
Ark dan kelima rekannya muncul di tempat kelompok Silver Cross sedang bertarung dengan lipan raksasa.
Melihat makhluk tersebut, Ark berpikir.
'Twin Horned Blood Centipede.'
(Lipan darah bertanduk kembar.)
Melihat makhluk tersebut, Ark hanya menggelengkan kepalanya. Meski penampilannya tampak mengerikan dan bisa dibilang keren, tetapi makhluk tersebut lebih umum dibandingkan dengan kumbang raksasa atau belalang sembah raksasa yang dia temui sebelumnya.
Memiliki Miracle Root dengan dua skill yang cukup baik, tetapi dibandingkan dengan makhluk langka dengan skill lebih banyak, lipan ini masih kurang. Meski demikian, Ark juga masih menganggapnya sebagai kategori berharga.
Meski tidak memiliki cukup banyak skill, tetapi dua skill tersebut cukup kuat. Belum lagi ...
Biasanya Lipan darah bertanduk kembar tidak hidup sendiri. Ya, bukan tipe makhluk penyendiri yang unik. Mereka memiliki kelompok. Jadi, meski kuat dan cukup baik, mereka tidak begitu langka.
Bisa mendapatkan atau tidak, itu tergantung pada kemampuan pemburu. Sangat berbeda dengan beberapa binatang buas unik yang hanya bisa ditemui dengan keberuntungan.
'Namun, kenapa makhluk tersebut datang sendirian?'
Pada saat memikirkan hal tersebut, Ark tiba-tiba sadar ketika melihat Silver Cross membuat dinding manusia. Berbaris untuk menahan makhluk tersebut.
Mereka sama sekali tidak berniat untuk membunuh lipan raksasa tersebut, tetapi mendorongnya untuk pergi.
Hanya saja, makhluk tersebut tampaknya enggan untuk mundur. Menatap orang-orang di depannya dengan kejam. Sama sekali tidak berniat untuk membiarkan mangsanya pergi!
"Dasar merepotkan," gumam Ark dengan ekspresi datar di wajahnya.
Pria tersebut berjalan ke depan diikuti oleh kelima rekannya. Lima orang di belakangnya tampak tenang. Sama sekali tidak tampak gugup atau ketakutan, khususnya Darin yang telah menghadapi teror dari Rotten Ghost Mantis.
"Kalian bantu mereka untuk melakukan evakuasi. Aku akan menahan makhluk itu."
Setelah mengatakan hal tersebut, Ark langsung melesat maju. Dia melewati banyak orang. Langsung melompat kemudian mendarat dengan mulus. Pemuda itu langsung menarik satu pedangnya.
Klang!
Suara benturan logam terdengar ketika sosok lipan raksasa yang berusaha menyerang benar-benar dihentikan oleh Ark.
Orang-orang dari Silver Cross terkejut. Mereka tidak menyangka Hades dan Dark Caravan memilih kembali untuk menyelamatkan mereka.
Sementara semua orang terkejut, Ark yang terdorong mundur beberapa langkah langsung berseru dingin.
"Apa yang kalian tunggu, Bodoh?! Ikuti anggota Dark Caravan lalu mundur ke tempat yang aman!"
Sementara orang-orang dievakuasi oleh Dark Caravan, Jimmy tiba-tiba berkata.
"Biarkan saya tinggal dan membantu, Mr Hades! Setidaknya—"
"Kalian hanya akan menjadi beban, jadi sebaiknya kalian menyingkir."
Ark berkata nada datar. Tidak tampak segan atau mengejek, tetapi seperti sedang mengungkapkan fakta. Hal tersebut membuat para pejuang dari Silver Cross tampak malu. Pada akhirnya, mereka semua ikut mundur.
Lipan darah bertanduk kembar menarik kembali tubuhnya. Makhluk tersebut menatap ke arah Ark dengan tatapan penuh kebencian. Tampak marah karena telah dihentikan oleh makhluk kecil di depannya.
__ADS_1
Makhluk tersebut kemudian membuat teriakan melengking sebelum kembali menyerang dengan kecepatan luar biasa.
Hanya saja, Ark masih tidak mengubah ekspresinya. Dia sama sekali tidak panik ketika melihat makhluk tersebut menyerang dengan ganas. Lagipula, pemuda tersebut telah melihat banyak makhluk yang lebih mengerikan daripada lipan darah bertanduk kembar tersebut.
Hanya saja, Silver Cross bukanlah Ark. Banyak dari mereka terluka parah oleh serangan lipan raksasa tersebut. Seharusnya dengan kekuatan mereka, Silver Cross dapat bertarung dengan imbang, bahkan menekan lipan darah bertanduk kembar. Namun, semuanya kacau ketika lima orang menyusup dan melukai mereka.
Jadi ketika lipan raksasa menyerang, kelompok Silver Cross benar-benar tidak pada kondisi siap. Hal itu juga yang membuat memiliki banyak orang terluka parah.
Ark terus menghindar serangan lipan raksasa. Awalnya dia memilih untuk mundur setelah selesai evakuasi. Namun karena merasa agak kesal, pemuda itu bergumam pelan.
"Memang, sangat merugi jika mengambilnya sekarang. Namun ..."
Mata Ark berkilat dingin.
"Ada barang yang bisa aku jadikan sebagai suvenir. Jadi kamu tidak akan keberatan jika aku mengambilnya, bukan?"
Saat itu juga, pisau yang ada di tangan Ark berayun secepat kilat.
***
Sementara itu, di tempat Silver Cross mundur.
"Syukurlah."
"Makhluk apa tadi? Lipan raksasa? Benar-benar mengerikan!"
"Aku rasa makhluk itu berada di level yang berbeda dibandingkan ulat sutera raksasa, bukan?"
"Untung saja Mr Hades datang membantu."
"Ya! Mr Hades ... dia benar-benar kuat!"
Melihat ke arah orang-orang yang merawat luka mereka sambil membicarakan Ark, anggota Dark Caravan hanya diam. Mereka duduk menyendiri, sama sekali tidak ikut bercampur dengan kelompok Silver Cross.
"Mereka benar-benar menyebalkan."
Lisa, remaja yang selalu bertingkah seperti anak kecil itu langsung berkata tanpa menahan diri. Baginya, orang-orang dari Silver Cross itu naif dan munafik.
Setelah mendapat pendidikan dari Ark, walau masih ceroboh, Lisa sudah lagi tidak naif. Ketika ingin mendapatkan sesuatu, seseorang harus merelakan atau mengorbankan sesuatu.
Dunia ini sudah rusak. Terkadang, untuk bertahan, seseorang harus mengorbankan orang lain.
Ajaran tersebut telah melekat dalam benak Lisa, juga semua anggota Sword of Sufferings. Jadi mereka sangat berhati-hati ketika ingin menolong orang. Bahkan, ulat sutera kecil bisa menjadi monster licik yang menjebak manusia. Belum lagi manusia yang sebelumnya memiliki otak lebih cerdas. Tidak bisa disangkal lagi, mereka juga sangat berbahaya dan patut diwaspadai.
"Mereka memang menjengkelkan," ucap Stacy.
"Lalu kenapa Ketua memilih untuk menyelamatkan mereka? Bukankah mereka yang memilih untuk berpisah dengan kami?" ucap Lisa kasar.
"Tidak ada yang tahu keinginan Tuan yang sebenarnya." Stacy menggelengkan kepalanya. "Apa yang perlu kita lakukan hanyalah mengikuti perintahnya."
"Memang! Namun jika dipikir-pikir, bukankah ini masih menjengkelkan? Aku benar-benar merasa kalau kita tidak dihargai!"
"Suaramu terlalu keras," ucap Darin yang mendengar keluhan Lisa.
__ADS_1
"Memangnya kenapa? Biarkan saja jika mereka marah ketika mendengarnya!
Lagipula, tanpa bantuan Ketua, paling-paling banyak dari mereka yang mati disergap ulat sutera raksasa. Kemudian mereka akan mencoba menyerang kumbang pemalas itu dengan ceroboh, berakhir terbunuh atau lari terbirit-birit seperti orang-orang dari Blood Spider Lily tadi!"
Banyak orang yang mendengar ucapan Lisa, tetapi mereka sama sekali tidak berani membalas. Meski ucapan gadis itu kasar dan melukai hati, tetapi memang begitulah kenyataannya.
Saat itu, suara tenang dan tak acuh terdengar.
"Sudahlah, Tamer. Jangan buang-buang napas dan pikiran untuk sesuatu semacam itu. Lebih baik kamu diam dan beristirahat."
Mendengar suara itu, mereka semua menoleh.
Di sana, tampak sosok Ark yang berjalan sendirian sambil membawa daun yang dilipat dan diikat dengan sejenis akar. Tampaknya membungkus sesuatu yang berharga.
"Untukmu," ucap Ark ketika melempar sesuatu kepada Lisa.
Menangkap benda itu, Lisa segera menatapnya. Di tangannya, tampak sebuah benda hijau yang mirip dengan zamrud. Namun benda tersebut menyala dalam gelap. Bukan hanya itu, benda tersebut juga memiliki tekstur cukup keras.
"En? Darah?"
Melihat darah di tangannya, Lisa menjadi agak bingung. Dia tidak bisa tidak bertanya.
"Benda apa ini, Ketua? Tampak indah dan—"
"Mata lipan raksasa. Suvenir yang kamu inginkan."
"..."
Mendengar ucapan Ark, ekspresi bersemangat dan bahagia di wajah Lisa berubah menjadi gelap dan suram. Merasa kalau sedang dipermainkan oleh ketuanya karena benar-benar diberi mata serangga sebagai suvenir!
"Kenapa kamu memberikan mata serangga! Ini berlebihan, bukan?" ucap Lisa tidak puas.
"Tunggu! Kenapa kalian fokus ke hadiah?" Darin berseru dengan nada tidak nyaman. "Jika Ketua mendapatkan mata makhluk tersebut, itu berarti dia berhasil membunuh makhluk tersebut sendirian, bukan?"
Pada saat semua orang terkejut, suara Ark yang tenang kembali terdengar.
"Aku hanya memberi sedikit pelajaran kepada makhluk itu sebelumnya dia pergi."
Mendengar kata "sedikit pelajaran" dari mulut Ark benar-benar membuat sudut bibir Darin berkedut. Menurutnya, menggali mata seseorang secara langsung (hidup-hidup) bukanlah pelajaran kecil.
Saat itu, Darin tiba-tiba memikirkan kemungkinan paling besar!
'Alasan Ketua tidak membunuh makhluk itu adalah kami. Mempersiapkan jenis Miracle Root yang cocok bagi kami ketika menyelesaikan tahap evolusi ke dua!'
Pada saat anggota Dark Caravan lain hanya memandang Ark dengan heran, Darin menatap ketuanya tersebut dengan tatapan penuh kekaguman.
Saat itu, suara Ark kembali terdengar.
"Berhenti melamun. Sudah waktunya untuk kembali."
Melihat sosok Ark berjalan pergi, kelima anggota Dark Caravan pun bangkit. Segera berjalan mengikuti ketua mereka. Benar-benar mengabaikan Silver Cross yang ada di sana.
>> Bersambung.
__ADS_1