
Sekitar dua jam kemudian, dalam ruang tamu markas Sword of Sufferings.
“Perkenalkan, nama saya adalah Dedric, ketua dari kelompok Blade of Areia.”
Sosok lelaki kurus agak pendek dengan rambut bergelombang berwarna coklat dan mata hijau zamrud duduk di sofa memperkenalkan diri.
“Ini rekan saya sekaligus wakil ketua Blade of Areia, Ian.”
Dedric memperkenalkan sosok pria tinggi dan berotot yang berada di sampingnya. Penampilannya cukup tampan dan lebih seperti petarung jika dibandingkan dengan Dedric. Hanya saja, dia begitu pendiam dan tidak mengucap sepatah kata.
Ian hanya mengangguk dengan sopan sebagai sapaan.
“Maaf, dia sama sekali tidak berniat berperilaku tidak sopan. Ian tidak bisa berbicara, jadi jika berkomunikasi, kami menggunakan bahasa isyarat.”
Dedric tersenyum minta maaf.
Melihat itu, Ark mengangguk ringan. Hanya saja, pemuda itu merasa agak aneh karena baru pertama kali melihat kelompok yang agak waras di kota ini.
Menurutnya, tempramen baik dan memiliki jiwa pahlawan seperti itu jelas tidak cocok untuk tinggal di tempat ini.
“Senang bertemu kalian, Dedric, Ian. Perkenalkan, namaku Ark dan ini adalah asistenku, Roxanne.
Seperti yang kalian lihat, aku adalah ketua organisasi Sword of Suferrings. Jadi, jika kalian ingin mengatakan sesuatu, kalian sama sekali tidak perlu sungkan.
Dedric mengangguk ringan ketika melihat Ark. Hanya saja, dia sama sekali tidak bisa melupakan kejadian yang terjadi beberapa jam sebelumnya.
Pada saat Blade of Areia datang, mereka langsung dikelilingi oleh dua puluh prajurit yang tampak kuat. Merekalah yang membawa orang-orang dari Blade of Areia menuju ke mansion.
Sesampainya di mansion, Cedric, Ian, dan bawahan mereka terkejut ketika melihat ratusan ksatria yang sedang berlatih. Pemandangan seperti itu membuat mereka merasa rendah diri dan tertindas.
Dedric menatap sosok Ark, pemuda tampan yang terlihat elegan dan memiliki penampilan layaknya bangsawan dari negeri dongeng. Gambarannya sama sekali tidak cocok dengan ratusa orang prajurit kuat yang ada di luar.
Sementara itu, Ian memandang ke arah Ark dengan ekspresi rumit. Walau terlihat elegan di permukaan, dia merasakan bahaya yang terpancar dari pemuda itu. Rasanya jelas jauh ... jauh lebih berbahaya dibandingkan orang-orang di luar.
Melihat Ark yang begitu ramah, Dedric menghela napas lega. Dibandingkan Cursed Berserkers yang kejam atau Golden Maple Group serta Imperial Phoenix yang sombong, dia merasa Sword of Sufferings ini lebih mudah diajak bicara.
“Sebenarnya, ada alasan khusus kenapa kami datang ke tempat ini.”
“Oh? Apakah ada masalah, Mr Dedric? Jika ada, kamu bisa membicarakannya dengan santai. Tidak perlu begitu gugup.
Hanya saja, Sword of Sufferings adalah organisasi netral yang tidak berniat beraliansi dengan kelompok lain. Kami tidak berniat membela salah satu dari kalian. Sebagai gantinya, kami melakukan bisnis yang bisa dipercaya.”
__ADS_1
“Bisnis?” Dedric tampak bingung.
“Jual-beli informasi, senjata, peralatan, dan berbagai jenis potion. Tentu saja, harganya berbeda-beda tergantung kualitasnya.
Untuk pembayarannya, kami menerima bahan mentah berupa berbagai jenis tanaman, buah, atau bijih logam aneh. Tentu saja, kami juga bisa membeli informasi yang dianggap berharga.”
Ark berkata dengan nada santai. Meski begitu, ucapannya begitu fasih, tampak seperti profesional dalam bidang semacam ini.
Dedric tampak terkejut. Sama sekali tidak menyangka kalau Sword of Sufferings beroperasi dengan cara seperti itu. Meski agak mencurigakan, tetapi dia tidak merasa Ark sedang mencoba menipunya.
Itu berarti ... Sword of Sufferings bisa membuat peralatan dan ramuan secara mandiri! Bahkan bukan sesuatu yang bisa dilakukan oleh kelompok besar lainnya!
“Uhuk! Uhuk!”
Dedric pura-pura batuk. Setelah beberapa saat menyesuaikan diri, pria itu akhirnya membuka mulutnya.
“Maafkan saya, Tuan Ark. Sebenarnya alasan kenapa kami datang bukan untuk menjalin aliansi, tetapi juga bukan untuk berdagang.”
“Oh? Lalu, apa alasan Mr Dedric datang ke tempat ini dengan banyak pasukan inti?”
“Tentu saja kami datang dengan damai.”
“Alasan kedatangan kami sebenarnya untuk mengundang Sword of Sufferings untuk menjalankan sebuah pekerjaan bersama. Kami datang karena kalian adalah ‘tetangga’ kami, dan tempat yang saya maksud berada di perbatasan wilayah kita.”
“Oh? Pekerjaan? Jenis pekerjaan semacam apa?”
“Sebuah pertambangan.”
“Hah?”
Ark mengangkat alisnya, merasa apa yang dikatakan Dedric tidak begitu bisa diandalkan.
“Saya sama sekali tidak berbohong. Kami menemukan sebuah gua aneh dekat dengan perbatasan wilayah. Di sana, kami menemukan bijih aneh yang tampak seperti perak, tetapi juga berbeda.
Awalnya kami ingin meminta bantua dari Cursed Berserkers, tetapi hal semacam itu pasti sia-sia. Bukan hanya tidak membantu, mereka pasti akan mengusir atau bahkan mencoba membungkam kami.
Imperial Phoenix dan Golden Maple Group terlalu jauh. Jika bekerjasama dengan mereka, Cursed Berserkers pasti akan menemukan kejanggalan dan akan berakhir dengan perang antar kelompok.
Sedangkan kekuatan kelompok lain lebih buruk dari kami. Oleh karena itu, kami ingin mengajak Sword of Sufferings karena kalian terkenal cukup kuat. Berasal dari luar kota, dan dianggap sebagai kekuatan nyata.
Kami sama sekali tidak menyangka kalau kalian lebih kuat daripada yang kami duga. Jujur saja, itu membuat saya malu dan kurang percaya diri.
__ADS_1
Akan tetapi, saya yakin bijih yang kami maksud sama sekali bukan perak biasa. Kemungkinan logam aneh yang bermutasi atau semacamnya. Bukankah itu berharga?”
Mendengar itu, Ark mengangguk ringan tanpa merubah ekspresinya. Meski begitu, dia sendiri sebenarnya cukup bersemangat. Pemuda itu sama sekali tidak menyangka kalau kelompok Blade of Areia bisa begitu beruntung.
“Lalu, kenapa kalian tidak mencoba memonopoli tempat itu sendiri? Bukankah itu lebih menguntungkan, Mr Dedric?”
“Bukannya tidak mau.” Dedric menghela napas panjang. “Hanya saja, kekuatan kami tidak cukup untuk membersihkan monster yang tinggal di sana, apalagi mulai memonopoli.”
“Oh? Jadi Blade of Areia berencana untuk membersihkan monster yang lebih sulit dibunuh dibandingkan zombie?”
“Bukankah ada penemuan seperti racun atau semacamnya? Saya dengar kalian berasal dari luar, jadi kami hanya bisa mencoba peruntungan dengan menghubungi kalian.”
Meski agak malu mengakuinya, Dedric merasa hanya Sword of Sufferings yang kurang berbahaya dan bisa diajak bekerjasama dalam melakukan misi ini. Bisa dilakukan atau tidak, dia hanya mencoba peruntungan.
Hanya bisa mempercayakan sisanya pada keberuntungan. Tidak kurang, tidak lebih.
“Bijih mirip perak. Meski kemungkinan bijih itu berharga, tetapi resikonya juga cukup besar. Jujur saja, aku cukup tertarik dengan proyek yang kamu bicarakan, Mr Dedric.
Hanya saja, ada sedikit kekurangan. Maaf jika menyinggung kalian, tapi ... aku rasa Blade of Areia masih kurang kuat.
Jadi, jika misi proyek ini dilakukan. Berapa pembagian yang akan kita terapkan?”
Mendengar itu, Dedric sama sekali tidak marah. Sebaliknya, dia cukup senang karena Ark masih tertarik dengan undangannya.
“Kita bisa membaginya 7 : 3. Tentu saja, Blade of Areia mendapatkan 7 dan Sword of Sufferings 3.”
“Terlalu sedikit.” Ark menggelengkan kepalanya. “Bagaimana jika 6 : 4? Sword of Sufferings 6 dan Blade of Areia 4. Itu sudah harga terbaik yang bisa aku berikan.”
Mendengar itu, Dedric mengerutkan kening. Sebelum membalas, Ark tibat-tiba kembali berkata.
“Kalau begitu, bagaimana kalau kita bertaruh?”
Dedric tampak agak bimbang. Namun setelah tidak menemukan opsi lain, dia akhirnya balik bertanya.
“Apa yang ingin anda pertaruhkan, Tuan Ark?”
Ark mengangkat sudut bibirnya lalu menjawab dengan tenang.
“Tentu saja sesuatu yang menarik.”
>> Bersambung.
__ADS_1