
Setelah pembagian obat-obatan, orang-orang akhirnya dibagi.
Setelah dikumpulkan dari seluruh kota, orang yang termasuk dalam daftar tetapi tidak masuk dalam sebuah kelompok berjumlah sekitar 3000 orang. Jika dihitung dengan tiga kelompok besar dan beberapa kelompok lain, jumlahnya mungkin sekitar 4500 orang. Terlihat banyak, tetapi tidak sebanyak itu. Lagipula, kota tempat Ark tinggal sebelumnya memiliki penduduk sekitar 600.000 orang.
Bisa dibilang setelah satu tahun lebih, total orang yang selamat masih 0,75% dari total penduduk asli. Kenapa masih? Karena di kehidupan Ark sebelumnya, untuk beberapa kota khusus yang berisi monster kuat, tingkat kelangsungan hidup bisa mencapai 0%, yaitu pemusnahan total. Tersisa 0,1% saja sudah cukup bisa dibanggakan, khususnya bagi kota-kota besar dengan jumlah penduduk jutaan.
(Author tidak menemukan data lama soal jumlah penduduk, jadi mulai sekarang akan menggunakan data ini karena setelah ARC ini fokusnya bukan lagi ke satu kota.)
Setelah pembagian, Ark mendapatkan tugas untuk memimpin pasukan dalam jumlah cukup besar. Setelah negosiasi, dia menurunkan jumlah orang yang dibawa dari 1000 menjadi 750 orang yang terdiri dari 625 orang yang bisa bertarung dan 125 yang tidak bisa bertarung, termasuk lansia dan anak-anak.
Ark melihat ke arah orang-orang yang berbaris di depannya lalu ke arah bawahannya yang berjumlah 150 orang, tidak termasuk para petinggi. Tatapannya langsung membuat semua orang gugup. Pemuda itu dengan santai berkata.
“Sebelum kalian bertanya, aku akan menjelaskan sesuatu yang penting.
Pertama, kalian bisa dibilang beruntung sekaligus tidak beruntung ketika ditungaskan di bawahku. Bukan berniat untuk sombong, tetapi kemungkinan selamat kelompok ini menjadi lebih besar dibandingkan dengan kelompok lain. Namun, semuanya tidak ada yang gratis, perlu syarat untuk mencapai semua itu.
Pertama, aku tidak peduli apakah kalian sebelumnya raja, kaisar, atau orang yang tinggal di bawah jembatan. Selama kalian berada di bawahku, ucapan yang keluar dari mulutku adalah mutlak. Karena aku tidak suka seseorang mencoba mengacaukan rencanaku, melanggar berarti kematian.
Ke dua, berbeda dengan kelompok lain yang mengizinkan orang-orang bebas, setelah berada di bawahku, bahkan jika itu sementara … semuanya harus terorganisir. Jumlah kalian adalah 750 orang, dengan jumlah orang yang bisa bertarung 625 orang dan yang tidak 125 orang, pas untuk 150 bawahanku. Satu orang dari Sword of Sufferings akan memimpin 5 orang dari kalian, buat tim kecil agar tidak kacau.
Mungkin kalian bertanya-tanya apakah kita bisa membagi orang sesuai dengan jadwal. Jawabannya tentu saja tidak. Sementara pasukan lain pergi di sore hari, kita akan pergi besok pagi, jadi tidak ada alasan lain jika kalian tidak ingin diledakkan.
Apa yang perlu kita lakukan adalah membersihkan area yang ditunjuk, jadi selama bisa menyelesaikan tugas dalam waktu yang ditentukan, itu sudah cukup.
Apa lagi yang bisa aku katakan …”
__ADS_1
Ark mengelus dagu. Setelah beberapa saat, dia tertegun. Pemuda itu kemudian menatap ke arah orang-orang lalu berkata dengan nada setengah bercanda.
“Selamat bersenang-senang!”
***
Tiga hari berlalu begitu saja.
Di depan sebuah mall besar, banyak orang yang bertarung dengan zombie dan semut bermutasi. Pemandangannya tampak sangat kacau, mereka saling membunuh dengan ekspresi kejam dan penuh kekerasan. Saat itu, suara nyaring terdengar di telinga mereka.
“Bukankah dua hari sebelumnya kalian melakukannya dengan baik ketika berada dalam tim kecil? Kenapa kalian semua malah kacau ketika disatukan? Kalian bahkan lebih buruk daripada para bebek!”
“Bukan hanya tidak meningkat, apakah kalian malah menjadi bodoh setelah diajari? Gunakan otak kalian!”
“Gunakan kaki kalian untuk maju dan mundur, Bodoh! Jika tidak bisa menggunakannya dengan baik, kalian seharusnya malu pada orang-orang penyandang disabilitas tetapi masih berjuang! Potong dan buang saja jika kalian tidak bisa menggunakannya!”
“Segera selesaikan pertarungan ini! Bagi 10 tim tercepat dalam mengurus bagiannya, mereka akan mendapatkan porsi makan tambahan. Bagi 10 tim paling lambat, kalian harus membantu tim support untuk mengumpulkan bahan sebelum diizinkan untuk makan.”
“OOOOHHHH!!!”
Semua orang meraung marah. Mereka merasa semakin tertekan. Orang-orang itu sangat lelah, jadi mengumpulkan bahan setelah bertarung jelas tugas yang sangat menjijikkan. Seperti salah minum obat, orang-orang itu maju dengan lebih berani. Daripada tampak lebih bersemangat, mereka malah terlihat seperti orang di batas waras dan gila.
Setelah beberapa jam, pertempuran akhirnya berakhir. Saat itu juga, suara Ark kembali terdengar.
“Pertama-tama, aku ingin mengucapkan selamat kepada kalian.”
__ADS_1
Ark menatap orang-orang yang duduk atau berbaring di jalanan dengan ekspresi cukup puas.
“Selamat karena telah berhasil melewati pertempuran awal dengan baik. Jumlah kematian adalah nol, yang patut kalian banggakan.”
“OOOHHH!!!”
Semua orang meraung, tampak begitu bahagia dan terharu karena masih hidup. Perjuangan keras mereka rasanya tidak sia-sia. Namun entah bagaimana, mereka tiba-tiba merasakan ada yang salah.
“Ya. Kalian tidak salah dengar. Ini adalah pertempuran awal. Tugas awal kita adalah membersihkan para semut dari kota. Bisa dibilang, ini adalah hidangan pembuka bagi kita semua.
Sedangkan hidangan utama? Tentu saja semut di luar kota yang merupakan ancaman tersembunyi bagi kita semua. Ini adalah pertarungan yang melibatkan kepentingan seluruh kota, jadi yang tidak ikut akan dimasukkan daftar hitam.”
Mendengar ucapan Ark, semua orang langsung melolong seperti serigala sedih. Ada yang menutup wajah dengan tangannya, ada yang memukul dinding tempat bersandar dengan kesal, bahkan ada yang berguling-guling di jalanan.
Meski sangat kesal, mereka semua tidak memiliki rencana untuk mundur. Lagipula, mereka mengingat apa yang terjadi beberapa hari sebelumnya. Jika bertarung dengan senjata tampak elegan sekaligus hebat sehingga membuat orang kagum, apa yang dilakukan Ark justru membuat mereka semua ketakutan.
Pemuda itu benar-benar membunuh zombie cepat yang dianggap kuat oleh orang-orang dengan lambaian tangannya. Dengan tamparan ringan, kepala zombie itu diledakkan. Benar-benar meledak sehingga serpihan tulang kecil, daging, otak, dan darah terciprat ke mana-mana. Saat itu juga, mereka mengetahui apa yang Ark maksud dengan kata diledakkan.
Setelah pertempuran diselesaikan dan semua orang beristirahat, waktu kembali berlalu.
Keesokan harinya, Ark dan pasukannya berbaris menuju ke tempat semua orang akan berkumpul. Meski jarak mereka yang paling jauh, tetapi mereka tiba di lokasi paling cepat. Hal tersebut membuat banyak orang heran, lalu memandang ke arah Ark dengan tatapan penuh rasa takut dan hormat.
Tidak hanya memulai lebih lambat, tetapi mereka benar-benar selesai lebih cepat!
Memikirkan itu saja membuat mereka semua terheran-heran dengan pengaturan yang dibuat oleh Sword of Sufferings. Bukan hanya lebih kuat, tetapi juga lebih bersatu dan terorganisir. Benar-benar layak menjadi kelompok terkuat di kota!
__ADS_1
>> Bersambung.