
Empat hari kembali berlalu begitu saja.
Berbeda dengan keberangkatan, perjalanan pulang Ark dan kedua rekannya lebih cepat. Dalam kurang empat hari, mereka sudah tidak lagi jauh dari markas Sword of Sufferings.
Mengingat kembali apa yang terjadi empat hari yang lalu, Aisha dan Angelica tidak bisa merasa takut dengan trik yang dilakukan oleh Ark.
Pemuda itu membuat tempat kejadian menjadi seperti dikacaukan oleh makhluk bermutasi yang memakan kacang-kacangan. Dibalik itu, dia juga mempersiapkan racun pada senjata yang bisa meracuni orang-orang yang menyentuhnya.
Menurut penjelasan Ark, racun itu cukup kuat untuk membunuh orang, tetapi prajurit yang telah menembus batasan masih memiliki resistensi. Selain itu, pemuda tersebut juga telah membuat penawarnya.
Jadi, bahkan jika senjata itu kembali digunakan untuk menyerang mereka kembali, mereka bisa menghadapinya dengan tenang. Sama sekali tidak perlu takut terkena bumerang dan diracuni sampai mati.
Hanya saja, berbeda cerita jika digunakan untuk menghadapi kelompok lain.
Hal tersebut membuat Aisha dan Angelica khawatir. Namun Ark sendiri sudah berkata kalau orang-orang yang datang ke tempat itu (gudang penyimpanan rahasi) pasti mati, jadi mereka hanya mengangguk dan menerimanya.
Melihat mansion yang tidak terlalu jauh, mereka bertiga tampak lega.
“Akhirnya sampai di rumah! Aku benar-benar ingin mandi dan bersantai!”
Aisha berkata dengan senyum ceria di wajahnya.
Sementara itu, Angelica merasa senang dan cukup bersemangat. Meski masih tidak bisa dibandingkan dengan para saudari dari Golden Rose, kemampuannya sekarang sudah setara dengan para prajurit Sword of Sufferings.
Ark sendiri tampak santai. Namun matanya sedikit menyempit. Pemuda itu tampaknya memikirkan sesuatu yang perlu segera dia lakukan setelah sampai di markas.
Sampai di halaman depan yang luas, orang-orang di markas utama langsung memberi hormat.
Seperti biasanya, Ark juga melihat Roxanne yang telah menunggunya di depan pintu utama mansion dengan senyum lembut di wajahnya.
“Selamat datang kembali, Tuan.”
Melihat orang-orang itu, Ark mengangguk ringan sambil berkata dengan nada lembut.
“Kami pulang.”
***
Malam harinya.
Setelah beristirahat sekitar setengah hari, Ark yang selesai makan malam pergi ke suatu ruangan. Lebih tepatnya, pergi ke ruangan tempat Jay dikurung.
Membuka pintu, Ark langsung melihat sosok Jay yang sekujur tubuhnya diikat dengan banyak tali khusus. Tali-tali tersebut diikat ke berbagai tempat seperti lantai dan keempat dinding. Hampir seperti disegel secara khusus.
Melihat dua tangan dan kaki yang sudah tumbuh tetapi diikat dengan kuat, Ark mengangguk ringan. Pemuda itu kemudian melihat ke arah sahabatnya.
“Tampaknya kamu tidak mencoba memberontak meski sudah memiliki sebagian kekuatan untuk melawan.”
__ADS_1
Meski bagian lain tubuhnya diikat, bagian kepala Jay masih bebas. Pria itu menatap ke arah Ark dengan ekspresi penuh penyesalan tetapi segera digantikan dengan senyuman.
“Tidak mungkin aku bisa keluar Ark. Meski anggota tubuhku sudah pulih, tetapi tidak dengan kekuatanku.
Konsumsi harian dibatasi. Walau cukup untuk bertahan hidup dan tidak mengancam jiwa, tetapi tidak bisa pulih seutuhnya. Bisa dibilang, dengan kekuatan yang setara awal level 3, member Golden Rose manapun bisa memukul dan menangkapku kembali.”
Ark mengangguk ringan. Meski tidak sepenuhnya dikuras kekuatannya, tetapi Jay sudah cukup dibatasi. Sama seperti apa yang Ark tugaskan pada Roxanne.
Jay melihat ke arah Ark yang diam saja. Menunggu beberapa saat, dia akhirnya bertanya.
“Apakah ada yang ingin kamu bicarakan denganku Ark?”
Ark tersadar dari lamunannya. Pemuda itu mengambil kursi di dekat pintu lalu meletakkannya tidak jauh dari tempat Jay diikat. Duduk di atas kursi, dia menatap ke arah sahabatnya lalu berkata.
“Ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan denganmu.”
Mendengar ucapan tersebut, Jay mengangkat bahu. Pria itu kemudian membalas.
“Tidak perlu menahan diri. Katakan saja apa yang ingin kamu katakan.”
Jay berbicara dengan nada pasrah. Meski yang duduk di depannya adalah sahabatnya sendiri, tetapi dia tahu kalau dirinya telah melakukan kesalahan fatal. Jadi dia sudah siap menunggu hukuman berat yang menunggunya.
Kemungkinan besar ... eksekusi.
“Sebelum aku membicarakan semuanya, apakah ada yang ingin kamu katakan sebelumnya?”
“Pertama-tama, aku ingin meminta maaf kepadamu. Bukan agar diselamatkan, tetapi aku tidak ingin menyesal karena tidak minta maaf.
Aku telah melakukan banyak kesalahan dan menghambatmu. Aku menyesal telah mengacaukan Sword of Sufferings, tetapi aku tidak menyesal mencoba membalas dendam ayahku. Tentu saja, memakan orang-orang itu tidak ada dalam agenda.
Selain itu. Aku memiliki permintaan untukmu. Mungkin aku egois, tetapi kuharap kamu mau melakukannya.”
“Katakan.” Ark mengangguk.
“Pertama. Aku ingin kamu menjadi ayah baptis anakku yang akan lahir. Tolong bimbing dia menjadi anak yang baik dan berguna, sosok yang kuat agar bisa menjalani hidup di dunia gila ini.
Aku tahu kalau kemungkin besar Mona akan memberontak. Namun, tolong tangkap dan jangan eksekusi dia secara langsung. Setidaknya, biarkan bayi itu lahir ke dunia karena bayi yang bersih tidak menanggung dosa orang tuanya.
Permintaan terakhir. Aku ingin mayatku dan mayat Mona dikubur di tempat yang sama. Jika bisa, di sebelah makam ayahku. Karena gagal melindunginya, setidaknya biarkan aku menemaninya di sana.”
Jay menundukkan kepala lalu berkata dengan ekspresi tulus.
“Terima kasih karena sudah mendengarkan permintaanku!”
“...”
Mendengar ucapan Jay, Ark merasa agak linglung. Banyak tanda tanya muncul di atas kepalanya. Dia benar-benar tidak tahu kenapa sahabatnya itu berbicara seolah akan mati kapan saja.
__ADS_1
Setelah mencoba memahami pemikiran sahabatnya yang memiliki imajinasi berlebihan, Ark menghela napas panjang.
“Kamu benar-benar bodoh. Setelah berfantasi menjadi Raja Harem, sekarang kamu berfantasi menjadi Raja Bajak Laut yang akan dihukum mati? Bisakah kamu berpikir lebih normal?”
Mendengar ucapan Ark, Jay tertegun. Setelah beberapa saat, pria itu berkata.
“Bukankah aku memang akan segera dieksekusi? Aku telah melanggar peraturan penting, jadi jawabannya sudah pasti kan? Kenapa kamu berkata aku itu aneh?”
“Jika aku ingin membunuhmu. Kenapa aku tidak melakukannya jauh-jauh hari? Kamu pikir aku memiliki hobi menyiksa atau semacamnya?”
Pada saat mendengarkan ucapan Ark, Jay mengingat bagaimana dia dipotong-potong oleh pemuda itu. Saat itu juga, pria itu mengangguk seperti ayam mematuk nasi.
Jelas berpikir kalau Ark memiliki hobi seperti itu!
Melihat Jay yang terus mengangguk, Ark tercengang. Dia sama sekali tidak menyangka kalau sahabatnya sendiri memiliki pemikiran semacam itu.
“Bodoh. Aku hanya membuatmu melampiaskan kemarahan lalu menyadarkanmu.” Ark menghela napas. “Sekarang seharusnya kamu baik-baik saja. Selain itu, kamu pasti sudah melakukan refleksi diri dalam masa kurungan ini.”
“Aku tidak dibunuh? Di depan publik?” tanya Jay dengan ekspresi bingung.
“Tentu saja tidak.” Ark menggelengkan kepalanya. “Kamu juga tidak perlu dikubur bersama ayahmu karena pria itu sekarang sudah sehat. Makan dengan lahap dan hidup bahagia.”
“Kamu bahkan menyembuhkan ayahku?”
Jay tampak tercengang. Dia sama sekali tidak menyangka kalau Ark melakukan hal semacam itu.
Bukan hanya membantu kekasihnya, sekarang orang itu juga membantu kedua orang tuanya. Meski bukan berarti hal tersebut membuat hubungan antar kelompok membaik, tetapi hal semacam itu sudah cukup baginya.
Merasakan kebaikan sahabatnya, mata Jay mulai berkabut.
Saat itu juga, suara Ark kembali terdengar.
“Selain itu. Aku memiliki kabar baik untukmu.”
Ark berdiri dari kursinya lalu menarik pedang dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat oleh mata normal.
Detik kemudian, tali yang menyegel Jay langsung terpotong menjadi banyak serpihan.
Di depan ekspresi terkejut Jay, Ark berkata.
“Kamu telah dibebaskan dari hukuman.”
Menyarungkan kembali pedangnya, pemuda itu berbalik lalu berjalan keluar sambil berkata.
“Bersiaplah untuk melakukan misi penebusan.”
>> Bersambung.
__ADS_1