
"Jadi ... Kalian juga ingin menyerang persembunyian para kanibal? Berkumpul di sini kemarin untuk menungguku?"
Ark duduk santai sambil bersandar pada tubuh besar Finn yang berbaring di belakangnya. Bulu tebal si putih benar-benar membuatnya hangat, merasa nyaman di musim dingin seperti ini.
Tidak jauh di depannya, ada Julian dan Joseph yang duduk sambil menatapnya dengan ekspresi serius. Tampaknya tidak peduli dengan Ark yang 'pamer' di depan mereka. Lebih tepatnya ... sudah terbiasa dengan perilakunya yang tak acuh dan santai, tetapi juga berpikir serius.
"Ya! Selama kita menyatukan kekuatan, seharusnya mereka tidak memiliki kesempatan untuk kabur." Julian mengangguk dengan ekspresi serius di wajahnya.
"Tidak sepenuhnya salah, tetapi kalian agak ceroboh.
Menggerakkan seratus anggota dari setiap kelompok untuk menyerang memang keputusan berani. Hanya saja, kalian seharusnya tidak menunggu di satu tempat seperti ini. Belum lagi, kalian menunggu di luar.
Memang, kalian memiliki fisik cukup baik, tetapi hal tersebut masih kurang. Jika sampai ada yang demam karena kedinginan semalam lalu kalian memaksa mereka untuk bertarung ...
Itu akan menjadi akhir mereka."
Mendengar ucapan Ark, Julian mengerutkan keningnya. Dia sama sekali tidak begitu mengerti. Sedangkan Joseph sendiri malah membalas.
"Hal tersebut memang cukup berbahaya, Hades. Namun, aku rasa kita tetap bisa mengalahkan mereka.
Kelompok kita dilatih dengan baik. Sedangkan mereka hanyalah orang-orang gila yang melawan musuh dengan liar seperti binatang buas. Seharusnya kita bisa—"
"Di sanalah kamu salah, Joseph."
"Salah?" Joseph menatap ke arah Ark dengan ekspresi bingung.
"Memang, mereka hanyalah orang-orang yang memiliki penampilan buruk, tempramen kasar, dan melakukan hal-hal seperti binatang. Namun ... bukan berarti mereka lemah.
Jika mereka lemah, apakah mereka bisa membuat kekacauan? Jika mereka lemah, orang-orang dalam kelompok kecil atau menengah itu tidak akan dihabisi oleh mereka.
Kesimpulannya, mereka mungkin liar dan bodoh, tetapi tidak lemah. Fisik mereka harusnya lebih baik daripada rata-rata manusia. Selain itu, mereka juga berbahaya.
Kalian pasti tahu, semakin binatang itu terpojok ... mereka akan menyerang dengan segenap kekuatan mereka. Menjadi lebih berbahaya."
Penjelasan Ark membuat keduanya mengangguk dengan ekspresi serius. Mereka sama sekali tidak membantah. Sebaliknya, segera melakukan instrospeksi diri. Sebagai pemimpin, kehidupan banyak orang ada di tangan mereka.
Jadi tidak ada waktu untuk main-main atau bersikap ceroboh!
"Jadi begitu." Julian mengangguk.
Setelah itu, dia bangkit lalu pergi ke kelompoknya. Melihat ke arah rekan-rekannya, pria itu bertanya dengan lantang.
"Apakah ada dari kalian yang tidak enak badan? Jika ada, angkat tangan kalian!"
"Apakah anda akan meninggalkan mereka di belakang, Ketua?" bisik Berto yang berjalan mendekati Julian.
"Ya. Lebih baik mereka tinggal daripada aku harus membawa keluar lebih banyak mayat dari sarang pada kanibal itu."
"Begitu ..." Berto mengangguk.
"Jika ada, angkat tangan kalian! Tidak perlu malu! Aku tidak akan memukul apalagi membunuh kalian.
Tentu saja, jika ada yang mengangkat tangan tetapi berbohong karena takut, aku yang akan menghajarnya sendiri!
__ADS_1
Sekarang, bagi yang merasa tidak enak badan angkat tangan kalian!"
Melihat ke arah beberapa orang yang mengangkat tangan mereka, Julian langsung berkata, "Maju!"
Orang-orang itu kemudian maju. Setelah itu, Julian menghampiri mereka.
"Apa yang kamu rasakan? Pusing? Muak?"
"H-Hanya sedikit pusing, Ketua." Pemuda itu berkata dengan gugup.
Julian memeriksa tubuhnya. Merasakan tubuh pemuda panas seperti tungku, ekspresinya berubah.
"Kamu jelas demam tinggi. Berhenti bicara hal-hal bodoh lalu beristirahat. Maju ke depan dengan kondisi seperti ini hanya bunuh diri!"
"Tapi—"
"Tidak ada kata tapi! Kamu bisa membuktikan diri dan memperjuangkan kepentingan manusia lain kali. Jika kamu pergi sekarang, itu bukan berjuang ... itu bunuh diri.
Jadi beristirahat dengan baik dan jangan pikirkan hal-hal aneh!"
Julian menepuk pundak pemuda itu lalu menyuruhnya mundur. Dia kemudian memeriksa orang-orang lain. Ekspresinya berubah ketika melihat jumlah orang yang sakit.
'Jika Ark tidak memberitahu dan mereka memaksakan diri untuk maju ... aku benar-benar mengirim mereka untuk bunuh diri.'
Julian menggertakkan gigi. Dia merasa kalau dirinya masih ceroboh. Meski sudah banyak peningkatan, pria itu merasa kalau dirinya harus terus maju. Bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk orang-orangnya.
Setelah itu, lagi-lagi ekspresi Julian berubah.
"Kamu bilang ... kamu sakit?"
"S-Saya merasa sedikit pusing, Ketua!"
BRUAK!
Julian langsung meninju perut pria itu. Melihat pria yang jatuh ke tanah tertutup salju, ekspresinya menjadi gelap.
"Silver Cross tidak membutuhkan pengecut dan pembohong sepertimu. Berto!"
"Ya, Ketua!"
"Sebagai ganti tempat tinggal dan makanan yang telah dia habiskan padahal kerja malas-malasan, patahkan tangan kirinya!
Mulai sekarang dia bukan lagi anggota dari Silver Cross!"
"Baik, Ketua!"
Berto langsung memukul wajah pria itu. Dia kemudian menginjak tangan kiri pria sebelumnya. Suara retakan 'renyah' yang terdengar di telinga langsung membuat anggota Silver Cross lainnya menggigil.
Mengabaikan pria yang menjerit dan berguling-guling di tanah, Julian berkata.
"Aku hafal. Aku tahu siapa di antara kalian yang bekerja keras dan agak malas di markas. Namun, aku tidak begitu peduli.
Aku memaklumi kalau terkadang kita bisa lelah dan agak bosan. Aku tidak terlalu ketat tentang hal ini, bukan?
__ADS_1
Hanya saja, kalian harus ingat alasan kenapa aku menerima kalian di sini. Kita harus saling menjaga dan memperjuangkan kepentingan bersama. Bukan hanya demi ego sendiri, tetapi untuk mempertahankan keberadaan umat manusia!"
Melihat perubahan besar pada Julian, Ark tidak bisa tidak tersenyum di balik topengnya. Dia merasa cukup puas.
Bukan hanya Julian, tetapi Joseph juga melakukan hal yang sama.
"Apakah ini tidak apa-apa, Ketua?"
Lisa menghampiri Ark dan bertanya dengan nada agak tidak puas.
"Apanya?"
"Jika mereka ikut, kita tidak bisa mengeluarkan seluruh kemampuan kita. Pertarungan pasti akan merepotkan."
"Hmmm ..." Ark mengelus dagu.
"Kamu tidak akan membiarkan semua ini, kan? Maksudku ...
Kamu tidak berencana membuat kesalahan baik itu mengungkapkan terlalu banyak atau membiarkan para kanibal itu lolos, kan?"
"Tentu saja tidak." Ark menggelengkan kepalanya.
Mendengar jawaban itu, mata Lisa berbinar.
"Jadi?"
"Kita harus sedikit berkorban." Ark berkata datar.
"Hah?"
"Anggap saja kita sedang melatih teknik yang selama ini dipelajari. Namun, jika cukup terdesak ... aku memberi izin untuk menggunakan keterampilan pertama kalian."
"Bukankah itu hanya membuat kita lelah?"
"Memang."
"Bukankah itu hanya memberi kesempatan dua kelompok lain untuk berkembang?"
"Tepat."
"Lalu kenapa???" tanya Lisa dengan ekspresi bingung.
"Mungkin kamu pikir aku khawatir akan perkembangan kedua kelompok itu. Namun sebenarnya ...
Semakin kuat dan semakin baik mereka, aku akan semakin menyukainya.
Sedangkan alasan lebih jelasnya, kamu tidak perlu tahu. Apa yang perlu kalian lakukan hanyalah menyelesaikan tugas dengan tenang."
Mata di balik topeng menatap ke arah Lisa berkilat dingin.
"Anggap saja ini operasi gabungan pertama Dark Triangle."
>> Bersambung.
__ADS_1