Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Target Kurona dan Shirona


__ADS_3

Tiga hari berlalu begitu saja sejak penyerangan sarang zombie terjadi.


Dalam beberapa hari ini, tidak ada suatu hal spesial terjadi. Mungkin, apa yang membuat semua berbeda adalah orang-orang berlatih lebih keras dibandingkan biasanya. Mengejar kekuatan dengan sepenuh tenaga sehingga mereka bisa merasa cukup aman dan bisa bertahan.


Di kamar, Ark yang baru saja membuka matanya melihat dua sosok tidur di kedua sisinya.


“Aku sudah bilang, jangan suka menyelinap ke kamarku, Kurona, Shirona.”


“Tapi di tempat kami dingin, Senior.” Kurona berkedip.


“Kurona benar, Senior.” Shirona menambahkan.


“Bangun. Ada masalah apa? Jika tidak patuh, biasanya kalian memiliki sesuatu yang diinginkan.”


Ark bangun seolah tidak peduli dengan dua gadis cantik yang berada di ranjang sama dengannya. Pemuda itu benar-benar sudah terbiasa dnegan tingkah mereka yang begitu lengket dengannya. Hanya saja, Kurona dan Shirona cemberut ketika mendengar apa yang diucapkan oleh Ark.


“Apakah menurutmu kami seperti itu, Senior?”


“Kurona benar. Apakah kami gadis semacam itu, Senior?”


“Siapa akan lupa pada gadis cengeng yang selalu datang kepadaku sambil menangis dan mengeluh ketika menerima pelatihan berat. Menyimpan dendam dan memintaku membalaskan mereka dengan wajah menyedihkan?”


Ark berkata dengan nada datar. Selain senior keduanya di Reign of Shadow, dia juga sudah seperti pengasuh kedua gadis itu. Setiap kebiasaan mereka, jika pemuda itu mengambil nomor dua atas pemahamannya terhadap si kembar, tidak ada yang berani mengambil nomor satu karena tidak ada yang lebih mengerti mereka dibandingkan dirinya.


Mendengar ucapan Ark, keduanya menunduk dengan rona merah di wajah mereka. Tampaknya merasa malu meski tidak bisa terlalu mengubah ekspresi mereka.


“Jadi, kali ini apa yang membuat kalian kesal? Sudah sangat lama sejak melihat kalian menyimpan dendam semacam itu.”


Selesai mengganti pakaiannya, Ark menoleh ke arah Kurona dan Shirona.


“Kami menemukan makhluk yang ingin kami jadikan sebagai miracle root, Senior!”


“Kurona benar, Senior.” Shirona terus mengangguk seperti ayam mematuk nasi.


Mendengar penjelasan mereka berdua, Ark sedikit terkejut. Jarang sekali suatu hal yang membuat mereka tertarik. Jadi, agak wajar bagi pemuda itu jika sampai terkejut karenanya.

__ADS_1


“Jenis binatang bermutasi macam apa itu?” tanya Ark.


“Kecoa!” jawab keduanya serempak.


Mendengar itu, Ark bingung harus bereaksi seperti apa. Awalnya, dia berpikir ada beberapa binatang bermutasi unik yang membuat mereka berdua penasaran. Siapa sangka, mereka berdua benar-benar tertarik dengan kecoa bermutasi.


Meski kecoa bermutasi cukup kuat, menurut Ark, selain kekuatan regenerasinya, tidak ada hal lain yang membuat mereka semua pantas dilihat. Setelah beberapa saat, ekspresinya tiba-tiba berubah. Pemuda itu kemudian melirik ke arah Kurona dan Shirona sambil bertanya.


“Apakah kalian kalau itu adalah kecoa bermutasi level 4?”


“Ya.” Kurona mengangguk. “Kecoa itu berdiri tegak, memiliki penampilan mirip dengan para jenderal semut tetapi dengan tubuh lebih besar. Selain itu, mereka juga gesit dan memiliki regenerasi yang sangat kuat. Bantu kami mengalahkan mereka, Senior.”


“Ya. Apa yang dikatakan Kurona benar, Senior. Mereka kuat dan menyebalkan.”


Setelah mengatakan itu, Shirona langsung menunjukkan luka di tangannya. Meski hampir sembuh, bekas tangan patah masih tampak. Melihat itu, ekspresi Ark berubah.


Menurut pengalamannya sendiri, seharusnya tidak ada penampilan kecoa seperti itu. Jelas, apa yang mereka sebutkan adalah makhluk dengan mutasi khusus. Setelah memikirkan semuanya baik-baik, dia menjadi lebih tenang.


Para kecoa yang bisa menembus level 4 itu jelas berbeda dengan apa yang pernah dia lihat. Seharusnya perubahan mereka terjadi karena kegagalan serangan Raja Semut dan pasukannya. Sepertinya mereka mendapatkan kesempatan setelah memakan banyak daging semut bermutasi yang ada di luar kota. Cukup beruntung untuk berubah menjadi lebih kuat dan mengalami mutasi lain.


Dari respon Kurona dan Shirona, kecoa bermutasi itu jelas termasuk makhluk yang sulit dihadapi. Mereka berdua jelas sudah sangat kuat, dan jarang mengalami kekalahan. Jadi, seharusnya kecoa bermutasi itu memang kuat.


“Kami melihat mereka sedang memakan sisa-sisa zombie. Jumlah mereka banyak, tetapi hanya ada dua yang memiliki penampilan aneh. Sisanya seperti kecoa biasa, hanya lebih besar dan tampak lebih menjijikkan.” Kurona menjelaskan.


Shirona terus mengangguk. Gadis itu tampaknya menjadi cukup bersemangat karena Ark berencana membantu membalas keluhan mereka.


“Dimana mereka tinggal? Apakah kalian telah menyelidikinya?” tanya Ark.


“Ada di pabrik terbengkalai daerah pinggiran kota, Senior.” Kurona membalas dengan pasti.


“Menarik. Dari pemakan segalanya, tampaknya makhluk-makhluk itu sekarang berubah menjadi pemakan bangkai. Suka mengambil sisa buruan makhluk lainnya.”


Mengatakan itu, Ark mengangguk ke arah Kurona dan Shirona dengan ekspresi serius.


“Bagus. Bisa dibilang, kalian memiliki kontribusi besar karena menemukan bahaya tersembunyi yang merepotkan jika tidak segera ditangani.

__ADS_1


Besok kita akan berangkat dengan 100 prajurit level 2 dan juga Stacy. Mereka akan bertanggung jawab untuk mengelilingi pabrik dan tidak membiarkan para kecoa lolos. Aku dan kalian berdua akan masuk. Kalian berdua bertugas menyingkirkan para kecoa bermutasi level 3. Seharusnya mudah, kan?”


“Ya, Senior!” jawab mereka berdua serempak.


“Aku sendiri yang akan melawan dua makhluk aneh itu. Jika apa yang kalian katakan itu benar, mereka pasti akan menjadi lawan yang menarik.”


Memikirkan lawan yang lumayan kuat dan jarang ditemui seperti bangau bermutasi sebelumnya, Ark menjadi tertarik. Lagipula, di dunia yang berantakan ini, semua bisa terjadi akibat beberapa perubahan sederhana.


Tiba-tiba, Ark merasa sedikit menantikannya.


***


Keesokan harinya.


Di siang hari, mereka akhirnya tiba di lokasi. Tempat yang mereka datangi adalah sebuah pabrik makanan ringan di pinggir kota yang tidak lagi berfungsi. Seluruh bangunan tampak tua dengan banyak karat. Di bagian luar, tampak salju tebal yang melapisinya.


Benar-benar cocok bagi makhluk-makhluk semacam itu tinggal dan bersembunyi dari berbagai predator.


“Kita datang dengan jumlah lebih banyak karena permintaanmu, Lisa. Jadi, jangan mengecewakanku.”


“Dimengerti.” Lisa mengangguk serius.


Awalnya, Ark hanya berencana untuk membawa seratus orang prajurit level 2. Sekarang, dia membawa seratus lima puluh prajurit level 2. Pemuda itu berencana membaginya menjadi dua, 75 dipimpin oleh Stacy menjaga depan. Sedangkan 75 sisanya dipimpin Lisa untuk menjaga bagian belakang.


Sama sekali tidak membiarkan para kecoa melarikan diri.


“Semua orang, segera bersiap di posisi. Ingat, bunuh semua lawan dan pastikan keselamatan. Tanpa seizinku, kalian tidak diizinkan mati.”


Mendengar ucapan Ark, semua orang langsung memberi hormat sambil berkata serempak.


“Baik, Ketua!”


Melihat semua orang mulai menyebar, Ark kemudian bersiul. Dia memberi instruksi kepada Huginn dan Muninn agar mereka mengawasi semuanya dari atas. Jika ada makhluk yang mencoba melarikan diri, tugas mereka adalah menyingkirkannya.


Melihat kedua gagak itu terbang tinggi ke langit, Ark mengalihkan pandangnnya kepada Kurona dan Shirona.

__ADS_1


“Kita juga pergi.”


>> Bersambung.


__ADS_2