Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Di Dasar Sarang


__ADS_3

Beberapa jam berlalu begitu saja.


Setelah melakukan kerjasama dengan Lisa, Darin, dan Yonas ... Ark akhirnya menyelesaikan jenderal semut terakhir. Meski masih banyak semut, tetapi mereka seharusnya kurang berbahaya dibandingkan beberapa jenderal yang bisa membalikkan keadaan.


Meski napas naik-turun, pemuda itu sama sekali tidak berniat untuk beristirahat. Sebaliknya, dia langsung melirik ke arah Stacy yang bertugas mengawasi. Melihat wanita itu menggelengkan kepalanya, pemuda tersebut mengerutkan kening.


'Kebiasaan buruk makhluk tampaknya telah dipupuk sejak dini!'


Ark tidak bisa tidak mengeluh. Jika Raja Semut tidak muncul, berarti makhluk itu masih berada di sarang. Hanya memilih untuk menonton dan keluar setelah perang benar-benar berakhir. Saat itu, dia tidak peduli dengan anggota keluarganya yang mati, makhluk itu akan fokus pada membunuh musuh-musuh yang telah kelelahan.


Metode yang sangat kejam, tetapi tidak bisa ditolak oleh semut yang berada di bawah kendalinya.


'Karena dia menunggu semuanya selesai sebelum maju sendiri, maka aku tidak bisa menunggu kedatangannya.'


Ekspresi Ark menjadi serius.


"FINN!"


Bersama dengan teriakan Ark, sosok serigala putih langsung bergegas ke arah pemuda itu. Dia kemudian langsung memberi perintah.


"Terobos langsung! Kita harus segera pergi ke sarang musuh!"


Mendengar ucapan Ark, Finn sama sekali tidak ragu. Sosok serigala putih langsung melesat maju melewati kobaran api. Namun sebelum api menyentuh bulunya, pemuda yang berada di punggungnya langsung mengayunkan pedangnya. Langsung membuka jalan di depannya.


Memusnahkan api yang menghalangi jalan mereka dengan ayunan pedangnya.


Melihat sosok Ark yang langsung bergegas ke medan tempur penuh dengan api, semua orang terkejut. Pada saat itu, suara Lisa langsung terdengar.


"Karena Kakak pergi untuk mengurus apa yang tidak bisa kita urus, maka aku akan mengambil alih komando.


Jadi berhenti melongo dan ayunkan senjatamu, Orang-orang Bodoh!"


Semua orang tercengang. Namun melihat sosok Lisa yang memimpin di depan sambil mengayunkan pedang besar untuk melawan banyak ksatria semut, mereka akhirnya memutuskan untuk mengikutinya.


Mereka merasa malu jika harus menyerahkan semua beban kepada gadis kecil yang belum dewasa!


Untung saja Lisa tidak mengetahui apa yang mereka pikirkan. Jika tidak, alih-alih bergegas melawan musuh, gadis kecil itu pasti memilih untuk mengejar orang-orang itu terlebih dahulu. Memukuli mereka dan memberi mereka pengetahuan tentang apa itu rasa sakit!


Sementara perang besar terjadi di pinggiran kota, Ark dan Finn melewati gurun menuju ke sarang para semut bermutasi berada.


Melihat sarang di kejauhan dan tempat yang begitu kosong, ekspresi Ark berubah menjadi buruk. Tanpa sadar, dia mengingat beberapa rumor tentang Raja Semut di kehidupan sebelumnya.

__ADS_1


"FINN! Setelah ini kamu langsung kembali!"


Mendengar perintah tuannya, Finn langsung berdiam diri di tempat. Sama sekali tidak bergerak, malah menatap ke arah Ark dengan ekspresi keras kepala.


Ark langsung menghampiri serigala itu lalu memeluk kepalanya yang besar sambil mengelus lehernya.


"Ayolah, aku pasti akan baik-baik saja. Kamu harus pergi menemui Jay. Jika aku tidak kembali dalam waktu tiga hari, minta dia untuk membawa orang-orang pergi.


Jika belum sampai tiga hari, lebih baik tidak ada yang coba-coba mendekati tempat ini. Mengerti?


Kamu pasti juga tahu kalau aku tidak akan menyia-nyiakan hidupku. Aku pasti akan berusaha kembali hidup-hidup."


Setelah mengatakan itu, Ark langsung berjalan menuju ke gua dengan pedang di kedua tangannya.


Finn tidak langsung pergi, husky putih itu melolong sedih beberapa kali ke langit sebelum akhirnya pergi dengan enggan. Meski ingin tinggal, dia jelas melihat tekad di mata tuannya. Tekad dimana tidak ada seorang pun yang boleh tinggal atau mengganggunya.


Sambil terus membuat lolongan sedih, husky putih itu terus menyusuri gurun pasir.


Sementara itu, Ark yang masuk ke dalam sarang semut menjadi lebih serius karena bahkan tidak menerima sambutan. Dia menyusuri gua kosong, bau, dan pengap dengan ekspresi rumit.


Turun, turun, terus turun ke bawah.


Setelah melewati banyak jalan dengan hati-hati, Ark akhirnya tiba di tempat paling bawah sarang semut, yaitu tempat sang ratu berada.


"Hey, hey, hey ... Tampaknya kamu benar-benar anak yang sangat tidak bisa diandalkan. Bukan hanya tidak membantu ibumu untuk memperluas pasukan semut, kamu benar-benar menghabisinya dan memakannya?


Kemudian apa? Menyuruh tiga saudarimu untuk menjadi mesin penghasil telur? Aku benar-benar tidak pernah melihat makhluk segila dirimu!"


Di depan Ark, tampak pemandangan Raja Semut yang memakan tubuh Ratu Semut. Penampilan Ratu Semut lebih mirip dengan semut pekerja, tetapi dengan tubuh berwarna putih dan perut yang sangat besar. Ukurannya juga lebih besar, kira-kira sebesar truk.


Mendengar suara itu, gerakan Raja Semut tiba-tiba terhenti. Dia kemudian berbalik dan melihat ke arah Ark dengan mata merah penuh dengan niat membunuh. Tiga semut putih seukuran mobil langsung mundur, menggigil di sudut.


"Manusia ... Manusia ... Manusia ..."


Seolah mengingat banyak hal dalam kepalanya, Raja Semut mengulangi kata yang sama sebelum diam sejenak. Setelah itu, dia menatap pemuda bertopeng dan berjubah itu sambil berkata dengan suara serak.


"Ark ..."


Mata Ark langsung menyempit. Melihat ke arah Raja Semut yang telah banyak berubah baik dari penampilan fisik dan kecerdasan, ekspresinya menjadi lebih berat.


"Tampaknya kamu masih mengingatku dengan jelas—"

__ADS_1


Apa yang menyambut Ark bukan kata-kata manis, tetapi langsung pukulan kuat dari Raja Semut. Dia langsung menangkisnya, tetapi tubuhnya langsung terhempas dengan keras.


BLARRR!!!


Pemuda itu menabrak dinding sarang dengan keras sampai memuntahkan beberapa suap darah. Menyadari kalau Raja Semut sudah mencapai titik puncak level empat dan menyentuh ambang batas ke level lima, pemuda itu menjadi muram. Kesempatannya untuk menang jelas menjadi lebih tipis.


Belum lagi ketika melihat empat tangan bermutasi, bergabung menjadi dua tangan besar dan sayapnya berubah dari dua menjadi empat, Ark sadar bahwa dirinya telah melihat bentuk akhir Raja Semut. Bentuk dimana dia hanya perlu mengasah kekuatan dan mengembangkan diri, tubuhnya sudah tidak perlu diubah lagi karena ...


Tubuhnya saat ini juga sudah sangat kuat!


"Untung saja aku menemukanmu sebelum menembus batasan, Anak Durhaka. Jika tidak, mungkin aku akan kerepotan."


Mengatakan itu, Ark langsung membuang jubah yang menutupi tubuhnya. Dia bahkan juga membuang semua senjatanya. Gerakannya tersebut membuat Raja Semut menjadi waspada, memilih diam dan mengamati.


Setelah semuanya dilepas, Ark hanya mengenakan celana panjang dan sepatu kulit. Namun, ada perban putih yang melilit seluruh tubuhnya dan hanya menyisakan bagian mata dan mulut. Pemuda itu juga membawa botol kecil berisi cairan berwarna hitam dengan garis-garis merah yang berdenyut seolah cairan tersebut hidup.


Tanpa sedikitpun keraguan, Ark langsung meminum ramuan tersebut. Detik kemudian, pemuda itu tiba-tiba berlutut tanah. Perban putih di tubuhnya langsung berubah menjadi merah karena darah. Suara tulang berderak terdengar memenuhi sarang paling dalam semut bermutasi yang sunyi.


Setelah itu, semuanya kembali menjadi sunyi.


Beberapa detik kemudian, suara jantung berdetak kencang terdengar di sana. Suaranya seperti genderang perang, benar-benar kuat sampai-sampai membuat Raja Semut terkejut. Namun sebelum makhluk itu bergerak, dia menjadi lebih terkejut karena ...


Kekuatan Ark tiba-tiba meroket langsung ke puncak level 4!


Menembus batasan level 5!


Saat itu juga, perban di tubuh Ark berubah dari merah menjadi hitam legam. Pemuda itu kemudian berdiri perlahan. Sepasang mata biru langsung menatap ke arah Raja Semut, seperti tatapan iblis yang merangkak keluar dari kedalaman neraka.


Swoosh!


Bersama dengan embusan angin, sosok Ark langsung muncul di depan Raja Semut. Energi hitam-biru menyelimuti lengan kanannya saat pemuda itu langsung membantingnya ke dada Raja Semut.


CRASH! BLARRR!!!


Sosok Raja Semut langsung terhempas menabrak dinding sarang dengan kuat. Asap mengepul memenuhi ruangan, bahkan sarang itu sendiri berguncang.


Tangan Ark langsung hancur dan bengkok dengan cara aneh, tetapi detik berikutnya menggeliat dan mulai merekonstruksi ke bentuk sebelumnya.


Saat itu juga, suara dingin keluar dari mulut pemuda itu.


"Biarkan aku mengajarimu cara menghormati yang lebih tua, Bocah!"

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2