
'Kami berbicara dengan orang yang salah!'
Pikir Jay, Lisa, Stacy, dan Natasha.
Berbeda dengan mereka yang masih termasuk dalam kategori "normal", Ark jelas berbeda. Mereka menganggapnya tidak masuk akal karena pernah terjun bebas dari gedung tinggi ketika melawan Raja Serigala Hitam.
Jadi, membicarakan perasaan manusia dengannya ... jelas bukan pemikiran yang tepat.
"Jika kalian tidak ingin naik, aku akan melakukannya sendiri. Tunggu saja di bawah."
Ark berkata santai. Dia kemudian pergi ke kereta untuk mengambil busur dan quiver. Pemuda itu kemudian berjalan memasuki gedung.
Jay menggertakkan gigi. Dia kemudian menoleh ke arah tiga perempuan lain.
"Kalian tunggu di sini. Aku akan menemani Ark. Tugas seperti ini ... serahkan saja pada kami, pria sejati!"
Lisa, Stacy, dan Natasha menatap kosong. Jika Jay berkata dengan ekspresi penuh percaya diri dan heroik, mungkin mereka akan sedikit kagum. Namun, pria itu jelas tampak pucat, bahkan gemetar!
Mereka khawatir kalau Jay bahkan tidak bisa bertindak lebih baik daripada mereka!
"Tunggu aku, Ark! Kita akan menunjukkan kombinasi paling kerena pada burung hantu konyol itu! Pukuli dia sampai hitam dan biru!"
Ark menoleh dan melihat ke arah Jay yang tampak pucat. Dia tidak bisa tidak bertanya, "Kamu yakin mau ikut?"
"Tentu saja!" seru Jay.
"Kalau begitu datang ke sini."
Sesuai dengan permintaan Ark, Jay mendekat dengan ekspresi bingung. Saat berdiri di depan Ark, bahunya tiba-tiba ditepuk dengan keras.
"Tatap mataku, Jay."
"Eh?"
"Ingat ini. Selama kamu tidak melihat ke bawah ... semuanya pasti baik-baik saja. Ingat! Bertarung seperti biasa dan jangan buat memikirkan hal-hal tidak penting!"
"B-Baik!" ucap Jay yang akhirnya merasa lebih tenang.
__ADS_1
Ark dan Jay kemudian masuk ke dalam gedung. Mereka menaiki tangga demi tangga dengan santai. Jay yang awalnya gugup juga menjadi lebih tenang.
Pada saat mereka naik semakin tinggi, angin yang bertiup melalui kaca-kaca rusak semakin kencang. Namun, tidak ada kegugupan di wajah mereka. Tampaknya, rasa panik di pikiran Jay telah dibawa pergi oleh angin.
Setelah beberapa waktu, merek akhirnya tiba di tangga yang mengarah ke lantai paling atas.
"Sttt ... hati-hati dalam melangkah. Pelankan suaramu. Jika kita cukup beruntung, satu anak panah lebih dari cukup."
Ark kemudian berjalan naik tangga perlahan. Di lantai paling atas, tampak sebuah ruang luas. Tampak kosong, hanya ada sebuah sarang yang terbuat dari kayu kering, daun, dan bulu-bulu berbagai binatang.
Di sekitar tempat itu, tampak banyak tulang manusia dan binatang bermutasi. Jelas makanan dari pemilik sarang.
Di sarang itu sendiri, tampak seekor burung hantu berwarna hitam dengan garis-garis cokelat keemasan. Penampilannya tidak begitu jelas karena dia meringkuk di sarang seperti bola bulu hitam. Hanya menampakkan wajahnya.
Melihat ke arah burung hantu bermutasi yang tidur, Ark merasa puas. Dia kemudian mengambil busur dan anak panah khusus dengan racun sangat kuat.
Pemuda itu kemudian mulai membidik. Membidik tepat di mata burung hantu. Targetnya ... menembus mata dan otak. Membunuh burung hantu tersebut dalam sekali serangan.
Swoosh!
Anak panah melesat. Saat itu juga, ekspresi Ark berubah.
Saat itu juga, burung hantu bermutasi langsung membuka matanya.
"Bersiap untuk bertarung!"
Ark langsung melempar busur dan anak panah ke samping lalu menarik pedangnya. Sebuah bayangan hitam langsung melesat ke arahnya dengan cepat.
BANG!
Sosok Ark langsung terpental mundur. Dia berguling beberapa kali di lantai sebelum bangkit.
Bayangan hitam langsung menyerang ke arah Jay. Mungkin karena terlalu mendadak dan tidak siap, pria itu langsung terkena serangan dan terpental cukup jauh.
Ark kemudian melihat sosok hitam yang mendarat. Burung hantu itu memiliki tinggi hampir 160 cm. Lehernya cukup panjang dan tampak aneh. Wajahnya berbentuk seperti hati, tetapi memiliki mata kuning yang mengerikan dan paruh bengkok yang tajam. Ada dua tanduk kecil di atas kepalanya. Jika terbuka, satu sayap memiliki panjang sekitar dua meter.
Burung itu benar-benar bisa dibilang ... BURUNG BESAR.
__ADS_1
Ark kemudian melirik ke arah Jay yang berdiri di tepi gedung dimana kaca-kaca telah hancur. Bukan hanya di sisi Jay, tetapi setiap kaca di empat sisi telah hancur. Membuat tiupan angin terus masuk dari berbagai arah. Sama sekali tidak cocok untuk memanah.
"Jay ... ingat yang aku ucapkan sebelumnya!"
Entah manusia adalah makhluk yang sama penasarannya dengan kucing, atau memang Jay yang memiliki sifat memberontak. Pria itu benar-benar melirik ke bawah.
Melihat jalanan, gedung-gedung lebih pendek, dan berbagai pemandangan tampak lebih kecil jauh dari atas membuatnya terkejut. Semilir angin dingin membuatnya menggigil. Kakinya terasa lembut seperti jelly.
Kilatan cahaya dingin muncul di mata burung hantu bermutasi. Saat itu juga, Ark langsung merasakan firasat buruk.
Swoosh! BANG!
Sosok bayangan hitam melesat ke arah Jay. Namun saat itu juga, Ark yang seluruh tubuhnya dilapisi dengan uap merah yang tampak aneh langsung menabraknya dari samping.
Keduanya langsung terpental keluar dari gedung bersamaan.
Tiga perempuan di bawah terkejut ketika melihat dua sosok yang tiba-tiba "melompat" dari lantai tertinggi gedung tersebut.
Pada saat Ark terjun ke bawah, dia langsung menancapkan pedang ke dinding gedung. Bergelantungan di sana seperti ahli panjat tebing.
Pemuda itu kemudian menancapkan pedang lain secara horizontal. Memastikan pedang tersebut tertancap kokoh pada dinding, dia berayun lalu melompat ke atas pedang. Benar-benar tidak takut meleset dan jatuh menjadi bubur.
Setelah mendarat dengan tepat, Ark mengambil pedang pertama. Berdiri di atas pedang ke dua sambil menatap ke arah langit dimana burung hantu sebelumnya menatapnya dengan tatapan ingin membunuh.
"Sangat disayangkan karena aku bukan manusia laba-laba tertentu. Bermain di ketinggian dan gedung seperti ini bukan keahlianku."
Seolah saraf ketakutannya telah putus, Ark berkata datar ketika jubahnya tertiup angin. Ekspresi di balik topeng pemuda itu tampak datar. Dia terus menatap ke arah burung dengan tatapan dingin.
Pemuda itu kemudian menyarungkan kembali pedangnya. Dia kemudian membuka jubahnya lalu mengeluarkan sebuah tali yang melilit tubuhnya. Lebih tepatnya sebuah tali dengan pemberat di salah satu ujungnya.
Ark kemudian berjongkok. Dia memegang gagang pedang yang menancap di dinding dengan tangan kiri dan memutar tali dengan pemberat di tangan kanannya.
Melihat burung hantu bermutasi menjadi marah. Dia langsung terbang ke arah Ark dengan kecepatan luar biasa. Namun saat itu pemuda tersebut tersenyum di balik topengnya lalu berteriak.
"SEKARANG!!!"
Saat itu juga, dari atap gedung yang tertutup salju, dua sosok putih melesat.
__ADS_1
Langsung bergegas ke arah burung hantu bermutasi!
>> Bersambung.