
“Kenapa ...”
Rhodez bergumam sambil menatap ke arah Chris, ketua Golden Maple Group sekaligus sahabatnya. Tangannya mulai mengepal erat. Dia kemudian kembali berbicara dengan mata merah.
“Kamu bertanya kenapa padahal sudah mengetahui jawabannya Chris?
Karena kamu, aku kehilangan istri dan kedua anakku. Kamu selalu sibuk mencari putramu dengan panik tanpa memikirkan orang lain. Kamu bahkan mengorbankan banyak orang untuk kepentinganmu sendiri. Orang sepertimu seharusnya tidak menjadi ketua Golden Maple Group.
Aku selalu berusaha keras, tetapi kenapa aku tidak mendapatkan apa-apa selain penderitaan? Kenapa dunia begitu tidak adil Chris? Kenapa dunia harus seperti ini?”
Tangan Rhodez mengepal erat dan tubuhnya gemetar. Meski melihat Chris menderita membuatnya merasa tidak nyaman, tetapi pria it tampak bertekad. Dia mengingat keluarganya, keluarga yang hancur karena orang di depannya.
Putranya yang sudah dewasa mati ketika melakukan misi ekspedisi. Alih-alih menjelajahi kota, awalnya Golden Maple Group berencana keluar tetapi akhirnya terhenti karena kegagalan misi ekspedisi.
Istri dan putri kecilnya mati ketika gelombang binatang buas tahunan tiba. Dikarenakan dia berada di garis pertahanan, Rhodez tidak tahu kalau ada dinding pertahanan yang rusak di sisi lain. Banyak gedung hancur dan banyak korban, di antaranya adalah istri dan putrinya.
Rhodez merasa kalau dirinya telah mengorbankan segalanya untuk Golden Maple Group. Namun, pada akhirnya usahanya tidak dihargai. Jadi, kebencian itu akhirnya menumpuk dalam hatinya.
“Aku berjanji akan mengurus Golden Maple Group dengan baik Chris. Lagipula, hanya kelompok ini yang aku miliki. Jadi ...”
Rhodez menarik keluar pisaunya.
“Pergilah dengan damai.”
Swoosh! BANG!
Pada saat Rhodez menebas, sosok hitam melesat lalu menabraknya dengan keras.
Tubuh Rhodez terpental beberapa meter. Pria itu berguling-guling di tanah sebelum memaksakan diri untuk bangkit. Saat itu juga, dia melihat ke arah Chris. Lebih tepatnya, orang yang berdiri di depannya.
“Kamu ...”
“Meski Ark sempat mengatakannya, aku benar-benar tidak menyangka kalau pengkhianatnya adalah kamu, Paman Rhodez.”
Melihat ke arah Rhodez, ekspresi Jay tampak rumit. Jelas, setelah mendengar cerita dari orang tuanya, dia merasa berterima kasih atas jasa pria itu yang telah melindungi keluarganya. Namun, Jay sama sekali tidak menyangka kalau pria itu memiliki motif tersebunyi.
Jay langsung berjongkok. Dia kemudian mengeluarkan anak panah dari tubuh Chris secara paksa. Setelah itu, barulah mengoleskan obat pada bekas luka dan menyuruh ayahnya meminum ramuan.
Jay bangkit lalu menghunus pedangnya. Namun sebelum berjalan, dia merasakan Chris mencengkeram erat pergelangan kakinya.
Pria itu menatap ayahnya dengan ekspresi bingung.
“Kenapa, Dad?”
Memiliki ekspresi sedih dan lelah, Chris menggelengkan kepalanya. Dia tahu kalau dirinya telah membuat kesalahan dan tidak bisa mengembalikan apa yang telah tiada. Namun, itu juga yang membuatnya semakin dewasa dan bisa menjadi seperti sekarang.
__ADS_1
Memiliki mata merah dan berkabut, Chris memaksakan diri untuk berkata.
“Biarkan ... Biarkan Rhodez pergi, Nak.”
Mendengar permintaan ayahnya, ekspresi terkejut muncul di wajah Jay.
Meski tidak tahu apa yang terjadi, tetapi tindakan melepaskan harimau ke gunung jelas salah. Jika mereka melepaskan Rhodez, ada faktor resiko tidak menentu yang bisa jadi adalah balas dendam Rhodez atau keturunannya kelak.
Jadi pilihan untuk membiarkan Rhodez pergi jelas adalah pilihan salah.
Hanya saja, Jay tampak sangat terjerat ketika melihat ekspresi penuh tekad ayahnya. Saat itu juga, suara Rhodez kembali terdengar.
“Kamu tidak perlu membiarkan aku pergi, Tuan Muda.”
Sambil bersandar pada dinding, Rhodez yang terluka cukup parah melihat ke langit penuh kabut kelabu dengan ekspresi sedih dan lelah.
“Dunia ini memang tidak adil dan aku benar-benar membencinya. Aku bertanya-tanya, mungkinkah sebenarnya tidak ada tempat bagiku di dunia ini. Jadi ...”
Melihat ke arah Jay yang melindungi Chris, ekspresi penuh kebencian di wajah Rhodez perlahan menghilang dan digantikan senyuman.
“Sepertinya pergi ke tempat istri dan anak-anakku berada adalah pilihan terbaik yang aku miliki.”
“...”
Tanpa mengucapkan sepatah kata, Jay mengerti apa yang Rhodez maksud. Dia kemudian berjalan menuju pria paruh baya tersebut lalu mengayunkan pedangnya dengan kuat untuk mengurangi rasa sakit yang dirasakannya.
Saat itu juga, Chris hanya bisa menitikkan air mata sambil merasa tidak berdaya ketika putranya mencabut hidup sahabatnya.
***
Sementara itu, di tempat Imperial Phoenix berada.
“Siapa? Siapa yang menyuruh orang-orang itu menyerang terlebih dahulu!”
Melihat kekacauan yang terjadi akibat pertempuran di kejauhan, ekspresi Cassandra penuh dengan kebencian.
Belum lagi, menurut laporan, tampaknya ketua Golden Maple Group mengalami serangan fatal dan hidup-mati tidak diketahui. Itulah kenapa orang-orang dari kelompok tersebut menyerang dengan putus asa.
Tampaknya sangat marah, menyerang dengan ganas seolah binatang buas yang kehilangan kewarasannya.
Tatapan Cassandra langsung mengarah ke Katrina. Lagipula, menurut informasi, regu yang menyerang pertama adalah pasukan pemanah. Jadi orang yang paling mencolok adalah dirinya.
Merasakan tatapan Cassandra, Katrina tampak menyesal. Wanita it menggertakkan gigi ketika berkata.
“Maafkan aku Ketua. Aku mendapatkan perintah kalau kamu meminta kami untuk menyerang, jadi-“
__ADS_1
PLAK!
Cassandra langsung menampar Katrina dengan keras. Menunjuk ke arah wajah wanita itu, dia berkata dengan tegas.
“Ingat baik-baik Katrina! Lain kali, jika bukan dari mulutku sendiri, jangan percaya ucapan orang lain dan jangan menyerang! Mengerti?’
Ditampar sangat keras, Katrina sama sekali tidak marah. Sebaliknya, dia mengangguk berat. Tampaknya benar-benar menyesali apa yang telah terjadi sebelumnya.
“Baik, Ketua!”
Mendengar jawaban memuaskan tersebut, Cassandra mengangguk ringan. Dikejar oleh waktu, wanita itu langsung bertanya.
“Kalau begitu, dimana Bolton dan pasukan busuknya itu sekarang?! Apakah ada yang tahu dimana mereka?”
Semua orang saling memandang. Menyadari kalau tidak bisa menemukan batang hidung Bolton dan pasukannya, mereka langsung marah. Benar-benar tidak menyangka kalau pengkhianat akan melakukan hal semacam itu pada saat seperti ini!
“ORANG-ORANG TERKUTUK ITU ...” Cassandra menggertakkan gigi.
“Apa yang harus kita lakukan sekarang Ketua?”
Kron yang biasanya diam bertanya dengan ekspresi serius di wajahnya. Sekarang, barisan depan telah melakukan pertempuran. Dengan bertambahnya jumlah musuh, mereka mulai terdorong ke belakang.
Sama sekali tidak ada waktu untuk bersantai!
Ucapan Kron seperti batu yang dilempar ke kolam. Langsung membuat permukaan bergelombang. Membuat orang-orang yang berkumpul di sekitar menjadi panik.
Mengabaikan orang-orang yang panik, Cassandra menarik napas dalam-dalam. Setelah pikirkannya mulai jernih, dia langsung memberi perintah tegas.
“Tidak ada pilihan lain, kumpulkan semua prajurit! Kita akan membantu barisan depan menghadang musuh! Setelah kita bersatu dengan barisan depan, kita akan mendapatkan kesempatan untuk mundur.”
“Ya, Ketua!” jawab mereka serempak.
Jika langsung mundur, barisan depan jelas akan roboh. Dengan begitu, musuh akan mengejar dan jumlah mereka terlalu sedikit untuk melawan. Jadi Cassandra memilih untuk menyatukan pasukan, bertahan lalu mundur perlahan.
Setidaknya, begitulah rencananya. Namun, apa yang Cassandra tidak duga tiba-tiba terjadi.
Pada saat bergabung dengan barisan depan pasukan dan mundur perlahan, ratusan anak panah terbang dari belakang pasukan. Langsung menghujani orang-orang yang sedang bertahan. Karena tidak menyangka dan lengah, hal tersebut jelas membuat banyak orang terluka.
Saat itu juga, Cassandra menyadari kalau Derek dan para pejabat itu tampaknya benar-benar berniat melenyapkan dia beserta pasukannya.
Menggigit bibirnya sampai berdarah, wanita itu mengutuk dengan mata merah.
“ORANG-ORANG TERKUTUK ITU ...”
“BAHKAN JIKA MATI, AKU TIDAK AKAN PERNAH MEMAAFKAN MEREKA SEMUA!”
__ADS_1
>> Bersambung.