Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Kelemahan Ark


__ADS_3

Malam harinya.


Bukan hanya menjadi lebih dingin, kabut di sekitar menjadi lebih menjadi lebih tebal.


Sebagai pendatang baru di kota, Sword of Sufferings yang dipimpin oleh Ark mengalami beberapa masalah. Untung saja, mereka telah mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk menghadapi segala macam situasi.


“Suhu semacam ini terlalu tidak masuk akal! Bukankah ini musim semi? Kenapa bisa sedingin ini?”


Melihat kabut dari dalam gedung, Jay mengeluh. Bagi dia yang berada di level 4, suhu semacam ini sudah dianggap cukup dingin. Sedangkan untuk manusia biasa ...


Pasti sulit bertahan di suhu seperti ini!


Memikirkan kedua orang tuanya, Jay menggertakkan gigi. Dia menjadi semakin khawatir dan semakin tertekan.


“Apakah kamu ingin keluar jalan-jalan, Jay?”


Sedang malamun, Jay dikejutkan dengan suara Ark dari belakang.


“EH? Malam ini?” Jay mengangkat alisnya.


Belum lama ini, mereka selesai bertarung dan membersihkan gedung. Seharusnya, sekarang waktunya bagi orang-orang beristirahat.


Sekarang, Sword of Suffering telah menemukan tempat yang bisa dijadikan markas sementara. Mereka telah menemukan gedung yang tampak masih kokoh. Meski lebih kecil, tetapi lebih baik dibandingkan bangunan-bangunan yang ada di sekitar.


Tempat yang Ark pilih juga cukup tersembunyi dikelilingi beberapa gedung besar dan akar raksasa. Tentu saja, tempat itu juga agak sulit direbut dan dibersihkan karena ada cukup banyak serangga bermutasi level 1 dan 2 di tempat itu.


“Jangan terlalu banyak bicara. Ikut saja. Lagipula, kamu lebih mengenal kota ini dibandingkan aku, kan?”


Tanpa menunggu balasan Jay, Ark langsung pergi keluar dari ruangan.


Melihat ke arah sahabatnya yang tidak banyak menjelaskan, sudut bibir Jay berkedut. Pada akhirnya, dia mengikuti Ark dengan ekspresi datar.


Dua orang, sama-sama memakai jubah hitam dan membawa senjata berjalan di jalanan yang sunyi. Karena level mereka terbilang tinggi, kabut tebal sama sekali tidak menjadi masalah.


Mungkin tidak sebaik sebelumnya, tetapi tidak begitu parah sehingga mereka terlalu was-was.


“Hey, Ark.”


“Hm?” balas Ark tanpa menoleh.


“Berjalan seperti ini, aku mengingat awal apocalypse terjadi. Dunia berantakan, dan kita berjuang mati-matian berdua.”


“...”


“Siapa sangka, ternyata rekan kerjaku adalah seorang pembunuh bayaran terkenal. Aku bahkan tidak menyangka kalau profesi semacam itu nyata!”


“Aku juga terkejut.” Ark berkata datar.

__ADS_1


“Kenapa?” tanya Jay sambil menoleh dengan ekspresi penasaran.


“Ternyata ada ‘Tuan Muda’ yang begitu tidak bermartabat dan tidak tahu malu. Bukan hanya mengejar wanita ke sana dan sini, tetapi juga memiliki reputasi yang ... LU-AR BI-A-SA.”


“Hey, hey, hey! Bukankah itu berlebihan? Apakah di matamu aku orang seperti itu, Kawan?”


Jay meringis, benar-benar bingung apakah harus marah atau tertawa. Melihat ekspresi datar di wajah sahabatnya, dia menjadi linglung.


Kulit putih, bulu mata agak panjang, rambut indah, dan mata seperti rubi. Melihat penampilan Ark yang begitu luar biasa, Jay bergumam.


“Setelah diperhatikan baik-baik, ternyata kamu sangat ‘cantik’, Kawan?”


“...”


Langkah kaki Ark tiba-tiba terhenti. Melihat ke arah sahabatnya, pemuda itu tersenyum ramah. Lalu langsung menendang pinggang rekannya tanpa menahan diri.


BRUAK!


Jay yang tidak siap langsung dikirim terbang beberapa meter. Berguling-guling di tanah sebentar sebelum kembali bangkit.


Melihat pakaiannya yang kotor karena lumpur, Jay langsung berteriak.


“Apa-apaan! Kamu benar-benar keterlaluan, Ark!”


Bukannya minta maaf, Ark menatap Jay dengan ekspresi jijik.


Mendengar kata ‘cantik’ keluar dari mulut sahabatnya, Ark sempat bergidik ngeri. Bukan hanya merinding, dia juga langsung mual.


“Bisakah kamu berhenti menatapku dengan cara seperti itu?” ucap Jay dengan senyum masam.


“...”


“Aku hanya berkata jujur, Bung. Serius, kamu benar-benar tampan, bahkan terlalu tampan.


Menurutku, kamu lebih tampan dan lebih berlebihan dibandingkan dengan idol yang bernyanyi dan menari itu. Ya ... terlihat agak lembek, dan pasti banyak orang yang menyukaimu.


Jika aku jadi kamu, daripada menjadi pembunuh bayaran, aku lebih suka menjadi simpanan para istri cantik para pengusaha kaya itu. Hidup nyaman, makan nasi lunak (mengandalkan perempian dan tidak bekerja) sambil menikmati bunga-bunga.”


Seolah membayangkan kehidupan yang begitu membahagiakan, Jay tersenyum dengan wajah linglung sambil membersihkan pakaiannya.


“Sadarlah, Bodoh. Berhenti bermimpi tidak realistis di dunia yang sudah berantakan seperti ini. Seharusnya kamu bersyukur karena masih bisa makan, minum, dan tidur dengan aman. Selain itu ...


Ucapan semacam itu sama sekali tidak pantas dikatakan oleh seseorang yang akan menjadi seorang ayah.”


“Ah! Benar!” Jay menggaruk kepalanya dengan senyum malu-malu di wajahnya.


“...”

__ADS_1


Melihat penampilan Jay yang begitu tidak bisa diandalkan, sudut bibir Ark berkedut. Saat itu juga, ucapan Jay kembali terdengar.


“Jika kamu memiliki anak perempuan, dia pasti sangat cantik, Ark. Kalau laki-laki, pasti juga tampan.


Bagaimana kalau kita kelah menjodohkan mereka? Maksudku, anakku dan anakmu. Dengan begitu, kita benar-benar bisa jadi saudara, kan?”


“Apakah kamu mencoba menyindirku?” Ark mengangkat alisnya. “Sudah kubilang, aku benar-benar tidak ingin memiliki anak terlebih dahulu. Khususnya, di dunia yang kacau dan berantakan seperti ini.”


“Kenapa? Bukankah kamu sangat populer di antara para wanita. Bahkan, jika kamu mau, kamu bisa menabur benih ke semua wanita di Sword of Sufferings.” Jay memiringkan kepalanya, tampak bingung.


“Memangnya kamu pikir aku apa?” ucap Ark dengan ekspresi berat.


“Lalu kenapa kamu tidak melakukannya?”


“Bukankah aku pernah bilang? Karena itu akan membuatku memiliki lebih banyak kelemahan.”


“Kenapa kamu menganggap anak sebagai beban dan masalah, Ark?” tanya Jay.


Mendengar pertanyaan itu, Ark tertegun sejenak. Pada saat itu, dia teringat semua latihan dan pelajaran yang diberikan oleh organisasi.


Menurut organisasi, keluargnya hanya menjadi pengganggu karena mempertinggi faktor resiko. Jika sampai identitas diketahui, istri/suami atau anak bisa menjadi incaran musuh. Membuat mereka dalam masalah karena banyak pikiran, tidak lagi tenang dan stabil.


Itu juga salah satu alasan kenapa para pembunuh bayaran menyembunyikan wajah, bahkan mengganti namanya dengan kode.


Hanya saja, ketika memikirkannya baik-baik, ekspresi Ark berubah. Dia merasa, pasangan atau anak sebenarnya bukan beban besar baginya. Namun ...


‘Aku ... merasa takut?’


Ark berpikir dengan ekspresi tidak percaya di wajahnya.


Melihat ekspresi sahabatnya yang berubah total, Jay tiba-tiba tersenyum. Meski agak bodoh dan tumpul di berbagai tempat, pria itu masih memiliki sisi tajam.


Jay tiba-tiba berkata, “Bukannya menganggap pasangan atau anak beban. Kamu hanya takut, Ark. Takut sesuatu terjadi pada mereka.”


“Aku ...”


Ark hendak menyangkal, tetapi ucapannya tercekat. Memikirkan baik-baik, pemuda itu sadar kalau dirinya memang merasa takut kehilangan.


Di satu sisi, Ark memperlakukan orang-orang terdekatnya dengan dingin dan kejam. Namun, semua itu dilakukan agar mereka bisa tumbuh dengan baik. Terlebih lagi, dia yakin atas keselamatan mereka.


Namun, ketika memikirkan orang-orang terdekatnya mati satu per satu seperti di kehidupan sebelumnya. Bukan hanya marah, tetapi ada perasaan sedih dan sakit yang menikam tepat di jantungnya.


Memikirkan itu semua, Ark menjadi agak bingung. Sampai-sampai, pemuda itu bertanya pada dirinya sendiri.


‘Aku ... benar-benar takut kehilangan seseorang?’


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2