Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Welwitcschia Mirabilis


__ADS_3

“Aku akan menerima semua kondisimu. Jadi, apakah kamu benar-benar akan mewujudkan keinginanku?”


“Tentu saja tidak.”


Ark membalas dengan nada datar.


“Lalu, ucapanmu sebelumnya-“


“Kamu harus mewujudkan keinginanmu sendiri. Aku hanya memberi sarana.”


“Maksudmu?” Angelica mengangkat alisnya.


“Semakin kamu patuh, semakin banyak jasa yang kamu berikan, semakin berguna dirimu ... semakin banyak yang kamu dapat. Sesederhana itu. Selain itu ...”


Bruk!


Tekanan kuat membuat Angelica langsung berlutut di tanah. Dia merasa sulit bernapas. Sama sekali tidak tahu apa yang coba dilakukan oleh Ark.


Pada saat itu, suara Ark kembali terdengar.


“Untuk kucing kecil, bukankah kamu harus lebih lembut dan bertingkah manja pada tuanmu?”


Mendengar itu, keringat dingin membasahi punggung Angelica. Dia mendongak, menatap Ark sembari memeras senyum yang malah tampak mengerikan.


“S-Saya mengerti ... Tuan.”


Sebuah tangan terulur lalu mengelus kepala Angelica dengan lembut.


“Kucing kecil yang pintar.”


Setelah ucapan itu terdengar, tekanan pada tubuh Angelica tiba-tiba hilang. Wanita itu menghela napas panjang. Namun, dia juga bertanya-tanya bagaimana bisa ada lelaki yang begitu kejam dan memiliki hobi buruk seperti itu.


Suara Ark kembali terdengar di telinga Angelica.


“Welwitcschia Mirabilis.”


Mendengar ucapan Ark, Angelica menatap dengan ekspresi bingung di wajahnya. Sama sekali tidak mengerti apa yang dimaksud oleh pemuda itu.


“Jauh di dataran gurun sebelum apocalypse tiba, ada sebuah tanaman hidup di lingkungan ekstrem semacam itu. Tanaman itu hanya terdiri dari dua daun, tetapi daunnya sangat mudah terbelah menjadi banyak bagian karena tiupan angin.


Karena bentuknya yang acak-acakan dan berantakan, tumbuhan itu sering dianggap sampah. Bahkan sempat dijuluki sebagai tumbuhan paling jelek di dunia.”


“...”


Angelica terdiam. Dia sama sekali tidak menyangka kalau Ark ternyata memandangnya dengan cara yang sama. Menganggap dirinya sebagai wanita tidak beradab dan berpenampilan buruk.


“Meski gelar paling jelek itu tidak keren, tetapi tumbuhan itu memiliki kehebatan tersendiri. Tanaman tersebut memiliki akar yang mampu memanjang lebih dari 30 meter ke bawah tanah. Selain itu, tumbuhan itu juga bisa hidup lebih dari 2000 tahun. Itulah sebabnya ...


Dia juga dijuluki sebagai tanaman paling tangguh di dunia.”

__ADS_1


Pada saat mendengar ucapan Ark, air mata jernih mengalir melewati pipi Angelica. Saat itu juga, suara Ark kembali terdengar di telinganya.


“Pada saat melihatmu, entah kenapa aku memikirkan nama itu. Di kota berkabut yang berantakan ini, kamu terus berjuang untuk bertahan hidup dan menjadi wanita kuat. Banyak orang yang menyepelekan, menganggapmu jelek, bahkan jijik dan tidak mengizinkanmu tinggal bersama mereka.


Welwitcschia Mirabilis. Bukankah terdengar cocok denganmu?”


Melihat senyum di wajah Ark, Angelica benar-benar terpana.


Wanita itu tahu kalau lelaki di depannya hanya mengatakan kata-kata manis. Dia juga tahu kalau lelaki itu hanya menginginkan informasi tentang kota kabut ini. Bahkan Angelica juga tahu, kalau lelaki itu hanya menganggapnya sebagai alat.


Akan tetapi wanita itu sama sekali tidak bisa mengelak. Meski banyak kepalsuan, dia tetap ingin terus mengenang telapak tangan hangat yang menyentuh kepalanya dengan lembut.


Di dunia yang dingin dan kejam ini, dia hanya ingin kehangatan dan perlakuan baik.


Ya ... walau hanya tipuan, Angelica tetap menginginkannya!


Ark juga mengetahui apa yang dipikirkan oleh Angelica. Namun dia tidak begitu peduli. Pemuda itu hanya berkata dengan nada santai.


“Selama kamu mengikutiku, bukan hanya mendapatkan apa yang kamu inginkan, aku juga akan memperlakukanmu dengan baik.”


Setelah mengatakan itu, Ark mengeluarkan dua botol ramuan dan satu wadah salep.


“Minumlah. Itu adalah penawar racun. Jika ingin menjadi kuat dan mengembalikan penampilanmu, setidaknya kamu harus hidup lebih lama.


Lagipula, tidak semua hal bisa dicapai secara instan.”


Mendengar itu, Angelica berlutut di depan Ark sambil menerima dua potion dan salep itu.


Ark mengangguk ringan. Dia berbalik lalu pergi keluar ruangan sambil berkata.


“Setelah selesai minum penawar racun dan mengoles salep, ambil barang bawaanmu. Kita akan pergi dari tempat ini.”


***


Malam harinya.


Angelica mengikuti Ark menuju ke lingkaran luar. Dia merasa cukup bingung karena dalam perjalanan tidak menemukan banyak zombie atau makhluk bermutasi lainnya.


Beberapa saat berlalu, dan kedua orang itu sampai di markas sementara Sword of Sufferings.


Melihat banyak orang yang berpatroli dengan jubah hitam dan senjata seragam, Angelica terkejut. Dia sama sekali tidak menyangka akan ada kelompok sebesar itu di lingkaran luar. Mengingat informasi sebelumnya membuat wanita itu menggelengkan kepala.


‘Pria ini benar-benar berasal dari luar? Apakah itu pemerintahan? Atau kelompok lain?’


‘Jika mereka berasal dari luar, kenapa datang ke kota terkutuk ini? Apakah dunia luar lebih berbahaya dari tempat ini?’


Berbagai pertanyaan muncul di benak Angelica, tetapi dia tidak berani bertanya secara langsung.


“Selamat datang kembali, Ketua!”

__ADS_1


Salah satu tim yang berpatroli memberi hormat. Bukan hanya satu tim, tetapi banyak tim yang mereka berdua temui memberi hormat kepada Ark.


Pemandangan tersebut benar-benar membuat Angelica semakin bingung dan terkejut.


Pada saat mereka memasuki gedung, sosok wanita cantik dengan rambut pirang dan iris merah. Penampilan menawan seperti putri dalam dongeng menyambut mereka berdua.


“Selamat datang kembali, Tuan. Apakah anda selesai mencoba ‘mainan baru’ anda?”


Ark menatap Roxanne yang tersenyum lembut ke arahnya.


“Aku belum sempat mencobanya. Sebagai gantinya, aku menemukan sebuah kelompok di perbatasan lingkaran luar dan lingkaran tengah.


Perkenalkan, namanya Angelica. Mulai sekarang, dia akan menjadi bagian dari Sword of Sufferings. Lebih tepatnya, kamu bisa menganggap wanita ini sebagai magang. Dia memiliki pemahaman baik tentang kota ini, jadi cukup berguna.”


“Begitu ...” Roxanne mengangguk lembut.


“Kamu bertugas mengurusnya. Bersihkan, rawat, dan beri pakaian yang layak baginya. Aku akan pergi menemui Mona. Ada hal penting yang perlu aku bicarakan dengannya.”


Melihat Ark berjalan menjauh, Roxanne langsung memberi hormat.


“Dimengerti, Tuan.”


Setelah Ark pergi, Roxanne mengalihkan pandangannya ke arah Angelica.


“Perkenalkan, namaku Roxanne. Tolong ikuti aku.”


Angelica merasa bingung, tetapi akhirnya mengikuti Roxanne tanpa mengucap sepatah kata.


Sekitar satu jam kemudian, Angelica duduk di depan meja pendek dengan banyak makanan di atasnya.


Sekarang, pakaian Angelica dirubah menjadi lebih layak. Untuk menutupi cacat fisiknya, dia mengenakan jubah hitam di luar pakaian biasa. Selain itu, dia juga memakai tudung dan topeng separuh wajah untuk menutupi penampilan yang mengerikan.


Angelica menatap ke arah Roxanne dengan ekspresi bingung. Dia tidak menyangka kalau wanita itu tidak jijik kepadanya, bahkan malah memperlakukannya dengan biasa seolah tidak melihat apa-apa. Wanita itu mulai berpikir kalau kelompok yang didatanginya ini benar-benar aneh.


“Anu ... Bolehkah saya bertanya sesuatu, Nona Roxanne?”


“Katakan,” balas Roxanne datar.


“Sebenarnya kalian siapa dan kenapa kalian datang ke tempat ini? Juga, siapa Tuan tadi?”


“Apakah Tuan tidak memperkenalkan diri? Ya ... itu tidak masalah.”


Roxanne menggelengkan kepalanya. Menatap tepat ke mata Angelica, dia berkata.


“Tuan adalah Ketua dari kelompok Sword of Sufferings ini. Dia sering dipanggil sebagai Iblis Putih atau Raja Dunia Bawah, Hades.


Alasan kami datang ke tempat ini karena perintahnya. Sedangkan tujuan sebenarnya ...”


Roxanne tersenyum.

__ADS_1


“Kamu hanya perlu menurut dan tidak perlu memikirkannya.”


>> Bersambung.


__ADS_2