Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Drama


__ADS_3

Di dalam tenda besar milik Ark.


Jay dan Mona duduk diam, sementara Ark berjalan mondar-mandir dengan ekspresi serius. Setelah beberapa saat, barulah pemuda itu bicara.


“Sejak kapan kamu merasakan ada keanehan?” tanya Ark.


“Itu ... sekitar setengah bulan yang lalu, Ketua.”


Mendengar itu, ekspresi Ark berubah menjadi lebih serius. Sementara itu, Jay tampak panik.


“Bagaimana ini, Ark? Mona jelas banyak bertarung dua minggu ini. Apakah semua baik-baik saja?”


“Diam! Kamu tidak pantas untuk mengeluh!” ucap Ark tidak puas.


Melihat ke arah sahabatnya yang tidak bisa diandalkan, pemuda itu merasa agak tertekan. Semakin tinggi level seseorang, semakin sulit mereka memiliki keturunan. Itu berarti, setiap keberhasilan bisa dianggap keberuntungan.


Jadi, meski Mona tidak memiliki hubungan yang begitu dekat dengan Ark, sebagai ketua, dia masih khawatir dengan keselamatannya.


Pada saat itu, Ark tiba-tiba mendengar suara dari luar. Melirik ke sumber suara, dia langsung berkata.


“Berhenti menguping pembicaraan seperti itu, Roxanne. Hal semacam itu tidak sopan.”


Mendengar ucapannya, suara di luar langsung menjadi sunyi.


“Masuklah.”


“...”


Beberapa saat menunggu, sosok Roxanne akhirnya masuk ke dalam ruangan. Melihat itu, Jay dan Mona merasa agak ragu.


“Apa yang kamu lakukan? Jika sekarang berada di markas atau dalam misi berbahaya, aku pasti sudah menghukum mu.”


“Saya ... saya penasaran dan khawatir pada Mona, Tuan.”


Melihat ekspresi tulus di wajah Roxanne, Ark akhirnya tidak mempersulitnya. Pemuda itu malah menjelaskan secara langsung karena Mona pernah menjadi penjaga Roxanne dan akrab dengan gadis tersebut.


“Mona sedang mengandung, dia sama sekali tidak sakit atau semacamnya. Hanya saja, ini masih merepotkan.”


“M-Merepotkan?” tanya Roxanne dengan ekspresi gugup.


Mendengar ucapan Ark dan melihat ekspresi datar di wajah pemuda itu membuat Roxanne teringat banyak cerita buruk. Menurut pengetahuannya, bayi yang dianggap mengganggu biasanya akan ‘dibuang’.


Memikirkan itu saja, Roxanne langsung menatap ke arah Mona dengan ekspresi cemas. Mengalihkan pandangannya pada Ark, dia pun memberanikan diri untuk bicara.


“Anu ... maafkan ketidaksopanan saya, Tuan. Namun, saya memiliki pendapat sendiri.”


“Apakah ada masalah?” tanya Ark.


“Menurut saya, sebaiknya bayi itu dipertahankan. Meski berat, tetapi- aduh!”


Roxanne memegangi dahinya dengan ekspresi bingung. Saat itu juga, suara Ark tiba-tiba terdengar.


“Siapa yang bilang bayi itu akan dibuang?” tanya Ark dengan wajah datar.


“Tapi, dari cara anda bicara dan ekspresi di wajah anda- aduh!”

__ADS_1


“Apakah ada yang salah dengan wajahku, Roxanne?”


“T-Tidak, Tuan.”


“En.”


Ark mengangguk ringan. Pemuda itu kemudian melirik ke arah Jay yang panik dan Mona yang duduk linglung di tempatnya.


“Mona, karena kondisimu, mulai sekarang kamu dilarang untuk melakukan pekerjaan berat apalagi bertarung.”


Mendengar itu, Mona langsung mengangkat tangannya.


“Mohon maaf, Ketua. Menurut saya, karena masih dini, melakukan beberapa pekerjaan dan bertarung sama sekali tidak menjadi masalah.”


“Ditolak!” ucap Ark tegas.


“...”


Roxanne terkejut. Dia sama sekali tidak menyangka Ark bisa menjadi begitu protektif terhadap perempuan. Seingatnya, pemuda itu memperlakukan laki-laki dan perempuan dengan cara yang sama.


Saat itu juga, sebuah drama tiba-tiba muncul dalam kepala Roxanne.


‘Kenapa ketua begitu protektif dengan bayi dalam perut Mona?’


‘Kenapa Mr Jay tidak menyadari kalau kekasihnya sedang mengandung?’


‘Jangan bilang, bayi dalam perut Mona itu milik ...’


Mata Roxanne langsung terbelalak. Gadis itu menatap ke arah Ark dengan ekspresi tidak percaya. Benar-benar tidak menyangka kalau ketua yang dia hormati memiliki hobi mengerikan semacam itu.


“Bahkan jika tidak mengucapkannya, aku tahu kamu sedang memikirkan sesuatu yang kasar tentangku, Roxanne.” Ekspresi Ark menjadi lebih gelap.


Roxanne kembali memegangi dahinya dengan ekspresi tertekan. Meski sentilan Ark terlihat tidak keras, tetapi masih terasa sangat menyakitkan. Gadis itu pikir, mungkin dirinya bisa menjadi agak bodoh jika terus disentil seperti itu.


“Berhenti memikirkan sesuatu yang tidak-tidak.


Seperti yang aku bilang, semakin tinggi level kedua pasangan, semakin sulit memiliki keturunan. Hal tersebut sudah dibuktikan secara nyata.


Vadim memiliki banyak istri dan aku memintanya untuk memiliki anak. Lalu, apakah kalian tahu apa yang terjadi?


Setelah hampir satu tahun ‘bekerja keras setiap hari’, hanya 2 dari sekian istrinya yang akhirnya hamil.”


“...”


Melihat Roxanne, Mona, dan Jay yang bingung, sudut bibir Ark berkedut. Pada akhirnya, pemuda itu kembali menjelaskan.


“Lihatlah sekarang. Populasi manusia semakin menurun setiap harinya.


Agar manusia tidak punah, tentu saja diperlukan keturunan untuk melanjutkannya. Berpindah dari generasi ke generasi berikutnya.


Jika populasi manusia semakin menipis dan tidak ada pertambahan jumlah untuk mengimbanginya. Umat manusia ... benar-benar akan punah.


Itulah alasan kenapa aku sangat mempedulikan setiap wanita hamil di Sword of Sufferings. Entah itu pegawai biasa sampai petinggi, aku akan memperlakukan mereka dengan hati-hati.”


Mendengar itu, Roxanne langsung menghela napas lega. Saat itu juga, Jay mengangkat tangan lalu bertanya.

__ADS_1


“Lalu, apa yang harus aku lakukan, Ark?”


“Tentu saja kamu harus merawat Mona dengan baik.”


“Ya!” jawab Jay sambil berdiri dan memberi hormat.


“Sebagian besar tugasnya akan dilemparkan ke tugasmu.”


“Ya!”


“Cobalah memberi nutrisi terbaik bagi Mona. Cari beberapa buah bermutasi dalam perjalanan yang cocok dimakan. Tidak sembarang buah yang berbahaya bagi kesehatannya.”


“Ya!”


“...”


Melihat Jay yanga berkata ya dan menyetujui semuanya, sudut bibir Ark berkedut.


Pada saat itu, Roxanne melirik ke arah Mona. Melihat bagaimana Ark memperhatikan wanita itu, dia bergumam pelan dengan wajah sedikit merah.


“Benar-benar membuat iri. Aku ... juga ingin.”


Memiliki pendengaran yang sangat baik, tentu ucapan sangat pelan Roxanne masih masuk ke telinga Ark. Hanya saja, pemuda itu terus berbicara pada Jay, pura-pura tidak mendengarnya.


***


Keesokan paginya.


Para prajurit yang telah beristirahat semalaman akhirnya muncul dengan wajah rileks. Mereka tidak lagi tampak tertekan seperti sebelumnya.


Sementara para koki memasak, para pengrajin membantu para prajurit merawat armor dan senjata mereka. Sedangkan para prajurit sendiri melakukan latihan pagi.


Usai latihan, mereka semua makan bersama. Meski secara keseluruhan tidak banyak perbedaan, tetapi masih ada perbedaan di tempat Ark berada.


Dibandingkan makanan semua orang, makanan milik Mona lebih sedikit, tetapi lebih lengkap.


Setelah sarapan, pemuda itu memanggil semua orang lalu memberi mereka arahan tentang rute baru yang lebih aman. Waktu yang dibutuhkan juga tidak terlalu lama, sama seperti rute yang mereka ambil.


Sebelumnya, Ark ingin fokus melatih prajurit sebelum sampai di kota. Namun, sekarang perubahan diperlukan. Menurutnya, latihan lain akan dilakukan setelah mereka sampai di kota dan membuat markas sementara.


“Apakah ada yang keberatan dengan pengaturanku?” tanya Ark dengan ekspresi dingin.


“Tidak, Ketua!” jawab semua orang serempak.


“Kalau begitu, segera berkemas! Kita akan berangkat nanti siang!”


“Ya, Ketua!”


“Barisan dibubarkan.”


Setelah orang-orang memberi hormat dan bubar, Ark langsung mengalihkan pandangannya ke arah langit kelabu serta kabut tebal di kejauhan.


‘Semoga saja, tempat terkutuk itu berbeda dari sebelumnya.’


Tidak ingin memikirkan hal yang tidak perlu, Ark menggelengkan kepalanya. Pemuda itu kemudian pergi berkemas.

__ADS_1


Bersiap untuk melanjutkan perjalanan, dimana tujuan mereka telah ada di depan mata!


>> Bersambung.


__ADS_2