaha untuk bangkit, tetapi akhirnya kembali terjatuh. Efek berserk juga hilang. Makhluk itu tampak lemah dan tak berdaya. Namun masih menatap ke arah Ark dengan tegas, tidak berniat menyerah sampai akhir!
Ark sendiri berdiri di depan makhluk itu dengan tubuh penuh luka. Darah masih menetes dari belati di tangannya. Wajahnya penuh dengan cipratan darah, tetapi mata biru yang tampak dingin sekaligus indah itu masih menatap dengan tak acuh.
"Bukannya aku membencimu. Bahkan, dulu aku juga memiliki seekor German Shepherd sebagai rekan."
Ark bergumam dengan nada tenang tanpa fluktuasi.
"Namun, jika disuruh memilih sedikit sentimental atau masa depan. Maaf saja ..."
Mata Ark memancarkan kilau dingin.
"Lebih baik aku membuang sentimental yang tidak perlu."
>> Bersambung.
__ADS_1