Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Sama-Sama Gila


__ADS_3

Tiga hari kemudian, di tempat persembunyian Sword of Sufferings.


“Menarik! Benar-benar menarik!”


Setelah mendapatkan informasi dari Saito yang baru saja kembali, seringai muncul di wajah dingin Ark.


Dalam waktu ini, bukan hanya mengumpulkan kembali orang-orang dari berbagai cabang, bahkan Crux of Shadow memulai gerakan yang disebut ‘pemusnahan iblis’. Gerakan itu benar-benar sangat kejam karena mereka langsung menghabisi semua orang dalam kelompok-kelompok di sekitar wilayah kekuasaan mereka atas nama pembersihan!


Tidak peduli apakah ada wanita atau anak-anak di kelompok itu. Tidak peduli apakah mereka melawan atau menyerah. Tidak peduli apapun alasannya, banyak kelompok kecil dan sedang yang dimusnahkan.


Tampaknya Crux of Shadow ingin mencabut Sword of Sufferings yang dianggap sebagai duri di mata mereka. Orang-orang itu tampaknya rela untuk membalik seluruh kota dan membantai orang selain dari kelompoknya sendiri hanya demi menemukan Sword of Sufferings.


Jadi, ada dua jawaban yang bisa dipilih Sword of Sufferings, yaitu melarikan diri atau melawan. Namun ketua dari Crux of Shadow tampaknya juga licik. Meski orang-orang Sword of Sufferings kejam, tetapi jelas mereka memiliki masalah dalam cabang baru. Oleh karena itu, dia memanfaatkan tekanan moral, perihal welas asih antar manusia. Jika Sword of Sufferings lari, itu berarti orang-orang di kota akan mati.


Pada akhirnya, hanya ada satu jawaban dalam masalah ini.


Ya ... melawan balik Crux of Shadow!


Sadar tidak lagi memiliki pilihan, Ark menghela napas. Meski senang bisa melihat kembali adiknya, dia juga sadar sekarang dirinya memiliki beberapa kelemahan fatal. Setelah memikirkan semuanya baik-baik, pemuda itu kemudian mengumpulkan Evans dan 10 orang yang dia pilih.


Setelah menceritakan semuanya kepada mereka, Ark melihat ekspresi mereka berubah total. Khususnya Evans dan Natalia. Tampaknya mereka tidak menyangka kalau Crux of Shadow menggunakan langkah gila seperti itu.


“Apa yang ingin kamu lakukan sekarang, Kak?”


“Tentu saja Sword of Sufferings akan melawan balik.” Ark berkata dengan nada datar.


“Kalau begitu-“


“Kalian memiliki tugas lain yang tidak kalah penting.”


Sebelum adiknya menyelesaikan perkataannya, Ark langsung menyela. Dia kemudian melihat ke arah sebelas orang termasuk adiknya. Setelah beberapa saat berpikir, pemuda itu berkata.


“Tugas kalian menyangkut nyawa ribuan orang, jadi sebaiknya kalian menganggap misi ini secara serius.

__ADS_1


Evans, kamu akan pergi dengan tujuh orang lain. Delapan dari kalian akan memimpin tim. Masing-masing tim akan membawa dua puluh lima orang. Total 200 orang akan pergi. Sisanya akan bersiap di luar kota untuk menyiapkan seluruh kebutuhan.


Kalian akan menyebar ke delapan arah berbeda di sekeliling markas Crux of Shadow. Tugas kalian adalah meyakinkan lebih banyak orang untuk mempercayai kalian. Setelah itu, bawa mereka semua ke tempat pengungsian dan biarkan orang-orang di luar kota mulai merawatnya.


Dalam waktu ini, kalian juga harus memindahkan barang-barang di gudang berbagai cabang Crux of Shadow. Selain itu, bagi ketua tim ... aku juga memiliki tugas khusus untuk kalian.”


Melihat ke arah Ark, semua orang mengangguk berat. Tampaknya siap untuk menjalankan berbagai tugas berbahaya untuk menyelamatkan kota mereka.


***


Tanpa penundaan, semua orang yang dipilih pergi keesokan paginya.


Pada sore harinya, Evans dan tujuh tim lain akhirnya sampai dilokasi. Mereka semua berhasil menyusup dan meyakinkan orang-orang dari berbagai kelompok yang merasa panik. Menganggap proposal Evans sebagai pilihan terakhir bagi mereka untuk terus hidup, orang-orang itu sama sekali tidak memiliki pemikiran untuk menolak.


Malam harinya, Evans dan tujuh tim lainnya langsung membawa banyak orang pergi karena mereka yakin, sesuai dengan rencana ... Sword of Sufferings sekarang akan mulai menyerang markas Crux of Shadow!


Dalam perjalanan, sesuai dengan tugas, mereka tidak lupa untuk mampir ke cabang Crux of Shadow yang ditinggalkan. Pada saat Evans dan dua puluh lima orang lainnya masuk ke dalam ruang penyimpanan, mereka melihat cukup banyak hal yang bisa dimakan. Bisa dibilang, mereka memukul jackpot.


“Setelah mendapatkan ini, kita bisa makan lebih kenyang dan fokus berlatih untuk sementara waktu. Selesai latihan, kemampuan kelompok kita pasti akan naik ke tingkat berikutnya!”


“Mereka terlalu ceroboh dan mengambil resiko terlalu tinggi! Ini adalah keuntungan kita!”


“...”


Melihat orang-orang yang masih cukup naif dan bersemangat, Evans menggelengkan kepalanya. Dia kemudian memberi perintah.


“Semuanya! Langsung ambil sesuatu yang bisa dibawa, khususnya benda yang bisa kita makan! Kita akan segera meninggalkan tempat ini, jadi cepatlah!”


“Baik, Ketua!” jawab mereka serempak.


Setelah mengambil beberapa barang yang berguna, mereka memilih untuk segera pergi. Tentu saja, meski mereka ingin, orang-orang itu tidak membawa banyak hal. Apa yang mereka bawa adalah barang-barang konsumsi dengan bobot tidak terlalu berat agar tidak memperlambat gerakan serta tidak membuat mereka lelah.


Pada awalnya, ada yang mengusulkan untuk menyuruh para pengungsi untuk membawa bahan makanan. Namun pada akhirnya usulan itu ditolak oleh Evans. Bukan karena tidak mempercayai mereka. Pemuda itu tahu kalau mereka semua lelah baik secara fisik dan mental. Jika sampai membawa barang-barang, bukan hanya tidak untung, tetapi malah buntung.

__ADS_1


Setelah mengumpulkan orang-orang, Evans kemudian memimpin mereka untuk kembali. Baru belasan menit meninggalkan tempat itu, mereka dikejutkan dengan saura tepuk tangan di malam yang begitu sepi.


Melihat ke arah kejauhan, Evans melihat siluet yang berjalan ke arah mereka dengan santai. Sama sekali tidak ramai, hanya satu orang. Namun ekspresinya berubah setelah melihat itu.


“Kalian semua langsung pergi ke tempat yang telah ditentukan.”


Evans memberi perintah dengan ekspresi dingin. Dia kemudian menjatuhkan barang bawaannya lalu mengeluarkan dua pedang pendek. Menatap ke arah kejauhan, pemuda itu bertanya.


“Apa yang kamu lakukan di sini? Di mana para bawahanmu, Anthony?”


Mendengar pertanyaan itu, Anthony tertawa lepas sebelum membalas.


“Aku datang sendiri untuk menemuimu, loh! Kamu benar-benar terlalu dingin, Evans!”


Mata Evans menyipit. Dia sama sekali tidak percaya dengan ucapan Anthony. Namun ucapan orang itu membuatnya semakin terkejut.


“Apakah kamu terkejut? Baik Ketua Crux of Shadow dan Sword of Sufferings tahu ini, loh?


Sword of Sufferings akan menyerang kami. Saat itu, cabang kelompok akan menyelamatkan sebanyak mungkin orang. Ya .... ketua sama sekali tidak peduli dengan itu, tetapi tidak denganku.


Aku yakin kamu tidak akan muncul di medan perang karena kalian, anggota cabang hanyalah tikus lemah yang tidak akan banyak berpengaruh dalam pertarungan. Saat itu, aku berpikir kalau kalian pasti akan mengambil beberapa keuntungan dari situasi.


Karena cabang yang memiliki banyak persediaan ada di sini, aku yakin kamu akan datang ke tempat ini!”


Mendengar itu, ekspresi Evans menjadi pucat. Melihat ekspresinya, Anthony tertawa semakin keras lalu membuka kedua tangannya lebar-lebar.


“Karena berbagai trik sudah tidak bisa lagi digunakan, kita akan menentukan semuanya dengan kekuatan!”


“Hey! Bukankah itu gila? Bukankah kita semua sama-sama gila?”


“HAHAHAHA!”


Anthony menyeringai ganas.

__ADS_1


“INI PASTI AKAN SANGAT MENYENANGKAN!”


>> Bersambung.


__ADS_2