Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Senyuman Berbahaya


__ADS_3

“Sesuatu yang menarik?”


Dedric mengangkat alisnya. Menatap ke arah Ark dengan ekspresi bingung sekaligus penasaran.


“Ya.” Ark mengangguk ringan. “Pada awalnya, kalian meminta 7 : 3 karena berpikir kalau kalian yang menemukannya dan kalian yang paling berkontribusi, kan?”


“Uh.” Dedric mengangguk ringan.


“Karena itu, kami, Sword of Sufferings akan membuktikannya kepada kalian.”


“Membuktikan?”


“Ya. Kita setuju untuk melakukan pekerjaan ini bersama. Akhirnya, kita akan menunjukkan kelompok mana yang lebih berguna. Taruhannya adalah penghasilan 7 : 3 dengan 7 sebagai pemenangnya dan 3 bagi yang kalah.


Bukankah itu lebih adil? Maksudku, di dunia yang kacau ini, lebih kuat berarti memiliki lebih banyak hak, bukan?”


Mendengar ucapan Ark yang cukup memprovokasi, Dedric menatap ke arah Ian. Membulatkan tekadnya, dia masih berkata.


“Aku akan menerima taruhan ini!”


Mendengar jawaban memuaskan tersebut, Ark tersenyum sambil mengulurkan tangan.


“Kalau begitu, selamat bekerjasama Mr Dedric.”


“Senang bekerjasama denganmu, Tuan Ark. Semoga tidak ada penyesalan antra taruhan kita.”


Dedric menjabat tangan Ark.


“Tentu saja tidak akan ada penyesalan. Selain itu, kalian juga bisa tenang karena Sword of Sufferings selalu memperlakukan rekan bisnis dengan baik.”


“Haruskah saya membuat surat perjanjian agar bisa ditanda tangani, Ketua?” tanya Roxanne.


“Tidak perlu.” Ark menggelengkan kepalanya. “Mereka telah mempercayai kita, jadi kita juga harus mempercayai mereka. Atau ... anda ingin menanda tangani surat perjanjian saja, Mr Dedric?”


“Karena tidak tahu siapa yang akan menjilat ludah sendiri atau ingkar janji di akhir, maka mari kita buas surat perjanjian.”


Dedric menjawab setelah berpikir sejenak. Pria itu tampaknya ingin main aman karena belum mengenal Ark. Meski Ark terlihat baik, tetapi Dedric tidak tahu isi hatinya. Itulah kenapa dia merasa harus berhati-hati.


Mendengar jawaban Dedric, Ark mengangguk ringan.


“Kalau begitu mari kita tanda tangani surat perjanjian.”


Melihat Ark dan Dedric berjabat tangan, Ian hanya bisa menghela napas panjang. Sama sekali tidak ingin ikut campur urusan mereka.


***

__ADS_1


Sekitar dua jam kemudian.


“Aku tidak menyangka kalau kehidupan anda begitu mewah bahkan di dunia yang kacau ini, Tuan Ark.”


Setelah minum air dan makan buah, duduk santai sambil menikmati hari membuat Dedric merasa terkejut. Sama sekali tidak menyangka kalau hidup di era apocalypse bisa semudah dan sesantai itu.


Bukan hanya Cedric, Ian juga merasa kagum dengan Sword of Sufferings. Sebagai pendatang baru, mereka bisa membuat tempat yang bersih dan nyaman untuk ditinggali. Sama sekali tidak campur aduk dan kotor, penuh bau keringat atau semacamnya.


Semua ruangan digunakan dengan baik. Public space juga bersih dan nyaman ditinggali. Kotoran, sampah, dan semacamnya dibuang di tempat yang seharusnya dan tidak menjadi sumber bau.


Belum lagi, Ark adalah ahli farmasi. Pemuda itu telah meracik bubuk khusus yang dibuat dari berbagai herbal dikeringkan, digiling menjadi bubuk, dan dicampur dengan rasio tertentu.


Bubuk tersebut disebar di sekitar mansion. Bukan hanya membuat aroma di sekitar mansion menjadi menyegarkan, tetapi juga menghilangkan bau jamur dan menjauhkan serangga.


Membuat mereka merasa tinggal dalam mansion tua di negeri dongeng. Bukan dunia apocalypse yang dipenuhi teror dan kekacauan.


“Aku hanya sedikit meningkatkan kualitas hidup anggota Sword of Sufferings, Mr Dedric. Dengan begini, semua anggota bisa berlatih dengan fokus dan beristirahat dengan nyaman.”


“Anda benar, Tuan Ark. Omong-omong, apakah bubuk yang anda maksud juga dijual?”


“Tentu saja dijual, Mr Dedric. Kecuali beberapa ramuan atau senjata khusus, hampir semua hal milik Sword of Sufferings dijual. Apa yang saya maksud tidak termasuk anggotanya karena kami tidak melakukan perdagangan manusia.”


“Hampir semua bisa dibeli sesuai dengan harganya,” gumam Dedric dengan ekspresi takjub.


“Saya hanya merasa kalau kalian luar biasa. Tidak hanya kuat, tetapi kalian juga bisa membuat banyak hal hebat. Sungguh sebuah kelompok kuat yang patut dicontoh.”


“Kamu terlalu memuji kami, Mr Dedric.”


Dedric hanya tersenyum tanpa mengatakan sepatah kata. Dia tidak bisa mengungkapkan semuanya, tetapi kunjungannya kali ini memang telah membuka mata pria itu.


Saat itu juga, suara kicauan burung terdengar dari langit.


Mendengar kicauan tersebut, senyum Ark memudar. Dia melirik ke arah Roxanne lalu berkata.


“Kumpulkan semua orang. Biarkan mereka bersiap sesegera mungkin. Tampaknya hari ini adalah hari yang baik, tamu demi tamu datang ke markas Sword of Sufferings kita.”


“Baik, Ketua!”


Roxanne memberi hormat lalu berbalik pergi.


Setelah beberapa saat, para prajurit yang sedang berlatih atau beristirahat segera kembali ke ruangan mereka masing-masing.


Tidak menunggu lama, satu per satu orang berjubah hitam dan membawa pedang di sisi kiri pinggang mereka keluar dari kamar.


Mereka segera pergi menuju ke halaman depan lalu membuat barisan rapi tanpa harus menunggu aba-aba dari pemimpin mereka.

__ADS_1


Melihat pemandangan seperti itu, Dedric, Ian, dan anggota Blade of Areia lainnya tampak kebingungan.


Saat itu juga, suara Ark terdengar di telinga Dedric dan Ian.


“Tampaknya kalian datang di waktu yang tepat.” Ark memiringkan kepalanya. “Mungkin.”


“Maksud anda, Tuan Ark?”


“Tidak ada maksud tertentu. Hanya saja, pengunjung kali ini lebih galak dan kasar dibandingkan sebelumnya. Jumlah mereka ... tampaknya juga sangat banyak.”


Mendengar penjelasan Ark, Dedric menjadi lebih gugup. Saat itu, Ark memberi isyarat.


“Jika tidak ingin terlibat, tolong ajak rekan-rekan anda bersembunyi di ruang penerimaan tamu. Namun, akan ada yang mengawasi kalian, jadi jangan melakukan pergerakan yang mencurigakan jika tidak ingin disakiti.


Tolong atur tamu ini dan bawa 20 penjaga untuk mengawasinya.”


“Ya, Ketua!” balas prajurit yang dihentikan Ark.


Ark sendiri langsung berjalan pergi menuju ke halaman depan. Dia masih memakai pakaian santai dan tidak lengkap. Hanya ada satu pedang di sisi kiri pinggang untuk berjaga-jaga.


“Semua orang, kita akan segera kedatangan tamu. Langsung saja, bagi barisan menjadi empat kelompok dan pergi untuk mempertahankan keempat arah mata angin.


Lakukan saja seperti latihan. Lakukan saja seperti dalam latihan, dan bala bantuan akan datang membantu ketika memang dibutuhkan.


Tentu saja, aku percaya kalian sudah lebih dari cukup untuk menghentikan dan mengapus musuh-musuh itu, kan?”


“YA, KETUA! KAMI SUDAH CUKUP!!!”


Semua prajurit yang bangga langsung menjawab serempah dengan penuh percaya diri.


“Kalau begitu ... pasukan dibubarkan! Pergi ke tempat berjaga masing-masing sekarang!”


“YA, KETUA!!!”


Para prajurit langsung bergegas menuju ke tempat mereka masing-masing dengan rapi. Sama sekali tidak terburu-buru, tetapi melakukan semuanya dengan cepat dan tertata baik.


Sementara itu, Roxanne yang telah merubah pakaiannya datang ke sisi Ark dengan para anggota Golden Rose mengikutinya. Mereka hanya berbaris di belakang pemuda itu sambil menunggu instruksi dengan tenang.


Ark sendiri memandang ke arah kejauhan tanpa mengucapkan sepatah kata.


Hanya saja, Roxanne melihat perubahan di wajah Ark.


Di wajah pemuda tampan itu, tampak sebuah senyuman. Bukan sembarang senyuman, tetapi sebuah senyuman berbahaya yang menunjukkan kepuasan karena semua telah berjalan sesuai dengan rencananya.


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2