Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Mengguncang Kota


__ADS_3

“Kumpulkan semua orang yang menyerah. Bagi yang melawan, kirim mereka pergi.”


Ark langsung berkata kepada Leon dan Draco. Mendengar ucapannya, mereka berdua langsung memberi hormat sebelum pergi. Tentu saja, mereka juga mengerti apa yang dimaksud olehnya.


Setelah memberi Draco dan Leon perintah, Ark kemudian pergi bersama dengan Saito. Mereka mengikuti Demonte yang mengerahkan mereka menuju ke tempat para ‘tahanan’ Crimson Jackals berada. Mereka langsung pergi menuju ke ruang bawah tanah.


Sampai di depan tangga menuju ke ruang bawah tanah, Ark berhenti sejenak. Dari sana saja, sudah tercium aroma kuat yang mengganggu indera penciumannya. Pemuda itu tidak bisa tidak mengerutkan kening.


“Masuk.”


Ark berkata dengan ekspresi tenang di wajahnya. Saat itu juga, Demonte langsung mengangguk. Pria itu langsung menuruni tangga dengan ekspresi khawatir di wajahnya.


Pada saat pintu terbuka, seketika bau busuk langsung meledak keluar dari tempat itu. Saat itu juga, pemandangan yang bisa dianggap sebagai mimpi buruk para perempuan tampak di sana. Bahkan Saito yang sudah terlatih sedikit gemetar karena marah saat melihat pemandangan semacam itu.


“Seperti yang kamu pikir, ini adalah tempat para tahanan dikurung. Sedangkan kenapa semuanya perempuan dan tidak mengenakan apa-apa … kamu seharusnya mengerti apa yang dilakukan oleh anggota Crimson Jackals kepada mereka.”


Ark berkata dengan nada datar. Dia kemudian turun. Meski memakai masker di balik topeng, pemuda itu benar-benar merasa kalau baunya sangat menjijikkan. Dia tidak masuk ke dalam ruang bawah tanah. Sebaliknya, malah langsung memberi perintah kepada Demonte.


“Suruh mereka semua keluar. Biarkan aku menghitung jumlah dan melihat kondisi mereka.”


Saat itu, ruangan menjadi lebih sunyi. Beberapa saat kemudian, suara Demonte terdengar.


“Dimengerti.”


Ark kemudian kembali naik. Dia pergi bersama dengan Saito menuju ke ruangan luas. Menunggu sekitar setengah jam, banyak perempuan yang masuk ke dalam ruangan.


Ark dan Saito melihat banyak wanita tidak mengenakan apa-apa. Namun, daripada merasa panas dan senang, mereka hanya bisa menghela napas dalam hati. Meski kebanyakan dari para ‘tahanan’ itu cantik, tetapi mereka jelas dalam kondisi buruk. Hampir semuanya sangat kurus dan tampak rapuh. Tidak hanya itu, mereka juga tampak kotor. Bahkan beberapa terluka.


Dibandingkan manusia, mereka jelas diperlakukan seperti binatang. Beberapa di antara mereka bahkan memiliki ekspresi tumpul, benar-benar sudah mati rasa. Beberapa yang mungkin belum sampai tahap seperti itu melihat sekeliling dengan cemas, tampaknya sangat ketakutan.


“Tenang!”


Suara dingin, tegas, dan penuh tekanan terdengar. Saat itu juga, ruang yang berisik menjadi lebih tenang.


Ark melihat puluhan perempuan itu dengan ekspresi datar di wajahnya. Dalam sekali lihat, dia bisa menentukan kalau jumlah mereka sekitar 70 sampai 80 orang. Pemuda itu sedikit terkejut, tidak menyangka kalau Crimson Jackals menahan begitu banyak perempuan. Namun setelah mengingat kalau mereka juga memiliki sumber makanan yang pasti dimana bisa terus menyambung hidup para tahanan itu, Ark tidak lagi begitu terkejut.


“Kekurangan gizi, kelaparan, sakit-sakitan … benar-benar bukan kehidupan yang layak dijalani.”


Ark bergumam pelan. Dia kemudian menatap para perempuan lalu kembali berkata dengan dingin.


“Hari ini, Crimson Jackals telah dihancurkan. Mulai sekarang, kalian bukan lagi tahanan Crimson Jackals, tetapi tahanan kami … Sword of Sufferings.

__ADS_1


Aku akan menjelaskan perbedaan paling mencolok kepada kalian semua. Pertama, kalian tidak akan dikurung dalam ruang bawah tanah. Ke dua, kalian tidak akan diperlakukan sebagai binatang, tetapi sebagai manusia.


Meski begitu, kalian juga memiliki kewajiban yaitu mematuhi seluruh perintah dan aturan yang kami tetapkan. Dua hal yang harus kalian ingat dan kalian jauhi. Tidak boleh melarikan diri dan tidak boleh berkhianat. Jika melanggar, kalian akan menyesalinya karena hukumannya bukan hanya kematian yang sederhana.


Akan tetapi aku bisa menjamin, selama kalian tidak melanggar dua hal tersebut dan menurut, kehidupan kalian akan menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya!”


Setelah mengatakan itu, Ark sama sekali tidak menunggu mereka memproses perkataannya. Sebaliknya, dia melirik ke arah Saito lalu berkata.


“Saito, panggil 15 orang untuk membantu. Lima orang untuk membawa persediaan air bersih ke sini. Lima orang untuk menemukan pakaian yang bisa digunakan, atau mungkin kain yang bisa menutupi tubuh mereka. Sedangkan sisanya, suruh mereka memasak buah roti yang kita bawa sebelumnya. Tidak perlu sesuatu yang mewah. Buat banyak bubur dengan campuran daging lalu beri makan orang-orang ini setelah mereka selesai membersihkan diri.


Aku akan mengurus orang-orang yang dikumpulkan oleh Leon dan Draco.”


“Dimengerti.”


Saito mengangguk. Meski jawabannya singkat, tetapi sangat hormat. Bukan hanya menghormati kekuatan dan kecerdasan pemuda itu, tetapi dia juga memang sangat menganggumi bagaimana Ark melihat gambaran besar yang tidak bisa mereka lihat.


***


Setelah mengurus hal tersebut, Ark langsung pergi menuju ke halaman depan markas dimana semua orang dikumpulkan.


Di halaman depan, sekitar dua ratus delapan puluh orang dikumpulkan. Mereka semua adalah anggota Crimson Jackals yang tersisa. Sedangkan para petinggi dan hampir 220 orang lainnya? Mereka semua telah disingkirkan oleh 50 orang dari Sword of Sufferings.


“SEMUANYA DIAM!” Suara tegas Draco terdengar.


“Ketua akan mengatakan beberapa patah kata kepada kalian! Diam dan dengarkan!” ucap Draco tegas.


Saat itu, Ark berjalan dengan tenang, berhenti di depan semua orang yang sedang berbaris. Pemuda itu kemudian melirik Draco dan mengangguk ringan. Setelah itu, barulah dia mengalihkan pandangannya ke arah orang-orang dengan tenang.


“Kalian semua telah menyerah, itu berarti kalian menjadi tahanan di bawah kami. Omong-omong, nama kelompok kami adalah Sword of Sufferings. Hari ini … Crimson Jackals telah dihancurkan oleh kelompok kami.


Setelah kekalahan, sekarang kalian memiliki tiga pilihan.


Pertama, menyerah dan mematuhi kami dengan patuh. Ke dua, mati. Atau ke tiga, kalian boleh menantangku. Satu orang boleh maju, selama bisa menahan tiga gerakan dariku. Kalian akan dibebaskan. Bisa pergi dari tempat ini tampa takut menjadi target kami.


Tentu saja, jika bertemu dengan kami di masa depan, lebih baik kalian menyingkir jika tidak ingin disingkirkan. Jadi …


Apakah ada yang ingin mencobanya?”


Mendengar ucapan Ark, orang-orang menjadi gelisah. Sementara itu, anggota Sword of Sufferings menggelengkan kepala mereka. Meski tidak mengetahui apa yang ada di kepala Ark, mereka memiliki sedikit pemahaman.


“Aku akan mencoba!”

__ADS_1


Pria garang dengan tinggi melebihi dua meter dengan tubuh kekar maju. Di antara para anggota Crimson Jackals, dia jelas merupakan salah satu yang paling mencolok. Bukan hanya karena penampilannya, tetapi juga kemampuannya.


“Kalau begitu silahkan maju.”


Mendengar ucapan Ark, orang itu menjadi cukup percaya diri. Dia berdiri sekitar tiga meter di depan Ark.


Ark sama sekali tidak maju ke depan. Dia meletakkan tangan kirinya di belakang punggung. Tangan kanannya menunjukkan satu jari. Pemuda itu kemudian menujuk ke arah pria itu.


“Tolong perhatikan jariku baik-baik. Jika kamu siap, kamu bisa mengatakannya.”


Orang itu langsung memasang sikap untuk bertarung. Menatap ke arah Ark yang tampak bosan dan malas, dia sama sekali tidak berani menganggap remeh. Setelah beberapa saat, dia berkata.


“AKU SIAP!”


“Baik.”


Ark mengangguk ringan. Namun, pada detik berikutnya … pemuda itu menghilang dan muncul di sebelah kanan lawannya.


BRUK!


Pria dengan tubuh lebih tinggi dari dua meter langsung jatuh ke tanah sambil memegangi lehernya. Dia menatap ke arah Ark dengan ngeri.


Semua orang terlihat bingung. Namun saat melihat jari telunjuk Ark diwarnai merah, ekspresi mereka langsung berubah menjadi pucat.


Dengan demikian, satu jam berlalu begitu saja.


“Apakah tidak ada yang ingin mencoba lagi?”


Ark melihat salah satu prajurit yang menyingkirkan tubuh orang dengan ekspresi datar. Dia kemudian menatap ke arah orang-orang yang menjadi lebih pendiam. Tampaknya mereka tidak lagi melihat manusia, tetapi monster dalam kulit manusia.


Alasannya sederhana. Pria itu, Ark membunuh semua orang yang mencoba dengan satu serangan. Hanya dengan satu jari!


“Jika tidak ada, maka kalian seharusnya setuju dengan pilihan pertama.”


Melihat mereka semua diam, Ark menggelengkan kepalanya. Dia kemudian menghampiri Draco dan berkata.


“Kirim lima orang menuju ke markas kelompok menengah sebelumnya. Bawakan mereka beberapa makanan dan air. Sebagai gantinya, suruh mereka semua menyebarkan kabar kalau kami, Sword of Sufferings telah menghancurkan dan mengambil alih semua miliki Crimson Jackals.”


Draco jelas agak bingung, tetapi masih menjawab, “Baik, Ketua!”


Seperti yang diminta Ark, kabar tentang mereka pun akhirnya mulai menyebar di kota. Seperti guntur di siang hari yang cerah …

__ADS_1


Berita tersebut langsung mengguncang seluruh kota!


>> Bersambung.


__ADS_2