
Siang di hari berikutnya.
Kereta Dark Caravan yang ditarik oleh Debby melaju melewati jalanan sepi. Dibandingkan dengan kota mati sebelumnya. Saat ini kota tampak lebih hidup.
Gedung-gedung tinggi masih tampak kusam seperti sebelumnya. Hanya saja, tempat ini tidak lagi begitu sepi. Tampak beberapa burung gereja seukuran elang yang duduk di tepi gedung-gedung tinggi. Ada juga beberapa hewan bermutasi level satu yang bersembunyi dalam bangunan-bangunan sekitar. Tidak begitu banyak, tetapi lebih 'hidup' dibandingkan dengan kota kosong yang hanya diisi oleh zombie.
Saat ini, bukan hanya zombie, para binatang bermutasi juga mulai lebih berani karena telah menyesuaikan diri dengan perubahan dunia.
"Apakah itu bisa dimakan, Ketua?"
Lisa yang duduk di sebelah Darin menunjuk ke arah burung gereja bermutasi. Sementara itu, sosok Ark yang duduk di atas Finn menggelengkan kepalanya.
"Kecuali beberapa binatang yang dianggap khusus, seharusnya binatang lain beracun dan tidak cocok dimakan oleh manusia."
Kali ini Ark masih mengenakan jubah hitam bertudung. Hanya saja, jubah ini bukan terbuat dari bulu Abyssal Shadow Lynx. Melainkan terbuat dari bulu Raja Serigala Hitam. Jelas, kualitas dari makhluk langka tingkat dua dan tiga masih berbeda. Dia membuat tiga jubah untuk dirinya sendiri. Sebagai cadangan jika salah satu jubahnya rusak seperti sebelumnya.
Dua pedang masih bergantung di kedua sisi pinggang Ark. Bedanya, saat ini dia tidak membawa tombak, tetapi membawa busur di tangan kirinya. Dua quiver berisi banyak anak panah tergantung di kanan dan kiri tubuh Finn. Diletakkan di tempat dimana Ark bisa mengambilnya dengan mudah. Sebenarnya Ark ingin membuat jaket bertudung sehingga dia bisa dengan mudah membawa quiver di punggungnya, tetapi dia menunda karena memerlukan cukup banyak waktu untuk membuatnya.
Sosok Kurona dan Shirona juga memiliki penampilan mirip Ark. Sama-sama menaiki tunggangan mereka, membawa busur di tangan kiri mereka. Hanya saja, dua tunggangan mereka sedikit lebih kecil dibandingkan dengan Finn.
Sedangkan Jay yang bersemangat ... Ark meninggalkannya di markas.
Dalam perjalanan kali ini, hanya lima orang yang ikut serta. Mereka adalah Ark, Darin, Lisa, Kurona, dan Shirona. Ditambah dengan Black Doberman dan tiga husky bermutasi, kekuatan mereka cukup untuk mencabik-cabik dan meratakan banyak kelompok yang ada di kota ini.
"Aku rindu rasa ayam!" ucap Lisa sambil menopang dagu.
"Bersabarlah. Mungkin kita bisa makan ayam lain kali."
Mendengar Ark berbicara datar, sudut bibir Lisa berkedut.
"Siapa yang coba kamu bodohi, Ketua Bau. Bahkan jika aku mendapatkan kemampuan resistensi racun, tetap saja daging-daging makhluk itu tidak enak!"
__ADS_1
"En? Kamu mengetahui itu?"
"Kak Stacy yang mengatakannya kepadaku! Jadi jangan coba-coba menipuku!"
Ark mengangguk tak acuh. Memang benar, dia bisa makan makanan yang mengandung racun. Bahkan dengan cara tertentu, bisa meningkatkan resistensi racun. Namun soal rasa makanan, sama sekali tidak berubah. Bahkan jika memiliki resistensi racun, bukan berarti rasa daging beracun menjadi enak. Masih agak pahit dan bau, sama sekali tidak nyaman untuk dimakan.
Perbedaannya hanya mati atau tidak setelah memakannya! Rasanya sama saja!
Setelah beberapa waktu, Ark dan beberapa rekannya akhirnya tiba di area kekuasaan Silver Cross.
Ya. Bukan markas, tetapi area kekuasaan dimana kelompok itu berkuasa. Tempat perburuan mereka sekaligus area mereka memerintah.
Saat itu, Ark melihat empat orang yang berlari dengan putus asa. Beberapa burung gereja tampak mengejar mereka. Para burung yang berada di tingkat satu itu tampak marah, terus menyerang dan mengejar dengan kejam.
Walau hanya burung gereja, makhluk itu masih lebih berbahaya daripada elang harpy di masa-masa damai. Belum lagi, cakar dan paruh mereka cukup tajam untuk merobek kulit tipis manusia.
Ark mengambil anak panah. Pemuda itu kemudian mulai membidik ke arah burung gereja bermutasi. Dia menarik tali sampai maksimal busur bisa menahan.
Swoosh!
Saat itu, perhatian mereka langsung diarahkan kepada Ark. Melihat sosok Ark dan rekan-rekannya, para burung gereja merasakan bahaya. Mereka segera terbang pergi, meninggalkan empat orang yang berdiri dalam keadaan linglung.
Melihat ke arah Ark, mereka berempat terkejut. Setelah beberapa detik, mereka terlihat sangat bersemangat. Keempat orang itu segera berjalan ke arah Ark dan Dark Caravan.
"Terima kasih telah menyelamatkan kami, Lord Hades!" ucap mereka berempat serempak.
"..."
Mendengar ucapan mereka, Ark dan keempat rekannya terdiam. Sudut bibir Ark berkedut. Dia bingung apakah harus senang karena pujian mereka atau marah karena panggilan memalukan semacam itu.
'B-jingan mana yang memulai menaruh gelar di depan nama panggilanku!'
__ADS_1
Ark mengeluh dalam hati. Pemuda itu kemudian menghela napas sebelum berkata.
"Sama sekali bukan masalah. Aku hanya penasaran. Burung gereja bermutasi biasanya agak pemalu, mereka tidak menyerang manusia secara agresif kecuali terancam. Apa yang sebenarnya kalian lakukan sehingga membuat mereka marah?"
Mendengar pertanyaan Ark, mereka berempat saling memandang sebelum menjawab, "Sebenarnya kami berempat mencuri telur dari sarang mereka, Lord Hades."
"Mencuri telur? Apakah kalian tidak tahu kalau telur itu tidak bisa dimakan?" tanya Ark aneh.
"Tentu saja kami mengetahuinya, Lord Hades. Hanya saja, telur ini tidak untuk dimakan, tetapi ditukar persediaan dari Silver Cross."
"Silver Cross mulai mengumpulkan telur?" tanya Ark.
"Bukan hanya Silver Cross. Menurut apa yang kami dengar, banyak kelompok besar muai mengumpulkan berbagai jenis telur binatang bermutasi dan menukarnya dengan persediaan makanan." Salah satu pria menatap ke arah Ark, lalu Finn dengan ragu. Setelah beberapa saat, dia menambahkan, "Mungkin mereka mencoba menetaskan telur lalu menjinakkan binatang yang baru menetas?"
"..."
Mendengar itu, Ark tidak bisa tidak berseru dalam hati.
'SUNGGUH IMAJINASI YANG LUAR BIASA!'
Ark menggelengkan kepalanya. Dia menghargai keputusan mereka, tetapi juga menganggap orang-orang itu membuang waktu. Meski pernah mengatakan kepada para pemimpin kelompok kalau mungkin bisa menggerakkan hati para bayi binatang buas, tetapi dia tidak menyebutkan semuanya.
Selain masih anak-anak, menurut Ark, ada beberapa syarat untuk menaklukkan mereka. Pertama, kecerdasan makhluk itu. Kedua, prasangka makhluk itu kepada manusia. Meski binatang buas mungkin bisa ditaklukkan, tetapi Ark merasa kemungkinan besar keturunan hewan peliharaan bermutasi memiliki kemungkinan lebih besar. Ada juga beberapa hal lain, tetapi Ark tidak ingin memikirkannya.
Intinya, menaklukkan bayi burung gereja yang baru menetas jelas mustahil!
Membayangkan orang-orang itu menetaskan telur ular, kadal, atau beberapa reptil bermutasi dengan racun kuat ... Ark menghirup udara dingin. Langsung mengheningkan cipta, merasa kasihan sekaligus kagum pada keberanian dan kecerobohan mereka!
Setelah berbincang sebentar dengan empat orang yang dari kelompok kecil di bawah aliansi Silver Cross, Ark dan rekan-rekannya kembali melanjutkan perjalanan. Bergegas menuju markas Silver Cross!
Mengingat sosok Julian, Ark hanya bisa menghela napas panjang.
__ADS_1
'Aku harap kamu tidak begitu sembrono lalu digigit sampai mati oleh bayi yang baru menetas, Julian.'
>> Bersambung.