
Pohon dengan tinggi rata-rata sekitar tiga puluh meter memenuhi pemandangan. Tanaman rambat menggelantung, bergoyang bersama dengan embusan angin. Semak padat serta daun-daun berguguran memenuhi lantai taman kota.
Lebih tepatnya, hutan luas yang tiba-tiba muncul dalam kota!
"Ini benar-benar aneh. Aku rasa taman kota tidak seluas itu, kan?"
Melihat pemandangan tersebut, Jay tidak bisa tidak merasa heran.
"Mungkinkah bumi tumbuh lebih besar? Menjadi lebih luas?
Seharusnya hal tersebut tidak mungkin. Ada kemungkinan dunia menjadi semakin kecil karena tertarik oleh gaya gravitasi. Namun menjadi semakin luas. Itu benar-benar tidak mungkin."
Darin bergumam dengan ekspresi bingung. Merasa kalau ilmu yang dia pelajari sampai saat ini benar-benar kurang berguna. Masih berguna, tetapi tidak mutlak seperti seharusnya.
"Aku tahu kalian merasa takjub. Namun sekarang bukan waktunya untuk menikmati pemandangan."
Ucapan Ark langsung menyadarkan rekan-rekan satu timnya. Mereka kemudian melihat ke arah Ark memandang.
Di jalan yang berbatasan dengan hutan, tampak banyak zombie berkeliaran. Jumlahnya sangat banyak, dan di antara mereka tampak zombie berwarna hijau dengan sosok penuh otot.
Zombie spesial dengan kemampuan regenerasi!
Ark melirik ke arah Jay lalu berkata.
"Tampaknya panen kita kali ini sama sekali tidak buruk."
"Ugh!" Sudut bibir Jay berkedut. "Makhluk itu membawa kenangan buruk untukku."
"Kamu terlalu berlebihan, Jay."
"Aku sama sekali tidak berlebihan atau lebay! Sebelumnya aku sudah baku hantam dengan makhluk seperti itu, tetapi usahaku akhirnya terbuang sia-sia!"
"Setidaknya kamu memiliki pengalaman bertarung dengan makhluk yang lebih kuat, kan?"
"Aku tidak akan menyangkalnya."
Pada saat Ark dan Jay berbicara, para zombie tentu menyadari keberadaan mereka. Makhluk-makhluk itu langsung berlari, bergegas ke arah Ark serta rekan-rekannya dengan ekspresi liar dan gila. Benar-benar mirip dengan binatang buas yang kelaparan.
"Di sana ada juga beberapa zombie level dua."
Ark menatap sosok zombie dengan kulit abu-abu. Berbeda dengan zombie normal, tubuhnya utuh dan tampak kokoh. Penampilannya seperti zombie normal, tetapi lebih menyeramkan dan lebih kejam.
"Apakah itu level dua? Tidak tampak kuat, kan?"
Jay menarik pedangnya, menatap ke arah zombie level dua dengan ekspresi aneh. Karena dalam perasaanya, makhluk tersebut tidak sekuat zombie spesial tingkat pertama.
"Setidaknya kulit makhluk itu lebih sulit dipotong. Tampaknya juga lebih kuat, cepat, dan licik dibandingkan dengan zombie biasa. Ditambah jumlahnya, tampaknya lebih sulit daripada menghadapi zombie spesial."
Ark menarik katana sambil berjalan maju ke depan bersama dengan Jay.
"Jadi begitu," balas Jay.
"Lalu, kamu pilih yang mana?"
__ADS_1
Keduanya berbincang sambil berjalan. Ketika beberapa zombie biasa menyerang, tangan mereka berdua langsung bergerak. Memenggal kepala zombie dengan satu ayunan pedang.
"Aku masih memiliki kebencian dengan makhluk hijau seperti itu, jadi aku memilihnya." Jay berkata tegas.
"Bilang saja kamu malas berhadapan dengan zombie baru yang rumit."
Slash!
Katana dan pedang kembali berayun. Kepala serta tubuh zombie biasa jatuh ke jalanan.
"Kamu selalu saja berpikiran buruk tentang rekanmu, Bung."
Jay mengeluh. Dia dan sahabatnya berjalan lebih cepat.
"Aku hanya menyatakan fakta," balas Ark.
Mereka berdua berjalan lebih cepat, semakin cepat, lalu mulai berlari. Tidak lupa, terus memenggal zombie dalam prosesnya.
"Mereka berdua ..."
Darin bergumam pelan. Dia, Yonas, dan Vadim saling membantu dalam melawan para zombie sambil menatap ketua serta wakil ketua Sword of Sufferings yang berbincang santai ketika melawan ratusan zombie seolah sedang berjalan-jalan di taman bunga. Kekuatan mereka berdua benar-benar semakin mengejutkan mereka bertiga.
Stacy memburu satu demi satu zombie sendirian. Sekarang dia menggunakan pedang pendek. Gadis itu memanfaatkan kesempatan ini untuk mengasah kemampuan Tarian Kupu-kupu dan Lebah miliknya.
Sosok Ark sampai di depan beberapa zombie tingkat dua. Wajah dan pakaiannya telah dipenuhi bercak darah berwarna hitam. Tanpa mengubah ekspresinya, dia langsung menebas dengan cepat.
Swoosh!
Suara membelah udara terdengar. Kemudian, sosok zombie yang terkejut langsung diterbangkan. Berguling-guling ke jalanan sebelum bangkit lagi.
"Seperti yang aku duga. Senjata tua seperti ini semakin enggan untuk digunakan melawan zombie tingkat lebih tinggi. Saat ini masih bisa, tetapi ..."
Memikirkan zombie level lebih tinggi dengan kulit yang lebih keras dan semakin keras, Ark mengerutkan keningnya. Bahkan jika senjatanya dirawat, tidak bisa disangkal bahwa itu hanyalah barang rongsokan yang masih bisa digunakan.
"Benda ini (zombie) pasti akan membahayakan anggota orang-orang yang baru saja berevolusi, apalagi manusia biasa."
Beberapa zombie level dua menyerang sosok Ark. Namun pemuda itu menghindari setiap serangan seolah telah mengalami jenis serangan semacam itu ribuan kali. Dia kemudian melompat mundur, mendarat dengan gerakan indah.
"Jika tanpa menggunakan kekuatan agak berat, habisi saja dengan kemampuan. Lagipula ..."
Mata Ark berubah menjadi biru. Saat itu juga, niat membunuh kuat muncul dari dalam dirinya.
"Tidak ada waktu untuk dibuang-buang di tempat ini."
***
Sekitar satu setengah jam kemudian.
Di jalanan yang berbatasan dengan taman kota, tampak potongan-potongan tubuh zombie di mana-mana. Darah hitam menggenang di jalanan, membentuk sebuah kolam darah gelap dan suram.
"Segera lakukan panen kemudian tinggalkan tempat ini."
Ark langsung memberi perintah tegas. Saat itu, suara Jay terdengar.
__ADS_1
"Apa yang harus kita lakukan dengan benda ini? Tidak mungkin membuangnya begitu saja, kan?"
Jay menunjuk ke arah zombie spesial yang sekarat, tetapi belum mati. Meski berbicara keras, tetapi kondisi tubuhnya benar-benar tidak terlihat baik. Tubuhnya dipenuhi luka dan memar. Tidak begitu parah seperti pertarungan pertama, tetapi jelas masih melewati pertarungan berat.
"Potong keempat bagian tubuhnya. Bawa pergi dari tempat ini sebelumnya mulai didistribusikan."
"Ok," balas Jay yang kelelahan.
Selesai memanen, Ark dan rekan-rekannya pergi dari tempat tersebut sambil membawa tubuh zombie spesial berwarna hijau. Mereka beristirahat di salah satu gedung.
Melihat beberapa anggota yang kebingungan ketika melihat tubuh zombie spesial, Ark akhirnya memutuskan untuk menjelaskan tentang teori evolusi dan penyerapan Miracle Root yang telah dia serta Jay lakukan.
Anggota kelompoknya langsung terkejut. Mereka tidak menyangka ada sesuatu seperti itu. Benar-benar ajaib. Sebuah cara yang dapat digunakan agar umat manusia bisa beradaptasi di dunia gila ini.
"Kemampuan yang diserap sama dengan kemampuan makhluk tersebut. Zombie ini adalah tipe regenerasi, jadi jika diserap, kalian akan mendapatkan vitalitas dan kemampuan regenerasi cukup baik.
Yonas dan Vadim, kalian belum melalui evolusi pertama, jadi hal ini tidak mungkin kalian serap. Jadi kalian akan menunggu lain waktu. Stacy, kemampuanmu sebenarnya lebih ke arah kecepatan, jadi aku tidak menyarankan untuk mengambil Miracle Root ini.
Sedangkan kamu, Darin. Aku rasa ini sangat cocok untukmu. Karena ada kemungkinan besar kalau kamu menyerap Miracle Root ini, tangan kirimu yang setengah sembuh akan sembuh total. Bahkan bisa digunakan dan lebih baik daripada sebelumnya!"
Mendengar itu, Yonas dan Vadim menatap ke arah Darin dengan ekspresi senang. Mereka akan bahagia jika rekan mereka sembuh dan menjadi lebih kuat. Namun, Darin menunduk dan tiba-tiba berkata.
"Maafkan saya, Ketua. Namun, bolehkah saya memiliki pendapat lain?"
"Katakan," ucap Ark.
"Saya yakin tanpa kemampuan regenerasi pun, tangan kiri saya akan sembuh. Ya, meski lebih lambat dan tidak tahu kapan.
Selain itu, saya sebenarnya ingin menyerap Miracle Root dari zombie merah. Seperti zombie spesial yang pernah saya, Yonas, dan Vadim lawan sebelumnya."
"JANGAN BERCANDA! BUKANKAH ITU BERARTI MIRACLE ROOT AKAN MENJADI SIA-SIA!"
Bukan Ark, tetapi Jay yang memburu untuk kedua kalinya benar-benar merasa sangat tertekan. Dia merasa sangat tertekan, bahkan cukup depresi.
"Cukup, Jay." Ark berkata santai.
Saat itu, Stacy mengangkat tangannya.
"Bolehkah saya yang menyerapnya, Ketua?"
"En?" Ark terkejut. "Tapi aku sudah bilang, zombie spesial ini kurang cocok untukmu."
"Ketika saya mendengar penjelasan tentang kemampuan zombie, saya sebenarnya juga telah memilih zombie seperti ini, Ketua. Jadi jika boleh, saya ingin menyerapnya."
"Bahkan jika itu berarti mengubah rute ke depan? Membuatmu lebih kesulitan?"
"Ya!" balas Stacy tegas.
Melihat tatapan tegas Stacy tanpa sedikitpun keraguan, Ark menghela napas panjang. Jelas, gadis itu juga memiliki idenya sendiri. Bahkan jika Ark adalah ketua mereka, dia tidak ingin memaksakan mereka. Asalkan mereka masih di jalur yang sama dengan dirinya, pemuda itu sama sekali tidak keberatan.
Pada akhirnya, Ark akhirnya membalas.
"Lakukan sesukamu."
__ADS_1
>> Bersambung.