Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Cemas dan Terburu-buru Membawa Bencana


__ADS_3

“ARK!”


Di bagian belakang, Jay langsung melirik ke arah Ark dengan ekspresi suram. Jelas, dia merasa ragu melihat apa yang terjadi di barisan depan.


“...”


Melihat Ark yang diam saja, Jay mendecak. Pria itu kemudian berlari ke depan, tempat banyak kelelawar darah berkumpul dan menyerang.


Jay melompat tinggi, langsung jatuh di depan barisan ksatria. Kedua tangannya langsung ditutupi oleh gauntlet merah darah dengan pola aneh berwarna zamrud, exo-skeleton yang dipadatkan dari mantis dan udang mantis merak.


Melihat ratusan kelelawar darah yang bergegas ke arahnya, Jay mengayunkan tinjunya dengan sangat cepat.


BANG!


Dipukul dengan gelombang udara panas akibat dampak serangan Jay, puluhan kelelawar darah langsung diledakkan. Banyak dari mereka juga terluka parah, lalu berhamburan karena takut.


Pada saat semua orang merasa agak lega, sesuatu yang tidak mereka sangka tiba-tiba terjadi.


Para kelelawar darah yang sebelumnya berhamburan dan ketakutan tiba-tiba berkumpul di langit membentuk pusaran. Mereka membuat suara mencicit yang agak aneh, benar-benar mengganggu telinga.


Setelah itu, mata para kelelawar darah mulai menjadi lebih merah daripada sebelumnya. Melihat ke arah Jay yang dianggap kuat, alih-alih bersikap seperti pengecut, mereka malah menjadi gila.


Makhluk-makhluk itu langsung menukik ke bawah, bergegas ke arah Jay dengan cara gila-gilaan. Tampaknya mereka haus akan darah pria tersebut. Ingin menghisapnya dan menjadi lebih kuat lagi.


Melihat ke arah kelelawar darah level 1 dan 2 yang bergegas ke arahnya dengan kecepatan penuh, Jay mendengus dingin. Uap tebal menyelimuti kedua tangannya, gauntlet merah tampak berkilauan ... sepertinya menjadi lebih panas dibandingkan sebelumnya.


SWOOSH! BANG!


Kelelawar yang bergegas ke arahnya langsung diledakkan menjadi kabut darah yang menyebar ke mana-mana.


BRUK!


Salah satu ksatria tiba-tiba ambruk. Pria tersebut mencengkeram lehernya dengan ekspresi kesakitan.


Tidak lama kemudian, beberapa orang tiba-tiba tumbang. Melihat itu, ekspresi Jay tampak buruk.


“Ambilkan mereka ramuan penawar racun!” ucap Ark dingin.


Mendengar perintah tersebut, petugas medis langsung bergegas maju untuk menolong orang-orang yang tumbang. Saat itu juga, suara Ark kembali terdengar.


“Apa yang kalian lakukan? Rapatkan barisan! Berhenti menjadi pengecut dan bertarung dengan senjata kalian!”


“YA, PAK!!!” jawab mereka serempak.


Walau menderita beberapa luka dan bingung kenapa beberapa orang tiba-tiba tumbang, para prajurit sama sekali tidak melarikan diri. Dilatih oleh Ark, mereka tetap akan berdiri di tempat bahkan jika mereka harus mati.

__ADS_1


Pada saat melihat rekan-rekannya sekarat, Jay menjadi agak marah. Dia hendak maju untuk bertarung dengan para kelelawar darah, tetapi Mona tiba-tiba muncul dan menghentikannya.


“Berhenti membuat masalah, Jay! Kamu memperburuk situasi!”


“Apa maksudmu? Jika aku tidak bergerak, mereka akan berada dalam bahaya.”


“Jika kamu bergerak, kamu akan membunuh mereka.” Mona berkata dingin.


Mona menebas kawanan kelelawar yang menyerang tanpa menjawab. Ketika para kelelawar kembali naik, dia langsung menyeret Jay menuju ke belakang barisan.


“Aku tahu kamu khawatir terhadap mereka karena telah membawa mereka dalam bahaya. Namun, apa yang kamu lakukan bukan hanya tidak membantu, tetapi membuat keadaan semakin memburuk.


Alasan ketua memilih diam bukan karena tak acuh, tetapi karena percaya pasukan bisa melawan musuh level 1 dan 2 meski mereka berbahaya. Hal tersebut dilakukan agar mereka mendapatkan lebih banyak pengalaman dalam tekanan hidup dan mati.


Apa yang kamu lakukan hanya mengacaukan keadaan. Tahukah kamu? Tidak semua prajurit memiliki resisitensi racun seperti kita. Terlebih lagi, menurut pendapatku, racun kelelawar itu sangat kuat untuk level yang sama.”


“Maksudmu ...”


Mendengar penjelasan Mona, tubuh Jay langsung kaku. Dia merasa terkejut dan tidak percaya.


“Ya. Terkena percikan darah sudah cukup berbahaya, tetapi yang kamu lakukan lebih berbahaya.


Kamu menghancurkan mereka menjadi kabut darah yang akhirnya dihirup oleh para prajurit. Bagi mereka yang memiliki resistensi saja, racun itu sudah sangat berbahaya, apalagi yang bukan.


Seperti yang kamu lihat. Banyak dari mereka tumbang. Kamu benar-benar hampir membunuh mereka.”


“Mona. Bawa Jay pergi beristirahat. Melawan musuh seperti ini ...” Ark melirik ke arah ratusan kelelawar darah di langit. “Kami sudah lebih dari cukup.”


“Dimengerti.”


Belum sempat menjawab, Mona langsung membawa Jay masuk ke tenda.


“Apakah tidak apa-apa, Tuan?” tanya Roxanne.


“Tidak apa-apa. Hidangan pembuka semacam ini. Mereka cukup untuk melakukannya.”


Dua kata ‘hidangan pembuka’ dari mulut Ark membuat Roxanne dan rekan-rekannya terkejut. Melihat ke arah tertentu, ekspresi mereka menjadi lebih buruk daripada sebelumnya.


Dari kejauhan, tampak beberapa kelelawar darah dengan ukuran lebih besar dan penampilan lebih mengancam. Pada saat semua orang agak panik, suara Ark terdengar.


“Aku akan mengurus Raja kelelawar darah level 4. Roxanne, bawa rekan-rekanmu untuk membersihkan kelelawar level 3.”


“Dimengerti, Tuan!”


Setelah memberi perintah, sayap tipis muncul di punggung Ark. Pemuda itu langsung terbang dengan kecepatan tinggi menuju ke arah Raja kelelawar darah.

__ADS_1


Ark langsung menembus pengepungan kelelawar darah level 3, lalu muncul di depan Raja kelelawar darah sambil mengayunkan tinjunya.


BANG!


Tubuh Raja kelelawar darah level 4 langsung terhempas ke bawah puluhan meter, menabrak beberapa pohon dengan keras sebelum kambali terbang.


Ark sendiri tidak diam, tetapi langsung menyusulnya, mengabaikan kelelawar darah level 3 yang dia lewati.


Melayang di udara sambil berhadap-hadapan dengan Raja kelelawar darah, Ark melirik ke arah tangan kanannya. Karena dia memukul dengan tangan kosong, cipratan darah membasahi tinjunya.


Racun jelas cukup efektif untuk melukai tangannya. Hanya saja, daging di tangannya langsung menggeliat, tumbuh dan beregenerasi dengan cepat.


Melirik ke arah Raja kelelawar darah, Ark berkata.


“Biarkan keturunanmu menempa keterampilan dan kemampuan bawahanku. Sedangkan kamu ...” Ark menatap tepat ke mata Raja kelelawar dengan wajah kosong. “Akan bermain denganku di sini.”


Merasa terhinaoleh sikap dan tindakan Ark, Raja kelelawar langsung membuat teriakan nyaring. Gelombang ultrasonik langsung menyerang. Banyak ksatria di kejauhan ikut terpengaruh. Bahkan, telinga Ark yang tidak jauh darinya sampai berdarah.


Hanya saja, Ark sama sekali tidak terlihat bingung atau panik. Dia malah mengetuk kepalanya sendiri beberapa kali untuk menghilangkan pusing.


“Ya ... itu lumayan,” ucap pemuda itu sambil memiringkan kepala.


Swoosh!


Sosok Ark menghilang dari tempatnya. Pada saat muncul, dia sudah berada di sisi kiri Raja kelelawar. Pemuda itu kemudian meraih salah salu sayapnya, menarik lalu menghempaskannya ke hutan di bawahnya.


BLARRR!!!


Debu menngepul ke mana-mana, dan beberapa pohon dirobohkan.


Raja kelelawar darah langsung membuat teriakan nyaring karena salah satu sayapnya yang patah dan robek.


Saat lukanya hendak beregenerasi, Ark tiba-tiba muncul lalu menendang dadanya dengan keras.


Pada saat Raja kelelawar darah sekali lagi jatuh ke tanah, Ark langsung menahan tubuh kedua makhluk itu dengan kedua kakinya. Pemuda itu kemudian memukul kepala kelelawar dengan tangan kosong.


BANG!


“Bukankah kalian suka menyiksa lawan dengan menghisap darah mereka hidup-hidup, kuras sampai mati? Kalau begitu ... kamu tidak keberatan kembali disiksa, kan?”


BANG! BANG! BANG!


Kedua tinju Ark terus memukul kepala Raja kelelawar darah. Darah makhluk itu memercik ke tangan, bahkan wajah pemuda itu. Namun, dia sama sekali tidak peduli.


Dengan luka mengerikan yang terus beregenerasi, Ark terus memukuli kepala Raja kelelawar darah dengan ekspresi kosong. Hal tersebut membuat makhluk itu menjadi ketakutan. Dia merasa ...

__ADS_1


Dibandingkan dengan dirinya, makhluk yang memukuli dan menyiksanya tanpa perubahan ekspresi itu lebih cocok disebut monster!


>> Bersambung.


__ADS_2