Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Membuat Busur dan Panah


__ADS_3

Malam hari setelah pesta.


Ark berjalan ke arah Old Franky dengan botol porselen kecil berisi anggur. Pemuda itu berjalan dengan tenang lalu duduk di sebelah lelaki tua tersebut.


"Apa yang kamu butuhkan dariku, Ark?"


"Tidakkah pikiranmu terlalu kasar, Old Franky? Kenapa kamu bicara seolah kedatanganku pasti ada maunya?"


Ark berbicara datar. Old Franky melirik pemuda itu lalu mendengus dingin.


"Jika kamu tidak membawa apa-apa, mungkin aku akan percaya. Namun ketika kamu membawa anggur, siapa yang tidak tahu niatanmu. Terakhir kali kamu membawanya, kamu ingin aku membantumu membuat kereta."


"Kamu pintar, Old Franky. Kali ini aku ingin kamu membantuku membuat 30 busur."


"Setidaknya kamu harus menyangkalnya, Woy! Sigh ... semakin lama aku mengetahui seberapa tidak tahu malunya dirimu."


Mendengar keluhan lelaki tua itu, Ark menghela tersenyum. Dia kemudian berkata.


"Dalam perjalanan ini, aku bertemu rombongan gagak. Meski tidak memiliki dampak fatal dan tidak begitu berbahaya bagi kita, tetapi ada baiknya kita mempersiapkan diri untuk melawan serangan lewat udara di gelombang berikutnya."


Mendengar ucapan Ark, ekspresi Old Franky menjadi lebih serius. Merasakan kehidupan nyaman beberapa waktu ini sama sekali tidak membuat lelaki tua tersebut lupa. Belum lagi ada binatang buas ganas seperti Debby dan para puppies di sekitarnya.


"Busur tradisional, kah?" gumam old Franky.


Sementara lelaki tua itu berpikir, Ark hanya bisa menghela napas. Sebagai penyendiri di kehidupan sebelumnya, dia benar-benar melupakan betapa pentingnya busur dalam pengepungan monster.


Ark sendiri lupa, di masa awal, jangankan terbang, menginjak udara beberapa kali sulit dilakukan olehnya. Jika dia dan rekan-rekannya harus menghadapi musuh yang menyerang lewat udara, itu akan menjadi suatu titik fatal. Sulit untuk menanganinya.


Sebagai penyendiri dan sosok esper dengan talenta telekinesis kuat, Ark mampu terbang. Dia sering bertarung di udara dengan kemampuannya. Menyerang musuh dari jarak dekat dan jauh menggunakan pedangnya. Namun, itu di kehidupan sebelumnya. Sedangkan saat ini ...


Tidak mungkin terbang. Harus melindungi rumah. Harus melindungi persediaan makanan dan air. Harus melindungi rekan-rekannya.


Memikirkan itu saja membuat Ark merasa lelah.


Jika itu dirinya di kehidupan sebelumnya, Ark sudah terbang dan membantai lawan-lawannya. Bukan hanya efektif, tetapi dibandingkan menggunakan busur, bertarung secara langsung juga terlihat keren. Tampak luar biasa.


Jelas, hidup sendiri lebih nyaman daripada harus mengurus orang lain. namun dia tahu, tidak ada gunanya jika hanya melakukannya sendiri. Itulah kenapa dia masih memaksakan diri meski tahu kalua semua tidak akan berjalan dengan mudah.


"Katakan saja, Pak Tua. Kamu mau membantu atau tidak?"


Mendengar pertanyaan Ark, Old Franky kembali mendengus.

__ADS_1


"Tidak mungkin aku menolak, bukan? Kamu sudah tahu kalau mengerjakan hal-hal semacam ini di tempat perlindungan adalah tugasku."


Jawaban Old Franky membuat Ark tersenyum. Dia menepuk pundak lelaki tua itu sebelum bangkit dan berkata.


"Kalau begitu aku akan menyerahkannya kepadamu, Old Franky."


Melihat Ark yang pergi, Old Franky tertegun. Setelah beberapa saat, dia menyadari kalau ada sesuatu yang salah.


"Setidaknya tinggalkan anggur itu!"


"Aku kira kamu tidak mau. Lagipula, kamu sudah tua, jadi tidak baik untuk minum-minum. Aku akan menyimpannya."


Ark yang berjalan jauh menjawab tanpa menoleh ke belakang. Melambaikan tangannya tanpa peduli betapa buruknya ekspresi di wajah Old Franky saat ini.


***


Siang di hari berikutnya.


Di salah satu ruangan bengkel, Ark tiba sambil membawa satu gulungan besar Devil's Vines yang masih segar. Namun. dia telah menghilangkan duri-duri yang menempel pada tubuh tanaman itu.


"Apa yang kamu inginkan dengan membawa benda itu, Ark?"


"Bukankah kamu bingung mencari sesuatu untuk dijadikan tali busur?"


"Bukankah itu terlalu besar?"


"Tentu saja ini bahan mentah. Aku akan mengurus talinya, jadi bagian badan busur aku serahkan padamu. Ingat ... 31 busur."


"Bukankah kamu bilang 30? Selain itu, kenapa kamu mendapatkan tugas yang mudah?!"


"Jangan terlalu emosional, Old Franky. Seharusnya kamu bersyukur karena aku mau membantu."


Jawaban Ark membuat sudut bibir Old Franky berkedut. Dia menggaruk kepalanya dengan ekspresi kesal.


"Soal bantuan, bukankah kamu bisa meminta orang-orang baru untuk membantu?"


"Tidak mungkin."


"Kenapa?"


"Mereka memiliki tugas sendiri dan sibuk latihan untuk pertempuran sebenarnya. Selain itu, karena terlalu amatir, aku tidak ingin mereka mengacau. Jika berakhir menjadi busur buruk dan rusak ketika digunakan saat gelombang monster terjadi, itu akan terlalu buruk.

__ADS_1


Semua rencana akan kacau, sulit untuk mengatur hal-hal ke depannya."


"Berhenti membicarakan itu karena aku sudah tidak tahan lagi. Urus saja talinya, kalau bisa bantu aku membuat anak panah nanti."


"Baik."


Setelah mengatakan itu, Ark pergi ke ruangan lain untuk mengerjakan tali. Namun ekspresi tidak berdaya muncul di wajahnya ketika melihat Finn mengikutinya.


"Lebih baik kamu pergi bermain dengan saudara-saudarimu, Finn."


Tidak memedulikan ucapan Ark, Finn terus mengikuti pemuda itu sambil mengibaskan ekornya. Tampaknya cukup bahagia.


Di ruang kerja, Ark mencari tempat duduk. Dia kemudian mulai memotong Devil's VInes sesuai dengan panjang sedikit lebih daripada panjang tali busur pada umumnya. Dia melakukannya karena berjaga-jaga kalau serat yang telah diproses akan mengerut dan menjadi lebih pendek dari ukuran yang diinginkan.


Setelah itu, Ark mulai mengupas bagian kulit luar berwarna hijau. Setelah beberapa waktu, dia selesai mengupas dan hanya menyisakan bagian dalam Devil's Vines yang berwarna putih keunguan.


Dikarenakan masih kaku dan menyatu, Ark mengambil sesuatu yang tumpul lalu mulai menumbuk perlahan. Setelah ditumbuk, serat-serat mentah akhirnya didapatkan. Usai menumbuk semua dan mengumpulkannya, pemuda itu kemudian menaruhnya ke dalam wadah besar. Dia kemudian merebusnya.


Setelah direbus sampai air mendidih, daging dan getah tanaman telah dihilangkan, menyisakan serat-serat yang cukup halus. Terlihat tipis, tetapi sebenarnya kuat. Proses utama akhirnya diselesaikan.


Untuk proses finishing, Ark perlu menjemur serat-serat tumbuhan itu sampai kering. Setelah kering, dia harus merebus dan menjemurnya lagi. Proses tersebut diulang sampai tiga kali. Usai mendapatkan bahan utama, sisanya adalah menganyam menjadi busur.


Karena sinar matahari sangat terik di bulan ini, pemuda itu yakin proses perebusan dan penjemuran pasti bisa selesai dalam tiga hari. Sedangkan proses membuat tali, tampaknya dia bisa membuat sekitar sepuluh per hari. Tentu saja, hanya menggunakan waktu luang.


Ark yang selesai meniriskan serat-serat tumbuhan itu menunggu sebentar sampai agak dingin. Setelah itu, dia membawanya pergi untuk dijemur.


Melewati ruang kerja Old Franky, Ark melihat pria itu telah mengumpulkan banyak kayu. Tampaknya sedang mengukur dan membuat sketsa kasar. Mengingat sesuatu, pemuda itu berkata.


"Selesai membuat busur, bantu aku membuat pelana untuk Finn, Old Franky!"


Mendengar suara Ark dari luar ruangan, sudut bibir lelaki tua itu berkedut. Dia kemudian berteriak.


"ENYAH!!!"


Membuat 31 busur secara manual sudah memerlukan sangat banyak waktu. Bahkan dalam perkiraannya, membutuhkan waktu sekitar satu setengah bulan. Jadi ketika mendengar permintaan lain yang merupakan pekerjaan berikutnya ...


Lelaki tua itu benar-benar marah!


Pekerjaan untuk satu setengah bulan belum dimulai, tetapi sudah ada pekerjaan lain menunggu. Itu benar-benar keterlaluan!


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2