Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Berbagai Percobaan dan Kesimpulan!


__ADS_3

Setelah melihat 'kebun' yang dikembangkan oleh Silver Cross, Ark dan Lisa mengikuti Julian, pergi ke tempat telur-telur binatang buas berada.


Ark mengamati sekitar. Dibandingkan dengan tempat lain, dia melihat lebih banyak orang berjaga. Tempat yang mereka tuju adalah sebuah gudang penyimpanan bawah tanah. Tempat dimana Julian dan rekan-rekannya bersembunyi ketika gelombang monster setelah penyatuan ke tiga terjadi.


Sampai di lokasi, Ark melihat sebuah ruang luas penuh rak tua. Ruangan itu sendiri sedikit gelap meski ada banyak obor pada dinding. Udaranya juga kurang baik meski ventilasi telah dibuka. Rasanya agak lembab dan tidak menyenangkan.


"Ruangan seperti ini kurang cocok untuk digunakan sebagai tempat penetasan," ucap Lisa.


Gadis itu mungkin tidak begitu pintar, tetapi dia masih belajar satu dua hal dari Ark. Lisa tiba-tiba mengerutkan kening ketika mengendus aroma menjijikkan, busuk bercampur amis.


"Bau darah," gumam Lisa.


"Kamu benar. Ini bau darah," ucap Ark. "Mungkin kamu merasa tempat ini tidak cocok untuk penetasan. Namun tempat ini bisa dibilang sebagai tempat paling aman untuk melakukan penetasan."


"Paling aman?" Lisa tampak bingung.


"Ya." Ark mengangguk. "Tempat ini mencegah binatang bermutasi yang baru menetas keluar dan menyakiti anggota kelompok. Bisa dibilang, mereka di sini untuk menetaskan dan menguji. Jika tidak bisa ditaklukkan, maka makhluk itu akan segera dibuang tanpa memberi kesempatan untuk melarikan diri."


"Bukankah ruangan lain bisa digunakan?"


"Bisa, tetapi memerlukan lebih banyak penjaga karena ruangan lebih terbuka dan kemungkinan makhluk melarikan diri. Silver Cross sendiri lebih perhatian terhadap keamanan anggotanya, jadi mereka tidak mengadopsi cara semacam itu.


Jika aku tidak salah menebak, Imperial Tiger dan Black Panther pasti memilih untuk menetaskan di tempat yang cocok. Namun prajurit dalam kelompok itu pasti cukup menderita."


Lisa awalnya sedikit bingung. Namun setelah memikirkannya baik-baik, dia mengangguk dengan ekspresi berat di balik topengnya. Meski ketika dalam kondisi bayi kebanyakan dari makhluk itu hanya di level satu, mereka masih sangat berbahaya bagi orang-orang biasa. Lagipula, tidak semua kelompok memiliki anggota yang kuat seperti Sword of Sufferings.


"Ini agak memalukan. Kalian telah menebak banyak hal tanpa harus mendengar penjelasanku." Julian berkata dengan senyum masam di wajahnya.


"Jelaskan saja alasan kenapa kamu membagi telur menjadi tiga kelompok berbeda, Julian. Aku tidak perlu menebaknya, bukan?"


"Kamu memiliki mata yang tajam seperti biasanya, Hades." Julian menghela napas. "Seperti yang kamu sebutkan, kami membagi telur menjadi tiga kelompok. Telur serangga, reptil, dan telur burung."


"Melihat perbedaan jumlah telur, aku rasa kamu telah menemukan titik terang."


Ark bisa melihat jelas. Dari ketika jenis telur, serangga memiliki jumlah sangat sedikit, reptil memiliki jumlah sedang, dan jenis burung (avian) memiliki jumlah paling banyak.


"Ya. Setelah beberapa percobaan, meski telur serangga bermutasi paling besar dan memiliki mutasi paling mencolok, mereka juga yang paling ganas. Jika telur-telur ini tidak memiliki hasil baik, kami akan berhenti pada serangga.

__ADS_1


Reptil sedikit lebih baik, tetapi mereka masih ganas. Belum lagi kebanyakan dari mereka berbisa dan mematikan. Meski tampak sulit, aku ingin terus mencobanya.


Sedangkan jenis burung mungkin juga berbahaya, tetapi mereka tidak begitu agresif. Ya, tentu saja kecuali beberapa spesies tertentu. Meski belum berhasil, jujur saja, kami menemukan titik terang. Setidaknya, kemungkinan berhasil sedikit lebih baik daripada dua lainnya."


Melihat bagaimana Julian menghela napas dengan ekspresi pahit di wajahnya, Ark berkata dengan nada datar.


"Kamu terlalu buruk dalam berbohong, Julian. Jika tebakanku benar, seharusnya tanpa sengaja kalian berhasil menaklukkan setidaknya satu binatang. Binatang bermutasi yang cukup ramah dan tidak menyerang manusia."


Ucapan Ark membuat Julian terkejut. Namun saat pria itu melihat mata Ark menyempit ketika melihat dirinya terkejut, dia sadar telah tertipu. Jelas lelaki yang dipanggil Hades itu menguji apakah 'perkataan acak' itu benar atau tidak. Namun ekspresinya membuktikan segalanya.


"Kamu benar-benar licik, Hades." Julian berkata dengan ekspresi lelah.


"Apakah kamu mau menunjukkannya kepada kami berdua, Julian?"


"..."


Melihat Julian diam dan ragu, Ark mengangkat bahu. "Tenang saja, aku sama sekali tidak akan memaksamu. Aku sudah cukup puas dengan ini. Setidaknya jika aku mencoba, aku tidak perlu membuat jalan memutar."


"Tampaknya sekali lagi aku dirugikan," ucap Julian.


"Belajarlah dari kesalahan. Setidaknya belajar menjaga ekspresi jika kamu tidak pandai berbicara."


"Omong-omong, soal menyuburkan tanah perkebunan, lebih baik kamu menggantinya."


"Menggantinya?" Julian tampak bingung.


"Ya." Ark mengangguk. "Meski tanah di sini juga telah berubah, tetap saja kurang cocok untuk ditanami. Lebih baik kamu menggali sebuah lubang sebesar kolam renang. Tidak perlu terlalu dalam, cukup sekitar satu meter. Ya ... walau lebih dalam juga lebih baik."


"Apa yang harus kami lakukan setelah membuat lubang?"


"Isi dengan tanah baru yang cocok untuk digunakan sebagai tempat bercocok tanam."


"Bisakah kamu langsung mengatakannya, Hades?" Julian mengerutkan kening.


"Tanah di taman kota. Pada awalnya tanah itu subur setelah bercampur dengan daun-daun yang membusuk beberapa bulan ini, tanah itu bisa dibilang paling cocok untuk kalian gunakan.


Tentu saja, jaraknya jauh dari sini. Belum lagi, tanpa transportasi, kalian sulit untuk membuat lahan yang ideal. Namun, jika kamu melihat ke arah yang lebih jauh ... ini bukanlah hal buruk."

__ADS_1


Ucapan Ark membuat Julian mengerutkan kening. Jawaban Ark sama sekali tidak salah, tetapi benar-benar tidak efektif bagi kelompok Silver Cross. Terlalu banyak tenaga kerja yang dibutuhkan untuk proyek membangun lahan pertanian tersebut.


Tentu saja, lahan ini sebenarnya juga bisa diubah dengan keajaiban Devil's Vines dalam mengubah sampah (bangkai makhluk bermutasi) menjadi tanah subur. Namun Ark sama sekali tidak berniat mengungkapkan kartu truf semacam itu.


Cara yang Ark sebutkan sudah 'sesuai dengan harga' yang dibayar oleh Julian.


"Jika kamu ingin melakukan pembukaan lahan. Aku sarankan tidak membuka banyak."


"Kenapa?" Julian bingung. Setelah beberapa saat, dia menatap ke arah Ark dengan senyum di wajahnya. "Kamu takut barang-barangmu tidak laku?"


"Tentu saja tidak." Ark menggelengkan kepalanya. Merasa kalau Julian terlalu banyak berpikir. "Waktunya sama sekali tidak cukup."


"Waktu?"


"Musim gugur telah berjalan. Jika kamu membuka lahan besar untuk bercocok tanam, kemungkinan akan selesai di akhir musim gugur. Jadi kamu tidak memiliki waktu untuk bertani.


Membuat lebih kecil cukup berguna karena tidak memakan terlalu banyak waktu. Selanjutnya, kamu harus menanam jenis umbi daripada jagung atau sayur. Jagung memerlukan waktu cukup lama untuk panen. Jika menanamnya, buang-buang waktu dengan akhir gagal panen.


Umbi-umbian lebih cocok. Bisa kamu panen tanpa menunggu terlalu besar. Daunnya juga bisa dimakan setelah direbus. Setidaknya cukup membantu mengurangi beban kalian di musim dingin yang akan datang."


Mendengar semua penjelasan Ark, Julian mengangguk berat. Dia bersyukur karena informasi yang diberikan oleh sosok Hades itu memang sangat berharga. Pria itu sampai merasa bingung apakah nilai pertukaran ini setara, atau Ark sengaja membantunya.


"Terima kasih banyak, Hades." Julian membungkuk sambil berkata dengan nada tulus.


"Sama-sama."


Ark sama sekali tidak peduli. Jika dia tahu apa yang dipikirkan oleh Julian, dia pasti akan tertawa. Bukan hanya setara, Ark tahu kalau informasi dari Julian sangat banyak membantunya.


Pertama, dari banyaknya telur, Ark bisa melihat jenis telur makhluk apa dari pengalaman kehidupan sebelumnya. Pemuda itu tahu telur apa yang banyak dikumpulkan oleh Julian, yang seharusnya memiliki kesempatan lebih besar untuk dijinakkan.


Selian itu, Ark juga menambahkan beberapa kriteria makhluk yang cocok untuk ditaklukkan. Memiliki akal tidak terlalu buruk dan cukup ramah kepada manusia. Kebetulan makhluk itu juga cocok dengan telur yang Julian kumpulkan.


Kesimpulannya, Ark tahu kalau binatang yang tanpa sengaja Julian jinakkan.


'Merpati bermutasi.'


Pikir Ark dengan senyum di balik topengnya.

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2