
Jay membaringkan Ark di lantai yang telah dibersihkan.
Pria itu menatap ke arah sahabatnya dengan ekspresi heran, bahkan penuh keraguan. Sebagian tubuh Ark telah terkorosi oleh racun. Wajah tampannya menjadi pucat keunguan, bagian tulang pipi ke bawah meleleh, menampilkan barisan gigi. Membuat penampilannya lebih mengerikan dari pada zombie biasanya.
'Kenapa kamu melakukan ini, Ark?'
Jay merasa bingung. Dia tahu kalau seseorang harus menggunakan Miracle Root ketika sadar. Jika dalam kondisi tidak sadar, itu sangat berbahaya karena naluri binatang buas menguasai pikirannya. Membuatnya gila dan akhirnya menjadi binatang buas berwujud humanoid.
"..."
Melihat kalau napas Ark semakin lama menjadi semakin lemah, Jay menggertakkan gigi. Dia sangat yakin kalau tidak segera ditangani, kemungkinan besar sahabatnya akan segera mati.
Jay melirik ke arah tubuh gurita cincin biru bermutasi lalu bergumam, "Aku hanya bisa bertaruh."
Setelah mengatakan itu, Jay segera pergi ke tubuh makhluk itu. Melihat sebuah inti aneh dalam genangan darah yang dia yakini sebagai jantung, pria itu mencoba mengambilnya. Namun saat jari telunjuknya terkena cipratan darah, dia langsung mundur.
Melihat ke arah jarinya yang terkorosi oleh racun, ekspresi Jay menjadi lebih serius.
"Yang benar saja ..."
Setelah mengatakan itu, Jay langsung menggunakan kemampuannya untuk membuat exo-skeleton yang melapisi seluruh tangan kirinya. Dia kemudian mengambil satu botol penawar racun yang tersisa, karena botol lain telah dia minum setelah terkena racun di tubuh Ark. Kemudian Jay menyiram tangan yang dilapisi exo-skeleton dengan penawar racun.
Sesaat kemudian, Jay langsung mengambil inti makhluk tersebut. Ketika tangan kirinya bersentuhan dengan darah hitam keunguan, suara mendesis terdengar. Ekspresi pria itu berubah, tetapi masih memaksakan diri untuk mengambilnya.
Usai mengambil inti, Jay langsung memotong dengan pedangnya. Saat itu juga, pedang yang terkenal cairan korosif dalam inti sedikit meleleh. Benar-benar mirip besi yang lapuk karena karat.
Ekspresi Jay berubah menjadi lebih berat, tetapi dia masih terus melanjutkan. Pria itu segera mengambil Miracle Root dengan tangan kirinya. Dia kemudian meletakkannya di atas dada Ark sambil berkata,
"Kamu harus tetap hidup, Sobat. Meski menggantikanmu untuk menerima harem berisi wanita cantik itu keren, aku lebih memilih kamu tetap hidup.
Kamu berhutang banyak hal kepadaku karena ini, jadi kamu harus hidup untuk menebusnya."
Setelah mengatakan itu, Jay mundur. Mencari tempat untuk beristirahat sekaligus mengawasi Ark.
Miracle Root masuk ke dalam tubuh Ark.
Melihat hal tersebut membuat Jay bersemangat. Namun ekspresinya berubah ketika tidak ada tanda-tanda perubahan pada tubuh Ark. Sahabatnya itu masih terbaring diam di tempatnya. Napasnya semakin lemah, seolah bisa menghilang kapan saja.
"Ark—"
Ketika Jay hendak bangkit untuk memeriksa, tubuh Ark tiba-tiba gemetar.
Saat itu, cahaya biru menyelimuti tubuh Ark. Tubuh pemuda itu melayang menentang gravitasi, tidak tinggi, hanya sekitar 40 centimeter. Tetap saja, tubuhnya masih melayang.
__ADS_1
"Ini ... Kemampuan psikis (telekinesis) milik Ark?" gumam Jay dengan ekspresi heran.
Saat itu, seluruh racun di tubuh Ark terserap ke satu arah yaitu menuju ke dadanya. Setelah tubuhnya tampak lebih normal (tanpa warna ungu dan hitam karena racun), granulasi muncul di bagian-bagian luka. Tampak seperti cacing-cacing kecil yang menggeliat lalu terjalin satu sama lain untuk menutup luka, bahkan mulai meregenerasi anggota tubuh pemuda itu.
Sekitar setengah jam kemudian, tubuh Ark kembali utuh. Pemuda itu bahkan tampak lebih tampan daripada sebelumnya. Namun sebelum Jay merasa lega, tubuh sahabatnya itu tiba-tiba berkerut. Otot-ototnya memadat ke tulang, membuat penampilannya menjadi sangat kurus seperti lelaki tua. Kulitnya seperti kulit pohon mati yang penuh retakan.
Crack! Crack! Crack!
Seolah kepompong yang berubah menjadi kupu-kupu, kulit Ark retak lalu terkelupas. Jaringan otot-otot baru yang tampaknya lebih kuat mulai kembali meregenerasi tubuh pemuda itu.
Hal semacam itu kembali terjadi. Setengah jam dalam pengelupasan pertama, satu jam dalam pengelupasan ke dua, dan dua jam dalam pengelupasan ke tiga.
Setelah "pemecahan cangkang" ke-3 terjadi dan tubuh selesai beregenerasi, sosok Ark kembali melayang turun dan mendarat di lantai yang penuh dengan bekas "cangkang" yang dia buang.
Pada saat itu, Jay benar-benar lega.
Sosok Ark tiba-tiba membuka matanya. Pemuda itu langsung berdiri.
"Akhirnya kamu bangun, Ark. Kamu—"
Belum selesai mengucapkan kata-katanya, Jay tercekat ketika melihat wajah Ark.
Di wajah tampan pemuda itu, atau lebih tepatnya di bagian mata ... warna putih digantikan dengan warna hitam. Saat itu juga, tanda aneh seperti api hitam mulai merangkak dari dada Ark dan menyebar ke seluruh tubuhnya. Dalam sekilas, penampilan tanda itu seperti "tanda kutukan" dari paman ular dalam sebuah serial tertentu yang pernah Jay lihat.
"Ark, kamu ..."
Ekspresi Jay menjadi lebih serius. Benar-benar siap untuk bertarung kapan saja.
Sosok Ark hanya diam di tempatnya. Namun saat Jay berkedip, sosok sahabatnya tiba-tiba muncul di depannya dengan tangan yang terulur tepat di depan wajahnya.
Ekspresi Jay menjadi pucat, saat dia hendak menebas ... tangan itu menepuk kepalanya.
Saat itu, Jay langsung tertegun.
Sosok Ark mundur beberapa meter dengan satu lompatan ringan. Tanda hitam di sekujur tubuhnya mulai merayap kembali ke dadanya. Bagian mata yang hitam juga kembali menjadi putih. Tampak menjadi pemuda tampan dan normal yang sama sekali tidak membuat takut seekor kucing.
"Apakah aku membuatmu takut, Jay?"
Ark berkata dengan senyum lembut di wajahnya. Melihat itu, Jay menjatuhkan pedang di tangannya. Dia menggelengkan kepalanya sambil menghela napas panjang.
"Tidak bisakah kamu bersikap normal, Ark? Kamu hampir membuatku terkena serangan jantung!
Aku kira kamu benar-benar menjadi binatang buas, monster, iblis, atau semacamnya."
__ADS_1
Mendengar ucapan Jay, Ark tersenyum.
"Bahkan jika kamu akan menjadi gila ketika menyerap Miracle Root, hal semacam itu tidak akan terjadi kepadaku.
Kemampuan psikis yang aku miliki membuatku tanpa sadar mencegah serangan yang mengganggu kesadaranku. Ya, setidaknya aku merasa kalau pada saat ini ... keamanan masih terjamin."
"Bukankah itu curang?" gumam Jay.
"Maksudmu?" Ark memiringkan kepalanya.
"Maksudku, aku tidak tahu apakah orang-orang bisa menjadi gila ketika menyerap Miracle Root. Menurut teori yang pernah kamu jelaskan, hal tersebut memang mungkin. Namun ..."
"Kita belum pernah melihat orang yang kehilangan kewarasannya karena Miracle Root, kah?" tambah Ark.
"Ya." Jay mengangguk berat.
"Aku tidak sepenuhnya yakin dengan teoriku."
Ark berkata santai sambil mengangkat bahu. Meski tahu kalau hal tersebut nyata, dia sama sekali tidak bisa menjelaskannya lebih mendetail. Pada akhirnya dia menambahkan.
"Itu hanya untuk berjaga-jaga. Tentu saja! Aku harap semua itu hanya teori dan tidak perlu terjadi."
Setelah mengatakan itu, Ark melihat tangan kiri Jay. Tampak bekas luka yang mirip luka bakar dari jari sampai sikunya. Namun Ark tahu kalau itu terjadi karena racun gurita cincin biru bermutasi. Meski Jay menggunakan berbagai macam cara, pria itu jelas masih menderita.
Ark memejamkan matanya sambil menghela napas. Benar-benar merasa bersyukur karena memiliki sahabat yang bisa diandalkan. Pemuda itu diam-diam mencatat hutang budi ini dalam hatinya.
Saat itu, suara Jay terdengar.
"Bagaimana kalau kita kembali setelah beristirahat sebentar? Orang-orang pasti akan mengkhawatirkan kita, kan?"
Mendengar pertanyaan itu, ekspresi Ark langsung menjadi stagnan. Dia menatap ke arah Jay lalu berkata dengan ekspresi canggung.
"Bagaimana kalau kita berkeliling beberapa hari sebelum kembali?"
Jay menatap ke arah Ark dengan ekspresi tercengang. Melihat betapa canggung dan enggannya pemuda itu untuk kembali, Jay benar-benar tidak menyangka ...
Ternyata Hades si Raja Neraka memiliki sifat seperti itu!
Memiliki ekspresi penuh keraguan di wajahnya, Jay memiringkan kepalanya sambil bertanya.
"Ark. Kamu ... tidak sedang mencari alasan untuk menghindari para wanita itu, kan?"
>> Bersambung.
__ADS_1