Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Menyusup Ke Sarang Phoenix


__ADS_3

Ark dan kedua rekannya melanjutkan perjalanan. Kurang dari satu jam, mereka pun sampai di markas Imperial Phoenix.


“Meski banyak yang berpatroli, kita masih bisa menyusup dengan banyaknya jalan.”


Dari atas atap salah satu bangunan, Aisha bergumam dengan ekspresi aneh. Tampaknya bingung harus senang atau sedih.


Di markas Imperial Phoenix, tampak banyak regu patroli. Namun, tampak banyak celah dalam rotasi patroli mereka. Ark dan Aisha menebak kalau sebagian orang yang dianggap sebagai tentara itu pasti direkrut setelah apocalypse. Sebelumnya hanya warga biasa.


Melihat Ark terus menatap ke arah tertentu, Aisha langsung bertanya.


“Apakah ada masalah Ark?”


Ark menggeleng ringan. Dia menatap ke arah markas Imperial Phoenix sambil berkata.


“Tidak. Aku hanya berpikir kalau Imperial Phoenix tidak seburuk yang aku kira.”


“Maksudmu?” Aisha memiringkan kepalanya.


“Maksudku, mereka lebih baik daripada Golden Maple Group dan Cursed Berserkers.”


“Oh?”


Aisha sedikit terkejut, tetapi segera mengerti apa yang dimaksud oleh Ark.


Berbeda dengan Golden Maple Group dan Cursed Berserkers yang hanya memiliki beberapa gedung, Imperial Phoenix mengelola lebih banyak bangunan. Bukan hanya jumlahnya lebih banyak, tetapi juga menggunakannya dengan baik.


Ada gedung dimana pengungsi tinggal. Ada gedung yang lebih baik untuk para prajurit. Ada juga gedung khusus untuk para petinggi.


Tidak hanya itu. Mereka juga memiliki beberapa bangunan lain untuk menyimpan barang dan stok makanan.


“Lebih baik kita masuk untuk melihat-lihat.”


Mendengar perkataan Ark, Aisha melirik ke arah Angelica. Wanita itu sama sekali tidak menyembunyikan jejak kasihan di matanya.


“Eh? Kenapa anda menatap saya seperti itu Kak Aisha?”


“Jika ingin menyusup. Itu berarti kamu harus tinggal di luar, sama sekali tidak bisa masuk ke dalam karena tidak memiliki kemampuan untuk berkamuflase.


Bukannya harus memiliki kemampuan khusus. Jika terlatih, kamu bisa saja ikut. Namun, kamu tampaknya belum mendapatkan pelatihan yang baik. Jadi, seharusnya Ark memintamu menunggu di luar.”


“S-Saya akan berhati-hati!”

__ADS_1


“Tidak. Berhati-hati sama sekali tidak cukup.


Dalam tugas kali ini, kita harus menyusup ke markas musuh tanpa ketahuan. Jika sampai ketahuan, identitas akan terbongkar dan berakhir menyebabkan kekacauan di seluruh kota.


Bukannya kita lebih lemah atau tidak bisa melarikan diri. Kita hanya diharuskan tidak terlihat oleh lawan dan itu memerlukan 100% kepastian.


Tanpa kemampuan yang pasti, resiko tidak sesuai dengan hasil. Lebih baik tidak dilakukan.”


“Oh ...”


Mendengar penjelasan Aisha, ekspresi Angelica langsung redup. Tampaknya sangat tertekan karena tidak bisa ikut Ark dan Aisha untuk menjelajahi wilayah kekuasaan musuh.


“Meski tidak bisa masuk, ada tugas yang perlu kamu selesaikan. Kamu tidak harus menunggu di tempat ini sampai kami selesai.”


Ark berkata pada Angelica. Melihat ekspresi wanita itu berubah menjadi serius, dia mulai menjelaskan.


“Kamu bisa lihat orang-orang yang berpatroli itu kan?”


Angelica mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan Ark.


“Tempat mereka berkeliling adalah markas utama dan gedung-gedung penting di sekitarnya. Bisa dibilang, tempat itu adalah pusat dari wilayah Imperial Phoenix.


Meski begitu, apakah kamu yakin beberapa pengkhianat akan diam saja?


Mendengarkan penjelasan Ark membuat ekspresi Angelica menjadi semakin serius. Ekspresi Aisha yang biasanya santai juga berubah menjadi gelap.


Berbeda dengan Angelica yang menganggap misi ini sangat penting, Aisha memiliki dendam kepada para pejabat khususnya yang melakukan korupsi dan penggelapan.


“Cari tempat para pengkhianat itu menyembunyikan makanan dan barang-barang lainnya.


Jika ketemu, kita akan membawanya pergi. Jangan salah paham karena ini bukan pencurian. Kita hanya melakukan hal baik, yaitu membantu Imperial Phoenix untuk mencegah pengkhianat membuat masalah.”


“Kamu benar Ark. Kita tidak melakukan hal buruk, tetapi malah membantu Imperial Phoenix.”


Aisha menyeringai. Wanita itu melirik ke arah Ark dengan ekspresi puas. Tampaknya sangat mendukung rencana yang dibuat oleh pemuda tersebut.


“Ini misi yang sangat penting. Jadi aku harap kamu bisa melakukan tugas ini dengan serius, Angelica.”


“Dimengerti!” Angelica mengangguk dengan wajah serius.


Setelah itu, Ark mengirim Angelica pergi. Baru kemudian dia pergi memasuki area inti markas Imperial Phoenix bersama dengan Aisha.

__ADS_1


***


Sekitar empat jam kemudian, dalam ruang penyimpanan barang.


“Apakah kamu benar-benar bisa menemukan sesuatu yang baik di sini?”


Aisha berkata setelah menggigit buah apel di tangannya. Melihat gudang luas yang dipenuhi dengan berbagai barang dari tulang, exo-skeleton, bulu, taring, dan berbagai bagian makhluk bermutasi membuat wanita tersebut merasa tidak yakin.


Terlebih lagi, benda-benda itu tampak begitu kotor!


“Meski hanya barang pungutan, bukan berarti tidak ada sesuatu yang baik di sini.”


Sama seperti yang Ark katakan, barang-barang di tempat ini dikumpulkan oleh anggota Imperial Phoenix ketika melakukan patroli atau menjelajahi wilayah mereka sambil mencari makanan.


Setiap makhluk bermutasi bukan hanya memusuhi manusia. Sama seperti dunia sebelumnya, mereka juga memiliki rantai makanan tersendiri. Bedanya, manusia sekarang jatuh ke titik terendah.


Jadi memang bukan tidak mungkin untuk mencari bahan dengan cara memungut.


Hal tersebut juga Ark lakukan di kehidupan sebelumnya. Tanpa kekuatan nyata, mereka hanya bisa berperilaku rendah hati. Memungut berbagai bahan dari bangkai binatang bermutasi untuk dijadikan senjata, berbagai peralatan, dan jebakan.


Hanya saja, memungut bukan solusi terbaik karena bahan yang mereka dapat terlalu acak. Selain itu, mereka juga tidak tahu sumber dari bahan tersebut. Mungkin makhluk tingkat rendah, mungkin juga makhluk tingkat tinggi.


Paling buruk, benda-benda itu beracun atau memiliki parasit berbahaya. Jika dilihat dari segi keamanan, itu buruk.


Ark yang memiliki sangat banyak pengalaman tidak berani berkata kalau dirinya bisa menebak dari mana bahan itu berasal. Namun, setidaknya dia masih cukup yakin untuk membedakan bahan kualitas tinggi dan rendah.


Selain itu, pemuda tersebut juga yakin bisa membedakan barang berbahaya (beracun/parasit) atau tidak.


“Mencari di tumpukan sampah. Ini benar-benar bukan gayaku.”


Aisha menghela napas panjang ketika melihat ke arah Ark.


Bukannya dia wanita yang manja. Hanya saja melakukan hal-hal seperti ini membuatnya mengingat kenangan buruk ketika dirinya berada dalam masa-masa sulit.


Mengabaikan Aisha yang bersandar dekat pintu sambil memakan apel, Ark terus memilah lalu memilih beberapa barang yang berguna.


Dari apa yang Ark pilih, tentu saja ada beberapa persyaratan yang perlu dipenuhi. Satu, harus bahan setidaknya level 4. Dua, ukurannya tidak besar dan mudah dibawa. Tiga, tidak terlalu mencolok sehingga orang-orang dari Imperial Phoenix tidak sadar ketika benda itu hilang.


Setelah melihat beberapa waktu, Ark akhirnya membawa kembali empat barang kecil yang tidak begitu mencolok. Namun gerakannya tiba-tiba terhenti. Melihat ke arah tumpukan barang seperti sampah, mata pemuda itu sedikit berbinar.


Bahkan Ark tidak bisa tidak terkejut dalam hatinya.

__ADS_1


‘Aku benar-benar tidak menyangka bertemu benda ini di sini.’


>> Bersambung.


__ADS_2