
Crimson Sun.
Sebuah teknik yang diciptakan oleh seorang esper dari barat. Esper lain menganggap teknik ini sebagai teknik bunuh diri paling boros. Ya. Meski kuat, tetapi terlalu banyak persyaratan.
Selain memerlukan teknik telekinesis tingkat tinggi dan kendali yang keterlaluan, bahan yang dibutuhkan untuk menciptakan api terlalu berlebihan. Teknik ini saja bisa mengonsumsi bahan bakar berharga di kota untuk diluncurkan, itulah kenapa dianggap sebagai teknik sebagai teknik paling boros.
Teknik tampak kuat, tapi sebenarnya merugikan karena membuang banyak hal.
Crimson Sun yang diluncurkan oleh Ark dianggap kecil karena pada kenyataannya, teknik tersebut bisa memusnahkan seluruh kota jika diluncurkan dengan orang yang memenuhi persyaratan seutuhnya. Pada akhirnya, teknik itu bisa menjadi kuat juga karena bantuan dari luar, bukan 100% kemampuan dari esper.
Sekuat apapun esper, mereka tidak bisa memunculkan api dari ketiadaan. Jika ada pengendalian api, pasti ada berbagai syarat yang perlu dipenuhi. Tatap saja, api sendiri sangat kuat karena hampir semua makhluk takut dan bisa dimusnahkan olehnya.
Di kejauha, banyak orang menutup wajah mereka ketika ledakan besar terjadi. Meski begitu, mereka semua masih terpental dan berguling-guling ke belakang akibat dampak serangan itu.
Melihat awan jamur di kejauhan, mereka semua tidak bisa tidak menahan keringan dingin.
Benar-benar tidak bisa membayangkan apa yang sebenarnya sedang terjadi di sana!
Sementara itu, di pusat ledakan.
Di sini, tampak sebuah cekungan besar seperti bekas tabrakan meteorit. Di tengah-tengahnya, ada satu sosok dan satu benda yang tampak aneh.
Sosok itu adalah Ark, tetapi penampilannya sudah tidak bisa dianggap sebagai manusia. Selain kepala dan organ dalam, bagian daging tubuh lain hampir musnah. Tersisa tulang hitam gosong akibat ledakan. Bisa dibilang, penampilan pemuda itu malah mirip dengan undead dalam legenda.
Dari dalam tubuhnya, sedikit daging mulai tumbuh perlahan tapi pasti. Dia berdiri dengan sebuah pedang patah di tangan kirinya. Di depannya, tampak sebuah gumpalan daging sebesar satu meter yang terus menggeliat. Berwarna hitam dan penuh dengan cairan lengket, benar-benar menjijikkan.
Benda itu adalah inti dari dari lawannya ... Jantung Hydra!
Karena tidak bisa berbicara dengan tenggorokan penuh luka dan tubuh rusak parah, Ark hanya berkata dalam hati.
‘Karena aku yang menang ... akulah yang akan menelanmu.’
__ADS_1
Memikirkan itu, ekspresi dingin dan kejam tampak di wajah pemuda yang rusak dan lebih mirip iblis itu. Setelah itu, Ark langsung menikam jantung Hydra itu dengan pedang patah di tangan kirinya.
***
Keesokan harinya, di luar kota.
Di tempat pengungsian, ribuan orang berkumpul. Apa yang terjadi pada malam sebelumnya terukir jelas dalam memori semua orang. Lagipula, mengalami hal semacam itu jelas sesuatu sangat tidak biasa. Orang lain mungkin tidak akan pernah mengalami hal semacam itu sepanjang hidup mereka.
Setelah mengalami malam yang begitu panjang dan berat, semua orang merasa lelah dan lapar.
Pada saat itu, Spirit of Fire yang sudah bersiap untuk merawat pengungsi mulai memasak banyak bubur. Mereka semua juga menambahkan beberapa potongan sayur. Setelah itu, mulai membagikan bubur ke banyak pengungsi. Karena jumlah pengungsi sangat banyak, tentu bubur yang dibuat tidak begitu kental.
Sementara itu, di tempat anggota Sword of Suffering berkumpul, mereka semua makan sarapan yang berbeda sambil membicarakan kejadian semalam.
“Apakah kakak akan baik-baik saja?” tanya Evans yang ikut berkumpul di sana.
“Dia pasti selamat. Bahkan jika menunggu beberapa hari, kamu tidak perlu khawatir karena tampaknya orang itu tidak bisa mati.”
“Meskipun gerakan terakhir memang mengkhawatirkan, aku yakin Ark baik-baik saja. Kejadian tidak kalah mengerikan juga terjadi ketika dia bertarung melawan Raja Semut. Bisa dibilang ... gurun yang luas dan sarang semut bermutasi berantakan.
Berubah menjadi reruntuhan!”
Jay menambahkan. Dia jelas percaya kalau sahabatnya tidak akan mengalami kecelakaan. Lagipula, orang licik itu tidak akan pernah melakukan apa yang tidak diyakini olehnya. Kecuali memiliki keyakinan untuk menang, dia pasti tidak akan melakukannya!
“Tapi ... apakah hal semacam itu memang bisa dilakukan oleh manusia?” tanya Evans dengane ekspresi penuh keraguan.
Pemuda itu merasa agak bingung. Lagipula, melawan zombie atau binatang bermutasi masih tampak cukup normal. Sedangkan apa yang kakaknya lakukan seperti membuat bencana. Hal semacam itu jelas bukan sesuatu yang bisa dilakukan manusia. Bahkan tidak setiap monster bisa melakukan hal semacam itu.
“Jangan samakan Ketua Bau dengan prajurit biasa. Dia itu monster dalam bentuk manusia. Raja Iblis yang sebenarnya!” ucap Lisa sambil menggerogoti makanannya.
‘Hamster?’
__ADS_1
Melihat Lisa yang menggerogoti makanan dengan dua pipi menggembung, pikiran itu muncul dalam kepala Evans. Dia sama sekali tidak menyangka kalau gadis kecil yang tampak ceroboh dan sembrono itu ternyata sangat kuat. Benar-benar menghancurkan banyak musuh sendirian.
Jika Lisa tahu apa yang dipikirkan oleh Evans, dia pasti sudah memukulinya tanpa peduli apakah pemuda itu adik Ark atau bukan.
“Omong-omong. Bagaimana dengan orang-orang yang ditangkap?” tanya Saito yang sedari tadi diam.
“Rawat dan tunggu, biarkan Ark yang memutuskannya. Aku sama sekali tidak bisa memutuskan hal penting, takut salah dan membuat orang itu marah.” Jay mengangkat bahu.
“...”
Melihat banyak orang yang berbicara dengan begitu santai dan akrab satu sama lain, Evans termenung. Pemuda itu benar-benar jarang melihat sisi Sword of Sufferings yang seperti ini. Lagipula, karakter yang dia temui di awal adalah sisi gelap dari kelompok tersebut. Jadi kehadiran Jay dan Lisa merubah pandangannya tentang kelompok kakaknya tersebut.
“Kenapa kamu senyum-senyum sendiri? Apakah terlalu banyak berpikir membuat otakmu bermasalah?”
Mendengar ucapan Lisa, sudut bibir Evans berkedut. Dia menatap gadis pendek itu. Bukan hanya fisiknya yang kuat dan tidak cocok dengan tinggi badannya, ucapannya juga begitu ‘kuat’.
“Apa?!” Lisa mengangkat alisnya.
“Bukan apa-apa.” Evans menggelengkan kepalanya.
Pada saat itu, semua anggota Sword of Sufferings langsung berhenti makan. Mereka meletakkan makanan mereka dan melihat ke arah tertentu. Karena dari sana, tekanan mengerikan tiba-tiba muncul.
Setelah beberapa saat, sosok hitam muncul dalam pemandangan mereka. Seluruh tubuhnya dibungkus oleh armor hitam legam dengan sudut-sudut tajam. Pada bantalan bahu, pelindung kaki, pelindung tangan dan bagian pelindung dada memiliki ukiran aneh berbentuk banyak mulut tajam. Dia memakai helm hitam yang menampilkan bagian mata merah, dan ada empat sayap besar hitam legam di punggungnya.
Sosok itu sepenuhnya diwarnai dengan warna hitam kecuali sepasang mata merah dan rambut putih lurus panjang yang tergerai. Melihat penampilannya, khususnya mata itu ... semua orang langsung mengetahui siapa dia.
Pada saat sosok itu mendarat di depan semua orang, mereka langsung berkeringat dingin karena tekanan yang dipancarkan olehnya.
Menyeka keringat di dahinya, Jay memaksakan senyum sambil berkata.
“Tampaknya kamu menjadi berkali-kali lebih kuat dibandingkan sebelumnya ... Ark.”
__ADS_1
>> Bersambung.