
Dua hari kemudian.
Di depan markas Golden Maple Group, ribuan orang berkumpul dan membuat barisan. Masing-masing dari mereka membawa tas besar berisi barang-barang yang harus dibawa. Hanya saja, mereka tidak bisa membawa semuanya meski jumlah anggota mereka banyak.
Kemarin Huginn dan Muninn datang membawa obat-obatan. Setelah itu, Ark menyuruh keduanya kembali untuk membantu Mona dan anggota Sword of Sufferings mundur ke perbatasan luar kota.
Lagipula, dibandingkan mereka, Ark dan orang-orang yang berada di markas Golden Maple Group lebih aman. Tidak terlalu memerlukan bantuan mereka berdua.
Tentu saja, itu juga keegoisan Ark sendiri.
Meski dia dan rekan-rekannya tidak memerlukan bantuan, tetapi orang-orang dari Golden Maple Group membutuhkannya. Namun, pemuda itu tidak berniat membantu mereka dan fokus untuk pada keselamatan orang-orangnya sendiri.
Sementara itu, Ark dan rekan-rekannya dari Sword of Sufferings berkumpul.
“Apakah kalian sudah mengemas semuanya? Tidak ada yang tertinggal?”
“Ya, Ketua!” jawab mereka serempak.
Ark mengangguk ringan. Pemuda itu kemudian menatap ke arah para anggota Golden Maple Group yang tampak cemas dan panik.
Di sana, tampak Chris dan Lara yang sibuk mengatur orang-orang.
“Lapor, Ketua! Beberapa peralatan yang dikemas tidak bisa dibawa karena terlalu berat. Bisa saja dibongkar dan dibagikan, tetapi kita harus meninggalkan benda lain sebagai gantinya.”
“Lapor, Ketua! Meski sudah mencoba, tidak semua makanan bisa dibawa. Selain itu, persediaan air kita tidak terlalu banyak. Apa yang harus kita lakukan sekarang?”
“...”
Mendengar laporan demi laporan, Chris dan Lara merasa pusing. Mereka berdua tampak bingung harus berbuat apa. Jelas keduanya tidak ingin meninggalkan benda-benda yang mereka anggap berguna dan berharga.
Melihat pemandangan tersebut, Ark langsung berbicara pada Jay.
“Orang tuamu terlalu mencintai harta benda. Jika seperti itu, perjalanan pasti akan terhambat. Bukan hanya kecepatan menjadi semakin lambat, tetapi perjalanan juga akan semakin berbahaya.
Katakan pada mereka untuk tidak membawa sesuatu yang tidak perlu. Bawa makanan dan air secukupnya. Bekali setiap orang dengan senjata dan pakaian cadangan. Tidak perlu membawa barang-barang seperti bahan dari binatang buas yang belum diproses.
Pastikan apa yang orang-orang bawa tidak melebihi batasan sehingga tidak melambat dan tidak terlalu menguras tenaga.”
Mendengar ucapan Ark, Jay mengangguk dengan ekspresi serius. Pria itu kemudian pergi untuk berbicara dengan ayah dan ibunya. Memberikan saran seperti yang Ark katakan sebelumnya.
Sekitar tiga jam kemudian, banyak barang akhirnya diturunkan. Meski tampak agak enggan, orang-orang meninggalkan sebagian barang mereka sesuai dengan perintah Chris dan Lara.
Dengan begitu, perjalan mereka pun dimulai.
__ADS_1
Barisan kelompok Golden Maple Group dan tim yang dipimpin oleh Ark sama sekali tidak pergi ke arah markas Sword of Sufferings. Mereka langsung menuju ke arah lingkaran luar tanpa jalan memutar.
Daripada menuju ke mansion di mana markas Sword of Sufferings berada, tujuan mereka adalah markas sementara Sword of Sufferings di lingkaran luar sebelumnya.
Rencananya, mereka semua akan bertemu di sana lalu melakukan perjalanan ke luar kota bersama-sama.
Itu adalah perjalanan yang cukup panjang, jadi banyak orang menjadi gugup karenanya.
Sementara itu, ada juga beberapa orang yang bersemangat. Entah untuk menyambut hidup baru, melakukan perjalanan mendebarkan, atau sekadar bertemu dengan menantu yang mengandung cucu mereka.
Baru berjalan kurang dari satu jam, mereka bertemu dengan sekelompok zombie level 1 dan level 2. Meski tidak begitu kuat, jumlah mereka memang cukup banyak. Setidaknya ada dua ratus zombie.
Untung saja serangan terjadi dari depan, tempat dimana Ark dan orang-orang dari Sword of Sufferings memimpin.
Slash!
“Ini yang terakhir.”
Jay berkata sambil menyeka keringat di dahinya.
Dalam waktu kurang dari setengah jam, Ark dan rekan-rekannya menghabisi semua zombie. Mereka tidak bermain-main dan langsung menyelesaikannya. Sedikit lambat karena sebagian zombie cukup licik untuk melarikan diri ke dalam bangunan.
Apa yang terjadi jelas masuk dalam pandangan sebagian besar orang dari Golden Maple Group. Hal tersebut membuat mereka cukup bersemangat karena kemungkinan selamat lebih tinggi.
Sementara itu, ada juga yang merasa malu karena tidak bisa membantu. Berbeda dengan para anggota biasa, para prajurit dari Golden Maple Group merasa malu karena tidak melakukan apa-apa.
Setelah itu, perjalanan mereka pun berlanjut.
***
Malam harinya.
Meski tidak bisa membedakan siang atau malam karena kanopi pohon raksasa dan kabut kelabu yang menutupi seluruh kota, Ark masih bisa mengira dari waktu mereka masuk ke kota. Pemuda itu menjadwalkan segalanya, baik pekerjaan sampai jam istirahat. Jadi sekarang orang-orang mengikuti jadwal yang dibuat olehnya.
“Makan!”
Jay berkata dengan ekspresi senang. Setelah melakukan perjalanan seharian, mereka akhirnya beristirahat untuk makan. Berbeda dengan istirahat kurang setengah jam di siang hari, kali ini mereka akan beristirahat cukup lama untuk makan lalu tidur.
Walau dikejar oleh waktu, Ark tidak mengizinkan orang-orang terus melakukan perjalanan tanpa istirahat karena hal tersebut justru memiliki efek buruk. Istirahat masih sangat diperlukan agar mereka bisa memulihkan tenaga.
“Memang, makan setelah bekerja keras atau berolahraga adalah yang paling nikmat.”
Jay berkata dengan senyum ceroboh di wajahnya.
__ADS_1
Melihat itu, Ark menggelengkan kepalanya. Dia makan dengan santai tanpa banyak bicara. Setelah selesai, barulah pemuda itu berkata.
“Mulai besok, aku akan membagi semua orang menjadi dua tim. Aku dan Roxanne akan memimpin 20 orang di belakang barisan Golden Maple Group. Jay, Aisha, dan Angelica memimpin 25 orang di bagian depan barisan.
Dedric dan Ian akan mengikuti Jay, belajar darinya. Scorpio akan mengikuti dan belajar dariku.”
Mendengar ucapan Ark, Roxanne diam-diam mengangkat sudut bibirnya sementara Aisha dan Angelica cemberut. Meski mereka tahu kalau pembagian diperlukan, keduanya tidak bisa tidak merasa kesal.
“Dimengerti.”
Mereka menjawab serempak. Setuju meski enggan atau tidak.
Melihat ke arah rekan-rekannya, Ark menambahkan.
“Sama seperti biasa. Malam ini kita akan berjaga bergiliran. Minta orang-orang untuk membuat tim masing-masing.”
“Baik, Ketua!”
Setelah membalas, mereka pun berpencar. Ada yang segera beristirahat dan ada juga yang memulai patroli mereka. Dengan begitu, malam pun berlalu.
***
Keesokan paginya, atau lebih tepatnya ... masih di pagi buta.
ROOAARRR!!!
Raungan binatang buas terdengar dari kejauhan. Suara tersebut langsung membangunkan orang-orang yang sedang beristirahat. Mendengar raungan demi raungan, semua orang langsung menjadi panik.
Saat itu, Ark langsung berteriak untuk mengendalikan situasi.
“TENANG! JANGAN PANIK!”
“Makhluk-makhluk itu masih berada di kejauhan. Segera bangun dan kemasi barang kalian. Ingat untuk tidak meninggalkan barang kalian. Selain itu, pastikan tidak terpencar dari rekan-rekan di sisi kalian.
Pastikan orang di sekitar dan jangan rusak barisan ketika telah memulai perjalanan!”
Setelah mendengar ucapan Ark, orang-orang menjadi lebih tenang. Mengikuti perintah pemuda itu, mereka segera berkemas lalu membuat barisan.
Sebelum berangkat, Ark melihat ke arah kabut tebal di kejauahan, sumber suara-suara itu berasal.
Raungan keras, langkah kaki kuat, dan gemerisik pepohonan terdengar seperti parade.
Ya ...
__ADS_1
Sebuah parade monster akhirnya dimulai.
>> Bersambung.