
"Ketua akan baik-baik saja, kan?"
Setelah keluar dari taman kota, Leon bertanya kepada Draco.
Draco melirik ke arah pria sebesar beruang itu seolah sedang menatap orang bodoh. Setelah menghela napas panjang, dia menjawab.
"Ketua adalah tipe orang yang tidak akan melakukan sesuatu kecuali dia telah yakin. Jadi menurutku, bahkan jika ditenggelamkan dalam lautan serangga ...
Dia pasti baik-baik saja."
Mendengar konfirmasi Draco, Leon mengangguk. Dia kemudian melihat ke arah para anggota yang tampak lelah dan panik.
"Semua orang, bentuk barisan! Pergi beristirahat dan rawat luka! Tidak perlu banyak berpikir karena setelah keluar dari hutan, semuanya baik-baik saja!"
Leon berteriak marah. Orang-orang yang awalnya tampak kacau akhirnya kembali tenang.
***
Sementara itu, jauh di dalam taman kota.
Di tempat luas antara pepohonan tinggi, tampak tumpukan tubuh tawon raksasa layaknya bukit. Di tengah-tengah tumpukan tersebut, tampak sosok berjubah hitam yang berdiri dengan tenang tanpa bergerak.
Lelaki berjubah itu berdiri diam tak bergerak. Ratusan sengat tajam menembus tubuh, tangan, dan kakinya. Membuatnya menjadi seperti landak. Napasnya benar-benar tipis seolah bisa menghilang kapan saja.
Rasanya ... orang itu telah berada di batas antara hidup dan mati.
Swoosh! JLEB!
Benda merah melesat cepat dan menembus perutnya. Beberapa detik kemudian, pemilik lidah merah itu menampakkan wujudnya.
Makhluk tersebut adalah chameleon bermutasi dengan tubuh sebesar mobil mini cooper. Namun, tubuh makhluk tersebut sangat kurus. Sisiknya tampak kasar, dan tampak benjolan-benjolan aneh di sekujur punggungnya.
Sepasang mata bergerak memutar dengan cara aneh. Makhluk tersebut mengamati "manusia" yang dia anggap sangat berbahaya sebelumnya.
Pada saat hendak menarik kembali lidahnya, makhluk tersebut terkejut akibat gerakan tiba-tiba manusia sekarat di depannya.
SLASH!!!
Lidah merah langsung dipotong. Saat itu juga, sosok berjubah hitam itu langsung muncul di sebelah kiri chameleon bermutasi.
Swoosh! Slash!
Dua pedang melesat dengan lengkungan indah. Salah satunya langsung menusuk mata chameleon bermutasi, dan sisanya langsung memotong bagian bawah leher makhluk tersebut.
Setelah itu, lelaki berjubah hitam tersebut melompat mundur beberapa meter untuk menghindari serangan.
Saat itu, sesuatu yang aneh terjadi.
__ADS_1
Daging di balik jubah lelaki tersebut menggeliat dengan cara aneh. Satu per satu sengat tawon raksasa jatuh ke tanah seolah dimuntahkan. Beberapa robekan pada jubah menunjukkan daging berwarna ungu karena terkena racun fatal. Namun warna itu berangsur-angsur pulih menjadi putih bersih seperti kulit bayi. Bukannya dimuntahkan, racun sebelumnya tampaknya diserap ke dalam tubuh.
"Menahan regenerasi, menahan napas, menahan rasa sakit, dan berpura-pura mati benar-benar bukan sesuatu yang mudah."
Suara dingin dengan sedikit nada main-main terdengar. Sepasang mata biru menyala menatap chameleon bermutasi tanpa mengizinkannya melarikan diri.
Sosok chameleon bermutasi membuat suara mendesis sebelum berbalik dan menghilang.
Ark tidak langsung mengejar. Dia menatap bekas darah berwarna hitam yang cukup korosif dengan senyum main-main di balik topengnya.
Setelah beberapa saat, pemuda itu langsung bergerak ke arah chameleon bermutasi pergi.
Melihat pepohonan rindang dan merasakan suasana sepi, mata Ark langsung mengawasi setiap detail di sekitar.
SWOOSH!!!
Bilah angin yang diselimuti energi biru langsung menebas ke arah tertentu. Saat itu juga, bayangan hitam melesat dan jatuh dengan keras di tanah tidak jauh dari Ark.
BRUK!
Ark menarik napas dalam-dalam. Uap panas berembus dari mulutnya. Jantungnya berdegup kencang dan paru-parunya terasa sangat panas. Pemuda itu langsung melesat ke arah chameleon bermutasi yang menampakkan dirinya.
CRASH!!!
Bilah pedang yang diselimuti udara dan energi biru langsung menghantam sisik chameleon bermutasi. Darah hitam korosif langsung berceceran.
Chameleon bermutasi langsung mundur. Satu mata yang tersisa menatap Ark dengan penuh ketakutan. Tampaknya meragukan kehidupan karena lawannya benar-benar tidak masuk akal.
Menurut pengalamannya, kebanyakan makhluk akan takut dengan racun kuat. Namun apa yang dia lihat sekarang sebaliknya. Lawannya bergegas ke arahnya dengan gila seperti pasien yang salah minum obat!
"Kamuflase super, kecepatan luar biasa, tubuh cukup elastis, racun kuat ...
Untung saja kamu tidak memiliki regenerasi super dan serangan kuat."
Ark berjalan dengan tenang. Menatap ke arah chameleon bermutasi yang menggigil ketakutan, pemuda itu melepas topengnya.
"Apakah kamu tahu? Aku memiliki seorang adik. Melihatmu membuatku tiba-tiba mengingatnya kembali.
Bocah itu cukup pintar menyembunyikan emosinya. Dia pintar berkamuflase. Aku sering menyamakannya dengan chameleon.
Mungkin bocah itu tidak ingin membuatku khawatir, jadi mencoba menanggung semuanya sebisanya. Mungkin dia tidak begitu pintar, dia juga tidak memiliki kekuatan yang berlebihan ...
Terlebih lagi, dia adalah pengecut.
Bocah itu selalu menghindari masalah. Jika hanya menghindari, itu adalah hal bijak. Namun, dia juga takut dengan masalah. Itu bukanlah sesuatu yang baik.
Bocah itu ... adalah pengecut yang keras kepala.
__ADS_1
Hey, aku benar-benar tidak mengerti apa yang sedang aku katakan. Aku bahkan heran kenapa berbicara dengan makhluk seperti dirimu.
Yah ..."
Ark memiringkan kepalanya. Senyum lembut yang malah tampak mengerikan tampak di wajahnya.
"Tampaknya aku harus segera mengirimmu pergi."
***
Beberapa jam kemudian.
Suara dedaunan yang diinjak dan benda yang diseret membuat semua orang yang sedang beristirahat di luar taman kota langsung bangkit dan bersiap bertempur.
Mereka tampak agak panik. Orang-orang itu menatap ke arah pepohonan rindang dan gelap dengan ekspresi serius.
Sesaat kemudian, sosok familiar terlihat di mata mereka.
Ya. Orang itu adalah pemimpin kelompok mereka, Hades.
Ark keluar dari taman kota sambil memegang ekor di tangan kirinya. Dia menyeret tubuh chameleon bermutasi yang tidak lagi utuh. Keempat kakinya telah dipotong. Benjolan di punggungnya telah meledak. Itu juga penyebab pakaian Ark tampak sangat berantakan.
"Dua puluh orang memindahkan ini ke kereta. Ingat untuk mengikat bagian mulutnya dan berhati-hati. Makhluk ini masih hidup, harus dikirim kembali ke markas dengan aman."
Setelah mengatakan itu, Ark langsung pergi ke rumah yang digunakan untuk beristirahat. Bangunan ini akan dijadikan pos sementara milik Sword of Sufferings.
Kelak, tempat ini akan dijadikan untuk tempat pengawasan. Tentu saja, setelah misi diselesaikan dan beberapa wilayah akan diklaim menjadi hak milik Sword of Sufferings.
Usai berganti pakaian, Ark langsung turun ke lantai pertama lalu keluar. Melihat ke arah orang-orang, dia langsung berkata.
"Segera bentuk barisan!"
Mengikuti ucapan Ark, semua orang langsung bangkit dan membuat barisan.
Melihat ke arah orang-orang yang tampak lelah, bahkan terluka membuat ekspresi Ark menjadi lebih lunak.
"Hari ini, misi pembersihan akhirnya terselesaikan! Malam ini, semua personel bisa beristirahat.
Keluarkan stok makanan tersisa yang kita bawa. Masak semuanya! Malam ini kita berpesta!
Terima kasih banyak atas kerja keras kalian. Istirahat dan makan sepuasnya! Itu adalah sesuatu yang pantas kalian dapatkan."
Setelah mengatakan itu, Ark juga pergi untuk beristirahat. Menatap ke arah langit, pemuda itu kemudian menggelengkan kepalanya.
'Tidak bisa terburu-buru. Masih ada sesuatu yang harus aku lakukan di sini.'
>> Bersambung.
__ADS_1